System Sang Immortal

System Sang Immortal
Mempelajari Jurus Paus Biru Pelahap Semesta


"Kekanak-kanakan sekali sifat mereka itu..." Leng Jin berkata sesaat setelah ketiga Absolute tersebut menghilang dari sana.


"Hahaha... Meskipun begitu kesetiaan mereka terhadap Celestial Absolute patut diacungi jempol." Fang Lin tertawa kecil saat menanggapinya.


"Saya percaya kalau satu-persatu dari mereka akan mengikuti jejak saya, hanya masalah waktu sampai saat itu terjadi." ucap Leng Jin, kata-katanya itu penuh dengan keyakinan.


Fang Lin yang mendengarnya langsung tersenyum tipis, kepalanya mengangguk sekali dan berkata, "Aku juga berharap demikian..."


***


Setelah pengabdian Leng Jin, Fang Lin membawa bawahan barunya tersebut ke dalam Dunia Jiwanya. Tentu saja ia membatasi kekuatan Absolute tersebut untuk berjaga-jaga, dan mereka berdua pergi menemui Yue yang berada di aula Istana Es.


"Kamu sedikit terlambat dari yang kuperkirakan, apakah terjadi sesuatu?" Yue bertanya, nadanya terdengar tenang.


"Bukan sesuatu yang penting..." Fang Lin menggeleng kecil, lalu menoleh ke arah Leng Jin di sebelahnya, "Dia adalah Leng Jin, Absolute yang kubicarakan sebelumnya denganmu. Dia sudah mengabdi padaku, dan aku ingin kamu memeriksanya."


Sementara itu, Leng Jin menangkupkan tangan sambil menunduk ketika Tuannya tersebut memperkenalkan dirinya pada Yue.


"Begitu, ya?" Yue mengangguk beberapa kali, lalu memeriksa hatinya.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, Yue mengangguk beberapa kali dan berkata, "Untuk sekarang, dia mungkin akan melayanimu karena bentuk kesetiaannya pada Celestial Absolute. Namun, seiring berjalan waktu dia akan mulai melayanimu selayaknya dia melayani Tuannya terdahulu..."


Setelah Yue berkata demikian, Leng Jin memasang ekspresi terkejut karena kalimat pertama yang keluar dari mulut perempuan cantik tersebut adalah kebenaran.


"Baguslah..." Fang Lin merasa lega meskipun mendapatkan jawaban seperti itu, ia kemudian memanggil Diablo ke hadapannya melalui telepati.


Tidak sampai satu detik setelah Fang Lin menghubungi Diablo, Iblis Primordial itu muncul di hadapannya sembari memasang postur yang sopan.


"Diablo menghadap Tuan..." ucap Diablo dengan tenang.


Penampilan Diablo saat ini tidak jauh berbeda sewaktu Iblis Primordial itu menjadi bawahan Fang Lin, yang paling mencolok dalam perbedaannya adalah Mana yang terkandung dalam tubuhnya. Limpahan Mana tersebut sangatlah luar biasa, dia kemungkinan hampir mendekati ranah Absolute.


"Namanya adalah Leng Jin, tolong kau perkenalkan dia pada sistem Dunia Jiwa sekaligus peraturannya juga." Fang Lin memberikan perintah, dan Iblis Primordial itu langsung mengangguk patuh.


"Saya dengan senang hati melakukannya, Tuan." jawab Diablo dengan tenang, lalu menghadap ke arah Absolute Iblis itu, "Mari ikuti aku..."


Diablo langsung meletakkan sedikit Mananya pada tubuh Leng Jin, sebelum pergi dari sana ia terlebih dahulu izin pamit pada Tuannya dan juga Nona Yue.


"Kenapa kamu tidak memanggil Heng Zhanjin saja sebagai perantaranya? Bukankah dia akan lebih baik daripada Diablo mengingat Leng Jin adalah teman dekatnya." Yue bertanya sesaat setelah kepergian kedua Iblis itu.


"Bukankah Heng Zhanjin sedang dalam latihan tertutup?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya, seingatnya Absolute Naga Coklat itu sedang berusaha memperkuat pondasi ketahanan tubuhnya.


"Dia sudah selesai latihan tertutupnya beberapa tahun lalu..." Yue memberitahu.


"Oh, begitu..." Fang Lin mengangguk paham, lalu melanjutinya, "Ya, sudahlah. Lagipula Diablo adalah bawahan yang mudah berteman."


Yue menghela nafasnya dan tidak lagi mengejar topik tersebut lebih jauh, "Omong-omong, kenapa kamu tadi pergi ke Dunia Abyss?" tanya Yue penasaran.


"Oh, karena aku bosan, aku iseng memeriksa peringkat kubahku." jawab Fang Lin cepat.


"Lalu, bagaimana hasilnya?"


Yue tersenyum tipis, kemudian menggenggam tangan suaminya, "Tidak perlu merasa berkecil hati, dulu saja kamu tidak menginjak sepuluh besar tetapi sekarang hampir menempati peringkat pertama. Itu adalah perkembangan yang luar biasa..." ucap Yue menyemangati, kemudian menambahkan, "Mengingat masih ada banyak waktu yang tersisa, tidak menutup kemungkinan kalau kamu nantinya bisa mencapai peringkat teratas dari semua peserta Turnamen Semesta."


"Yah, kamu benar..." Fang Lin ikut tersenyum, kemudian bertanya, "Apakah kamu sibuk akhir-akhir ini, kita sudah cukup lama tidak bertemu."


"Ya, begitulah... Anak-anak masih membutuhkan pengawasan yang ketat dalam latihan mereka." jawab Yue sembari mengangguk kecil.


"Hm, apakah kamu mau digantikan oleh Heng Zhanjin? Aku yakin dia bisa menjadi pengawas yang baik..." tanya Fang Lin penasaran.


"Terima kasih atas perhatianmu, sayang. Namun aku ingin melihat secara langsung perkembangan mereka dan juga potensi mereka bisa terpakai seratus persen jika aku yang menjadi pengawasnya." Yue menolak sekaligus menjelaskan alasannya.


Fang Lin menghela nafas panjang melalui mulut ketika mendengar itu, "Kalau kau berkata demikian, aku tidak akan memaksamu." balas Fang Lin sembari menggeleng kecil, "Aku akan pergi dari sini, tolong beristirahat dengan santai sekali-sekali."


"Aku mengerti, sayang." Yue tersenyum sambil mengangguk kecil.


Fang Lin tersenyum, lalu mencium dahi istrinya itu. Kemudian, dirinya menghilang dari sana dalam sekejap dan kembali pergi ke Dunia Abyss.


***


Dunia Abyss.


Selama 500 ribu tahun ini Fang Lin hanya memperkuat pondasi dirinya seperti jumlah Qi, kemurnian Qi, ketahanan tubuh, kekutan jiwa dan yang lain-lain. Namun dalam waktu yang lama itu, ia tidak pernah sekalipun mempelajari jurus baru tipe menyerang ataupun bertahan.


Karena hal itu, Fang Lin memutuskan untuk mempelajarinya mulai dari sekarang. Ia akan belajar jurus yang berada di tingkat Semesta atau di atasnya, tentu saja alasannya karena jurus di tingkat tersebut bisa memberikan dampak yang besar pada ranah Absolute.


"Aku belajar jurus apa, ya?" Fang Lin mengelus dagunya sembari menggeser layar inventorynya, karena ia mewarisi harta seorang Celestial Absolute jadi dirinya tidak perlu membuang-buang poin system dengan membeli jurus di System Shop.


Fang Lin terus menggeser layar inventory ke bawah selama berjam-jam, sampai akhirnya ia berhenti ketika menemukan satu buku yang cukup menarik di matanya.


Tanpa banyak basa-basi, Fang Lin langsung mengeluarkan buku tersebut yang bertulis 'Paus Biru Melahap Semesta'.


"Sepertinya jurus ini cukup bagus." Fang Lin bergumam sembari tersenyum tipis, lalu melanjutinya, "Omong-omong, aku hanya perlu membakarnya sampai habis, ya?"


Keuntungan dari seorang pewaris Celestial Absolute adalah, Fang Lin dimudahkan mempelajari jurus yang diwariskan padanya. Salah satu kemudahan itu dengan cara membakarnya menggunakan Api, dan secara otomatis pembakarnya akan mengetahui isi dari jurus tersebut tetapi tidak memahaminya.


Bisa dibilang, Fang Lin perlu belajar untuk memahami jurus tersebut supaya bisa digunakan olehnya.


Whoooosh!


Setelah memastikan kalau dirinya tidak salah, Fang Lin langsung membakar buku yang ada di tangan kanannya. Tidak lama setelah itu, ia bisa mendapati banyak ingatan asing yang masuk ke dalam kepalanya.


"Sepertinya aku perlu bermeditasi supaya bisa menyerapnya dengan baik." Fang Lin bergumam sebelum melakukan posisi lotus, lalu memejamkan matanya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: Author bingung, Turnamennya kayak gimana. Apa kalian ada saran?