
Xia Jun melebarkan mata-nya ketika mendengar hal itu, Ia mundur beberapa langkah dan mengeluarkan sebuah tombak hitam di udara, "Siapa kau? Kenapa kau ingin mencari putri-ku?" Tanya Xia Jun dengan raut wajah serius.
Melihat patriak mereka mengeluarkan senjata membuat kedua penjaga tadi ikut mengeluarkan senjata mereka.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis, "Aku? Aku adalah seorang putra dari Xia Mei, Putri-mu sendiri" Ucap Fang Lin kemudian menjentik-kan jari-nya.
~Klik~
Seketika dua orang penjaga di dekat-nya berubah menjadi bongkahan es.
Xia Jun yang mendengar itu kembali melebarkan mata-nya, "K-kau... C-cucu-ku?" Tanya Xia Jun dengan nada tidak percaya.
Fang Lin sedikit mengerut-kan alis-nya ketika mendengar itu, "Cucu? Hmph... Kau pikir aku mengakui-mu sebagai kakek-ku?" Ucap Fang Lin mendengus kesal.
"Aku disini ingin membawa ibu-ku kembali, Jika kau menghalangi-ku, Aku akan membuat nasib-mu sama seperti dua prajurit itu" Timpal Fang Lin sambil menunjuk ke arah dua prajurit yang telah menjadi bongkahan es.
Xia Jun tidak melihat ke arah bongkahan es yang Fang Lin tunjuk melainkan menunduk-kan kepala-nya sampai badan, "Maafkan aku... Mungkin sebagai kakek, Aku memang-lah kakek terburuk. Namun saat ini aku ingin meminta sesuatu pada-mu" Ucap Xia Jun sambil menyimpan kembali tombak hitam-nya.
Mendengar itu tentu membuat Fang Lin kebingungan, Bagaimana mungkin kakek tidak tau malu ini meminta sesuatu pada-ku? Yang bahkan mereka berdua saja baru pertama kali bertemu, "Haah.. Katakan" Ucap Fang Lin sambil menghela nafas pelan.
Xia Jun menarik nafas-nya cukup dalam dan mengeluarkan-nya secara perlahan, "Aku ingin diri-mu membawa Mei'er ke tempat aman" Ucap Xia Jun lalu menimpali-nya dengan cepat, "Klan Xia akan menjadi pasukan yang berada di gelombang pertama saat perang melawan Alam 100 Pelangi" Timpal Xia Jun dengan nada rendah.
Fang Lin yang mendengar-nya sedikit menaik-kan alis-nya, "Bukan-kah sudah jelas tujuan-ku kesini untuk membawa ibu, Kenapa kau harus memohon segala?" Tanya Fang Lin dengan nada menyelidik. Ia yakin kalau Xia Jun ada maksud tertentu selain itu.
Xia Jun sendiri terdiam sesaat sebelum membuka mulut-nya, "Aku ingin kau membawa kembali ibu-mu kesini setelah Alam Agung selesai perang dengan Alam 100 Pelangi" Ucap Xia Jun memohon dengan tulus.
"Hmm? Kau pikir aku akan melakukan-nya? Bahkan jika ayah memohon, Aku tetap tidak akan mengembalikan ibu-ku" Ucap Fang Lin dengan nada sinis.
Xia Jun yang mendengar-nya hanya menghela nafas panjang, Ia terdiam sesaat untuk berpikir sesuatu, "Kalau begitu, Bagaimana untuk terakhir kali-nya saja? Aku ingin melihat anak-ku sekali lagi setelah perang itu selesai" Pinta Xia Jun memohon.
Xia Jun sebenar-nya tidak ingin putri-nya bergabung dalam perang, Karna ia tau perang yang nanti mereka akan lalui sangat-lah sulit. Terlebih lagi Xia Mei masih berada di ranah Immortal, Jadi kemungkinan-nya untuk selamat sangat-lah kecil.
Satu-satunya jalan untuk menyelamatkan putri-nya dari perang adalah membawa-nya pergi dari sini sebelum perang tersebut di mulai, Namun ia tidak tau harus menyuruh siapa untuk membawa putri-nya, Karna di Klan Xia ia tidak bisa mempercayai satu orang-pun termasuk para tetua.
Fang Lin yang mendengar itu langsung terdiam, Ia saat ini sedang memutus-kan permohonan dari Xia Jun.
"Baik-lah... Aku akan melakukan-nya, Namun jika kau menyergap-ku di saat aku membawa kembali ibu kesini, Maka jangan harap klan Xia akan berdiri lagi di Alam Agung" Ucap Fang Lin dingin.
Xia Jun menghela nafas-nya pelan dan mengangguk-kan kepala-nya mengerti, "Terima Kasih... Aku berjanji akan menepati perkataan-ku" Ucap Xia Jun berterima kasih.
"Kalau begitu, Ayo kita masuk dan temui ibu-mu" Timpal Xia Jun sambil mempersilahkan Fang Lin masuk ke dalam.
Fang Lin mengangguk-kan kepala-nya pelan dan mengikuti Xia Jun dari belakang.
~Crakkkk~
~Trassssshh~
Di sisi lain, Kini Fang Lin berada di ruang tamu mansion besar milik Xia Jun, Ia saat ini sedang duduk di sebuah kursi kayu.
"Siapa kau?" Sebuah suara lembut terdengar jelas di telinga Fang Lin. Ia menoleh ke arah sumber suara tersebut dan mendapati seorang wanita paruh baya yang cantik sedang berjalan ke arah-nya.
Fang Lin terdiam sesaat sebelum membuka topeng-nya secara perlahan, "Aku adalah Fang Lin, Anak dari Fang Qin..." Ucap Fang Lin memperkenal-kan diri disaat wanita paruh baya tersebut duduk di hadapan-nya.
Xia Mei yang mendengar-nya langsung melebarkan mata-nya, Ia menatap ke arah ayah-nya yang kini sedang berdiri di dekat-nya, "A-apakah benar?" Tanya Xia Mei dengan nada tidak percaya.
Sedangkan Xia Jun yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, "Tentu... Memang-nya siapa lagi?" Jawab Xia Jun dan membuat Xia Mei mengalihkan pandangan-nya kembali ke Fang Lin.
Mata Xia Mei langsung mengkilap karna berkaca-kaca, Ia tidak tau harus ber-ekspresi senang atau sedih ketika melihat anak-nya, "Fang'er... M-maafkan ibu" Ucap Xia Mei yang langsung berjalan menuju Fang Lin.
Fang Lin sendiri hanya tersenyum ketika ibu-nya memeluk-nya dengan erat saat sudah sampai ke dekat-nya, "Ibu... Tidak perlu meminta maaf, Bukan-kah kita seharusnya senang karna dapat bertemu?" Tanya Fang Lin sambil mengusap punggung ibu-nya pelan. Ia paham kalau ibu-nya saat ini merasa bersalah karna tidak pernah merawat-nya dari kecil, Namun ia dapat memaklumi hal itu.
Xia Mei yang mendengar-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya sambil tersenyum, "K-kau b-benar... Seharusnya ibu bersyukur dapat bertemu dengan-mu" Ucap Xia Mei terisak-isak.
Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum, "Aku juga bersyukur bisa bertemu dengan ibu..." Gumam Fang Lin pelan sambil mengeratkan pelukan-nya.
Cukup lama mereka berdua berpelukan dan kini Fang Lin menyudahi hal itu, "Ibu, Kita sekarang harus membicarakan tentang kepergian-mu" Ucap Fang Lin dan membuat Xia Mei terheran.
Xia Mei langsung menatap ayah-nya dengan tatapan meminta penjelasan, Sedangkan Xia Jun sendiri dengan segera menjelaskan hal itu.
Xia Mei yang mendengar penjelasan ayah-nya menjadi senang. Namun di sisi lain, Ia merasa sedih karna ayah-nya tidak ingin ikut pergi.
Xia Mei mencoba membujuk ayah-nya, Namun Xia Jun tetap gigih dengan keputusan-nya, "Ayah... Kenapa kau tidak ikut dengan kami saja? Lagi pula sebentar lagi ayah ingin pensiun dari kursi patriak bukan?" Ucap Xia Mei kepada ayah-nya.
Xia Jun yang mendengar itu hanya menggelengkan kepala-nya pelan, "Tidak bisa... Aku masih bertanggung jawab atas nama klan Xia" Ucap Xia Jun yang tetap mempertahankan keputusan-nya.
Xia Mei sendiri yang melihat keputusan gigih ayah-nya hanya bisa menghela nafas panjang, "Haah... Kalau begitu aku punya satu permohonan" Ucap Xia Mei dengan nada serius.
Xia Jun sedikit mengerut-kan alis-nya ketika mendengar itu, "Apa permohonan-mu? Ayah bisa mengabulkan semua-nya kecuali hal tadi yang kau minta" Jawab Xia Jun dengan nada tenang.
"Kembali-lah dengan selamat... Setidaknya ayah harus selamat dari peperangan itu" Ucap Xia Mei cepat.
Xia Jun yang mendengar permohonan anak-nya hanya tertawa pelan, "Baik-lah... Aku berjanji akan kembali dengan selamat" Ucap Xia Jun sambil tersenyum.
Xia Mei sendiri ikut tersenyum ketika mendengar-nya, Ia kemudian berdiri dan menatap kedua pria yang sedang duduk di kursi, "Kalau begitu aku bersiap-siap dulu..." Ucap Xia Mei dan diangguki bersama oleh mereka berdua.
Xia Mei yang melihat angguk-kan mereka berdua langsung berjalan pergi ke lantai 2 mansion dan menuju kamar-nya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.