
Fang Lin hanya mengabaikan perkataan Ji Xi dan terus menatap langit, "Haahh.... Apa aku bisa menikmati kedamaian seperti ini setiap hari?" Batin Fang Lin menghela nafas panjang.
Saat sedang memikirkan itu, Pi Yu tiba-tiba muncul dihadapan Fang Lin sambil berlutut, "Semua yang tuan perintahkan sudah saya laksanakan" Ucap Pi Yu dengan hormat.
Fang Lin melirik Pi Yu sebentar kemudian beranjak berdiri, "Bagus, Sekarang ayah mungkin sudah selesai menyerap pil nya" Ucap Fang Lin lalu memasuki rumahnya dan diikuti oleh kedua bawahannya.
Saat di dalam rumah, Fang Lin yang melihat ayahnya masih bermeditasi di lantai hanya menatapnya dalam diam, "Sepertinya ayah sudah selesai menyerap pil nya dan sekarang dia sedang berkultivasi" Gumam Fang Lin pelan, Ia melihat tingkat kultivasi ayahnya saat ini berada di tingkat Pendekar *2.
Di sisi lain, Fang Qin yang merasa sedang di tatapi langsung membuka matanya secara perlahan, Ia melihat putranya dan dua orang lainnya sedang berada dihadapannya, "Nak... Terima kasih karena telah memberikan pil itu, Sekarang ayah sudah resmi sekali lagi menjadi seorang kultivator" Ucap Fang Qin tersenyum lembut, Dia sangat bersyukur mempunyai putra yang berbakti seperti Fang Lin.
Fang Lin membalas perkataan ayahnya dengan senyuman, "Aku juga turut senang ayah bisa menjadi kultivator lagi dan saat ini aku juga ingin mengajak ayah ke dunia jiwa ku" Ucap Fang Lin sambil duduk di lantai seperti ayahnya.
"Dunia Jiwa yang kau ceritakan itu?" Tanya Fang Qin memastikan perkataan anaknya.
Fang Lin menganggukan kepalanya pelan, "Benar... Apakah ayah mau? Qi disana sangat padat dan dapat membuat ayah berkembang dengan cepat" Ucap Fang Lin menjelaskan.
Fang Qin mendengar itu menganggukkan kepalanya dan mulai berdiri, "Baiklah... Aku juga tidak boleh terlalu lemah seperti ini dihadapan anakku hahaha..." Ucap Fang Qin disertai tawa kecil.
Fang Lin mendengar itu hanya menggelengkan kepalanya pelan kemudian beranjak berdiri dan memunculkan gerbang dunia jiwanya, Di sisi lain Fang Qin, Pi Yu dan Ji Xi berdecak kagum melihat gerbang yang dimunculkan oleh Fang Lin.
"Gerbang itu sungguh keren" Gumam Ji Xi dengan mata berbinar-binar saat melihat gerbang berwarna biru muda dan diatasnya dihiasi sebuah mahkota berwarna biru gelap.
"Aku tidak pernah melihat gerbang jiwa seperti itu" Batin Fang Qin berdecak kagum.
"Tuan sungguh hebat... Bahkan gerbang punyaku sangat berbeda dengan punya gerbang tuan" Puji Pi Yu dalam hati, Memang gerbang jiwa miliknya hanya berwarna putih polos dan mungkin berlaku untuk semua orang.
Fang Lin yang melihat kekaguman mereka hanya tersenyum tipis, "Sebenarnya aku bisa memakai teleportasi untuk memasuki dunia jiwa namun aku hanya ingin memamerkan gerbang ini saja" Batin Fang Lin sambil tertawa dalam hati.
Fang Lin kemudian menatap tiga orang dibelakangnya dan menyuruh mereka memasuki dunia jiwa, "Kalian masuk terlebih dahulu, Ada yang ingin aku urus sebentar" Ucap Fang Lin sambil mempersilahkan masuk.
Mereka bertiga hanya menganggukkan kepala kemudian memasuki gerbang jiwa Fang Lin secara bergantian.
Melihat ayah dan kedua bawahannya sudah memasuki gerbang jiwanya, Fang Lin langsung mengeluarkan 2 bayangannya, "Lindungi desa ini dari serangan orang lain dan cari tahu siapa yang menyerang desa ini, Setelah kau mengetahuinya bantai mereka tanpa tersisa sedikitpun" Ucap Fang Lin memerintah.
Kedua pasukan bayangan Fang Lin yang sedang berlutut dihadapannya langsung menjawabnya dengan lantang, "Baik tuan!" Serempak mereka berdua dengan hormat.
Fang Lin yang mendengar jawaban dari pasukan bayangannya hanya mengangguk kemudian memasuki gerbang dunia jiwanya.
Di sisi lain 2 pasukan bayangan yang melihat tuan mereka sudah tidak ada langsung menghilang dari sana tanpa jejak sedikitpun.
***
Di dunia Jiwa Fang Lin.
Fang Qin, Pi Yu dan Ji Xi berdecak kagum ketika melihat luasnya dunia jiwa Fang Lin, "Bahkan kesadaran ku tidak bisa mencapai ujung dunia jiwa tuan" Ucap Ji Xi berdecak kagum.
Di sisi lain Fang Qin yang mendengar percakapan mereka berdua membuat rahangnya terjatuh, "Spiritual God?! Bagaimana anakku bisa membuat seorang Spiritual God tunduk dihadapan dia?!" Batin Fang Qin terkejut, Bahkan saat sebelum dantiannya dihancurkan, Ia hanya berada tingkat yang berada di Holy Tyrant *3.
"Semengerikan apa kekuatan mu nak... Bahkan seorang Spiritual God tunduk dihadapan mu" Batin Fang Qin menggelengkan kepalanya pelan.
Sesaat setelah membatin seperti itu, Terlihat Fang Lin keluar dari gerbang jiwanya, "Ayah, Pi Yu, Ji Xi kemari, Kalian berpegangan secara bersamaan" Ucap Fang Lin sambil menghilangkan gerbang jiwanya.
Mereka sedikit heran dengan apa yang dikatakan Fang Lin namun mereka bertiga tidak mempertanyakan itu, Dengan segera mereka bertiga berpegangan.
Fang Lin yang melihat ketiga pria didepannya sudah saling berpegangan, Ia langsung menyentuh pundak ayahnya.
~Swosh~
Fang Lin dan yang lainnya langsung menghilang dari sana tanpa jejak sedikitpun.
***
Di tempat Naga Hitam dan Harimau Putih.
"Sudah hampir 2 tahun tapi tuan blom kembali kesini" Ucap Naga Hitam menghela nafas panjang, Dia saat ini sedang melingkar di sebuah batu yang sangat besar.
"Kau benar... Tapi aku yakin tuan sekarang sudah semakin kuat dari sebelumnya" Balas Harimau Putih, Ia saat ini juga berada di samping Naga Hitam dan sedang melakukan posisi tidur.
"Hahaha... Aku yakin tentang itu, Waktu dulu dia meratakan hutan hanya dalam sekejap, Memang itu mudah bagi kita tahap To God tapi tuan meratakannya hanya dengan aura" Ucap Naga Hitam disertai tawa kecil.
Harimau putih yang mendengar itu langsung merinding, "Hanya dengan aura ya... Jika itu dulu mungk~" Ucapan Harimau putih terhenti ketika melihat seorang pemuda yang tiba-tiba muncul dihadapannya.
"Ckckck... Apakah kalian sedang membicarakan aku?" Tanya Fang Lin sambil berdecak pelan.
"Tuan!" Ucap mereka berdua langsung menunduk dengan cara masing-masing.
Fang Lin hanya mengangguk pelan, "Selama setahun ini... Apakah kalian sudah menguasai banyak wilayah dunia ini?" Tanya Fang Lin sambil melirik sekitar.
Naga Hitam dan Harimau Putih saling berpandangan mendengar itu kemudian menganggukkan kepala secara bersamaan, "Kami berdua sudah menguasai 54 hutan, 4 Lautan, 12 Lembah" Ucap Naga Hitam memberikan penjelasan.
Fang Lin sedikit terkejut mendengar penjelasan dari Naga Hitam, Bukan karena jumlah wilayah yang dikuasai tapi karena wilayah itu sendiri, Dia tidak menyangka jika dunia jiwanya memiliki lautan bahkan lemah, Dirinya mengira jika dunia jiwanya hanya ada hutan, Padang rumput dan danau saja.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Mungkin beberapa chapter lagi bakal ada romance nya... Tapi author jomblo jadi gak terlalu mencolok romancenya :(