System Sang Immortal

System Sang Immortal
Malapetaka Petir Semesta III


Hari demi hari jiwa Fang Lin semakin kuat, Dia terus mengonsumsi pil yang dia beli di Shop System setiap hari, Meskipun jiwa-nya sudah pulih total di hari ke-3 Fang Lin masih tetap mengonsumsi pil pemulih jiwa.


Fang Lin melakukan-nya karena dia ingin jiwa-nya menjadi tenang, Selain memulih-kan jiwa, Efek dari pil 'Pemulih Jiwa' dapat memaksimalkan ketenangan jiwa. Jadi diri-nya dapat bersikap tenang pada situasi apapun.


......


30 Hari Kemudian.


Fang Lin menghembuskan nafas-nya secara perlahan, Ia lalu membuka mata-nya dan melihat sosok tersebut masih diam di tempat persis seperti 30 hari sebelum-nya.


"Kekuatan jiwa-ku yang sekarang mungkin sudah bisa melewati gelombang yang lain-nya?" Gumam Fang Lin sedikit ragu kemudian menggelengkan kepala-nya pelan.


"Aku tidak boleh terlalu percaya diri, Karena kekuatan dari malapetaka Petir Semesta akan meningkat seiring gelombang berlalu" Gumam Fang Lin pelan kemudian berdiri dari sila-nya.


Fang Lin masih belum menyadari kalau tingkat tubuh-nya sudah meningkat drastis dari yang sebelum-nya To God level 2, Kini menjadi To God level 6.


Saat Fang Lin membuka mulut-nya dan ingin mengatakan sesuatu, Tiba-tiba sebuah busur panah petir melesat ke arah-nya dengan cepat, Bahkan kecepatan lebih cepat dari sebuah cahaya.


Fang Lin yang telat menyadari busur petir raksasa tersebut hanya sempat melapisi jiwa-nya dengan Qi Dewa.


~BOOOOM~


~DUUUARRRRRR~


~BRZZZZZZRTTT~


Ledakan kembali terjadi dan membuat Ruang Hampa kembali bergetar. Di sisi lain, Fang Lin kali ini mundur beberapa langkah dari tempat-nya, Tetapi diri-nya tidak mengeluarkan darah dari mulut-nya seperti 2 gelombang sebelum-nya.


Menyadari hal itu membuat Fang Lin tersenyum puas, Namun beberapa saat kemudian wajah-nya menjadi jelek ketika mengetahui kalau pakaian-nya kini sudah rusak.


Sebelum-nya Fang Lin sudah melapisi baju-nya dengan Qi Dewa yang kuat, Namun Qi Dewa sepertinya tidak cukup kuat untuk menahan serangan dari petir semesta.


"Yue, Bisakah kau meminjam-kan sebuah pakaian yang tidak terpengaruh dengan serangan petir semesta tanpa bantuan Qi Dewa sekalipun?" Tanya Fang Lin pelan. Ia mengetahui kalau Yue pasti akan memiliki pakaian seperti itu.


[Ada tuan, Tetapi pakaian tersebut hanya bisa di sewa. Apakah tuan masih tertarik?]


Fang Lin menghela nafas panjang ketika mendengar tawaran Yue, "Haah... Kalau begitu, Aku ingin menyewa pakaian tersebut dan langsung pakaikan pada-ku" Ucap Fang Lin pasrah. Mau tak mau diri-nya harus menyewa pakaian tersebut karena jika diri-nya membeli pakaian biasa, Bukan hal yang tidak mungkin dia akan mengganti pakaian di setiap gelombang Petir Semesta.


[Ding! Menyewa Baju Surgawi I, Mengurangi 1 Miliyar Poin!]


[Sisa Poin\= 57 Miliyar]


Fang Lin langsung melebarkan mata-nya ketika melihat notifikasi system, "1 Miliyar?! Hanya untuk menyewa baju? Apakah kau tidak salah Yue?!" Tanya Fang Lin dengan nada terkejut.


Belum sempat Yue jawab, Tiba-tiba saja tubuh Fang Lin mengeluarkan cahaya putih dan beberapa saat kemudian dia sudah memakai sebuah kemeja putih serta celana panjang berwarna putih yang memiliki corak emas indah.


[Itu karena Baju Surgawi I sangatlah langkah, Bahkan menyewa-nya dengan harga 1 Miliyar poin termasuk hal yang murah]


Mendengar Yue membuat Fang Lin menggelengkan kepala-nya pelan sambil menghela nafas pasrah, "Yasudah-lah mau bagaimana lagi" Gumam Fang Lin lalu mendongak-kan kepala-nya ke atas.


Saat mendongak-kan kepala-nya ke atas Fang Lin dapat melihat serangan petir semesta yang sedang melesat ke arah-nya dalam bentuk senjata.


Kali ini Fang Lin sudah siap dalam keadaan apapun, Ia hanya melindungi jiwa-nya menggunakan Qi dewa dan tidak melapisi apapun untuk tubuh fisik-nya.


~BOOOOM~


~DUUUARRRRRR~


~BRZZZZZZRTTT~


Saat Fang Lin menerima serangan dari Petir Semesta, Kejadian sama berulang kembali seperti sebelum-nya dan saat ini jiwa-nya juga tidak terluka sedikitpun.


.......


Gelombang terus berlanjut, Fang Lin kali ini sudah berada di gelombang ke-50. Meskipun begitu keadaan-nya saat ini tidak bisa dibilang baik, Karena kulit-nya yang mulus kini mulai menghitam dan organ-organ dalam-nya mati rasa akibat terkena serang petir terus-menerus.


Fang Lin memang menyadari keadaan tubuh-nya yang menyedihkan itu, Namun dia hanya mengabaikan-nya karena penampilan-nya saat ini tidak begitu penting, "Tubuh fisik-ku sampai saat ini belum terluka tetapi organ dalam-ku hampir semua-nya mati rasa" Gumam Fang Lin pelan.


Tubuh fisik Fang Lin memang-lah kuat, Bahkan lebih kuat dari siapa-pun di alam semesta ini, Tetapi tidak dengan organ dalam-nya yang jarang dia tempa.


Seiring naik-nya tingkat kultivasi Fang Lin, Organ dalam yang dia miliki juga semakin kuat, Meskipun begitu organ-nya juga tidak akan kuat jika tubuh-nya terus menerus terkena aliran listrik yang kuat.


"Mungkin sudah saat-nya mengonsumsi pil pemulih luka luar dan dalam" Gumam Fang Lin kembali kemudian mengeluarkan sebuah pil kecil berwarna hijau.


Fang Lin langsung menelan pil hijau yang berada di telapak tangan-nya dan beberapa saat kemudian tubuh-nya yang menghitam mulai mengelupas.


Organ-organ dalam Fang Lin yang mati rasa mulai pulih seperti biasa-nya, Ia hanya diam dan menikmati proses pemulihan-nya itu.


Beberapa saat kemudian, Tubuh Fang Lin yang menghitam sudah menghilang dan sudah digantikan menjadi putih mulus seperti sebelum-nya, Organ dalam-nya sudah tidak mati rasa lagi dan membuat Fang Lin merasa nyaman.


~Fyuhh~


Fang Lin menghembuskan nafas-nya cukup dalam dan mulai menatap ke arah atas.


~Whoooshhh~


Terdapat sebuah pedang petir raksasa yang memiliki ukuran 2,5 kilometer sedang mengarah ke arah Fang Lin, Ia yang melihat pedang petir raksasa tersebut hanya bisa menahan nafas-nya sesaat.


Tekanan yang dikeluarkan pedang petir raksasa tersebut berbeda dari gelombang sebelum-nya, Jiwa Fang Lin kali ini cukup tertekan akibat tekanan-nya.


Semakin dekat jarak Fang Lin dengan pedang petir tersebut, Maka tekanan yang dia dapat-kan juga semakin kuat.


~BOOOOM~


~DUUUARRRRRR~


~BRZZZZZZRTTT~


Ruang Hampa kembali bergetar hebat dan kali ini Fang Lin terpental cukup jauh dari tempat-nya berada.


~SREEETTTT~


Fang Lin terseret hingga mengeluarkan darah cukup banyak dari mulut-nya, Ia melebarkan mata-nya karena gelombang petir semesta ke-50 lebih kuat dari gelombang sebelum-nya.


~Coughh~


~Coughh~


Fang Lin terbatuk sambil mengeluarkan darah dari mulut-nya, Ia mencoba bangun dari tidur-nya akan tetapi tubuh-nya tidak dapat bergerak sedikitpun.


"Yue... Apa yang terjadi dengan-ku? Kenapa aku tidak dapat bergerak?" Tanya Fang Lin dengan nada lemas.


[Tubuh tuan mati rasa sementara, Tuan hanya perlu menunggu beberapa saat saja karena saraf tuan terlalu terkejut ketika menerima serangan petir yang berbeda dari sebelum-nya]


"Lalu kenapa serangan petir tadi sangat berbeda dari gelombang-gelombang sebelum-nya?" Tanya Fang Lin dengan nada penasaran. Ia cukup terkejut saat serangan petir semesta tadi sangat berbeda dari gelombang-gelombang sebelum-nya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT