System Sang Immortal

System Sang Immortal
Fang Lin Vs Raja Iblis Kehancuran II


Pedang Fang Lin dan Pedang Qi Zorva kini berbenturan sangat kencang hingga menggema diruang hampa itu.


~Tranggg~


~Trangg~


Fang Lin dan Zorva saling beradu pedang dengan kecepatan tinggi. Fang Lin sendiri sedikit kewalahan karena Zorva menyerangnya dengan dua pedang Qi, Namun dibalik rasa lelahnya, Kemampuan bertarungnya meningkat cukup pesat, Karena Zorva sangatlah cocok untuk dijadikan teman untuk latihan.


Fang Lin bisa saja mengakhiri pertarungan ini dengan cepat, Namun dia ingin terus mengasah kemampuannya dengan bertarung, Karena akhir-akhir ini dia tidak pernah mendapatkan lawan yang cocok selain Zorva si Raja Iblis.


Terlebih lagi pengalaman Zorva tentang bertarung yang menurutnya sangat berharga untuk dipelajari, Walaupun dia sudah mendapatkan ingatan dewa perang, Tetapi apa salahnya jika dia dapat mempelajari teknik bertarung orang lain, Untung saja dia mempunyai skill copy, Jadi bisa mempelajari teknik musuh dengan mudah.


"Haahh... Haaa... Pewaris bajingan, Baru puluhan ribu tahun hidup tetapi kemampuan mu sudah sangat mengerikan" Ucap Zorva dengan nafas terengah-engah, Tubuh Zorva kembali dipenuhi dengan luka dan tidak beregenerasi lagi.


Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Sepertinya kau sudah mencapai batasmu" Ucap Fang Lin yang melihat luka dan darah disekujur tubuh iblis didepannya, Lalu mengeluarkan 2 pil pemulih luka luar dan dalam kemudian melemparkan satu pilnya ke arah Zorva.


Zorva sendiri hanya menyipitkan matanya saat melihat pil yang sedang terlempar mengarah ke dirinya, Ia tidak menangkap pil tersebut dan membiarkan pil tersebut jatuh ke tanah.


"Heee... Kenapa kau tidak menangkap pilnya? Cepat ambil dan makan pil itu, Pil itu dapat membuat seluruh luka luar dan dalam mu sembuh seketika" Ucap Fang Lin sambil memakan pil yang baru saja dia beli dari shop System.


Dalam beberapa saat luka diseluruh tubuh Fang Lin sembuh seketika. Di sisi lain Zorva hanya tersenyum tipis saat mendengar ucapan dari pemuda berjubah biru didepannya.


"Kau pikir aku akan tertipu? Bertarunglah dengan adil dasar bajingan kecil!! Aku tau pil itu mengandung racun!" Ucap Zorva sambil menunjuk pil kecil didepannya lalu menginjaknya hingga hancur.


Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Sayang sekali ckckck..." Ucap Fang Lin sambil berdecak pelan.


"Lagipula pertarungan seperti ini, Tidak ada yang namanya keadilan bodoh" Ucap Fang Lin lalu mengayunkan tangan kosong.


~Krakkkk~


Robekan ruang yang cukup besar muncul didepan Fang Lin, Di sisi lain Zorva menyipitkan matanya saat melihat itu, "Apa yang dia lakukan? Apa bocah itu ingin pergi?" Batin Zorva dengan nada heran lalu memasang wajah serius.


Fang Lin yang melihat wajah serius dari iblis didepannya hanya tertawa pelan, Lalu mengeluarkan jurusnya, "Serangan Naga, Teknik Ketiga: Siluet Naga Emas" Ucap Fang Lin dan tiba-tiba sebuah siluet Naga Emas muncul dipedangnya dan melesat masuk ke arah robekan ruang yang Fang Lin buat tadi.


~ROOAARRR~


Raungan Naga Emas tersebut menggema di seluruh ruang hampa Seruling Kematian dan perlahan menghilang.


Tanpa Zorva sadari, diatasnya terdapat robekan ruang yang cukup besar dan beberapa saat kemudian muncul sesosok siluet Naga Emas keluar dari robekan tersebut.


Siluet Naga Emas tersebut langsung melesat ke arah Zorva dengan kecepatan tinggi.


~BOOM~


Ledakan begitu besar langsung terjadi saat siluet Naga Emas menabrak Zorva yang berada ditanah.


"Jenius sepertiku memang hebat, Menciptakan serangan gabungan yang cukup menakutkan" Ucap Fang Lin memuji diri sendiri sambil menggosokkan hidup pelan.


[Umm... Tuan, Itu adalah teknik gabungan yang diciptakan oleh Dewa Perang]


Fang Lin langsung terbatuk pelan saat mendengar perkataan dari Yue, "Tidak bisakah kau membiarkan ku senang?" Tanya Fang Lin dengan senyum kecutnya.


[Saya hanya mengatakan sejujurnya tuan]


Fang Lin mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya lalu berteleportasi ke pinggir kawah besar yang dia ciptakan.


Fang Lin menyipitkan matanya saat melihat ke dalam kawah yang dia buat, "Apakah iblis itu sudah mati? Kenapa dia hanya diam saja? Tapi aku masih merasakan jika dia masih hidup" Gumam Fang Lin pelan saat melihat Zorva terbaring lemas di bawah kawah


"Katanya raja iblis, Tetapi kenapa selemah ini" Ucap Fang Lin pelan lalu berteleportasi ke sebelah Zorva yang sedang terbaring.


Fang Lin lalu memposisikan dirinya menjadi jongkok dan memegang kepalanya Zorva.


Tiba-tiba Fang Lin sedang berdiri di atas langit dan dibawahnya terlihat peperangan besar yang sedang berlangsung.


Terlihat dua kubu saling menyerang satu sama lain, Satu kubu iblis dan satunya lagi manusia, Tetapi dari kubu iblis, Tidak semuanya adalah ras iblis, Disana juga berbagai macam ras seperti ras monster, Ras vampir, Ras undead dan yang lain-lain.


"Peperangan antar kubu dengan jumlah yang tak terbatas" Ucap Fang Lin lalu melihat ke segala arah.


Saat melihat pemandangan yang mengerikan, Fang Lin sedikit mengerutkan keningnya, "Tempat ini... Sangat Familiar" Gumam Fang Lin sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal.


Karena tidak mengetahui jawabannya, Fang Lin hanya terus melihat peperangan yang berada tepat dibawahnya. Hingga beberapa saat dia melihat sepuluh orang yang sedang berada di langit sambil menatap perang yang berada dibawah mereka.


Fang Lin yang melihat kesepuluh orang itu berada tepat dibawahnya hanya diam, Namun memperpanjang indra pendengarannya.


"Para dewa bajing*n itu... Mempunyai prajurit yang sangat kuat" Ucap salah satu sosok disana.


"Diamlah, Aku juga termasuk dewa" Balas salah satu sosok dan membuat suasana menjadi hening.


Di sisi lain Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Sepertinya kau pemimpin dari mereka, Dewa ya... Apakah dewa iblis?" Ucap Fang Lin menebak-nebak sambil mengeluskan dagunya seolah berpikir.


Fang Lin langsung mengangkat bahunya seolah tidak tau, "Ya... Itu tidak penting, Karena aku tidak ingin berurusan dengan dia, Sebab dia sangat lah kuat bahkan lebih kuat dariku" Ucap Fang Lin pelan saat melihat aura yang tidak menyenangkan keluar dari sosok tersebut, Dia lalu lanjut melihat peperangan didepan matanya. Ia tidak senaif orang lain yang menantang orang kuat tanpa berpikir terlebih dahulu, Karena saat ini dia mempunyai keluarga yang harus dilindungi.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Untuk 3 chapter lainnya, Mungkin nanti sore atau malem, Jadi pantengin aja terus oke.