System Sang Immortal

System Sang Immortal
Turnamen Semesta V


Cahaya emas yang keluar dari tubuh Lin Ji Hye perlahan meredup tetapi tidak hilang sepenuhnya, itu dikarenakan agar kelompok lain mengetahui 'siapa' Rajanya.


"Total kelompok ada seratus, dan yang mengikuti Pertandingan ini hanyalah peserta tanpa adanya Familiar ataupun semacamnya." ucap Avatar Gabriel, lalu melanjutinya, "Arenanya bukan Dunia Abyss, tapi Dunia yang mirip seperti itu dengan struktur ketahanan yang sangat tinggi. Jadi, kalian tidak perlu ragu untuk mengerahkan segalanya karena Dunia itu tidak akan hancur meskipun kalian menggabungkan kekuatan sekalipun."


"Menciptakan Dunia seperti itu, mungkin mereka menggunakan Artefak tingkat Kosmis atau ada campur tangan dari Celestial Absolute." Fang Lin bergumam dengan raut wajah serius, lalu sesaat setelah itu mereka semua dipindahkan ke padang rumput tanpa ujung.


"Pertempuran Kelompok akan dimulai dalam enam jam, jadi gunakan waktu itu sebaik mungkin untuk membangun rencana yang sempurna." avatar Gabriel tersenyum, dan dalam sekejap menghilang dari udara.


[Ding! Pertempuran Kelompok Turnamen Semesta dimulai dalam 6 Jam!]


[Setiap wilayah kelompok akan dilindungi kubah pelindung selama sisa waktu tersebut.]


[Semua Petinggi Absolute sekarang menyaksikan para Peserta.]


[Mereka penasaran dengan kelompok mana yang memenangkan Pertandingan ini.]


Semua layar notifikasi itu terus bermunculan di depan wajah Fang Lin, begitupula dengan kesembilan peserta yang ada di sana.


"Jadi, siapa yang akan menjadi penyerang dan siapa yang akan melindungi Rajanya?" tanya pemuda dengan pedang ganda yang tersarung di belakang punggungnya.


"Haah, pertempuran kelompok seperti ini memang sungguh menyebalkan." pemuda lainnya tampak sedikit kesal, dia adalah Absolute dengan berbagai jenis senjata yang melayang di sekitarnya.


"Kau jadi penyerang saja, sepertinya itu cocok untukmu." seorang anak kecil berambut emas dengan pakaian yang sedikit mencolok tersenyum tipis.


"Jangan mengaturku, hidupku adalah pilihanku." balas pemuda itu dengan acuh tak acuh.


"Heee~ Kau mungkin calon peserta yang akan didiskualifikasi pertama kali." anak kecil itu sedikit memprovokasi, dan jelas membuat pemuda yang menjadi lawan bicaranya marah.


Perdebatan di antara mereka berdua dimulai, suasana kian memanas seiring berjalannya waktu sampai akhirnya Raja di kelompok itu menengahi mereka berdua.


"Tolong tenang, untuk sementara kita semua adalah satu tim. Aku harap tidak ada pertengkaran yang tidak perlu..." wanita cantik itu berusaha menenangkan mereka berdua, suaranya begitu halus dan membuat beberapa Absolute di sana terpana tanpa disadari, "Sebelum kita membangun sebuah rencana, mari memperkenalkan diri masing-masing supaya mempermudah situasi ke depannya."


"Tapi untuk pertama-tama, biarkan aku memperkenalkan diri terlebih dahulu." wanita cantik itu meletakkan kedua telapak tangannya di depan dada, lalu kembali berkata, "Namaku adalah Cassiel, kalian bisa memanggilku dengan sebutan Siel."


Suasana menjadi hening setelah Cassiel memperkenalkan dirinya, dan kemudian satu-persatu Absolute mulai memperkenalkan dirinya masing-masing.


"Baiklah, mari kita mulai membangun rencananya." Siel tersenyum lembut saat mengatakannya.


Absolute lain termasuk Fang Lin hanya mengikuti alurnya ketika Cassiel mulai membicarakan tentang rencana yang ingin dibuat.


Mereka semua bersama-sama membangun rencana untuk pertempuran kelompok, meskipun masih ada permusuhan di antara Marak dan Childe tetapi Siel masih bisa mengatasinya.


......................


Kurang lebih lima jam telah berlalu, dan kelompok Fang Lin berhasil membuat beberapa rencana yang cukup baik.


"Sudah kubilang, kau cocok menjadi penyerang dan lenyap pertama kali." Childe, seorang anak kecil berambut emas tersenyum mengejek.


"Mulutmu seperti sampah, apakah kau biasanya memang memakan sampah?" Marak kali ini tidak terlalu termakan provokasi anak kecil itu meskipun ia sudah siap menyerangnya menggunakan berbagai jenis senjata yang melayang di sekitarnya.


Childe langsung memasang ekspresi bosan ketika mendengar itu, dia sepertinya tidak tertarik untuk berdebat dengan orang yang sudah tidak menerima provokasinya.


"Kalian tidak ada bosan-bosannya berkelahi, lebih baik kita kumpulkan Orb dalam jiwa kita pada Cassiel." ucap Sazhin dengan acuh tak acuh, dia adalah pemuda dengan pedang ganda yang tersarung di belakang pundaknya.


"Berisik, aku juga tau itu." Marak membalas dan berjalan mendekati Cassiel, dia mengirim Orb yang tertanam di jiwa ke perempuan cantik itu.


Proses pengiriman Orb hanya berlangsung kurang dari sepuluh detik saja, berbeda dengan merebutnya yang membutuhkan waktu sedikit lebih lama.


Pada saat mereka mengirim Orb pada Cassiel, seseorang mendatangi Fang Lin yang sedang mengamati dalam diam.


"Halo, aku Liu Bei. Namamu Fang Lin, bukan?" Liu Bei berkata sembari menangkupkan tangannya.


Fang Lin juga ikut menangkupkan tangannya dan membuat senyuman di bibir Liu Bei semakin melebar, "Sudah kuduga, kau berasal dari Dunia Kultivator!"


Liu Bei terlihat antusias, tingkahnya itu menarik perhatian beberapa Absolute selama beberapa saat.


"Aku tidak terlalu terkejut, kau memakai pakaian yang memang khas Dunia Kultivator." Fang Lin membalas dengan tenang, dan ia jujur soal perkataannya.


"Hehehe... Aku sengaja menggunakan pakaian ini supaya bisa mendekati mereka yang dari Duniaku juga." Liu Bei tertawa kecil sambil menggarukkan kepalanya yang tidak gatal, "Omong-omong, siapa Kaisar Dewa di Alam Semestamu?"


"Kenapa kau bertanya?" Fang Lin sedikit memiringkan kepalanya.


"Siapa tau kita berasal dari Alam Semesta yang sama?" Liu Bei menjawab sambil tersenyum lebar.


Fang Lin terdiam sejenak sebelum menghela nafas pendek, "Kalau kita berasal dari Alam Semesta yang sama, salah satu dari kita tidak mungkin ada di sini."


Mendengar itu sedikit mengerutkan alis Liu Bei, dan kemudian dia menepuk jidatnya seolah baru mengingat sesuatu, "Ah, kau benar! Sialan, kenapa aku baru ingat, ya? Hahahaha..."


Perlu diingat kembali, setiap Alam Semesta hanya mempunyai satu peserta yang boleh ikut Turnamen Semesta dengan ketiga Calon yang ditempatkan di Dunia Abyss, kalau mereka berdua dari Alam Semesta yang sama maka mereka akan menjadi lawan sebelum bisa menjadi Peserta resmi.


"Maafkan aku, maafkan aku. Aku benar-benar lupa karena aku sudah menghabisi dua calon peserta lainnya beberapa tahun yang lalu." Liu Bei tertawa terbahak-bahak, dan ketika ingin melanjutkan perkataannya, Cassie memanggil mereka berdua.


"Oh, cepat juga." Liu Bei menatap ke arah Cassiel dari kejauhan, lalu mengajak Fang Lin untuk berjalan bersama.


Tentu saja Fang Lin menyetujui itu karena memang dirinya juga harus menyerahkan Orb yang tertanam di jiwanya pada wanita cantik itu.


"Omong-omong, kapan ya mereka menanamkan Orb asing ini ke jiwa kita?" Liu Bei bertanya-tanya sembari menyerahkan Orb yang dalam bentuk energi semesta murni kepada Cassiel.


"Bukankah jawabannya sudah jelas? Itu saat kita semua berada dalam penghentian waktu." Cassiel menjawab dengan tenang.


"Hm, masuk akal juga!" Liu Bei mengangguk beberapa kali.


Cassiel tersenyum lembut melihat tingkah Liu Bei, sementara Fang Lin yang berada di belakangnya hanya diam tanpa mengeluarkan satu patah katapun.


Setelah Liu Bei selesai, Fang Lin maju karena dia adalah yang terakhir. Dia dalam diam menyerahkan Orb yang tertanam di jiwanya pada Cassiel.


"Apakah itu pedang Pembunuh Absolute?" Cassiel bertanya setelah Fang Lin selesai mengirim kesembilan Orb di jiwanya.


"Dari mana kau mengetahuinya?" Fang Lin bertanya dengan satu alis yang terangkat.


"Karena teman dari Pamanku kehilangan pedang tersebut setelah mempercayakannya pada Calon Pesertanya." Cassiel tersenyum saat menjawabnya.


"Begitukah? Apakah Pamanmu dan temannya itu salah satu dari petinggi Turnamen Semesta?" tanya Fang Lin penasaran.


"Oh...? Sepertinya beliau sudah tidak peduli pada pedangnya itu, ya? Kupikir dia akan marah-marah padamu melalui layar itu." Cassiel terlihat seperti baru mengetahui sesuatu.


"Dia memiliki mata yang buruk dalam menilai calon peserta..." Fang Lin mengangkat sudut bibirnya, lalu melanjutinya, "Kuharap di masa depan nanti dia tidak membuat kesalahan yang sama. Ah, itupun kalau dia masih hidup..."


Cassiel sedikit melebarkan matanya karena terkejut dengan perkataan pemuda tampan itu, sementara para Petinggi Absolute menjadi sedikit ricuh karena mereka tau sosok mana yang dimaksud.


[The King of Nothingness memperhatikan peserta Fang Lin, dan berkata, "Apakah kau mampu menghabisiku?"]


"Menghabisi, ya? Itu ide yang bagus, aku akan melakukannya di masa depan. Jadi, persiapkan dirimu, brengsek." ucap Fang Lin sambil memperlebar senyumannya.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.