
Fang Qin saat ini sedang meminta penjelasan ke anaknya tentang menjadi Murid Dewa Naga Emas, Rasa penasaran-nya memuncak karena hal tersebut bukanlah perkara biasa, Ia menyuruh anaknya untuk menceritakan secara detail tentang itu.
Sedangkan Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan, Ia kemudian menjelaskan seluruh ceritanya saat berada di Alam Tanah Monster dan bagaimana menjadi Murid dari Dewa Naga Emas.
.....
Di saat Fang Lin bercerita tentang pengalaman-nya, Semua orang yang ada di sana hanya berdecak kagum dengan mata yang melebar, Bahkan beberapa dari mereka yang sudah pernah mendengar cerita itu masih ikut kagum jika mendengar cerita dari Fang Lin.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat reaksi mereka hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, Ia kembali menceritakan keseluruhannya kepada mereka hingga selesai.
.....
Hampir 20 menit Fang Lin bercerita tentang pengalaman-nya dan setelah dirinya selesai bercerita, Fang Lin kemudian melihat reaksi dari seluruh orang yang mendengar ceritanya.
Fang Lin melihat mereka yang kini sedang menatapnya dengan tatapan takjub sekaligus kagum.
Melihat itu Fang Lin dengan segera berdehem pelan, "Ehem... Berhentilah menatap-ku seperti itu" Ucap Fang Lin dan membuat semuanya kembali tersadar.
Fang Qin yang sudah sadar dari keterkejutannya langsung menatap Fang Lin dengan tatapan bangga, "Nak... Andai ibu-mu disini, Mungkin dia akan menangis dengan rasa bangga ketika melihat pencapaian-mu" Ucap Fang Qin sambil tersenyum kecut.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menghela nafasnya pelan, "Ayah... Sebenarnya saat ini aku bisa membawa ibu kesini, Akan tetapi aku belum bisa bergerak sebelum perang itu dimulai" Ucap Fang Lin dengan nada pelan dan membuat Fang Qin terkejut ketika mendengar itu.
Fang Qin menaikkan alisnya, "Apa maksud-mu dengan perang itu? Aku tidak mengerti" Tanya Fang Qin dengan nada penasaran.
Fang Lin hanya menghela nafasnya pelan dan mulai menceritakan konflik tentang Alam Agung dan Alam 100 pelangi, Ia mengatakan hal itu tanpa sedikitpun kebohongan.
.....
Fang Qin yang mendengar keseluruhan cerita dari anaknya langsung menundukkan sedikit kepalanya sambil mengeluskan dagunya, Ia saat ini sedang berpikir tentang masalah yang di alami oleh kedua Alam tersebut.
"Hmm... Terakhir kali ayah berada di Alam Agung tidak ada masalah yang menyangkut perang" Ucap Fang Qin dengan nada pelan.
Mendengar itu Fang Lin hanya menggelengkan kepalanya pelan, "Ayah tidak perlu memikirkan itu, Aku berjanji akan membawa ibu kembali" Ucap Fang Lin tersenyum sambil menatap ayahnya.
Fang Qin hanya menghela nafas panjang mendengar itu, Sebenarnya dia ingin membantu anaknya akan tetapi dirinya hanya mempunyai informasi terbatas mengenai Alam Agung.
"Baiklah nak... Ku-percayakan hal itu padamu" Jawab Fang Qin kembali tersenyum.
Fang Lin hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi hal tersebut, Ia lalu menatap kedua calon istrinya dan berkata, "Kalian juga bersiap-siaplah, Aku akan kembali besok" Ucap Fang Lin.
Mue Lian dan Shui Ru hanya menganggukkan kepala secara bersamaan, "Baiklah Fang Gege... Besok kami akan menunggumu di goa" Jawab Mue Lian sambil melambaikan tangannya kemudian pergi dari sana.
Shui Ru yang melihat Mue Lian sudah pergi menjauh langsung menatap Fang Lin dengan tatapan menggoda, "Jangan lupakan kolam untuk kita bersama ya.." Ucap Shui Ru mengedipkan satu matanya lalu mulai melesat ke arah goa.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum, "Ya, Aku tidak akan melupakan itu" Jawab Fang Lin dan melihat mereka berdua melesat menjauh.
Setelah itu, Ayah dan Pi Yu juga pamit pulang karena ingin menghabiskan waktu untuk berkultivasi.
Kini yang tersisa hanya Yang Jian, Guo Ren, Bai Hu dan Naga Hitam. Fang Lin menatap mereka dengan tatapan datar, "Kalian juga pergilah untuk bersiap-siap, Besok pagi kalian bisa kembali lagi" Ucap Fang Lin.
Para bawahan yang mendengar itu hanya menganggukkan kepala, Sebenarnya mereka semua ingin mengikuti tuannya karena mereka tidak perlu menyiapkan apapun, Akan tetapi mereka berpikir untuk tidak mengganggu tuannya.
"Baik tuan! Kami izin pamit dulu!" Ucap mereka serempak dan diangguki oleh Fang Lin.
Melihat tuannya sudah menganggukkan kepala, Para bawahan langsung pergi dari sana dengan cepat.
Fang Lin yang melihat kepergian mereka semua langsung teleportasi ke lembah berkabut, Ia ingin membeli beberapa bangunan di Shop System dan ditempatkan disana.
***
Di Lembah Berkabut, Padang Rumput yang terdapat dinding hitam.
Tiba-tiba muncul seorang pemuda tampan berjubah biru di langit, Pemuda tersebut sedang melihat padang rumput yang berada dibawahnya.
"Hmm... Haruskah ku namai tempat ini?" Gumam Fang Lin sambil berpikir.
"Fang? Sepertinya nama marga-ku cukup cocok untuk dijadikan nama kota" Ucap Fang Lin sambil mengelus-elus dagunya.
"Ya sudahlah, Mulai saat ini aku akan memberikan nama wilayah ini menjadi kota Fang" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lebar.
Usai memberikan nama untuk wilayahnya ini Fang Lin langsung membuka Shop System, Dia saat ini sedang mencari-cari mansion yang besar untuk dijadikan tempat tinggal ayahnya.
Saat ini Fang Lin sedang melihat-lihat harga mansion-nya, Dia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat harga mansion yang cukup mahal.
Semakin Fang Lin menggeser layar didepannya ke bawah, Semakin mahal juga harga mansion yang tertulis di shop.
Fang Lin tersedak nafasnya sendiri ketika melihat harga mansion sebesar 1 Miliyar, "Uhuk... Apa-apaan ini! Kenapa harga mansion-nya lebih tinggi daripada buku tingkat Dewa?!!. Yue, Apakah kau tidak salah menaruh harga?!" Tanya Fang Lin dengan nada terkejut.
[Yue tidak salah tuan, Semakin mahal mansion yang tuan beli maka bahan yang dipakai untuk membuat mansion tersebut semakin bagus, Begitu juga sebaliknya]
Fang Lin yang mendengar itu hanya menghela nafas panjang, Dirinya tidak berani untuk menggeser lebih bawah lagi, Karena dia tidak ingin jantungan jika melihat harganya.
"Yue, Aku beli 5 mansion yang seharga 1 Miliyar" Ucap Fang Lin dengan nada memerintah.
[Ding! Membeli 5 Mansion mewah, Harga: 1 Miliyar per Mansion, Mengurangi 5 Miliyar Poin]
[Ding! Sisa Poin Shop \= 72 Miliyar]
[Ding! Apakah tuan ingin menempatkan mansion sendiri atau system akan otomatis menempatkan-nya?]
"Biarkan aku yang menempatinya" Ucap Fang Lin lalu mulai menempatkan satu persatu mansion-nya di tempat yang berbeda.
.....
Tak butuh waktu lama, Kini Fang Lin sudah selesai menempatkan 5 mansion-nya di tempat yang berbeda-beda.
Saat ini terdapat 2 mansion yang berada di ujung dinding, Salah satu mansion tersebut adalah tempat tinggal untuk dirinya dan calon-calon istrinya, Sedangkan satunya lagi untuk ayah dan ibunya nanti.
Lalu dia menaruh 2 mansion untuk ditengah-tengah kota Fang, Ia berniat untuk menjadikan tempat itu sebagai sekte.
Dan tersisa mansion terakhir, Dia menempatkan mansion tersebut didekat pintu masuk, Mansion tersebut akan ditinggali oleh beberapa bawahannya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Biar gak lupa.
Tingkat Kultivasi
- Pendekar (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Pendekar Elite (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Transformasi (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Jendral (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Jendral Elite (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Raja (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Kaisar (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Kaisar Surgawi (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Saints (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Saints Emperor (1-9)
Awal
Menengah
Akhir
- Half-Immortal
Hitam
Putih
Merah
- Immortal
Hitam
Putih
Merah
Tingkat Kultivasi To God
- Asal Mula (1-9)
- Tyrant (1-9)
- Holy Tyrant (1-9)
- Grand Dao (1-9)
- Holy Dao (1-9)
- Monarch (1-9)
- Holy Monarch (1-9)
- Menuju Dewa (1-9)
- Immortal King (1-9)
- Immortal Emperor (1-9)
- Supreme Being -- Half God -- True God
Kultivasi Spiritual God:
Perak
- Putih
- Merah
- Hitam
Emas
- Putih
- Merah
- Hitam
Berlian
- Putih
- Merah
- Hitam
Tingkatan Kultivasi (Prajurit Dewa)
- Dewa Pemula (1-19)
- Dewa Hijau (1-19)
- Dewa Kuning (1-19)
- Dewa Biru (1-19)
- Dewa Merah (1-19)
- Dewa Hitam (1-19)
- Dewa Terakhir (1-19)
Tingkatan Kultivasi (Jendral Dewa)
- Dewa Asal Mula (1-29)
- Dewa Perunggu (1-29)
- Dewa Perak (1-29)
- Dewa Baja (1-29)
- Dewa Emas (1-29)
- Dewa Kristal (1-29)
- Dewa Giok (1-29)
Tingkatan Kultivasi (Raja Dewa)
- Dewa Petarung (1-39)
- Dewa Sejati (1-39)
- Dewa Bumi (1-39)
- Dewa Langit (1-39)
- Dewa Kuno (1-39)
- Dewa Tertinggi (1-39)
Tingkatan Kultivasi (Kaisar Dewa)
- Dewa Tahta (1-49)
- Dewa Dunia (1-49)
- Dewa Nirwana (1-49)
- Dewa Penguasa (1-49)
Tingkat Keabadian (Immortal God)
- Dewa Surgawi (1-59)
- Dewa Abadi (1-59)
- Dewa Mutlak (1-59)
- Dewa Semesta (1-59)
Tingkat Kemutlakan (Absolute)
- Sang Absolute Universe