System Sang Immortal

System Sang Immortal
Pembatalan Teknik Roh


Selesai mereka bertiga mendiskusikan rencana, Fang Lin mengeluarkan sebuah kalung berlian delima merah ber-ukuran kecil, "Aku akan menyalin ingatan-mu dan menyimpan-nya di kalung ini... Mungkin ini akan terasa sakit, Jadi siapkan diri-mu..." Ucap Fang Lin sambil mengangkat kalung delima merah yang ia pegang di tangan kanan-nya.


Mendengar itu Zhou Liyan hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia tidak bertanya lebih lanjut dan memilih untuk mempersiapkan diri-nya.


Melihat Zhou Liyan yang seperti-nya sudah siap, Fang Lin langsung melapisi tangan kiri-nya dengan Qi Dewa dan dengan segera memegang kepala Zhou Liyan.


~Whoooshhh~


Sebuah aura putih keluar dari dahi Zhou Liyan dan perlahan aura tersebut masuk ke dalam kalung berlian merah delima yang ada di tangan kanan Fang Lin.


Sesaat setelah aura putih tersebut keluar, Zhou Liyan langsung berteriak kesakitan, Dia memegang kepala-nya dan mencoba memukul-nya karena tidak tahan dengan rasa sakit tersebut.


Fang Lin sendiri yang melihat itu langsung meminta bantuan Zhou Fan untuk memegangi Zhou Liyan.


Zhou Fan tanpa banyak bicara langsung mengalirkan seluruh tubuh-nya dengan Qi Iblis murni lalu memegang roh anak-nya.


Zhou Fan mengunci kedua tangan anak-nya agar dia tidak memukul kembali kepala-nya, "Bertahan-lah! Proses ini tidak akan berlangsung lama!" Teriak Zhou Fan mencoba menyemangati anak-nya.


Zhou Liyan sendiri sama sekali tidak mendengar perkataan ayah-nya sebab rasa sakit luar biasa yang ada di kepala-nya, Ia terus berteriak dan mencoba menggeliatkan tubuh-nya.


1 menit kemudian, Fang Lin yang sudah menyalin seluruh ingatan Zhou Liyan langsung menarik tangan kiri-nya, "Aku sudah menyalin seluruh ingatan-mu..." Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Zhou Liyan yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepala-nya cepat, Sedangkan Zhou Fan yang sedang memegang roh anak-nya langsung menaruh-nya di lantai.


Saat mereka berdua sudah duduk di lantai, Zhou Fan perlahan mengalirkan Qi pada anak-nya untuk mempercepat penyembuhan rasa sakit yang di terima anak-nya


Di sisi lain, Fang Lin yang melihat itu sedikit menaik-kan satu alis-nya, "Jangan terlalu banyak mengalirkan Qi pada-nya, Kalau jejak Qi-mu menempel pada roh anak-mu, Dewa Iblis akan menyadari Qi milik-mu jika roh anak-mu sudah kembali ke tubuh-nya" Ucap Fang Lin mengingatkan sambil menyimpan kalung berlian merah delima di tangan kanan-nya ke dalam inventory.


Mendengar itu Zhou Fan hanya mengangguk-kan kepala-nya paham, "Saya mengerti tuan..." Ucap Zhou Fan dan beberapa saat kemudian ia berhenti mengalirkan Qi kepada anak-nya.


Zhou Liyan sendiri hanya diam ketika mendengar percakapan mereka berdua, Ia bersender ke tembok di belakang-nya dengan kepala yang masih berdenyut.


"Ber-istirahat beberapa menit sebelum kembali ke tubuh-mu dan jangan lupa untuk bersikap seperti biasa saja jika bertemu dengan Dewa Iblis" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Zhou Liyan mengangguk-kan kepala-nya mengerti ketika mendengar itu, Ia kemudian menatap ke arah ayah-nya dan mengobrol dengan-nya.


Beberapa menit kemudian, Zhou Fan dan Zhou Liyan menghentikan obrolan mereka, Mereka berdua berdiri lalu menatap satu sama lain, "Sepertinya kita harus berpisah sekarang nak..." Ucap Zhou Fan sambil tersenyum hambar.


Mendengar itu Zhou Liyan hanya diam, Ia menarik nafas-nya cukup dalam lalu mengeluarkan-nya secara perlahan, "Ya, Ayah.... Jaga kesehatan-mu..." Balas Zhou Liyan sambil tersenyum tipis.


Fang Lin hanya mengangguk kepala-nya lalu menyuruh Zhou Liyan untuk berdiri di rune-rune kuno yang ia buat sebelum-nya.


Zhou Liyan tanpa banyak bertanya langsung berjalan ke arah lingkaran yang terdapat di lantai lalu berdiri di atas sana, Ia kemudian menatap Fang Lin seolah memberi tanda kalau diri-nya sudah melakukan apa yang Fang Lin perintahkan.


Fang Lin sendiri yang melihat Zhou Liyan sudah berdiri di atas lingkaran yang terdapat rune-rune kuno langsung berjalan mendekati roh Zhou Liyan.


Saat Fang Lin sudah berada di hadapan Zhou Liyan, Dia meletak-kan satu tangan-nya di lantai lalu memejamkan mata-nya, "Batal-kan..." Ucap Fang Lin pelan dan seketika sinar putih terang muncul di rune-rune kuno yang di pijaki Zhou Liyan.


~Whoooshhh~


Cahaya putih tersebut semakin terang dan di saat yang bersamaan roh Zhou Liyan mulai memudar, "Selamat tinggal ayah..." Ucap Zhou Liyan tersenyum lembut.


Zhou Fan hanya diam mendengar-nya, Ia dapat melihat detik-detik terakhir sebelum roh Zhou Liyan menghilang sepenuh-nya, "Jaga diri-mu, Yan'er..." Gumam Zhou Fan dengan nada yang mengandung kesedihan.


~Whoooshh~


Seketika roh Zhou Liyan menghilang sepenuh-nya dan disaat yang bersamaan cahaya putih yang bersinar di rune-rune kuno perlahan menghilang.


Beberapa saat kemudian, Sinar putih yang bersinar di rune-rune kuno telah menghilang, Fang Lin sendiri langsung menghapus seluruh rune-rune kuno yang ada di lantai dengan elemen tanah-nya, Ia kemudian membalik-kan badan-nya dan mendapati Zhou Fan dengan raut wajah sedih.


Fang Lin dapat memahami perasaan Zhou Fan sekarang, Jadi ia membiarkan-nya untuk sendiri dan berjalan ke arah pintu keluar ruangan tersebut.


Zhou Fan yang menyadari Fang Lin ingin pergi dari ruang rapat langsung menatap ke arah tuan baru-nya itu, "Ah, Tuan... Apakah anda ingin pergi?" Tanya Zhou Fan dengan nada penasaran. Ia menyingkirkan rasa sedih-nya untuk sementara dan memilih untuk mendampingi Fang Lin.


Fang Lin yang mendengar itu langsung melirik ke arah Zhou Fan, "Tenang-kan dulu suasana hati-mu, Aku akan berjalan-jalan ke sekitar kapal" Ucap Fang Lin dengan nada tenang dan langsung menghilang dari sana tanpa menunggu jawaban Zhou Fan.


Melihat Fang Lin yang tiba-tiba menghilang tentu membuat Zhou Fan terkejut, "Jangan bilang itu teknik teleportasi?" Gumam Zhou Fan dengan nada terkejut sekaligus tidak percaya.


Siapa yang tidak terkejut dengan itu? Umur Fang Lin saat ini kurang dari 11 ribu tahun dan dia sudah menguasai teknik teleportasi? Itu gila! Bahkan Zhou Fan yang termasuk kultivator jenius saja memerlukan puluhan ribu tahun untuk menguasai-nya.


"Benar-benar monster... Aku semakin penasaran dengan identitas tuan-ku yang sebenar-nya" Gumam Zhou Fan dengan nada takjub. Kini perasaan sedih-nya telah menghilang dan digantikan dengan rasa penasaran juga takjub kepada Fang Lin.


Di sisi lain, Fang Lin teleportasi ke atas kapal terbang milik Zhou Fan, Ia dapat melihat beberapa kultivator kuat yang sedang berjaga di sekitar kapal terbang, "Kalau tidak salah mereka disebut sebagai pilar ya, Hmm... Menarik" Gumam Fang Lin sambil tersenyum tipis. Ia juga tertarik untuk membuat pilar yang terdiri dari para bawahan inti-nya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.