
Saat ini pria tampan berjubah merah darah tersebut sedang melesat ke arah dua orang yang berada di bawah tangga, Ia mengangkat tinju-nya ke belakang dan seketika telapak tangan-nya yang mengepal mengeluarkan kobaran api, "Tinju Api!" Teriak pria tampan itu dan mengarahkan tinju-nya ke arah Tian Wai.
Di sisi lain, Tian Wai begitu terkejut ketika menyadari seseorang sedang melayangkan tinju ke arah-nya.
Saat tinju api pria tampan itu ingin mengenai wajah Tian Wai, Fang Lin yang berada di sebelah-nya menahan tinju tersebut dengan tangan kiri-nya.
~Swoooshhh~
"Menggunakan sebuah elemen di ranah Immortal? Hebat juga..." Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis. Ia merasa kalau diri-nya kini menemukan seseorang yang berbakat.
Fang Lin kemudian menyingkirkan telapak tangan-nya yang menahan tinju orang tersebut dan membuat orang itu mundur cukup jauh, "Siapa kau?!" Tanya pria berjubah merah darah itu setelah mundur menjauh.
"Siapa aku? Hmm... Aku akan memberitahu setelah kau memperkenal-kan diri-mu terlebih dahulu" Ucap Fang Lin sambil tersenyum tipis.
Pria tampan itu sedikit mengerut-kan kening-nya, Ia lalu menolehkan kepala-nya ke belakang dan mendapati pasukan elit Shi Li yang sedang melesat ke arah diri-nya.
"Tuan Xu! Apa yang terjadi?!" Tanya Shi Li saat sudah berada di sebelah tuan-nya.
"Dia orang-nya..." Ucap pria tampan itu sambil menatap ke arah Fang Lin.
Shi Li langsung mengalihkan pandangan-nya ke arah Fang Lin dan berkata, "Ciri-ciri-nya persis dengan apa yang dikatakan saksi mata" Ucap Shi Li pelan. Ia kemudian mengangkat tangan-nya ke atas untuk menahan para prajurit elit-nya yang ingin menyerang Fang Lin.
"Tunggu dulu, Jangan asal menyerang-nya" Teriak Shi Li memerintah.
Para prajurit elit yang sedang melesat menuju Fang Lin langsung berhenti ketika mendengar perintah dari Shi Li, Mereka semua langsung kembali mundur ke belakang Shi Li.
"Jangan melakukan sesuatu sebelum aku memberi perintah" Ucap pria tampan yang berada di sebelah Shi Li.
Shi Li sendiri yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik tuan..." Jawab Shi Li dengan nada rendah.
"Nama-ku adalah Xu Jian, Seorang anak dari patriak klan Xu" Ucap Xu Jian memperkenal-kan diri.
Usai Xu Jian memperkenal-kan diri, Ia kemudian diam dan menatap Fang Lin.
"Xu Jian ya... Kalau begitu salam kenal, Nama-ku adalah Fang Lin. Seseorang yang nanti-nya akan berada di puncak alam semesta ini" Ucap Fang Lin sambil tersenyum.
Melihat Fang Lin memperkenal-kan diri seperti itu membuat Xu Jian dan Shi Li mengerut-kan alis mereka, "Tak perlu basa-basi, Kenapa kau mengambil budak yang ada di seluruh kota ini?" Tanya Xu Jian dengan nada penasaran.
Fang Lin yang mendengar itu tersenyum tipis, "Tentu karna aku ingin" Jawab Fang Lin santai.
Xu Jian menggertakkan gigi-nya karna kesal ketika mendengar hal itu, "Jangan main-main sialan! Seluruh budak yang ada di kota ini ada milik-ku! Dasar bajingan anjing!" Teriak kesal Xu Jian lalu mengangkat tangan-nya ke depan.
"Serang!" Teriak Xu Jian dan seketika para pasukan elit di belakang-nya melesat ke arah Fang Lin.
Para pasukan elit tersebut langsung menyerang Fang Lin tanpa rasa ragu sedikitpun, Mereka mengeluarkan jurus-jurus mereka masing-masing dan mengarahkan-nya ke arah Fang Lin.
Di sisi lain, Fang Lin langsung membuat pedang dari Qi dan menebaskan-nya ke arah samping.
~Slashhhhhh~
Dalam sekejap para pasukan elit yang berjumlah 100 orang itu mati terbelah menjadi dua.
Xu Jian dan Shi Li yang melihat pembunuhan itu dalam sekejap langsung melebarkan mata, "B-bagaimana m-mungkin para pasukan elit-ku yang berada di ranah kaisar mati?!" Gumam Shi Li dengan nada tidak percaya.
"Anak anjing!" Teriak kesal Xu Jian lalu membuat dua pedang dari elemen api-nya.
~Whooosshhhh~
Xu Jian langsung melesat ke arah Fang Lin sambil mengeluarkan aura membunuh-nya yang pekat.
Di saat Xu Jian sedang melesat, Fang Lin tiba-tiba saja menghilang dari tempat-nya dan muncul tepat di samping Xu Jian.
Fang Lin memegang belakang kepala Xu Jian dan membenturkan-nya ke tanah.
~BOOMM~
Xu Jian yang telat bereaksi hanya bisa pasrah dan pingsan akibat benturan di kepala-nya.
Di sisi lain, Fang Lin menatap ke bawah untuk melihat Xu Jian yang pingsan di tumpukan mayat para prajurit elit sebelum-nya.
"Anak berbakat seperti-mu sangat cocok ku-jadikan bawahan" Ucap Fang Lin lalu memegang pundak Xu Jian.
~Whoooshhh~
Tiba-tiba saja Xu Jian menghilang dari tempat-nya berada.
"Zu, Tolong rawat luka dia sementara. Jangan biarkan dia bebas dari pantauan-mu karna orang itu masih belum ku-kendalikan" Ucap Fang Lin menelepati Zu.
"Baik tuan" Jawab Zu cepat.
Mendengar itu Fang Lin langsung memutuskan telepati-nya, Ia kemudian mengalihkan pandangan-nya ke arah Shi Li yang kini sedang terjatuh karena ketakutan.
"B-bahkan t-tuan s-saja d-dikalahkan oleh orang itu" Batin Shi Li tergagap-gagap.
Melihat tubuh Shi Li bergetar hebat, Fang Lin hanya tersenyum tipis, Ia kemudian mengalihkan pandangan-nya ke arah yang lain dan mendapati Manajer Z serta orang-orang yang berada di dalam bar ketakutan.
Mereka semua langsung ketakutan ketika melihat pembantaian sekejap yang di lakukan oleh Fang Lin, Bahkan beberapa dari mereka sampai terkencing di celana karena ketakutan terhadap Fang Lin.
"Maaf ya, Kalian harus mati disini" Ucap Fang Lin dan seketika mereka semua berubah menjadi bongkahan es kecuali Shi Li.
~Trasssshh~
Tiba-tiba bongkahan es tersebut pecah dan menjadi serpihan debu.
Fang Lin yang sudah merubah mereka menjadi debu es langsung berjalan mendekati Shi Li.
Shi Li sendiri yang mengetahui itu langsung buru-buru bersujud ke arah Fang Lin, "T-tuan t-tolong a-ampuni s-saya!" Ucap Shi Li dengan nada ketakutan dan memohon ampun.
"Berdiri-lah dan aku akan mengampuni nyawa-mu" Ucap Fang Lin saat sudah sampai di depan Shi Li.
Shi Li yang mendengar ucapan Fang Lin terkejut, Ia terdiam sesaat dan tak lama kemudian mencoba berdiri dalam keadaan tubuh yang bergetar.
Saat Shi Li berdiri di hadapan Fang Lin, Ia menunduk-kan kepala-nya karna takut.
Sedangkan Fang Lin yang melihat Shi Li sudah berdiri langsung mengatakan, "Angkat kepala-mu dan tatap mata-ku"
Shi Li dengan segera mengangkat kepala-nya dan menatap mata Fang Lin, Ia mau tak mau harus melakukan-nya karna saat ini nyawa-nya berada di tangan Fang Lin.
Saat Shi Li menatap mata Fang Lin, Ia langsung terjatuh pingsan ketika melihat pupil mata Fang Lin yang berubah menjadi emas.
"Jika pemimpin kota ini ku-bunuh, Mungkin saja para aliran hitam memanfaatkan hal itu untuk membuat kekacauan di kota ini, Jadi lebih baik aku menghapus ingatan-nya saja" Gumam Fang Lin sambil menatap Shi Li yang kini sedang pingsan di lantai yang di penuhi dengan genangan darah.
Fang Lin kemudian mencengkram kerah belakang baju Shi Li dan mulai mengangkat-nya, Ia kemudian berjalan mendekati Tian Wai yang kini sedang terdiam layak-nya patung.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.