System Sang Immortal

System Sang Immortal
Tian Li Sia


Saat berada di atas Kapal Terbang, Tian Wai hanya bisa berdecak kagum ketika melihat dekorasi di sekitar-nya.


"Sangat mewah..." Gumam Tian Wai takjub.


Sedangkan Fang Lin saat ini masuk ke dalam pintu masuk kapal terbang tersebut, Ia mengedarkan pandangan-nya dan melihat banyak sekali dekorasi dan lain-lain, "Tidak buruk..." Gumam Fang Lin kemudian berjalan menuju ke tempat pengendalian kapal.


Saat sampai di tempat pengendalian kapal, Tiba-tiba saja Fang Lin mendapatkan pengetahuan tentang kapal terbang di otak-nya, "Hoo... Jadi begitu cara mengendalikan-nya" Gumam Fang Lin saat melihat ingatan yang baru sampai di otak-nya.


Fang Lin kemudian menelepati Tian Wai untuk masuk ke dalam dan duduk di salah satu bangku kapal terbang.


Tian Wai sendiri yang mendapatkan perintah dari tuan-nya langsung masuk ke dalam kapal dan duduk di dekat tuan-nya, "Jika di lihat dari luar memang ukuran kapal terbang ini terlihat biasa saja, Namun setelah masuk ke dalam... Luas-nya bahkan bisa menampung puluhan ribu orang atau bahkan lebih" Gumam Tian Wai berdecak kagum.


Fang Lin yang mendengar gumaman Tian Wai hanya tersenyum tipis, "Ada harga tentu ada kualitas..." Batin Fang Lin kemudian menjalankan kapal terbang-nya.


~Swoooshhhh~


Dalam sekejap kapal tersebut melesat secepat cahaya.


Baru saja 10 detik mereka berdua berada di dalam kapal, Fang Lin sudah menyuruh Tian Wai untuk berjalan keluar kapal.


"Eh? Memang-nya sudah sampai tuan?" Tanya Tian Wai dengan nada penasaran.


Fang Lin yang mendengar-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, "Ya... Desa yang di tinggali adik-mu, Desa Kemarau Merah bukan?" Tanya Fang Lin memastikan.


Tian Wai yang mendengar-nya sedikit mengerut-kan alis-nya, "Bagaimana tuan tau kalau adik-ku tinggal di desa Kemarau Merah?" Tanya Tian Wai dengan nada heran. Ia bertanya seperti itu karena diri-nya tidak pernah memberitahu lokasi tepat adik-nya berada.


Fang Lin yang mendengar itu hanya tersenyum tipis, "Untuk mendapatkan informasi seperti itu, Bukan-lah hal yang sulit bagi-ku" Jawab Fang Lin sambil berjalan menuju pintu keluar kapal.


Tian Wai yang mendengar jawaban tuan-nya hanya mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia tanpa basa-basi langsung mengikuti tuan-nya dari belakang.


Saat sudah berada di luar kapal, Fang Lin dan Tian Wai langsung melompat dari langit.


Mereka berdua mendarat di sebuah gunung besar dekat desa Kemarau Merah.


Di sisi lain, Fang Lin langsung menyimpan kapal terbang Star Universe-nya ke inventory, Ia mengalihkan pandangan-nya ke arah desa Kemarau Merah dan sedikit mengerut-kan alis-nya, "Hei Tian Wai, Apakah desa-mu kini di pimpin oleh aliran hitam?" Tanya Fang Lin sambil menoleh ke arah Tian Wai.


Tian Wai yang mendengar itu langsung menggelengkan kepala-nya cepat, "Tidak tuan, Setau-ku yang memimpin desa adalah kultivator dari aliran putih, Dia adalah salah satu tetua dari sekte Tombak Teratai" Jawab Tian Wai lalu menimpali-nya, "Memang-nya ada apa tuan?" Tanya Tian Wai yang mulai khawatir.


Mendengar jawaban Tian Wai membuat Fang Lin menaik-kan alis-nya, "Sepertinya desa-mu kini sedang di kendalikan oleh aliran hitam" Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


Tian Wai yang mendengar itu langsung melebarkan mata-nya, Ia mengeluarkan pedang-nya dari cincin penyimpanan dan berkata, "Tuan... Izinkan saya untuk pergi duluan" Tian Wai mencoba menahan emosi-nya saat ini, Karna ia sedang berada di dekat tuan-nya.


"Tenang-lah... Kau tidak akan kuat melawan mereka, Karna salah satu dari mereka berada di ranah raja. Lagi pula saat ini adik-mu baik-baik saja, Dia sekarang sedang tidur bersama dengan bibi-mu" Ucap Fang Lin mencoba menenangkan Tian Wai.


Tian Wai sendiri yang mendengar hal itu langsung menghela nafas lega, "Kalau begitu, Apa yang dilakukan oleh para kultivator aliran hitam itu?" Tanya Tian Wai dengan nada penasaran.


Sedangkan Tian Wai yang mendengar itu hanya diam dan menyimpan pedang-nya kembali, Ia kemudian berjalan mengikuti tuan-nya dari belakang.


......................


Tak butuh waktu lama bagi Fang Lin dan Tian Wai untuk sampai ke desa Kemarau Merah. Saat ini mereka berdua sedang berjalan di desa tersebut, Mereka berdua kini menjadi pusat perhatian orang-orang, Baik itu warga atau kultivator hitam yang sedang berada di sekitar.


"Sepertinya mereka tidak terlalu peduli dengan kedatangan kita" Ucap Fang Lin saat melihat mereka kembali menjalani aktivitas seperti biasa-nya.


Tian Wai mengangguk-kan kepala-nya setuju ketika mendengar ucapan tuan-nya, "Apakah desa ini diambil alih secara baik-baik?" Tanya Tian Wai dengan nada penasaran.


Fang Lin hanya mengangkat pundak-nya tidak tau untuk menanggapi pertanyaan Tian Wai, Sebenarnya ia juga tidak merasakan ada hal yang aneh di desa ini.


......................


Tak butuh waktu lama, Kini Fang Lin dan Tian Wai berada di depan rumah yang tidak terlalu besar maupun kecil. Tian Wai sendiri langsung maju ke pintu rumah tersebut dan mengetuk-nya.


Butuh waktu sekitar 20 detik untuk pintu tersebut terbuka dan menampilkan sosok wanita paruh baya yang cantik, "Siapa kau?" Tanya wanita paruh baya tersebut saat melihat kedua pria bertopeng hitam di depan rumah-nya.


"Apakah bibi lupa dengan-ku?" Tanya Tian Wai sambil membuka topeng-nya secara perlahan.


Wanita paruh baya tersebut melebarkan mata-nya ketika mendengar suara familiar yang keluar dari pemuda berjubah hijau polos di depan-nya, "K-kau... W-wai'er?" Tanya wanita paruh baya tersebut dengan terbata-bata.


Tian wai yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan sambil tersenyum, Ia langsung memeluk bibi-nya untuk melepas rasa rindu karna telah lama tidak bertemu.


Setelah kematian kedua orang tua Tian Wai, Bibi-nya adalah orang pertama yang mengajukan diri untuk merawat ia dan juga adik-nya. Tian Li Sia, Adalah adik dari ibu-nya Tian Wai.


Tian Li Sia melepaskan pelukan-nya dan memegang kedua pundak Tian Wai, "Sudah lama diri-mu tidak pulang nak... Apakah kamu baik-baik saja? Lalu siapa orang yang menemani-mu?" Tanya Tian Li Sia saat melihat pria berjubah hitam mewah di belakang Tian Wai.


Fang Lin sendiri yang mendengar itu langsung membuka topeng-nya dan tersenyum, "Perkenalkan... Saya adalah Fang Lin, Tuan baru-nya Tian Wai" Ucap Fang Lin memperkenal-kan diri.


Tian Li Sia yang mendengar-nya langsung menunduk-kan badan-nya sedikit, "Salam kenal tuan... Saya adalah Tian Li Sia, Bibi dari Tian Wai" Balas Tian Li Sia memperkenal-kan diri.


Fang Lin hanya tersenyum menanggapi itu, Sedangkan Tian Wai langsung membuka lebar pintu rumah di dekat-nya, "Ayo silahkan masuk tuan" Ucap Tian Wai mempersilahkan tuan-nya untuk masuk.


Fang Lin yang mendengar itu langsung mengangguk-kan kepala-nya pelan, Ia kemudian berjalan masuk ke dalam rumah dan di-ikuti oleh Tian Wai serta Tian Li Sia.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE: Scene ini agak lamaan, Karna author lagi mikir tentang cerita kedepan-nya.


Setelah scene ini selesai, Langsung pindah ke alam agung dan setelah selesai bawa balik ibu-nya langsung balik ke dunia jiwa dan time skip. Jadi sabar aja. Mungkin kurang dari 20 chapter udah gelud ama Xiao Chen atau mungkin lebih hehehehe.