System Sang Immortal

System Sang Immortal
Melakukan Kembali Malapetaka Petir Semesta II


Fang Lin berpikir keras untuk mencari solusi, hingga akhirnya ia mencoba untuk menggunakan sihir Stealth untuk mengelabuinya.


Setelah wujud Fang Lin menghilang total, serangan yang dilancarkan sosok tersebut tidak berhenti dan semakin cepat.


Fang Lin sedikit melebarkan matanya, "Bagaimana dia bisa mengetahui dimana diriku berada?!" Batinnya merasa terkejut.


Fang Lin berdecak kesal, ia membatalkan sihir Stealthnya lalu memegang pedang Raja Neraka, "Jurus, Penghunus Surga!" Ia menyerang sosok di depannya dengan ujung pedang yang sudah dilapisi aura emas.


Bam!


Sosok tersebut terpental ke belakang ketika terkena serangannya yang begitu cepat. Fang Lin sendiri tersenyum senang karena jurusnya itu dapat berpengaruh.


Fang Lin kemudian mengeluarkan pedang Raja Surgawi dan mengeluarkan jurus yang sama seperti sebelumnya.


"Penghunus Surga!" Fang Lin melesatkan kedua ujung pedangnya ke arah sosok tersebut.


Bam!


Sosok tersebut terpental sejauh puluhan kilometer dan menghilang tanpa jejak.


Menyaksikan itu membuat Fang Lin mengerutkan alisnya, "Apa yang terjadi? Kenapa dia menghilang?" Tanyanya penasaran.


"Gelombang ke-90 sudah berhasil kau lewati, dan sekarang kau akan melewati gelombang selanjutnya."


Fang Lin mengangguk paham ketika mendengar suara berat itu dan disaat yang bersamaan muncul dua sosok berzirah yang tercipta dari awan merah.


Dua sosok tersebut memiliki 8 sayap di belakang punggung dan juga satu pedang yang terbuat dari Petir Semesta.


Masing-masing dari mereka memiliki kekuatan yang setara dengan Dewa Bumi Level 39. Tentu mengetahui hal tersebut membuat Fang Lin semakin berhati-hati.


Kedua sosok berzirah itu menyerang Fang Lin dengan sangat cepat, serangan yang mereka lancarkan sangatlah kuat bahkan membuat luka gores di tubuhnya.


Fang Lin yang mengetahuinya tidak terlalu terkejut, meskipun daya tahan tubuhnya sudah meningkat bukan berarti ia tidak dapat terluka.


Pertarungan mereka bertiga berlangsung cukup lama. Tak terasa tiga minggu sudah berlalu, Fang Lin baru mengalahkan salah satu dari mereka.


Fang Lin sama sekali tidak menggunakan elemen Es Suci, karena ia ingin mengasah kemampuan bertarungnya semakin dalam.


Pengamatan Fang Lin selama tiga minggu ini, kedua sosok berzirah yang dilawannya sama sekali tidak memiliki pengalaman bertarung atau bahkan teknik untuk digunakan, mereka hanya unggul dalam kekuatan dan kecepatan saja.


Meskipun begitu Fang Lin tetap saja merasa sedikit kesulitan, ia harus berhati-hati melawan mereka karena pedang petir merah yang mereka gunakan dapat melukainya.


.....


Satu minggu berlalu.


Fang Lin menghela nafas panjang usai mengalahkan sosok berzirah yang terakhir, "Tingkat tubuhku sekarang sudah berada di Level 3.." Diam-diam ia tersenyum tipis.


Beberapa saat kemudian, muncul tiga sosok manusia berzirah yang memiliki wujud sama seperti sebelumnya.


Tingkat kultivasi mereka berada di Dewa Langit Level 39 dan salah satu dari mereka ada yang menggunakan busur petir merah.


Mereka bertiga langsung menyerang pria tampan berjubah hitam di depan mereka dengan sangat cepat, Fang Lin sendiri menyambut mereka dengan kekuatan penuh miliknya.


.......


Fang Lin terus mengalahkan manusia berzirah itu dan melewati banyak gelombang malapetaka.


Hingga akhirnya, 7 bulan berlalu. Fang Lin saat ini sedang berdiri dengan nafas memburu, banyak luka goresan di tubuhnya yang tidak bisa disembuhkan.


"Aku sudah melewati 99 Gelombang Malapetaka Petir Semesta, dan sekarang tersisa Gelombang yang terakhir..." Gumam Fang Lin dengan raut wajah serius.


Sesaat setelah berkata seperti itu, suara dentuman menggema di kekosongan semakin lama semakin keras dan membuat Fang Lin terpaksa menutup telinganya dengan Qi.


Tiba-tiba saja awan merah yang berada di langit berpusar dengan cepat lalu memunculkan sosok manusia berzirah yang tercipta dari elemen petir merah.


Dia memiliki dua pedang panjang yang diletakkan di belakang punggungnya dalam bentuk menyilang, ukurannya juga dua kali lipat lebih besar dari Fang Lin.


Fang Lin merasa merinding ketika melihat sosok tersebut menatap dirinya, "Sepertinya aku harus menggunakan Elemen Es Suci, jika aku tidak menggunakannya itu termasuk tindakan bunuh diri." Batinnya serius.


Tetapi Fang Lin tidak menggunakannya sekarang, ia akan memakainya di sela-sela pertarungan nanti.


"Hoi, bocah. Aku adalah lawan terakhirmu." Suara berat keluar dari sosok yang baru turun dari langit itu.


Fang Lin cukup terkejut mendengarnya, "Dia sendiri yang melawanku? Sepertinya akan merepotkan." Fang Lin berdecak pelan usai membatin seperti itu.


"Apakah kau siap?" Tanyanya dengan suara berat.


Fang Lin menganggukan kepalanya pelan dan berkata, "Namun sebelum dimulai, bisakah aku mengetahui namamu?"


Sosok tersebut terdiam ketika mendengar perkataan Fang Lin, Ia kemudian berkata, "Aku adalah Shinwa..."


"Baiklah, tuan Shihwa. Saya siap!" Fang Lin berkata dengan raut wajah serius.


Shinwa tidak mengatakan apa-apa dan dalam sekejap dia menghilang dari sana, lalu muncul kembali di depan Fang Lin.


Shinwa melayangkan tinjunya, sedangkan Fang Lin yang tidak bisa bereaksi langsung terpental jauh ke belakang.


Fang Lin tidak bisa menyeimbangkan tubuhnya, bahkan ia tidak sempat bernapas karena sosok Shinwa yang terus memukulnya dari berbagai arah.


Kecepatan Shinwa tidak main-main, setiap Fang Lin melakukan teleportasi sejauh manapun, dia masih dapat menemukannya dalam sekejap.


Shinwa seperti tidak terikat dengan hukum kecepatan.


Fang Lin mencoba untuk mengeluarkan jurus tetapi karena saking cepatnya pukulan Shinwa membuatnya tidak dapat berpikir jernih.


"Hanya segitukah kemampuanmu?" Tanya Shinwa mengejek.


Fang Lin tidak menanggapi perkataannya dan terus mencari cara untuk meloloskan diri.


.....


Waktu berlalu begitu cepat, sudah satu minggu dan Fang Lin masih saja dipojoki oleh Shinwa. Ia masih dipukul dari berbagai arah sampai banyak organ dalamnya yang memar.


Fang Lin berdecak kesal terus-menerus, hingga akhirnya ia menemukan sebuah cara yang menurutnya akan berguna.


Fang Lin memejamkan matanya tidak peduli meskipun dirinya sedang dipukul habis-habisan saat ini.


Swooosh!


Tiba-tiba saja hawa dingin yang begitu kuat keluar dari tubuh Fang Lin, tentu hal tersebut membuat Shinwa terkejut namun ia tetap melanjutkan pukulannya karena hawa dingin itu tidak berguna baginya.


Shinwa memiliki resistensi hawa dingin dan hawa panas, jadi mau sedingin apapun ia masih tetap baik-baik saja.


Hawa dingin tersebut semakin kuat sampai-sampai membuat kekosongan tanpa batas membeku. Tubuh Fang Lin mengeluarkan cahaya berwarna biru dan gelombang kejut yang begitu kuat keluar dari tubuhnya.


Bam!


Shinwa dalam sekejap terpental ratusan kilometer hanya karena gelombang kejut, tentu ia tidak tinggal diam dan langsung menghampiri Fang Lin kembali.


Shinwa berdecak pelan ketika mendapati Fang Lin yang sudah berada di dalam penghalang es, "Apa yang kau lakukan?" Shinwa bertanya dengan suara datar.


"Tentu saja berlindung, memangnya apa lagi? Aku tidak mau dihajar olehmu terus-menerus." Jawab Fang Lin santai.


"Hmm? Apakah kau ingin gagal dalam melakukan malapetaka ini?" Tanyanya kembali.


"Tentu saja tidak! Biarkan aku berpikir sementara waktu, dan bisakah kau mengurangi kecepatanmu? Aku sama sekali tidak dapat menandinginya." Pinta Fang Lin sedikit kesal.


Shinwa terdiam sejenak mendengar dan kemudian berkata, "Baiklah. Aku akan menguranginya beberapa kali lipat, ini adalah permintaanmu terakhir yang dapat kukabulkan."


Fang Lin tersenyum senang mendengarnya, ia melipat kedua tangannya di depan dada lalu memikirkan rencana untuk mengalahkan Shinwa.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Biar gak lupa.


Tingkat Kultivasi


- Pendekar (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Pendekar Elite (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Transformasi (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Jendral (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Jendral Elite (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Kaisar (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Kaisar Surgawi (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Saints (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Saints Emperor (1-9)


Awal


Menengah


Akhir


Puncak


- Half-Immortal


Hitam


Putih


Merah


- Immortal


Hitam


Putih


Merah


Tingkat Kultivasi To God


- Asal Mula (1-9)


- Tyrant (1-9)


- Holy Tyrant (1-9)


- Grand Dao (1-9)


- Holy Dao (1-9)


- Monarch (1-9)


- Holy Monarch (1-9)


- Menuju Dewa (1-9)


- Immortal King (1-9)


- Immortal Emperor (1-9)


- Supreme Being -- Half God -- True God


Kultivasi Spiritual God:


Perak


- Putih


- Merah


- Hitam


Emas


- Putih


- Merah


- Hitam


Berlian


- Putih


- Merah


- Hitam


Tingkatan Kultivasi (Prajurit Dewa)


- Dewa Pemula (1-19)


- Dewa Hijau (1-19)


- Dewa Kuning (1-19)


- Dewa Biru (1-19)


- Dewa Merah (1-19)


- Dewa Hitam (1-19)


- Dewa Terakhir (1-19)


Tingkatan Kultivasi (Jendral Dewa)


- Dewa Asal Mula (1-29)


- Dewa Perunggu (1-29)


- Dewa Perak (1-29)


- Dewa Baja (1-29)


- Dewa Emas (1-29)


- Dewa Kristal (1-29)


- Dewa Giok (1-29)


Tingkatan Kultivasi (Raja Dewa)


- Dewa Petarung (1-39)


- Dewa Sejati (1-39)


- Dewa Bumi (1-39)


- Dewa Langit (1-39)


- Dewa Kuno (1-39)


- Dewa Tertinggi (1-39)


Tingkatan Kultivasi (Kaisar Dewa)


- Dewa Tahta (1-49)


- Dewa Dunia (1-49)


- Dewa Nirwana (1-49)


- Dewa Penguasa (1-49)


Tingkat Keabadian (Immortal God)


- Dewa Surgawi (1-59)


- Dewa Abadi (1-59)


- Dewa Mutlak (1-59)


- Dewa Semesta (1-59)


Tingkat Kemutlakan (Absolute)


- Sang Absolute Universe