System Sang Immortal

System Sang Immortal
Bala Bantuan II


Rumor mengenai empat sosok asing yang membantu kubu Aliansi Istana Iblis dengan cepat menyebar dan sampai ke telinga Dewa Iblis, tentu saja mendengar hal tersebut memancing kemarahannya.


"Bangsat! Sebenarnya siapa orang-orang ini?!!" Wang Ling menarik rambutnya sendiri sembari memasang ekspresi marah, ia merasa dirinya akan menjadi gila sebentar lagi.


Wang Ling menjadi begitu marah karena keempat sosok tersebut mempunyai kekuatan yang begitu luar biasa. Ia juga mendengar kalau mereka bisa membantai pasukan Dewa Iblis dalam jumlah yang sangat besar.


"Aku tidak boleh membiarkan ini! Jika mereka membantai pasukanku, aku juga akan melakukan hal yang sama." aura Iblis merembes keluar dari tubuh Wang Ling, dan ia melesat maju ke medan tempur sembari mengeluarkan Meriam Nirwana yang sudah siap untuk dipakai.


***


Di sebelah Timur medan perang.


Saat ini, Yang Xie bersama dengan pasukannya sedang bertempur melawan kumpulan Aliansi Lima Bintang Penjaga.


"Sialan, sudah ada banyak Golem ciptaanku yang musnah karena perang ini. Jika ini selesai, aku mau meminta kompensasi yang setimpal kepada Dewa." Yang Xie berkata dengan nada suara kesal, ia kemudian melakukan segel tangan dan muncul sebuah lingkaran kuno raksasa di belakangnya.


Sesaat setelah itu, muncul puluhan ribu Golem batu


yang ukurannya sebesar seratus meter. Mereka mempunyai kekuatan yang setara dengan Spiritual God Emas Tanda Hitam.


"Habisi semua musuh." Yang Xie mengangkat tangan kanannya ke depan dan berkata dengan suara pelan.


Rumble!


Suara gemuruh langsung terjadi ketika Yang Xie menyelesaikan kata-katanya, para Golem itu langsung menyerbu area pertempuran yang saat ini sedang berlangsung.


Di sisi lain, Tian Mu berdecak kesal ketika melihat Golem-Golem raksasa yang diciptakan Yang Xie bertambah.


"Jika terus begini, kita bisa saja kalah dari pertempuran ini." Leo Seok yang ada di samping Tian Mu berkata dengan suara pelan.


"Benar... Meskipun Shen Yu dan Gom Hayoung sudah maju, tetapi dengan kehadiran mereka berdua saja belum cukup untuk membalikkan keadaan." Timpal Lukao cepat


"Kalau begitu, apa kakek tua ini yang harus turun tangan sendiri?" Tian Mu bertanya dan ia sudah bersiap mengeluarkan Tombaknya.


"Tidak, Tian Mu. Kekuatanmu akan diperlukan untuk melawan Dewa Iblis nanti." Leo Seok menggeleng pelan, "Biar aku saja yang maju, meskipun kekuatan darahku tidak akan berguna di hadapan Golem-Golem itu tetapi berbeda jika lawannya adalah para Iblis."


"Baiklah, aku mengerti." Tian Mu mengangguk pelan.


Ketika Leo Seok hendak maju, matanya melebar saat melihat ribuan Golem hancur seketika. Tidak hanya dia saja yang terkejut, tetapi Tian Mu dan yang lainnya juga bereaksi sama.


"Siapa itu?!" Tian Mu menahan nafasnya saat melihat ada seorang pemuda tampan berambut putih sedang menghancurkan Golem-Golem milik Yang Xie.


"Apa maksudmu?!" Leo Seok melihat ke arah yang Tian Mu lihat, akan tetapi dirinya tidak menemukan siapapun dan hanya melihat para Golem yang tiba-tiba hancur dengan sendirinya.


"Ada seseorang di sana..." Lukao berkata dengan suara lemas, "Kecepatannya jauh melebihi cahaya... Mataku bahkan hampir tidak bisa mengikutinya."


Lukao yang seorang Goblin Sayap Hitam tidak bisa untuk tidak takjub melihat kecepatan pemuda berambut putih itu, tetapi di sisi lain ia juga merasa ngeri karena dengan kecepatan semacam itu-- tekanan udaranya pasti sangatlah mengerikan.


Hanya ada satu penjelasan yang bisa menjelaskan tentang 'bagaimana caranya pemuda tersebut dapat bertahan di tekanan udara yang sekuat itu', "Dia mempunyai kekuatan fisik yang begitu mengerikan, aku sangat yakin kalau kekuatan fisik dari True-Form milik Tian Mu sekalipun tidak bisa menandinginya."


Leo Seok yang mendengar ucapan dari mereka berdua tidak bisa mengerti sama sekali, ia hanya bisa menyaksikan kehancuran Golem-Golem itu dalam diam.


Di tempat lain, Shen Yu dan Gom Hayoung hanya bisa terperangah melihat ribuan Golem di depan mereka hancur seketika. Mereka berdua tau kalau ada sosok yang sedang menghancurkannya, tetapi mata keduanya sama sekali tidak bisa mengikuti kecepatan sosok tersebut.


"Siapa dia... Kenapa dia membantu kita?" Shen Yu bertanya kepada Gom Hayoung lewat telepati.


"Entahlah, aku juga penasaran. Memangnya ada sosok sekuat itu di kubu Aliansi Istana Iblis?" Gom Hayoung bertanya.


"Aku tidak yakin, bahkan jika dia adalah Zhou Fan-- tidak mungkin kecepatannya bisa sampai seperti itu." jawab Shen Yu cepat.


Shen Yu dan Gom Hayoung mengobrol selama beberapa menit, dan mereka berdua kemudian kembali melanjutkan pertempuran.


***


"Aku tidak akan mundur sebelum kau mati, dasar keparat bajingan." Yang Xie mengatakan itu kepada sosok yang sudah menghancurkan Golem-Golem kesayangannya.


Sesaat setelah semua Golem sudah dikeluarkan, Yang Xie meminum sebuah pil berwarna merah gelap dan dalam sekejap energi spiritual di dalam dantiannya meningkatkan dengan cara yang tidak masuk akal.


"Kau harus mati di tanganku." sebuah Pedang muncul di tangan kiri Yang Xie, dan ketika ia hendak melesat-- tiba-tiba saja wajah dari seorang pemuda tampan berambut putih muncul di depannya.


"Ternyata kau biang keroknya..." Bai Hu berkata, dan ia langsung meninju ulu hati Yang Xie.


Buk!


Yang Xie tidak terpental ataupun mendapati luka parah dari tinju yang dilepaskan oleh Bai Hu, tetapi tubuhnya langsung meledak menjadi potongan-potongan kecil.


"Hehehe... Sudah lama bajuku tidak kotor karena darah." Bai Hu menyeringai lebar, ia kemudian berbalik dan menemukan dua sosok asing yang cukup kuat, "Ah, aura itu... Ada di pihak mana kalian berada?"


Perlu diketahui, Bai Hu beserta ketiga rekannya bisa membedakan yang mana kubu Aliansi Istana Iblis dan yang mana kubu Dewa Iblis, mereka membedakannya lewat Aura Perang yang keluar dari masing-masing kubu.


Aura Hitam menandakan kalau mereka berasal dari kubu Aliansi Istana Iblis, sedangkan Aura Merah menandakan mereka berasal dari kubu Dewa Iblis.


Lalu, bagaimana cara mereka bisa mengetahui kalau Aura Hitam berasal dari kubu Aliansi Istana Iblis sedangkan Aura Merah berasal dari kubu Dewa Iblis? Jawabannya adalah disaat Fang Lin mengirimkan koordinat Alam Iblis, pada saat itu dia juga mengirimkan ingatan tentang Aura Perang milik Aliansi Istana Iblis.


Namun Aura Perang yang saat ini dilihat Bai Hu dari kedua sosok di depannya adalah berwarna putih polos, ia jelas tidak mengetahui artinya dan hanya bisa menyimpulkan kalau mereka berdua tidak berada di pihak manapun.


"Perkenalkan, nama saya adalah Shen Yu..." Shen Yu menangkupkan tangan sembari menundukkan badannya serendah mungkin, ia sebenarnya takut menghadapi Bai Hu akan tetapi situasi memaksanya harus sampai seperti ini.


Gom Hayoung juga ikut memperkenalkan diri, tetapi dia tidak setakut dan segugup Shen Yu.


Setelah memperkenalkan diri, Gom Hayoung mulai menjelaskan tentang kubu Aliansi Lima Bintang Penjaga kepada Bai Hu-- alasan ia menjelaskannya agar tidak terjadi kesalahpahaman yang fatal.


......


Bai Hu menganggukkan kepalanya paham usai mendengar penjelasan Gom Hayoung, ia sama sekali tidak menaruh rasa curiga karena sudah mengaktifkan Mata Dewa-nya.


Ketika Bai Hu ingin mengataka sesuatu, ia merasakan kalau ada tiga sosok yang sedang mendekat ke tempatnya berada. Mereka adalah Tian Mu, Lukao dan Leo Seok.


Mereka bertiga terdiam saat melihat Bai Hu yang bersimbah dengan darah, lalu menatap Gom Hayoung dan Shen Yu untuk meminta penjelasan.


"Tuan, mereka bertiga adalah perwakilan dari petinggi ras masing-masing." Shen Yu mulai memberitahu nama dari ketiga orang tersebut.


Sedangkan Gom Hayoung langsung memberitahu mereka bertiga kalau Bai Hu adalah orang yang membunuh Yang Xie, dan pastinya dia berada di pihak Aliansi Istana Iblis.


Setelah mendengar apa yang dikatakan oleh Gom Hayoung, mereka bertiga memperkenalkan diri sekali lagi kepada Bai Hu-- ketiganya takut kalau pemuda yang sudah bersimbah darah itu tersinggung.


"Kalian ini sungguh sopan di hadapan orang kuat, ya." Bai Hu tertawa mengejek, dan membuat mereka berlima menelan ludah kasar, "Tidak perlu setakut itu, aku hanya bergurau saja hahahaha..."


Mereka berlima hanya tertawa hambar ketika mendengar itu, candaan yang dilakukan Bai Hu membuat jantung mereka hampir copot.


"Sudahlah. Aku pergi dulu, kalian bisa mengurus semut-semut itu, bukan?" Bai Hu bertanya sambil menatap pasukan yang dibawa Yang Xie.


"Ah, tentu saja kami bisa melakukannya, Tuan." Tian Mu buru-buru menjawab.


Bai Hu mengangguk sekali sebelum menghilang dari sana dalam sekejap tanpa meninggalkan jejak sedikitpun.


Bersambung.....


LIKE>> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.