System Sang Immortal

System Sang Immortal
Ajakan Memasuki Grup


Fang Lin dibawa oleh resepsionis perempuan itu ke sebuah ruangan yang sepi, di dalam sana ada sebuah altar kecil dan kristal bulat seukuran genggaman tangan.


"Nama Kristal ini adalah Kristal Pengukur Peringkat. Tuan hanya perlu meletakkan tangan di atas kristal tersebut, dan nantinya itu akan memancarkan sebuah warna."


"Warna?"


"Yap, warna yang menentukan kekuatan anda. Dan itu terdiri dari coklat, silver, emas, biru dan ungu. Kalau kristal tersebut mengeluarkan cahaya berwarna coklat, maka anda akan mendapatkan tingkat Bronze-- yang paling rendah."


Mendengar penjelasan yang dilakukan oleh perempuan itu membuat Fang Lin menganggukkan kepalanya paham, sebelum dirinya meletakkan tangan di atas kristal pengukur-- ia lebih dulu menganalisanya menggunakan Qi agar dirinya bisa menentukan peringkat miliknya.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin mengangkat tangan kanannya ke atas kristal pengukur dan tidak lama setelah itu cahaya terang berwarna emas memancar dari sana.


Perempuan resepsionis itu mengangkat sedikit alisnya karena cukup terkejut melihatnya, ia kemudian menatap wajah Fang Lin yang ditutup oleh kupluk mantel.


Deg.


Jantungnya seakan berhenti sesaat ketika melihat wajah tampan Fang Lin yang seperti malaikat, perempuan resepsionis itu menutup mulutnya dengan kedua tangan dan wajahnya mulai memerah seperti tomat.


"Hm?" Fang Lin menyadari reaksi perempuan di sampingnya, ia mengangkat tangannya dari kristal pengukur dan bertanya, "Apakah peringkat Gold adalah sesuatu yang langka?"


"T-tidak! A-aku...' perempuan resepsionis itu menundukkan kepalanya ke bawah karena saking gugupnya, "A-apakah a-anda punya pasangan?"


"Kenapa tiba-tiba menanyakan itu? Apa dia melihat wajahku?" Fang Lin bertanya-tanya dalam hati, kemudian berkata, "Aku punya lima Istri, dan tidak punya niatan untuk menambah lagi."


Raut wajah perempuan resepsionis itu seketika menjadi kaku, matanya melebar seolah hatinya baru saja dicabik-cabik secara brutal.


"Aiyooo, kamu sungguh tidak profesional, nak."


Seorang kakek tua muncul entah dari mana, ia berjalan mendekati perempuan resepsionis itu lalu memegang pundaknya, "Mulai dari sini, kakek yang akan mengurusnya."


"Tapi, kek..."


"Sudahlah... Tidak apa."


Perempuan resepsionis itu memandangi Fang Lin selama beberapa waktu sebelum berjalan keluar dari ruangan dengan raut wajah yang muram.


"Halo, petualang. Perkenalkan, namaku adalah Vulhan. Aku adalah Ketua dari Serikat Pemburu ini." kakek tua itu tersenyum ketika memperkenalkan dirinya.


"Ah, nama saya Fang Lin. Salam kenal, pak tua."


"Fang Lin? Namamu cukup unik." Vulhan terkekeh kecil, "Oh, ya. Selamat karena kau telah menjadi Pemburu peringkat Gold. Kartu Identitas Pemburu akan diberikan dalam satu minggu lagi, jadi kembalilah kemari setelah jangka waktu yang ditentukan."


"Hm, ada kartu Identitas juga?" Fang Lin sedikit mengangkat alisnya, "Omong-omong, apa aku bisa memulai misinya sekarang?"


"Kartu Identitas itu penting, Petualang Fang. Karena dirimu adalah Peringkat Gold, kau bisa memasuki kota manapun di Kerajaan Avalon tanpa dipunguti biaya sepeser-pun. Sederhananya, semakin tinggi peringkatmu maka akan semakin banyak hak istimewa yang bisa kau terima." jelas Vulhan, lalu menjawab pertanyaan kedua, "Sebelum mendapatkan kartu Identitas, kau tidak bisa menjalankan misi."


"Begitukah? Sayang sekali..." Fang Lin berbalik dan kemudian berjalan keluar dari ruangan itu, "Kalau begitu aku pergi, pak tua."


"Baiklah, petualang Fang." Vulhan tersenyum tipis, dan memandangi pemuda bermantel hitam itu yang mulai menjauh darinya.


***


Fang Lin keluar dari Serikat Pemburu dan kemudian berjalan-jalan di pusat kota, ketika dirinya sedang menikmati suasana di sekitarnya-- seseorang datang padanya dan menghalangi jalannya.


Fang Lin tidak mengatakan apapun dan hanya memandangi pemuda yang menghalangi jalannya dalam diam.


"Grup kalian?" Fang Lin menatap ke satu arah dan menemukan sekelompok orang sedang memerhatikan mereka dari kejauhan, "Apakah itu teman-temanmu?"


Pemuda itu cukup terkejut karena Fang Lin bisa menyadari keberadaan teman-temannya dalam waktu yang sangat singkat.


"Itu benar."


"Kenapa kau mendatangi diriku? Apakah aku terlihat seperti orang yang berguna di matamu?'


"Kami membutuhkan satu orang lagi untuk memenuhi syarat memasuki Dungeon. Di dalam Serikat Pemburu, tidak ada yang mau menerima undanganku-- jadi kami menunggu pemula dan mengajaknya untuk bergabung."


"Kenapa tidak menyewa orang bayaran saja? Bukankah itu lebih mudah daripada menunggu sesuatu yang tidak pasti?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.


"Ah... Sebenarnya Dungeon yang ingin kami masuki adalah Labyrinth of The Death, karena hal itu-- tidak ada satupun orang yang berminat masuk ke dalam grup kami meskipun ditawarkan bayaran yang menggiurkan."


"Labyrinth of The Death? Tempat apa itu?"


"Huh, apakah anda tidak mengetahuinya?"


"Tidak, aku adalah seorang Pemula."


Pemuda itu terdiam sejenak sebelum menghela nafas panjang, "Labyrinth of The Death adalah sebuah Dungeon tingkat 4, tempat itu adalah labirin tanpa ujung, rumornya-- orang-orang yang masuk ke dalam sana tidak akan pernah bisa keluar lagi."


"Dungeon tingkat 4?" Fang Lin bergumam pelan, "Setauku Dungeon adalah sebuah jalan menuju ke dimensi berbeda, dan itu dimanfaatkan oleh para petualang atau pahlawan yang dipanggil ke dunia ini untuk menjadi kuat."


Pemuda yang tidak sengaja mendengar ucapan pelan Fang Lin menganggukkan kepalanya, "Itu benar, sebagai pemula-- anda cukup tau banyak."


Fang Lin sendiri kembali menatap pemuda di depannya, lalu berkata, "Dungeon tingkat 4 adalah labirin berbahaya, apakah kau dan grupmu mencoba untuk membunuhku?"


"Tidak, tentu saja tidak! Sebelum berusaha merekrut pemula sepertimu, kami sudah sepakat untuk melindungi mereka yang lemah-- bisa dibilang kau tinggal masuk dan mengamati kami bertempur dari barisan belakang."


"Hm, lalu apa bayarannya kalau aku ikut dengan kalian?"


"Kami akan memberimu seribu keping emas dari total hadiah penyelesaian misi, yaitu: 20 ribu keping emas."


"Baiklah, ayo." Fang Lin langsung menerima ajakan dari pemuda itu tanpa pikir panjang, bukan karena ia tergiur dengan bayarannya-- akan tetapi untuk mengisi waktu luangnya selama satu minggu ini.


Faktanya, kepingan emas di Dunia ini sama sekali tidak berharga di mata Fang Lin. Karena ia sudah mengetahui detail dari material mata uang tersebut, ia bisa menciptakan kepingan emas yang tidak terhitung jumlahnya melalui skill Creator.


"Eh, langsung diterima?" pemuda itu terkejut tetapi tidak terlalu mengekspresikannya, "Sepertinya dia sangat membutuhkan uang."


"Kenapa kau diam saja?" Fang Lin sedikit mengangkat alisnya.


"Ah, tidak. Ayo pergi..."


Selama di perjalanan, pemuda itu memperkenalkan dirinya sebagai Colin-- ia adalah seorang Penyihir Circle-5 dan mempunyai Peringkat Silver, Fang Lin juga melakukan hal yang sama-- hanya saja ia tidak memberitahu peringkat asli miliknya dan mengaku sebagai Pemburu Peringkat Bronze.


Colin juga memberitahu kalau di Grup mereka ada seorang Peringkat Platinum dan dua orang Peringkat Gold, jadi bisa dibilang keamanan grup terjamin dengan adanya mereka bertiga.


Fang Lin hanya menyimak perkataan pemuda itu dengan anggukkan pelan, ia memang sudah mengetahui kalau ada orang kuat di antara kelompok itu.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.