System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kabar Dari Khatz


Berita tentang menuju ke Dunia Evangellion tersebar luas dengan sangat cepat ke telinga para bawahan. Semua orang saat ini sedang mengerumuni Khatz, mereka ingin memastikan kebenaran dari kabar tersebut.


"Khatz, apakah kabar yang kau sebarkan itu benar-benar asli?"


"Kalau kabar itu benar, bagaimana cara kita untuk pergi ke sana? Setauku, Dunia Evangellion berada di Alam Semesta yang berbeda."


"Apa alasan kita melakukan persiapan? Bukankah kekuatan tempur yang kita miliki sekarang sudah sangat cukup?"


Yang Jian, Bai Hu, Hu Jiazhen dan yang lainnya terus melontarkan pertanyaan pada rubah ungu berekor sembilan itu.


Khatz sendiri menggertakkan giginya, ia merasa sangat kesal karena mereka sama sekali tidak memberikan dirinya waktu untuk berbicara.


"Brengsek! Diam dulu, sialan!" Khatz berteriak lantang sembari mengeluarkan aura dominasinya, "Kalau kalian memberikanku sebuah pertanyaan, berikan aku waktu untuk menjawabnya, keparat!"


Suasana langsung berubah menjadi hening ketika Khatz meneriakkan hal itu. Khatz terdiam sejenak sembari mengedarkan pandangannya, ia menghela nafas panjang dan berkata, "Berita yang kukatakan itu adalah kebenaran. Cara kita untuk pergi ke Dunia Evangellion adalah melewati portal yang sudah aku ciptakan..." Khatz mulai menjelaskan kekurangan dari portal tersebut sekaligus solusi yang sudah didapatkan.


Para bawahan yang mendengar itu hanya bisa menyimak dalam diam. Ketika Khatz selesai menjelaskan semuanya, Diablo tiba-tiba saja muncul di dekatnya dan langsung bertanya, "Lalu, apa alasan kita harus menyiapkan kekuatan?"


"Aku tidak tau alasan pastinya, tapi Nona Yue yang memerintahkan kita semua untuk berlatih sampai waktu yang ditentukan." jawab Khatz dengan suara tenang.


Suasana menjadi sedikit ramai, mereka mulai penasaran dengan makhluk-makhluk yang ada di Dunia Evangellion.


Diablo sendiri langsung menghilang dari sana dalam sekejap, ia tak mau ditanya-tanya mengenai Dunia Evangellion-- karena itu akan menjadi sesuatu yang merepotkan.


Beberapa saat kemudian, para bawahan juga mulai membubarkan diri-- mereka yang sebelumnya sedang bersantai dan menikmati hidup, kini langsung berkultivasi layaknya orang gila.


***


Di sebuah Mansion Mewah.


Li Fan dan Sylvia kembali ke tempat tinggal mereka setelah memastikan kebenaran dari kabar tersebut.


"Dunia Evangellion, ya." Sylvia menghela nafas berat, di dunia itu ia masih mempunyai beberapa pertanyaan yang belum bisa dirinya jawab.


"Apa kamu masih penasaran alasan kamu dipindahkan kemari?" Li Fan bertanya sembari menatap wajah istrinya.


Sylvia terdiam sejenak sebelum menganggukkan kepalanya pelan, "Begitulah..."


Li Fan tersenyum tipis lalu mengelus kepala Sylvia, "Aku paham perasaanmu, kalau kita pergi ke Dunia Evangellion-- aku berjanji akan mencari tau semua alasan yang saat ini kau pertanyakan." ucap Li Fan mencoba menghibur Istrinya yang cantik itu.


"Terima kasih, sayang." Sylvia memberikan senyum manisnya.


Ketika mereka berdua hendak memasuki Mansion, sebuah suara yang terdengar mungil memanggil keduanya dengan sebutan 'Ayah' dan 'Ibu'.


"Li Yuan? Astaga, kenapa tubuhmu dipenuhi dengan darah?" Sylvia langsung merasa khawatir ketika ia menemukan anaknya dalam keadaan bersimbah darah.


"Ah, itu... Dia baru saja membunuh seekor Beruang putih saat berada di Alam Tanah Kultivator." Yun Feng yang berada dalam wujud manusianya muncul tidak jauh dari Li Fan dan Sylvia berada.


"Beruang? Kau menyuruh anak kecil berumur 7 tahun untuk membunuh seekor beruang putih seorang diri?!" Sylvia tak habis pikir ketika mendengar itu.


Sylvia memandang tajam Yun Feng sebelum ia pergi dari sana sembari membawa anak laki-lakinya ke dalam Mansion.


"Ugh... Apakah suasana hatinya sedang buruk saat ini?" Yun Feng langsung bertanya pada Li Fan, tidak biasanya Sylvia marah hanya karena masalah itu.


"Ya, begitulah... Dia sepertinya menjadi sedikit lebih sensitif karena ada kabar yang menyinggung Dunia Evangellion." jawab Li Fan dan ia langsung menjelaskan kabar yang diumumkan oleh Khatz beberapa waktu lalu, ia tau kalau Serigala Bintang itu tidak mengetahui apa-apa karena baru saja kembali dari Alam yang berbeda.


......


Sesaat setelah mendengar penjelasan dari Li Fan, Yun Feng menganggukkan kepalanya selama beberapa kali, "Persiapan sebelum ke sana, ya..." gumam Yun Feng, lalu menatap pemuda tampan di depannya, "Kalau begitu, aku pergi terlebih dahulu."


"Baiklah... Terima kasih karena telah menemani Li Yuan berburu, dan maaf dengan sikap Istriku barusan." Li Fan sedikit menundukkan badannya ketika mengatakan itu.


"Hahahaha..... Santai saja, kita sudah lama saling mengenal." Yun Feng tertawa lantang, dan ia menghilang dari tempatnya dalam sekejap.


Melihat kepergian Serigala Bintang, Li Fan terdiam sejenak sebelum berbalik dan memasuki pintu masuk Mansion.


***


Di pinggir Danau yang luas, Fang Qin saat ini sedang memancing tanpa mengeluarkan suara sedikitpun. Tidak jauh dari tempatnya berada, ada sebuah Gazebo mewah yang di mana Xia Mei sedang berkultivasi di sana.


"Apa ada sesuatu yang terjadi?" Xia Mei perlahan membuka matanya dan ia menemukan Guo Ren yang sedang berlutut di bagian luar Gazebo.


"Ya, Nyonya. Ada sebuah berita dari Tuan Fang Lin." jawab Guo Ren cepat.


"Apa itu?" Xia Mei langsung bertanya.


Guo Ren sendiri mulai menjelaskan berita tersebut pada Xia Mei, ia sedikit memperkuat suaranya karena tau kalau Fang Qin ikut mendengar ucapannya dari kejauhan.


Setelah Guo Ren menyelesaikan penjelasannya, Xia Mei hanya diam-- sedangkan Fang Qin merasa cukup tertarik dengan hal itu.


"Jadi Fang'er meminta semua orang untuk memperkuat diri sebelum pergi ke Dunia Evangellion, begitu?" tanya Fang Qin memastikan.


"Ya, Tuan Besar." jawab Guo Ren.


"Baiklah, terima kasih atas informasinya... Kau boleh pergi sekarang." ucap Fang Qin, dan Guo Ren hanya mengiyakan sebelum dirinya pergi dari sana.


"Apa yang sedang kamu pikirkan, Istri?"


"Tidak ada, bukan sesuatu yang spesial." jawab Xia Mei, ia kembali memejamkan mata dan mulai berkultivasi kembali.


Fang Qin merasa sedikit aneh dengan tingkah Istrinya itu, namun ia tidak memikirkannya lebih jauh dan pandangannya kembali mengarah ke Danau.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.