
Hari mulai gelap, Yue sudah mencoba banyak sekali jajanan yang ada di pasar. Ia akhirnya memutuskan untuk kembali ke Penginapan Samudera.
Di Perjalanan, Yue melewati jalan yang terbilang cukup sepi. Langkahnya terhenti ketika melihat sekelompok pria dewasa datang dari arah depan.
"Mereka jahat..." Ucap Yue pelan.
Belum sempat sekelompok pria dewasa itu sampai ke tempat Yue, tiba-tiba saja keberadaan mereka menghilang tanpa jejak sedikitpun.
"Dasar, Makhluk rendahan..." Yue kembali berucap dengan suara pelan.
***
Di Penginapan Samudera Biru.
Yue berjalan santai di lantai dasar penginapan, ketika hendak menaiki tangga, langkahnya terhenti ketika seseorang memanggilnya.
"Nona~! Tunggu dulu..." Seorang pria paruh baya berpakaian rapi berlari kecil mendekati Yue.
Yue sendiri berbalik dan mendapati pria paruh baya berjubah putih sudah berjarak beberapa meter darinya, "Ada apa?"
Yue bertanya, sedangkan Gun Shan langsung menundukkan badannya serendah mungkin lalu menjawab, "Perkenalkan... Nama saya adalah Gun Shan. Seorang Manajer yang mengelola penginapan ini."
"Lalu?"
"Em... Saya hanya ingin memastikan, apakah anda benar bersama dengan tuan Fang Lin?"
Yue tersenyum dan menjawab, "Tentu. Dia adalah tuanku... Apakah kau memiliki keperluan dengannya?"
Gun Shan terdiam sejenak mendengarnya, ia kemudian menatap Yue dengan tatapan serius, "Em... Sebenarnya, saya memiliki sebuah permintaan. Mungkin ini sedikit lancang karena saya baru pertama kali bertemu anda, tapi tolong selamatkan putraku!" Gun Shan menundukkan badannya serendah mungkin setelah menyelesaikan kata-katanya.
"Hmm? Memangnya ada apa dengan putramu?" Tanya Yue penasaran.
Gun Shan mengangkat kembali badannya dan menjawab, "Dia terjangkit suatu penyakit yang tidak diketahui namanya. Aku sudah membawanya ke seluruh tabib-tabib terkenal yang ada di berbagai benua, namun sayangnya mereka tidak dapat menyelamatkannya."
"Apa yang terjadi padanya?" Yue kembali bertanya.
"Maaf?"
"Maksudku, apa yang terjadi pada anakmu setelah terkena penyakit itu. Ciri-cirinya..."
"Tubuhnya memucat, bibirnya kering dan keringat selalu membasahi tubuhnya, padahal suhu tubuhnya stabil dan juga dia tidak dapat bergerak sedikitpun seolah tubuhnya tidak memiliki tenaga lagi." Jawab Gun Shan menjelaskan.
Yue menganggukkan kepalanya pelan dan bertanya, "Dimana putramu sekarang?"
"Kebetulan dia berada di sini, lebih tepatnya di lantai tiga..."
"Bawa aku ke sana."
Gun Shan menganggukkan kepalanya patuh, ia berjalan menaiki tangga dan menuntun anak kecil berjubah hitam itu ke tempat anaknya berada.
Sesampainya di lantai 3, Gun Shan memasuki salah satu kamar yang ada di sana dan diikuti oleh Yue.
Tepat di dalam kamar, seorang pria yang berumur kurang dari 20 tahun sedang berbaring di tempat tidur tanpa busana sedikitpun.
"Ah! Maafkan aku! Aku akan memakaikan pakaian kepadanya." Gun Shan cukup panik dan dengan segera menghampiri anaknya.
Ia mengeluarkan sebuah jubah hitam dari cincin penyimpanannya lalu memakaikannya kepada anaknya itu.
Selang beberapa menit, Gun Shan selesai memakaikan pakaian pada anaknya, ia berbalik dan mendapati Yue yang masih di sana, "Silahkan nona..."
Yue mengangguk pelan dan ia melambaikan tangannya ke samping.
Seketika cahaya hijau keluar dari tubuh pria remaja itu dan perlahan mulai meredup.
"Maaf nona. Apa yang terjadi pada anakku?" Gun Shan memberanikan diri untuk bertanya.
Gun Shan sendiri terkejut mendengarnya, "Jadi selama ini dia telah terkena kutukan?!" Gun Shan merasa tak percaya, ia terdiam sejenak dan memikirkan apa yang terjadi kepada anaknya sebelum terkena kutukan yang dimaksud.
Matanya terpejam selama beberapa saat sebelum melebarkan matanya, "Hu Mao... Dia adalah sahabat Gun Yuan, apakah dia yang melakukannya?" Gumam Gun Shan bertanya-tanya.
Terakhir kali yang ia dengar anaknya, Gun Yuan, memenangkan duel melawan Hu Mao. Mereka berduel bukan tanpa alasan, melainkan merebut kembang bunga yang ada di kota Muxiao, Lu Xian.
Disaat Gun Yuan terserang penyakit, Lu Xian juga mendadak sakit. Entah itu kebetulan atau tidak, tetapi yang pasti ada hubungannya dengan Hu Mao.
"Kemungkinan besar dia yang melakukannya... Benar-benar bocah yang tidak tau di untung!"
Gun Shan merasa sangat marah, sedangkan Yue langsung berjalan keluar dari kamar itu, "Lupakan saja. Kau memiliki hutang pada tuanku..."
Gun Shan tersentak mendengarnya, ia kemudian menghalangi jalan anak kecil berjubah hitam itu lalu menundukkan badannya serendah mungkin, "Jika anda tidak ada, mungkin saya hanya bisa pasrah dengan kondisi putra saya. Saya berterima kasih, sungguh! Saya akan mengabdi kepada anda dan akan selalu ada jika anda membutuhkan saya." Gun Shan dengan panjang lebar berterima kasih dengan tulus.
Yue hanya tersenyum dibalik topengnya, "Aku akan memikirkannya setelah tuanku menyelesaikan latihannya."
Yue langsung keluar dari sana dengan cepat, sedangkan Gun Shan hanya tersenyum dan berkata, "Semoga anda dan tuan anda betah di penginapan ini!"
Yue tidak menjawab dam terus berjalan.
Ketika Yue sudah menghilang dari ruangan tersebut, Gun Shan langsung berbalik dan menatap anaknya, "Kau sudah sembuh sekarang..." Ia mengelus kepala anaknya itu sambil tersenyum lembut.
***
Saat ini Yue sudah berada di dalam kamar penginapan, ia melihat tuannya masih bermeditasi di atas tempat tidur tanpa bergerak sedikitpun.
Yue duduk bersender di dinding dekat tempat tidur tuannya itu lalu melepaskan topeng putih polosnya. Ia menolehkan kepalanya dan menatap wajah tuannya yang begitu tampan.
"Saya harap anda menjadi lebih kuat dari sekarang dan mengalahkannya..." Yue tersenyum tipis dan beberapa air mata turun ke pipinya.
Yue dengan segera menghapus air mata tersebut lalu mengeluarkan bola film, ia mengalirkan Qi miliknya dan membuat bola hitam itu melayang di udara.
Tak lama setelah itu, sebuah layar keluar dari bola film dan menampilkan ratusan film yang siap di tonton.
Yue terdiam dan mencari film yang menurutnya bagus, ia akhirnya menemukan film yang dirinya maksud dan menontonnya.
***
Keesokan harinya, Yue yang sedang menonton film langsung menoleh ke arah pintu kamar.
Dan tak lama kemudian, suara ketukan muncul dan membuatnya berdiri lalu memakai topeng putih polosnya.
Yue berjalan ke arah pintu kamar lalu membukanya, ia mendapati sosok Gun Shan dan Gun Yuan, "Ada apa?" Tanya Yue penasaran.
"Terima kasih nona! Anda telah menyelamatkan saya dari kematian!" Ucap Gun Yuan dengan nada lantang.
"Kecilkan suaramu, tuanku sedang bermeditasi saat ini." Yue tentu kesal dengan ucapan lantang yang dilontarkan Gun Yuan.
Gun Yuan sendiri yang mendengarnya langsung meminta maaf dengan suara pelan, "Maaf... Saya benar-benar tidak tau."
"Lupakan. Apa yang kalian berdua lakukan di sini pagi-pagi?" Yue bertanya penasaran.
"Kami berdua hanya ingin mengucapkan terima kasih nona, dan terdapat beberapa hadiah yang mungkin anda suka." Gun Shan berkata dengan senyum ramah di wajahnya. Ia kemudian memberikan beberapa keranjang mewah berukuran besar ke perempuan kecil berjubah hitam itu.
Yue sendiri tanpa ragu menyimpan seluruh keranjang mewah itu ke dalam cincin penyimpanannya, "Sudah bukan? Kalau begitu pergilah..." Yue langsung menutup pintu kamar tanpa menunggu jawaban keduanya.
Gun Shan hanya menghela nafas panjang ketika melihat itu dan diikuti oleh Gu Yuan. Mereka berdua langsung turun ke lantai dasar penginapan untuk memberitahu kesembuhan Gun Yuan kepada para pekerja.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.