System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta XXVI


Selama berjam-jam Fang Lin menunggu, akhirnya ia bisa menemukan satu Absolute telah mendapatkan kematian dan tidak lama setelah itu temannya juga menyusul karena kelelahan dipojokkan oleh tujuh Absolute bayangan sekaligus.


"Pencapaian yang cukup bagus meski tujuh lawan dua." gumam Fang Lin, lalu menyebarkan Kesadaran Spiritualnya ke satu arah.


Tidak sampai satu miliyar kilometer, Fang Lin bisa menemukan sebuah wilayah yang di dalamnya terdapat makhluk itu. Dia tampak gelisah, depresi dan juga ketakutan.


"Tidak ada siapapun di sana kecuali dia seorang, sepertinya dua Absolute tadi adalah bawahan terakhirnya." Fang Lin bergumam sebelum menarik kembali Kesadaran Spiritualnya.


Whooosh!


Tidak berbicara lebih jauh lagi, Fang Lin langsung melesat dengan kecepatan penuhnya ke arah wilayah tersebut. Dan karena hal itu, ketujuh Absolute bayangannya menjadi tertinggal jauh di belakang.


Fang Lin tidak terlalu peduli karena ia sendiri bisa mengalahkan makhluk itu tanpa perlu mendapatkan bantuan dari ketujuh Absolute bayangannya.


Alasan Fang Lin buru-buru karena ia tidak mau ada orang lain yang datang dan merebut Mahkota tersebut darinya.


Tidak sampai lima menit bagi Fang Lin untuk sampai ke wilayah tersebut.


Makhluk itu terkejut ketika melihat kemunculan Fang Lin, meskipun berada dalam ujung tanduk tetapi ia memberikan sikap waspada seolah siap bertarung kapan saja.


Fang Lin sendiri terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang, "Sepertinya Avatar-mu tadi berisi setengah dari Jiwa Sejatimu, mengecewakan sekali..."


Padahal Fang Lin berpikir kalau makhluk itu hanya memberikan beberapa persen Jiwa Sejatinya pada Avatar tersebut, tapi pemikirannya meleset cukup jauh.


"Menyebalkan." ekspresi Fang Lin menjadi dingin, lalu menyerang makhluk itu dengan agresif menggunakan pedang Pembunuh Absolute miliknya.


Makhluk itu dengan penuh ketakutan menghadapi Fang Lin, dia menjatuhkan Mahkotanya tersebut ke tanah dan mulai bertukar serangan dengan lawannya.


Fang Lin menghadapi lawannya itu dengan serius, mengeksekusi tekniknya secara berulang kali dari berbagai arah.


Bam!


Bam!


Bam!


Ledakan beruntun terus terjadi setiap teknik Fang Lin berhasil dieksekusi dengan sempurna, makhluk yang menjadi lawannya sudah terluka parah setelah keduanya bertukar serangan selama sepuluh menit lamanya.


Pertarungan ini jauh lebih cepat dari sebelumnya dikarenakan lawan Fang Lin sudah mengalami gangguan dalam jiwanya, ketakutan dan kegelisahan menyelimuti hatinya ke bagian terdalam sehingga membuat dia tidak bisa mengeluarkan seluruh kemampuannya.


Pada akhirnya, Fang Lin menebas tubuhnya menjadi seribu bagian dan membuat jiwanya itu lenyap tanpa tersisa sedikitpun.


Dalam kasus ini, makhluk itu sudah jelas terdiskualifikasi karena jiwanya telah dilenyapkan.


Ketika Fang Lin baru saja mengambil Mahkota yang berada di tanah, ia sedikit melebarkan matanya karena mendapatkan kabar dari Diablo kalau wilayah sedang diserang saat ini.


Fang Lin sebenarnya tidak terlalu terkejut kalau wilayahnya diserang, tetapi yang ini berbeda karena ada 40 Absolute sekaligus yang sedang menyerang wilayahnya.


Sepuluh di antara mereka mempunyai Lingkaran Cahaya yang melayang di atas kepala dan tiga dari mereka adalah wajah yang pernah Fang Lin temui beberapa waktu lalu.


"Berbahaya... Mereka tidak akan bertahan kalau begini." Fang Lin memegang erat Mahkota yang ada di tangannya, lalu melesat dengan cepat di udara untuk kembali ke wilayahnya.


Karena Fang Lin menggunakan kecepatan penuh, ketujuh bayangan Absolutenya kembali tertinggal.


Tidak sampai lima belas menit, Fang Lin berhasil sampai di wilayahnya dan melihat pertempuran antara makhluk bayangan dengan Malaikat.


"Benar-benar gila, kenapa bisa ada Absolute sebanyak ini yang menyerang wilayahku?" Fang Lin sebenarnya cukup bingung dengan peristiwa yang terjadi sekarang ini, "Apa ini semacam balas dendam karena aku telah merebut mangsa mereka? Tapi, apa itu setimpal dengan dengan ini?"


Fang Lin sebenarnya masih mempunyai banyak pertanyaan di kepalanya, tetapi untuk sekarang ia menepis semua itu dan kembali ke pemukiman untuk menyimpan Mahkota di tangannya.


Kehadiran Fang Lin tentu saja menarik perhatian para Malaikat yang terdapat Lingkaran Cahaya di atas kepala mereka, meski demikian tidak ada tindakan mencolok sehingga pemuda itu bisa dengan tenang masuk ke dalam pemukiman yang dilindungi Cahaya Segel Aurora.


Di dalam pemukiman, semuanya masih sepi karena apa yang terjadi di luar sama sekali tidak berdampak karena dilindungi oleh Cahaya Segel Aurora.


Namun, Yue adalah orang yang pertama kali Fang Lin temui setelah masuk ke dalam pemukiman. Ia bisa melihat istri cantiknya itu sedang menunggunya di depan pintu bangunan yang menyimpan barang-barang berharga miliknya.


"Kenapa bisa ada banyak sekali musuh yang menyerang wilayah ini?" Yue bertanya ketika Fang Lin melewatinya untuk masuk ke dalam gedung, ia tentu mengekori suaminya tersebut


"Aku tidak tau, tapi di antara semua Absolute itu ada beberapa wajah yang kukenal." Fang Lin menjawab sembari meletakkan Mahkota di tangannya ke dekat Mahkota lainnya.


"Sebenarnya cukup aneh kalau menyimpulkan ini adalah balas dendam, karena aku hanya pernah mengambil mangsa mereka sebanyak satu kali saja." Fang Lin berbalik dan menatap Yue, lalu melanjutinya, "Tapi tidak akan ada sesuatu yang berbahaya akan terjadi, aku bisa memastikannya."


Yue tersenyum lalu menganggukkan kepalanya paham, "Aku mengerti, aku percaya padamu."


Fang Lin tersenyum lembut, lalu memanggil Lien Juan yang bersembunyi di sisi bangunan ini.


"Lien Juan menghadap Tuan." perempuan cantik itu tiba-tiba saja muncul di hadapan Fang Lin dan berlutut.


"Ayo bantu aku." ajak Fang Lin sembari berjalan ke pintu keluar.


"Dengan senang hati, Tuan." Lien Juan menjawab dengan patuh, kemudian mengikuti Tuannya dari belakang.


Fang Lin bersama Lien Juan akhirnya terbang keluar dari pemukiman, sementara Yue mengamatinya dari kejauhan.


"Aku harap kamu bisa memenangkannya." Yue bergumam dalam hati, seandainya saja ia bisa ikut campur dalam Turnamen Semesta mungkin pertempuran itu akan jauh lebih mudah untuk Fang Lin.


***


"Kita akan memenangkan perang ini, jangan buat Tuan malu!" Bai Hu memberikan semangat pada semua orang melalui telepati, ia sekarang ini sedang bertukar serangan dengan seorang Absolute yang terdapat Lingkaran Cahaya di atas kepalanya.


"Tuan sudah bergabung, ayo mengamuklah sebisa kalian!" Diablo menambahkan dan membuat para bawahan intinya lainnya tambah semangat.


Ketika Fang Lin mengikuti perang, dia tanpa ragu langsung mengeksekusi teknik-tekniknya pada Absolute yang mendatanginya.


Tentu saja itu sama sekali tidak mudah karena bukan hanya satu atau dua saja yang datang menghampiri Fang Lin, tetapi sepuluh Absolute menyerangnya pada waktu yang bersamaan.


Apalagi mereka yang menyerangnya adalah Absolute dengan Lingkaran Cahaya di atas kepala mereka.


"Kenapa kau begitu bangga setelah melakukan keroyokan seperti ini?" tanya Fang Lin dengan kerutan di alisnya, "Lagipula, kalian ini adalah ras Malaikat, bukan? Setauku Malaikat bukanlah seorang pengecut, apa kalian seorang Malaikat palsu?"


"Dasar bajingan ini, teruslah melakukan provokasi rendahanmu! Aku akan mencabik-cabikmu dan menempatkan jiwamu ke Neraka bagian terdalam!"


Dengan mudahnya, Malaikat tersebut terprovokasi oleh ucapan Fang Lin. Serangan yang dilancarkannya memang tambah cepat dan kuat, tetapi dampaknya menjadi tidak teratur sehingga menciptakan celah kecil yang bisa dirinya manfaatkan.


Sepersekian detik celah kecil terbuka, Fang Lin langsung memanfaatkannya dengan cara mengeksekusi teknik berdampak area.


Booom!


Ketika itu terjadi, mereka langsung menjauh karena dampak yang diberikan dari serangan tersebut sangat mengerikan.


Melihat mereka menjauhkan diri ke tempat yang berbeda-beda, Fang Lin langsung mengicar satu yang terlemah dati mereka. Agar bisa mendominasi peperangan ini, ia akan membuat mereka semua sibuk dengan cara memerintahkan pasukan bayangannya yang sudah bersiap untuk menyerang para Malaikat itu.


Puluhan juta pasukan bayangan di ranah Supreme Being menyerang para Absolute Malaikat secara bersamaan.


Pada saat itu terjadi, para Absolute Malaikat menjadi kacau karena direpotkan dengan berbagai serangan. Meskipun semua serangan itu tidak berdampak pada mereka, tetapi tetap saja mereka kesulitan dengan semua serangan itu.


"Apa-apaan ini?! Hukum Manipulasi sama sekali tidak berguna!" salah satu Malaikat dengan Lingkaran Cahaya terkejut, karena seharusnya makhluk Absolute seperti mereka mampu melakukan perkara semacam itu.


Ketika mereka dilanda kekacauan serta kebingungan, Fang Lin langsung mengirimkan telepati pada bawahan intinya untuk mengeroyok Malaikat yang mempunyai Lingkaran Cahaya di atas kepalanya.


Para bawahan inti yang menerima telepati tersebut langsung mematuhi perintah Tuan mereka, dan menyerang satu Malaikat itu secara bersamaan.


Absolute Malaikat lainnya yang mengetahui kalau salah satu rekan mereka dikeroyok oleh lawan hendak membantu, tetapi Fang Lin segera menghalangi mereka semua dan mengeksekusi teknik yang membuat mereka disibukkan.


Perang itu berlangsung dengan sangat kacau, pihak Malaikat benar-benar dibuat sibuk oleh pasukan bayangan.


"Raguel dalam keadaan terpojok, kalau kita tidak membantunya, dia mungkin bisa mati sebentar lagi!" seorang Malaikat Remiel berseru lewat telepati, julukannya adalah Thunder of God.


"Kita harus membuat rencana, tidak mungkin dia tidak punya kelemahan! Lancarkan teknik serangan terkuat kita, buat dia menjauh dari orang-orangnya!" ucap Ariel, seorang Malaikat yang dijuluki sebagai Lion of God.


"Aku akan memberikan buff peningkatan kekuatan serangan pada kalian, ini adalah buff terakhirku! Aku harap kalian bisa menggunakannya dengan baik." timpal Anael, sang Grace of God.


Setelah Anael berkata demikian, dia langsung menangkupkan tangan seperti berdoa dan lingkaran cahaya kuno muncul di atas langit lalu memberikan buff dalam bentuk berkah kepada orang-orang yang berada dalam jangkauannya.


Pada saat buff diberikan, semua Malaikat yang ada di sana merasakan kekuatan mereka meningkat secara drastis, sementara kekuatan serangan Fang Lin serta makhluk bayangan akan dikurangi selama masih berada di dalam jangkauan lingkaran kuno.


"Wah, aku mendapatkan pengurangan kekuatan, ya?" Fang Lin diam-diam tersenyum pahit saat merasakan kekuatannya melemah, "Kalau membiarkan ini terus berlanjut, aku bisa saja kalah."


"Sepertinya aku harus menggunakan salah satu kartu As-ku di wilayah ini." ucap Fang Lin dalam hati, kemudian di sela-sela pertukaran serangan ia mengambil kesempatan untuk mengeluarkan sebuah batu krisal bulat berwarna hijau.


Bam!


Ketika Fang Lin baru saja mengeluarkannya, batu kristal tersebut pecah oleh salah satu serangan yang dilakukan oleh Ariel.


"Wah, kau baik sekali karena sudah membantuku memecahkannya." Fang Lin tertawa kecil, dan membuat alis Ariel serta beberapa Malaikat lainnya mengerut.


Tidak lama setelah Fang Lin berkata demikian, suara raungan yang bermacam-macar terdengar dari berbagai arah.


"Kalian sebentar lagi sekarat loh." Fang Lin meningkatkan permainan pedangnya, dan membuat fokus para Malaikat itu sulit untuk dibagi.


"Jadi kau sudah mempersiapkan sesuatu, ya?" Phanuel menyipitkan matanya, dia adalah Face of God, "Kalau begitu, kami juga tidak mau kalah, bajingan!"


Wajah Phanuel mengeluarkan cahaya yang begitu terang, dan itu membuat makhluk bayangan mematung karena cahaya tersebut sangat suci sampai-sampai mengunci gerakan mereka.


Fang Lin juga terkena dampaknya tetapi itu hanya berlangsung selama beberapa saat saja.


Tidak hanya Phanuel saja tetapi Azrael, Remiel, Selaphiel, Jegudiel, Barachiel dan Sariel melancarkan teknik serangan terkuat mereka pada Fang Lin sehingga membuat pemuda tampan itu melebarkan mata secara sempurna dan terpental ke belakang di udara dengan sangat cepat.


Whooooosh!


Fang Lin yang masih terpental di udara tiba-tiba saja berhenti di jarak tiga juta kilometer karena ada seekor Naga berwarna coklat yang menangkapnya.


"Tak kusangka akan melihatmu dalam kondis yang menyedihkan, Tuan." Heng Zhanjin tersenyum kecut.


Fang Lin yang memuntahkan darah segar dengan berbagai luka di tubuhnya langsung tertawa kecil, "Serangan mereka benar-benar luar biasa, oadahal aku sudah menciptakan lapisan pelindung menggunakan 30 persen energiku, tapi itu masih tetap bisa ditembus dengan mudah." ucap Fang Lin, lalu mulai melayang sendiri dan membersihkan luka di tubuhnya, "Efek serangan dari mereka memperlambat regenerasiku, sepertinya aku membutuhkan waktu sampai semua luka milikku pulih."


"Kalau begitu, saya akan melindungi anda, Tuan." Heng Zhanjin menawarkan diri.


"Tidak perlu, kau bantu saja teman-temanmu. Aku bisa menjaga diri di sini..." balas Fang Lin dengan tenang.


"Uh, saya mengerti, Tuan." Heng Zhanjin menjawab dengan patuh, dan sebelum pergi dia kembali bertanya, "Omong-omong, kenapa anda tidak mengeluarkan kami setelah sampai di wilayah ini saat perang berlangsung?"


"Aku takut ada peserta lain yang memanfaatkan kejadian ini dengan cara menyerang wilayah ini setelah perang melawan para Malaikat itu berakhir, tapi sayangnya kondisi sekarang tidak menguntungkan sama sekali dan mau tak mau harus mengeluarkan kalian." Fang Lin menjelaskan dengan cukup rinci sehingga Heng Zhanjin menganggukkan kepalanya paham.


"Saya mengerti, Tuan. Kalau begitu, saya pergi dulu..." balas Heng Zhanjin sembari menundukkan badannya.


"Ya, berhati-hatilah pada Malaikat inti yang mempunyai Lingkaran Cahaya di atas kepala. Mereka berbahaya, kuharap jangan terlalu memaksakan diri." ucap Fang Lin mengingatkan.


"Saya mengerti, Tuan." Heng Zhanjin menjawab patuh, dan sekali lagi izin pergi dari sana.


Fang Lin hanya mengangguk kecil untuk menanggapi itu, dan Naga berwarna coklat itu langsung melesat pergi dari sana dengan sangat cepat.


Bersambung......


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: God di sini adalah Dewa, bukan Tuhan. Dan nama-nama Malaikat itu berasal dari salah satu website yang Author baca, tidak ada maksud untuk menyinggung Agama tertentu atau semacamnya.


Lalu ingat kalau ini hanya fiksi, jadi jangan terbawa perasaan.


Pesan ini hanya untuk jaga-jaga karena takut ada pembaca yang salah paham.


Happy New Year! ^_^