System Sang Immortal

System Sang Immortal
Menara Kultivasi dan Menara Jiwa


Setelah semua Monster Elang Es sudah menghilang dari jarak pandangnya, Fang Lin mengalihkan pandangannya ke Kota Fang.


Saat ini ini Kota Fang masih dipenuhi dengan padang rumput, Tentu Fang Lin yang melihat itu hanya menghela nafasnya pelan, "Sepertinya aku harus membeli sebuah rumah atau ruko, Agar kota ini terlihat lebih ramai" Gumam Fang Lin pelan.


Fang Lin langsung membuka Shop System-nya, Ia saat ini berniat untuk membeli banyak rumah dan ruko untuk memenuhi kota Fang.


.....


Hampir 2 jam Fang Lin harus membeli dan menata rumah serta ruko yang dia beli di System. Fang Lin yang sedang melayang di langit hanya tersenyum tipis ketika melihat rumah, Ruko dan lain-lain memenuhi Kota Fang, Meskipun begitu ia masih menyiapkan beberapa lapangan kosong agar di masa depan nanti jika ada yang ingin berduel bisa melakukan-nya di lapangan tersebut.


Kemudian Fang Lin mendekati 2 mansion mewah yang berada di tengah-tengah Kota Fang, Itu adalah Sekte yang ingin dia dirikan nanti.


Kedua mansion tersebut saling berhadap-hadapan dan Fang Lin kini berada ditengah-tengah sekte tersebut, Ia lalu mengeluarkan 2 bangunan seperti sebuah menara panjang dari inventorynya dan menempatkan-nya di bagian ujung sekte namun berada ditengah-nya.


Menara-menara tersebut adalah Menara Kultivasi dan Menara Jiwa. Menara Kultivasi memiliki 5 lantai dan disetiap lantai-nya melipatgandakan 10x lipat Qi, Contoh lantai 1 meningkatkan 10x lipat Qi begitu juga lantai seterusnya hingga lantai 5 meningkatkan Qi hingga 50x lipat, Namun tidak hanya Qi saja yang dilipatgandakan di setiap lantai tetapi tekanan yang harus diterima juga semakin berat.


Sedangkan menara jiwa memiliki 10 lantai dan disetiap lantai-nya mempunyai tekanan yang dapat mengganggu jiwa seseorang, Bahkan untuk seorang Spiritual God saja tidak dapat bertahan di lantai terakhir yaitu lantai 10 selama satu hari.


Fang Lin yang melihat kedua menara tersebut hanya tersenyum tipis, "Akhirnya semua urusan-ku disini telah selesai" Gumam Fang Lin pelan.


Fang Lin lalu melayang ke langit, Ia melihat sekitarnya dan sudah tidak melihat hal yang harus dia lakukan saat ini. Mengetahui itu Fang Lin berniat untuk pergi dari sana, Namun baru dirinya ingin berteleportasi dia merasakan aura familiar mendekatinya.


"Naga Putih..." Gumam Fang Lin saat melihat cahaya putih yang sedang melesat di langit kini mengarah ke arah dirinya.


~Whoooshhh~


Di sisi lain, Cahaya putih tersebut semakin meningkatkan kecepatan-nya ke arah Fang Lin dan tak lama setelah itu cahaya putih tersebut memperlambat kecepatan-nya saat sudah berada di dekat Fang Lin.


Cahaya Putih tersebut tiba-tiba menampilkan seekor Naga Putih yang cukup besar dan saat ini Naga Putih tersebut sedang menundukkan kepalanya di hadapan Fang Lin.


"Tuan, Bawahan yang rendah ini menghadap..." Ucap Naga Putih pelan.


Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, "Bagaimana dengan tugas-mu? Selesai?" Tanya Fang Lin saat melihat beberapa luka di tubuh Naga Putih..


"Ya tuan... Saya telah berhasil menyelesaikan tugas yang tuan berikan dan kini beberapa dari penghuni tempat berbahaya tersebut sudah menjadi bawahan saya" Jawab Naga Putih dengan nada rendah.


Fang Lin hanya tersenyum lalu berkata, "Istirahat-lah, Besok kau akan kuperkenalkan dengan bawahan-ku serta orang-orang yang penting bagi diriku" Ucap Fang Lin lalu mengeluarkan sebuah pil berwarna hijau.


"Ambil-lah... Makan itu dan sekejap luka luar yang kau derita akan sembuh seketika" Ucap Fang Lin sambil melemparkan pil hijau itu.


Naga Putih yang mendengar itu langsung memakan langsung pil tersebut saat masih berada di udara, Beberapa saat kemudian tubuh-nya yang terluka tiba-tiba mengeluarkan asap dan perlahan menyembuhkan luka luar yang dia derita.


Naga Putih yang melihat itu sedikit menaikkan alisnya, Luka luar yang saat ini dia derita sudah sembuh seketika dan kini tubuh-nya mulus seperti tidak terjadi apa-apa.


Naga Putih langsung menunduk lebih hormat ke arah tuan-nya, "Terima kasih tuan karna telah memberikan pil tersebut" Ucap Naga Putih tersenyum.


"Baik tuan..." Jawab Naga Putih saat tuan-nya sudah menghilang dari hadapan-nya.


Saat ingin kembali ke sarangnya, Naga Putih tertegun ketika melihat dua mansion mewah yang kini sedang berhadap-hadapan didekat-nya, Ia baru menyadari kalau disekitarnya ini adalah sebuah kota.


Naga Putih langsung melayang lebih tinggi lagi untuk melihat lebih jelas kota tersebut, Ia kembali tertegun ketika melihat kota yang kini ramai dengan rumah, Ruko dan lain-lain.


Naga Putih hanya bisa terkejut dalam keadaan mulut yang ternganga serta mata yang melebar, Bagaimana dirinya tidak terkejut? Ketika melihat kota yang dulunya hanyalah padang rumput belaka, Kini menjadi sebuah kota yang di penuhi dengan bangunan-bangunan mewah.


Beberapa saat larut dari keterkejutan-nya, Naga Putih hanya menghela nafasnya sambil tersenyum, "Tuan memang penuh dengan kejutan" Ucap Naga Putih menggelengkan kepalanya.


Naga Putih langsung pergi dari sana, Ia berniat untuk berkultivasi kembali dan ingin menjadi kuat agar di masa depan dirinya tidak mengecewakan tuan-nya.


~Whoosshhh~


Naga Putih langsung melesat seperti cahaya putih ke langit dan menjauh dari Kota Fang.


***


Tanah Kultivator, Kekaisaran Tang,


Kini terdapat seorang pemuda tampan berjubah biru sedang berada di atas awan, Pemuda tersebut menatap sebuah kota yang sangat besar dari langit dengan tatapan tajam.


"Hmm... Setidaknya terdapat 15 Tempat yang menjual budak di kota ini" Gumam Fang Lin saat Mata Dewa-nya di aktifkan.


Fang Lin langsung turun di sebuah hutan di luar kota tersebut dan membeli sebuah topeng hitam di System Shop.


Setelah membeli dan memakai topengnya, Fang Lin langsung berjalan pelan ke arah gerbang kota itu.


Namun baru beberapa langkah kaki Fang Lin berjalan, Ia terhenti ketika melihat seorang anak laki-laki yang sedang meminum air di sebuah danau.


Fang Lin sedikit mengerutkan alisnya saat melihat air danau tersebut sedikit kotor, Meski begitu anak kecil tersebut masih terus meminumnya seolah itu ada hal yang biasa.


Fang Lin langsung bersembunyi ketika menyadari ada beberapa orang yang sedang mendekati anak kecil tersebut.


Di sisi lain, Anak kecil itu yang menyadari kalau ada yang mendekatinya langsung berhenti meminum air danau, Ia menatap tajam ketika ada 5 orang yang sepantaran dengannya sedang mendekatinya sambil tersenyum lebar.


"Kalian lagi? Apakah kalian tidak puas ku-hajar hingga babak belur?" Tanya anak kecil tersebut dengan nada rendah.


Seorang anak kecil yang sedikit gendut langsung meludah ke tanah ketika mendengar itu, "B*jingan Li Fan, Kau hanya beruntung waktu itu!" Teriak anak gendut yang bernama Fung Ji.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.