
"Aku tau kalau dia adalah Absolute terkuat di sini, tapi bagaimana mungkin dia bisa setenang ini melawan tiga Absolute yang sudah mengerahkan kemampuan terbaik mereka?!" salah seorang Absolute berwujud Iblis menyeramkan mengeluh usai semua serangan yang dilancarkan olehnya tidak dapat melukai perempuan berparas cantik itu.
"Untuk sekarang kita semua harus tenang, kalau kita kehilangan kendali di sini maka yang diuntungkan adalah dia..." Absolute lainnya berwujud Manusia menenangkan rekannya tersebut.
Ketiga Absolute tersebut mulai berdiskusi lewat telepati dan memikirkan bagaimana cara untuk mengalahkan Yue.
Di sisi lain, Heng Zhanjin kini sedang melawan seorang perempuan yang mempunyai paras begitu cantik. Dia bernama Yin Rong, dan dia tidak lain adalah sosok yang dirinya anggap sebagai adik sendiri.
"Humor takdir memang buruk, ya?" Heng Zhanjin berkata di sela-sela pertukaran serangan.
"Berhenti berbicara, apa kau pikir bisa mengubah keputusanku?" Yin Rong membalas dengan sinis.
"Tentu saja tidak, aku hanya senang bisa mendengar suaramu setelah sekian lama..." Heng Zhanjin berkata dengan jujur, lalu melanjutinya, "Tapi, aku harap kau bisa mengubah keputusanmu."
"Aku tidak berpikir itu akan terjadi, kesetiaanku terhadap Celestial Absolute tidak bisa dihilangkan oleh siapapun." sahut Yin Rong cepat.
"Namun, mematuhi perintah terakhirnya adalah bentuk dari kesetiaanmu terhadap beliau." ucap Heng Zhanjin dengan tenang, lalu menambahkan, "Apa kau berpikir beliau akan senang dengan tindakanmu yang sekarang? Jawabannya tidak, dia akan kecewa karena kau tidak mampu mematuhi perintah terakhirnya."
"Pilihanku sekarang adalah yang terbaik, berhentilah membujukku karena itu tidak akan berguna." Yin Rong kembali berkata dengan sinis, kemudian melancarkan serangannya jauh lebih cepat dan lebih kuat dari sebelumnya.
Heng Zhanjin merasa kalau sudah tidak ada obrolan lagi yang bisa dibahas dengannya, ia diam-diam menghela nafas lewat mulut dan mulai serius pada pertarungannya.
......................
Dua minggu semenjak pertempuran terjadi, domain Penjara Es Suci mengalami kerusakan yang parah akibat dampak dari pertarungan para Absolute tersebut.
Tentu saja Fang Lin mengetahui hal itu, namun dirinya tidak mempunyai niat untuk melakukan regenerasi karena ingin tau daya tahan dari domain Penjara Es Sucinya. Lagipula kalau sampai domainnya hancur, mereka semua akan berada di Dunia Abyss sehingga orang-orang yang di Dunia Jiwa tidak akan berada dalam situasi berbahaya.
"Mau sampai kapan kau terus bertahan, huh? Apakah sampai semua bawahanmu dihabisi?" Absolute bertangan empat bertanya dengan nada mengejek, selama pertarungan berlangsung Fang Lin selalu menggunakan elemen es suci sebagai tamengnya.
"Apakah provokasi masih berlaku di antara Absolute?" Fang Lin terkekeh kecil sembari mengeksekusi jurus-jurusnya menggunakan pedang Pembunuh Absolute.
Absolute bertangan empat mendengus kecil, ia sebenarnya kesal karena sulit baginya dan rekannya untuk menembus perisai es tersebut.
"Apa yang harus kulakukan supaya kalian bisa tunduk padaku selain menggunakan cara kekerasan?" tanya Fang Lin penasaran, ia sudah memikirkan ini cukup lama tetapi masih tidak menemukan solusinya mengingat kesetiaan yang mereka miliki.
"Itu tidak akan terjadi, jangan pernah berpikir kalau mimpimu akan menjadi kenyataan!" Absolute berwujud Manusia kali ini berseru lantang, ia melancarkan berbagai serangan secara brutal sampai-sampai menguras Energi Spiritual di dalam dantiannya dengan sangat cepat.
"Kalian sungguh keras kepala..." Fang Lin mulai merapatkan giginya, daya serang dari serangan yang dilancarkan oleh kedua Absolute tersebut meningkat secara drastis sehingga membuatnya kewalahan meskipun telah menggunakan elemen esnya sebagai tameng, "Sepertinya memang tidak ada pilihan lain, ya?"
Pedang Pembunuh Absolute mengeluarkan cahaya terang dan berubah menjadi sebuah busur polos berwarna merah.
"Aku harap kalian tidak menyesal karena telah membangkang perintah terakhir dari Celestial Absolute itu..." Fang Lin perlahan mengangkat busurnya ke depan, dan delapan anak panah yang tercipta dari berbagai elemen muncul secara bersamaan, "Ini adalah jurus terkuatku, aku harap kalian tidak mati karena ini..."
Jurus Busur Delapan Elemen, Kehancuran Yang Mutlak.
Swoooosh!
BOOOOOM!
Ledakan yang sangat luar biasa terjadi dan menciptakan gelombang energi mengerikan sehingga membuat semua pertarungan di dalam domain berhenti dalam sekejap.
"Apa...?"
Semua Absolute yang berada di sana tak bisa untuk tidak terkejut melihat serangan yang dahsyat tersebut. Karena ruang domain terbatas, kehancuran tidak bisa dihindari dan semua Absolute di sana langsung berpindah ke Dunia Abyss.
Duar!
Dampak dari ledakan tersebut berhasil membuat daratan Dunia Abyss ikut rata dengan tanah, cuaca yang tadinya gelap karena mendung langsung berubah menjadi cerah seperti siang pada umumnya.
"Apa yang terjadi...?!" Yin Rong bergumam tanpa sadar, serangan itu jelas membuatnya sangat terkejut.
"Kuharap Ma Feng dan Hong Zhun baik-baik saja..." gumam Heng Zhanjin setelah mengetahui kalau serangan yang mulai mereda itu berasal dari Tuannya.
Yin Rong tersentak setelah tercengang selama beberapa saat, kemudian pergi dari sana tanpa banyak bicara dan menemui kedua rekannya tersebut.
Kedua Absolute yang menerima anak panah dari serangan Busur Delapan Elemen kini sedang terkapar di tempat berbeda, jadi Yin Rong dan dua Absolute lainnya mendatangi Ma Feng sementara sisanya memeriksa kondisi Hong Zhun.
"Ma Feng!" Yin Rong memanggil nama dari Absolute bertangan empat tersebut dengan keras, ia bisa menemukan kalau orang itu terluka cukup parah dan tidak ada tanda-tanda beregenerasi.
"Cepat bantu dia pulih!" Yin Rong segera memberikan arahan pada dua Absolute di sana, dan mereka bertiga menggunakan teknik penyembuhan untuk memulihkan luka Ma Feng.
......................
Satu batang dupa telah terbakar, usaha yang Yin Rong dan dua Absolute lakukan tidak memberikan tanda-tanda pemulihan. Mau selama apapun mereka menggunakan teknik tersebut, luka yang diderita oleh Ma Feng tidak dapat disembuhkan.
"Hong Zhun tidak bisa disembuhkan dari lukanya, bagaimana dengan Ma Feng?" salah seorang Absolute yang berada di sisi Hong Zhun bertanya lewat telepati.
"Tidak, dia juga tidak bisa disembuhkan..." Yin Rong membalas, ekspresinya tampak rumit.
Ketujuh Absolute itu kemudian saling berbicara satu sama lain lewat telepati mengenai masalah ini, sementara Fang Lin bersama Yue dan Heng Zhanjin telah berkumpul di satu tempat.
"Tuan, maafkan saya karena telah lancang bertanya, tapi apakah mereka berdua bisa selamat?" Heng Zhanjin bertanya setelah mengetahui kondisi Ma Feng dan Hong Zhun lewat Kesadaran Spiritual, meksipun mereka adalah musuhnya untuk saat ini tetapi dulunya mereka semua adalah teman dekatnya.
Fang Lin tersenyum tipis sebelum mengangguk kecil, "Semua itu tergantung pada pilihan mereka, kalau mereka ingin mengabdi padaku maka tidak akan ada yang lenyap di sini." jawab Fang Lin tenang.
Raut wajah Heng Zhanjin seketika berubah menjadi buruk, mengingat kesetiaan mereka terhadap Celestial Absolute membuatnya tak berpikir kalau peristiwa ini dapat mengubah keputusan mereka.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT