
Kekaisaran Shu, Kota Yongmei.
Kota Yongmei adalah salah satu kota terbesar di Kekaisaran Shu, ada banyak sekte besar yang menempatkan diri di sana.
Saat ini, Qiao Mi Lian sedang berjalan di tengah keramaian, karena kecantikannya-- ia menjadi pusat perhatian para pemuda yang ada di sana.
Salah satu dari pemuda itu mencoba untuk mendekati Qiao Mi Lian, tetapi gadis berusia 8 tahun itu langsung memberikan tatapan dingin pada pemuda yang berusaha mendekatinya.
"Astaga~ Mereka seperti tidak pernah melihat gadis cantik saja!" Qiao Mi Lian mendengus kesal, ia mencari jalan yang lebih sepi karena tidak mau menarik perhatian banyak orang-orang.
Ketika Qiao Mi Lian sedang berjalan, ia berhenti saat melihat ada dua anak kecil sepantarannya menghalangi jalannya.
"Kau! Siapa namamu?!" tanya pemuda itu sambil menunjuk ke arah Qiao Mi Lian.
"Namaku? Kenapa kau mau tau?!" Qiao Mi Lian tidak menjawab melainkan bertanya balik.
"Aku mau menikahimu ketika sudah besar nanti! Jadi, biarkan aku mengetahui namamu!" jawabnya cepat.
"Hah? Kau sudah gila, ya! Pergi sana, aku tidak mau menikah denganmu! Aku hanya mau menikah dengan ayahku!" ucap Qiao Mi Lian, lalu melewati kedua pemuda itu dengan cepat.
"Ayahnya? Apa aku tidak salah dengar?"
"Aku rasa tidak..."
"Dasar! Kenapa dia berbohong sampai seperti itu?! Apakah wajahku sangat jelek, dan dia merasa jijik?"
"Entahlah..."
Di sisi lain, selama berjalan Qiao Mi Lian terus menggerutu kesal ketika menemukan masalah terus datang padanya.
"Bikin kesal saja!" Qiao Mi Lian tadinya berniat untuk membeli sebuah minum di salah satu kedai, namun langkahnya terhenti ketika seorang kakek tua muncul di hadapannya.
"Kamu mempunyai bakat yang begitu luar biasa, apa kamu mau menjadi muridku?" tanya kakek tua tersebut sambil tersenyum ramah.
"Tidak, terima kasih!" Qiao Mi Lian melewati kakek tua itu setelah ia menolaknya secara mentah-mentah.
"Wah, wah... Kau ini sungguh tidak sopan ya kepada yang lebih tua." kakek tua itu menggelengkan kepala.
Qiao Mi Lian yang merasakan ada sesuatu tidak beres langsung menoleh ke belakang, namun belum sempat mengamati situasi-- tiba-tiba saja pandangannya menjadi gelap.
"Ups, maafkan aku. Sepertinya kau membutuhkan pertolongan, bocah." Kakek tua itu membopong Qiao Mi Lian yang terjatuh pingsan, lalu menghilang dari sana dalam sekejap.
Di kekosongan tanpa batas, Fang Lin hanya mengawasi hal itu dalam diam-- ia tau kalau sekarang bukanlah waktu yang tepat untuk menolong putrinya itu.
"Tapi, kalau dia berani melakukan hal yang senonoh pada putriku... Maka tidak ada kematian baginya, melainkan penyiksaan seumur hidup." raut wajah Fang Lin menjadi dingin saat mengatakan itu.
Kakek tua itu bernama Mang Huang, ia adalah salah satu Tetua terkuat di sekte Harimau Abadi.
"Ah, aku tiba-tiba saja merasa merinding. Apa karena hawa dingin, ya?" Mang Huang bergumam, ia bisa melihat langit mendung-- yang artinya sebentar lagi hujan akan turun.
"Aku harus cepat-cepat kembali, kalau hujan turun anak kecil ini bisa demam." gumam Mang Huang dan ia mempercepat langkahnya.
Ketika sudah sampai di wilayah sektenya, Mang Huang langsung bergegas ke kediamannya. Pada saat dirinya sampai, ia langsung membawa Qiao Mi Lian ke salah satu ruangan dan menempatkannya di atas tempat tidur.
"Aku bersumpah akan menjadikanmu sebagai murid." Mang Huang bergumam senang, untuk sekarang ia akan mencari tau asal-usul Qiao Mi Lian.
Setelah Mang Huang pergi, mata Qiao Mi Lian langsung terbuka-- ia bangun dan memegang leher belakangnya yang terasa sakit, "Orang-orang di Dunia ini sepertinya sudah gila semua." Qiao Mi Lian merasa sangat kesal, ia kemudian melakukan segel tangan dan seketika wujud serta hawa keberadaannya menghilang tanpa jejak.
"Hehehe... Untung aku sempat mempelajari jurus ini dari Ibu." Qiao Mi Lian terkekeh pelan dan ia diam-diam keluar dari kediaman tersebut.
Beberapa menit berlalu, Qiao Mi Lian keluar dari kediaman itu tanpa adanya masalah sedikitpun. Tanpa basa-basi lagi, ia langsung melarikan diri dari sana atau lebih tepat pergi dari kota itu.
Di kekosongan tanpa batas, Fang Lin cukup terkejut melihat putrinya itu bisa menggunakan jurus yang mirip dengan sihir Stealth.
"Dia bilang Lian'er yang mengajarinya? Tapi, aku tidak pernah mengetahui kalau Istriku itu punya jurus semacam ini." gumam Fang Lin sembari memegang dagunya, "Hm, apakah dia diam-dian menciptakan jurusnya? Atau pada saat aku melakukan kultivasi?"
***
Kekaisaran Tang, di dekat sebuah desa kecil.
Qixuan Yihua sekarang sedang berdiri tepat di depan sebuah pohon beringin yang usianya mungkin sudah ratusan tahun.
"Rumor mengatakan kalau ada banyak sekali makhluk halus tinggal di sini dan mengganggu para warga desa setempat yang beraktivitas pada malam hari..." gumam Qixuan Yihua, lalu mengamati pohon beringin itu sejenak.
Tanpa disadari oleh Qixuan Yihua, kabut mulai memenuhi area sekitar sana. Ia kemudian tersentak ketika baru menyadari kabut tersebut sudah semakin tebal.
"Aku melamun ternyata..." Qixuan Yihua mengedarkan pandangannya, dikarenakan kabut tebal tersebut-- jarak pandangannya berkurang drastis dan hanya bisa melihat kurang dari dua meter saja.
"Ah, ini sungguh menyebalkan." Qixuan Yihua sedikit mengeluh, ia mengeluarkan sebilah tombak dari udara kosong lalu mulai melakukan gerakan yang indah.
Qixuan Yihua berpikir kalau gerakan yang ia lakukan barusan bisa menghilangkan kabut tersebut, namun nyatanya semua itu sia-sia saja.
"Jangan bilang aku terjebak di dalam Ilusi?" Qixuan Yihua bertanya-tanya dalam hati, ia kemudian mengedarkan kesadaran spiritualnya akan tetapi itu tidak berguna di kabut ini.
"Hihihihi~ Halo perempuan cantik..." tiba-tiba saja muncul sebuah suara yang menyeramkan.
Qixuan Yihua berusaha untuk tetap tenang meskipun jantungnya sudah berdebar kencang saat ini, "Ternyata rumornya benar, kalian pasti adalah makhluk halus yang menempati pohon beringin itu."
"Hihihihi~ Lalu kenapa? Apa yang akan kau lakukan sekarang? Kau saja tidak bisa berbuat apa-apa, Hihihihi~"
"Kau meremehkan seorang Kultivator, ya?" Qixuan Yihua mengangkat tangan kirinya ke depan dan ia memunculkan sebuah bola Qi seukuran telapak tangannya yang mengandung energi spiritual tak beraturan, "Kau akan mati dengan ini!"
Qixuan Yihua langsung melemparkan bola Qi-nya ke arah sumber suara tersebut, dan ledakan yang besar terjadi seketika.
"Seranganmu sungguh mengerikan, namun sayangnya kau salah Hihihihi~"
Qixuan Yihua tidak menanggapi itu, keringat dingin mulai muncul di wajahnya, "Kalau aku melakukan serangan bola Qi untuk kedua kalinya, maka aku sudah menghabiskan setengah energi spiritual di dantian-ku." Qixuan Yihua berdecak kesal, ia tidak tau harus melakukan apa untuk saat ini.
"Bingung, ya! Takut, ya! Hihihihi~ Kamu akan mati di sini!"
Note: Mungkin panggilannya diubah jadi Yihua aja biar enak dibaca.
Tiba-tiba saja sebuah serangan cakaran datang pada Yihua, untung saja gadis kecil itu berhasil menghindarinya tepat waktu. Hanya saja, serangan barusan bisa dibilang permulaan saja-- berbagai cakaran lainnya mulai berdatangan dan membuat Yihua kesulitan.
Srash!
Srash!
Dua cakaran berhasil mengenai lengan kiri Yihua dan membuat kulitnya robek sampai mengeluarkan darah dalam jumlah banyak, "Sialan~" Yihua menggertakkan gigi, tangan kanannya yang memegang tombak mengeluarkan cahaya kemerahan, "Kalau begini, aku akan menghancurkan tempat ini tanpa sisa sedikitpun."
"Fright Fire!" aura api menyelimuti Yihua dan tombaknya, lalu gelombang api keluar dari tubuhnya.
Whooosh!
Bam!
Ledakan terjadi ketika aura api itu menyebar ke seluruh arah, di saat yang bersamaan kabut disekeliling Yihua mulai menghilang dan ia mendengar beberapa teriakan seorang perempuan yang sepertinya dia adalah makhluk halus tadi.
"Ugh..." Yihua bertekuk lutut dan aura api di tubuhnya perlahan menghilang, "Padahal aku hanya mengeluarkan gelombang api saja, tapi dampak yang kuterima sudah separah ini."
Yihua saat ini merasakan kalau seluruh anggota tubuhnya terasa seperti sedang dibakar oleh api, tetapi itu hanya berlangsung untuk sementara waktu sebelum menghilang sepenuhnya.
"Haah..." Yihua menghembuskan nafas dari mulut dan ada asap putih keluar dari sana, ia kemudian mengedarkan pandangannya dan mendapati sekitarnya terbakar oleh Api termasuk dengan pohon beringin yang usianya sudah ratusan tahun itu, "Untung saja gelombang api tidak mencapai ke tempat desa berada..." Yihua menghela nafas lega ketika menggumamkan hal itu.
Yihua sebenarnya ingin bangkit berdiri, tapi nampaknya tubuhnya membutuhkan waktu untuk beristirahat.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.