System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XVIII


Sesampainya di wilayah Malaikat inti Jegudiel, mereka bisa menemukan kalau wilayahnya dilindungi oleh kubah energi yang berada di tingkat Semesta tahap satu.


Di antara semua wilayah para Malaikat inti, hanya Jegudiel saja yang menggunakan kubah energi ciptaannya sendiri. Sementara yang lain menggunakan kubah energi ciptaan Suriel yang berada di tingkat Kosmis tahap satu.


"Sesuai dengan rencana, langsung cegah Malaikat itu pergi dari sini." ucap Fang Lin melalui telepati kepada dua bawahannya.


"Kami mengerti, Tuan." jawab mereka berdua patuh.


Fang Lin mengeluarkan pedang Pembunuh Absolute dari sarung pedangnya, lalu mengangkat pedang itu ke atas dan mengayunkannya secara vertikal.


Whooosh!


Bam!


Kubah energi itu langsung hancur dalam sekejap ketika pedang Pembunuh Absolute menyentuhnya.


Pada saat itu terjadi, Leng Jin dan Diablo melesat masuk ke dalam dengan cepat untuk mencegah kepergian Jegudiel setelah mengetahui kalau kubah energi yang melindungi perbatasan wilayahnya dihancurkan.


Fang Lin sendiri juga ikut masuk ke dalam dan melihat Malaikat inti tersebut sudah bertukar serangan dengan kedua bawahannya.


Perlu diketahui, sihir Stealth tidak bisa digunakan terlalu lama ketika penggunanya menggunakan energi terlalu banyak, itu dikarenakan ketidaksingkronan yang mengakibatkan pembatalan dalam sihir tersebut.


Fang Lin dan Yue sebenarnya sudah meneliti mengenai sihir Stealth ini ketika Turnamen Semesta masih belum dimulai, tetapi mereka berdua belum bisa menemukan solusi atas permasalahan itu.


Ketika Fang Lin sudah sampai, ia mengirim telepati pada kedua bawahannya itu untuk mundur dari sana.


Mereka berdua yang menerima perintah itu langsung mengangguk patuh, ketika mereka berdua mengakhiri serangan pada Jegudiel, Fang Lin langsung masuk dan menyerang Malaikat inti itu secara agresif.


"Kau... Bajingan! Bagaimana kau bisa menemukanku?!" Jegudiel mengumpat marah dan berusaha untuk mengirim telepato pada rekannya yang lain, tetapi sayangnya Cahaya Segel Aurora telah tercipta dan memutuskan segala jenis komunikasinya.


"Bagaimana, ya? Tentu saja dengan usaha, bodoh." Fang Lin tersenyum mengejek, lalu meningkatkan kecepatan dan kekuatan serangannya.


Jegudiel mengertakkan giginya ketika permainan pedang lawannya tiba-tiba saja meningkatkan drastis, "S-sialan... A-aku tidak mungkin kalah di sini!"


Jegudiel mengeluarkan sepasang sayap putih dari punggungnya sekaligus aura suci mendominasi, kecepatannya meningkat dan membuatnya hampir setara dengan lawannya.


"Wah, ini mengejutkan." Fang Lin mengangkat sudut bibirnya, lalu kembali berkata, "Tak kusangka, kau mempunyai kemampuan yang tidak dikeluarkan saat invasi itu."


"Berisik kau, brengsek! Aku akan membunuhmu dan mencabik-cabik jiwamu!" Jegudiel mengamuk, saking hebatnya amukan itu sampai membuat Leng Jin dan Diablo tertegun.


"Untuk seorang Malaikat, perkataanmu sungguh sangat kejam." balas Fang Lin, lalu melanjutinya, "Kalau begitu, aku akan membunuhmu tanpa ragu."


Fang Lin mulai serius sehingga membuat Jegudiel dalam posisi bertahan, dan dalam waktu kurang dari satu batang dupa terbakar dirinya telah berhasil membunuh Malaikat inti tersebut dengan cara menebas tubuhnya menjadi seribu bagian.


Fang Lin hanya membunuh raga Jegudiel saja tetapi tidak dengan jiwanya, ia sengaja melakukan itu karena jiwanya akan dibutuhkan untuk rencana selanjutnya.


Setelah berhasil menempatkan jiwa Jegudiel di dalam penjara energi semesta, Fang Lin langsung memejamkan matanya dan tidak lama setelah itu boneka bayangan yang berada di ranah Supreme Being tingkat puncak muncul lalu berlutut tepat di hadapannya.


"Ambil alih jiwanya menggunakan kesadaranmu, pastikan itu berhasi karena ini akan menjadi sesuatu yang penting." ucap Fang Lin memberi perintah.


"Hamba mengerti, Raja." ucap boneka bayangan tersebut, lalu tubuhnya berubah menjadi gumpalan energi hitam.


Gumpalan hitam itu memasuki penjara energi semesta milik Tuannya, kemudian langsung merasuki jiwa milik Jegudiel.


Proses mengambil alih jiwa bisa dibilang cukup lama, tetapi itu semua tergantung dengan sang pemilik jiwa tersebut.


Kalau semisalnya pemilik jiwa adalah orang yang gigih, maka akan sulit bagi boneka bayangan untuk mengambilnya. Namun bukan berarti itu adalah sesuatu yang mustahil.


Membutuhkan waktu seharian penuh bagi boneka bayangan untuk mengambil alih jiwa milik Jegudiel.


Fang Lin yang mendapatkan kabar tersebut langsung menghela nafas panjang karena merasa lega kalau waktu yang dibutuhkan tidak lebih lama dari ini.


Setelah jiwa yang diambil alih boneka bayangan keliar dari penjara kubah energi, Fang Lin langsung menciptakan tubuh yang menyerupai Jegudiel.


Kemudian, jiwa itu melayang dan memasuki tubuh kosong tersebut dengan tenang.


Fang Lin bersama dua bawahan lainnya memandangi pemandangan tersebut dalam diam, sampai akhirnya kedua mata dari tubuh itu terbuka secara perlahan dan langsung berlutut ke arah Fang Lin setelah bangun dari tidurnya.


"Sepertinya sukses..." gumam Fang Lin, lalu berkata, "Berikan aku seluruh ingatannya."


"Hamba mengerti, Raja." setelah menjawab demikian, Jegudiel yang sudah diambil alih jiwanya mengirimkan seluruh ingatannya ke Fang Lin.


Fang Lin sendiri menerima ingatan-ingatan itu dan menyerapnya dengan tenang, ia mengangguk beberapa kali lalu berkata, "Ternyata Cassiel mempunyai hubungan yang cukup rumit dengan ras Malaikat, dan pada akhirnya tebakanku sebelumnya tidaklah salah."


"Sepertinya aku harus mengubah targetku..." ucap Fang Lin dalam hati, lalu melanjutinya, "Tadinya aku ingin menjadikan Anael sebagai target selanjutnya, tapi Raguel jauh lebih mudah untuk dipancing daripada perempuan itu."


Fang Lin akhirnya memutuskan untuk menjadikan Raguel sebagai target selanjutnya.


Setelah itu, Fang Lin memberitahu rencana selanjutnya pada dua bawahannya itu. Lalu menyuruh Jegudiel menghubungi Raguel untuk datang kemari.


Fang Lin membatalkan Cahaya Segel Aurora, dan menciptakan kubah energi yang sama persis dengan milik Jegudiel sebelumnya.


"Tuan, saya sudah melakukan sesuai dengan perintah anda." Jegudiel melapor, lalu melanjutinya, "Dia bilang akan sampai dalam lima belas menit lagi..."


"Baiklah." Fang Lin mengangguk sekali, lalu melanjutinya, "Kalau begitu bersikaplah seperti Jegudiel pada umumnya supaya tidak mendapatkan kecurigaan yang tak perlu."


Jegudiel langsung menjawab dengan patuh ketika mendengar itu, sementara Fang Lin dan kedua bawahannya langsung menggunakan sihir Stealth untuk mengawasi situasi dari dekat.


......................


Kurang lebih selama satu batang dupa terbakar, Raguel akhirnya datang ke wilayah Jegudiel. Dia memasuki lapisan penghalang tanpa terpental atau semacamnya, lalu menemui pemilik wilayah tersebut dalam dua detik saja.


"Hal penting macam apa yang ingin kau bicara, Jegudiel? Kalau soal balas dendam lebih baik lupakan saja, Azrael dan Sariel sudah melarang keras kita untuk melakukanya." ucap Raguel, nadanya memang terdengar acuh tak acuh tetapi ada sedikit rasa iba yang terselip di sana.


"Bukan itu, aku punya rencana untuk merebut Mahkota dari peserta yang lain." ucap Jegudiel dengan tenang.


"Hm, memangnya siapa dia?" tanya Raguel penasaran.


Ketika Raguel baru menanyakan hal tersebut, tiba-tiba saja ia merasakan sejumlah energi muncul tepat di belakang dirinya.


Raguel yang hendak berbalik hanya bisa melebarkan matanya ketika mengetahui pandangannya mulai meredup dan menjadi gelap gulita.


Di sisi lain, Fang Lin menggunakan pedang Pembunuh Absolute berhasil menebas tubuh Raguel menjadi seribu bagian dalam waktu kurang dari satu detik saja.


Alasan Fang Lin membiarkan jiwa Raguel hidup karena jiwa dia dengan Malaikat inti lainnya saling terhubung, jika salah satu dari mereka lenyap dari Dunia ini maka yang lain akan langsung mengetahuinya.


Begitupula dengan jiwa Jegudiel, meskipun jiwa dia masih hidup tetapi kesadaran dari jiwa tersebut sudah diambil alih oleh boneka bayangan.


"Anda benar-benar luar biasa, Tuan." Diablo memuji, dan kemudian bertanya, "Bagaimana anda bisa menebas makhluk Absolute menjadi seribu bagian dalam sekali percobaan saja?"


Jujur saja, Diablo dan Leng Jin mustahil bisa melakukan itu meskipun mereka memiliki gelar Master Pedang sekalipun, karena tubuh Absolute mempunyai ketahanan yang begitu luar biasa.


"Itu teknik tebasan yang Yue'er ajarkan padaku, dia tidak pernah menamainya karena terlalu malas memikirkan namanya." Fang Lin langsung memberitahu tanpa ragu, lalu mengangkat kedua pundaknya, "Aku sendiri juga malas memikirkan namanya..."


"Wuah... Kejeniusan Nona Yue memang benar-benar tidak bisa diukur." Diablo berdecak kagum saat mengatakannya.


Leng Jin juga sama kagumnya dengan Diablo, hanya saja dia tidak terlalu menunjukkannya dan terus bersikap waspada karena bisa dibilang wilayah ini masih tetap wilayah musuh.


"Jenius yang tak bisa diukur, ya?" Fang Lin bergumam, lalu tertawa kecil, "Sepertinya itu memang julukan yang cocok untuknya."


Ketika Fang Lin baru saja mengatakan itu, dari kejauhan ia bisa merasakan ada beberapa Absolute yang datang kemari.


Tentu saja Fang Lin langsung menggunakan sihir Stealth pada kedua bawahannya itu, ia sendiri juga menggunakannya tetapi sebelum itu ia menghapus bercak darah dan irisan daging yang berserakan di tanah.


"Jegudiel, untuk apa kau berdiri di situ?" tanya Ariel penasaran, Selaphiel juga datang bersamanya.


"Aku habis latihan, ada apa?" Jegudiel menjawab dengan acuh tak acuh, dan menanyakan tujuan mereka kemari.


"Kami berdua hanya ingin memastikan kau baik-baik saja." Selaphiel menjawab sembari tersenyum lembut.


"Aku baik-baik saja." balas Jegudiel, lalu melanjutinya, "Lebih baik kalian pergi, aku sedang malas menanggapi orang hari ini."


"Bukankah kau terlalu kasar pada kami, apa kau masih marah pada kejadian itu?" Ariel bertanya, alisnya sedikit mengerut.


"Tentu saja aku marah, kenapa juga kau bertanya seperti itu?" terdapat urat di kepala Jegudiel.


"Lebih baik lupakan saja itu, sekarang kita harus fokus mengumpulkan Mahkota. Dua tahun lagi pertandingan ini akan berakhir dan Turnamen Semesta selesai pada saat itu, kita sebagai Malaikat Kecil tidak boleh memalukan ras Malaikat." Ariel memegang kedua pundak Jegudiel, tatapan matanya terlihat sangat serius.


"Dengan kehilangan tiga puluh pasukan Malaikat, kita sebagai Malaikat Kecil sudah terlihat memalukan di mata para ras Malaikat!" Jegudiel berseru, ekspresi tampak kesal saat ini.


Ariel yang tadinya ingin mengatakan sesuatu sedikit mengerutkan alisnya ketika mendengar Selaphiel mengeluarkan suara seperti tersentak.


Pada saat Ariel menoleh ke belakang, ia bisa melihat leher dari wanita cantik itu sedang ditusuk oleh sebuah pedang panjang.


"Selaphiel~!" Ariel berseru panik, namun di detik selanjutnya tubuh wanita cantik itu langsung terpotong menjadi seribu bagian dan darahnya yang berwarna biru tua menyebar ke mana-mana.


"Wah, sepertinya aku terlalu kejam." Fang Lin mengangkat sudut bibirnya, lalu mengayunkan pedangnya sekali lagi secara diagonal.


Bam!


Ariel menangkap pedang Fang Lin menggunakan tangan kosong, matanya melebar sempurna dan Niat Membunuh yang tak terkendali merembes keluar dari tubuhnya.


"Kau akan mati, aku pastikan itu..." tubuh Ariel perlahan berubah menjadi emas, dan siluet seekor singa terlihat jelas di belakang punggungnya.


Groarrrg!


Singa itu mengaum dan aumannya benar-benar mengerikan sampai membuat daratan di wilayah itu bergetar seolah ketakutan.


Fang Lin sendiri memasang ekspresi serius dan memerintahkan kedua bawahannya untuk mencari jarak karena pertempuran hebat akan terjadi sebentar lagi.


Leng Jin dan Diablo yang mendapatkan perintah itu langsung menjauh dari sana, karena keduanya menggunakan sihir Stealth, Ariel sama sekali tidak menyadari keberadaan mereka berdua.


Bam!


Ariel melancarkan tinju kirinya ke arah Fang Lin, tetapi pelindung tak kasat mata melindunginya dari tinju tersebut.


Crack!


"Itu mengerikan, kau tau?" Fang Lin sedikit terkejut melihat pelindungnya retak, "Tapi sayangnya, itu masih terlalu lemah."


Ariel tambah marah ketika mendengar itu, ia melepaskan tangan kanannya yang memegang bilah pedang Absolute lalu melancarkan tinju beruntun yang begitu cepat.


Fang Lin menangkis semua tinju beruntun itu dengan sempurna menggunakan pedang Pembunuh Absolute, sebenarnya ia saat ini cukup terkejut karena serangan Ariel sama cepatnya dengan makhluk yang dipanggil oleh Mazore.


"Meskipun masih sangat jauh dalam segi kekuatan, tapi dari segi kecepatan keduanya benar-benar hampir sama." Fang Lin diam-diam terkejut dalam hati.


Ariel terus melancarkan tinju dari berbagai arah, serangannya liar tetapi selalu tertuju pada titik lemah Manusia.


"Kalau kau ingin membunuhku, setidaknya lancarkan serangan tingkat Kosmis." Fang Lin berkata dengan nada mengejek, meskipun begitu bukan berarti serangan yang Ariel lancarkan selama ini tidak dapat membunuhnya, "Setiap tinjunya itu mengandung energi yang sangat suci, jiwaku bisa terkikis dan hancur hanya dengan menangkis semua serangannya saja."


Fang Lin bisa menyimpulkan itu setelah melakukan pertukaran serangan yang masih mereka lakukan sampai sekarang.


Ariel berdecak kesal ketika melihat lawannya mulai menghindari tinjunya, ia mencoba untuk mempercepat pukulannya tetapi sekarang ini dirinya sudah mencapai batas.


"Jangan menyerah, aku akan memberikan sejumlah buff padamu!"


Tiba-tiba saja Selaphile muncul beberapa ratus meter di belakang Ariel dengan pelindung tak kasat mata yang melindunginya.


"Kau... Bagaimana bisa hidup kembali?" Fang Lin bertanya, dan Ariel juga ikut menanyakan pertanyaan yang serupa.


"Aku menggunakan Doa Keajaiban untuk bisa mrnghidupkanku kembali!" Selaphiel menjawab, dia menjawab pertanyaan Ariel bukan Fang Lin.


"Doa Keajaiban...?" Fang Lin terdiam sejenak, dan melalui ingatan Jegudiel dirinya mengetahui apa itu 'Doa Keajaiban'.


Doa Keajaiban adalah skill langka yang dimiliki oleh Selaphiel, Prayer of God. Skill tersebut mampu membuat kemustahilan menjadi sesuatu nyata, pengguna dapat meminta apa saja dari Doa Keajaiban selama masih berada dalam batas tertentu.


"Aku mengerti, jadi itu masih bisa dikabulkan, ya?" Ariel jelas merasa senang, lalu mengalihkan pandangannya ke arah Fang Lin dengan tatapan penuh keseriusan, "Tapi aku tidak akan menarik kembali ucapanku sebelumnya, kau harus mati karena kau adalah sebuah ancaman!"


Ketika selesai mengatakan itu, Ariel mendapatkan sejumlah buff dari Selaphiel dan dengan begitu kekuatan serta kecepatannya meningkat cukup signifikan.


"Tsk, ini sudah melenceng jauh dari rencana." ucap Fang Lin dalam hati, dan mau tak mau ia harus menggunakan rencana cadangan.


Bersambung


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.