
Setelah para budak memasuki gerbang dunia jiwa-nya, Fang Lin menyuruh Zu untuk keluar dari bayangan-nya.
~Whoooshhh~
"Zu menghadap ke tuan" Ucap Zu yang tiba-tiba muncul di hadapan Fang Lin.
Melihat kedatangan Zu, Fang Lin langsung melemparkan sebuah cincin berwarna perak dan dengan segera di tangkap oleh Zu, "Masuk-lah ke dalam gerbang dunia jiwa-ku dan latih para budak tentang bela diri sampai aku selesai mengumpulkan seluruh budak di benua ini" Ucap Fang Lin dan menimpali-nya dengan cepat, "Cincin penyimpanan itu terdapat sumber daya yang banyak, Kau gunakan sebaik mungkin untuk melatih mereka" Timpal Fang Lin memerintah.
Zu yang menerima perintah tuan-nya langsung mengangguk-kan kepala-nya patuh, "Baik tuan, Saya pergi dulu" Ucap Zu sambil berjalan memasuki gerbang dunia jiwa di dekat tuan-nya.
Fang Lin yang melihat Zu sudah masuk ke dalam gerbang jiwa-nya langsung menghilangkan-nya, Ia kemudian berteleportasi ke dekat lokasi Tian Wai.
***
Note: Skip Scene.
Setelah keluar dari rumah makan bertingkat, Fang Lin dan Tian Wai berjalan ke tempat penjualan budak lain-nya.
Mereka memasuki tempat-tempat yang menjual budak di kota Tang Zhuwan dan membantai semua orang yang bekerja disana.
Di sisi lain, Kabar mengenai menghilang-nya para budak dan orang-orang yang bekerja di tempat budak membuat suasana kota Tang Zhuwan menjadi gempar.
Terlebih lagi tidak hanya para pekerja saja yang menghilang, Tetapi para pembeli yang memiliki status berpegaruh juga ikut menghilang.
Kabar menggemparkan tersebut tentu membuat kota Tang Zhuwan di tutup sementara.
Semua orang yang berada di kota tersebut dilarang oleh pemimpin kota untuk pergi dari sana, Mereka yang melanggar hal tersebut akan dinyatakan sebagai musuh dan juga buronan bila kabur dari kota.
Di salah satu tempat perbudakan, Fang Lin saat ini sedang menatap ke arah gerbang jiwa-nya yang sedang di masuki oleh para budak, "Semoga kalian bisa melampaui ekspektasi-ku" Gumam Fang Lin pelan saat melihat budak terakhir masuk ke dalam gerbang dunia jiwa-nya.
Usai para budak masuk ke dalam gerbang dunia jiwa-nya, Fang Lin langsung menghilangkan gerbang tersebut dan mengeluarkan dua buah topeng hitam, "Pakai ini" Ucap Fang Lin sambil mengulurkan satu topeng ke arah Tian Wai.
Sedangkan Tian Wai yang melihat tuan-nya memberikan sebuah topeng langsung menerima-nya, Ia dengan segera memakai-nya dan mengikuti tuan-nya yang kini sudah berjalan pergi.
***
Gang Kecil Kota Tang Zhuwan.
Fang Lin dan Tian Wai keluar dari sebuah toko senjata. Saat berada di luar toko, Fang Lin dapat melihat beberapa prajurit kota sedang mondar-mandir di area sekitar.
"Sepertinya mereka tidak akan membiarkan satu orang-pun keluar dari kota" Batin Fang Lin kemudian berjalan ke arah luar gang tersebut. Ia sebenarnya sudah tau kalau kota Tang Zhuwan ditutup sementara karena menghilang-nya orang-orang yang berada di tempat perbudakan.
Di sisi lain, Tian Wai yang melihat tuan-nya berjalan langsung mengikuti-nya dari belakang.
"Um... Tuan, Bolehkah saya membuat satu permintaan?" Tanya Tian Wai sedikit ragu.
Fang Lin yang mendengar-nya langsung menghentikan langkah-nya, Ia membalik-kan badan-nya dan menatap ke arah Tian Wai, "Kau ingin meminta-ku untuk menyembuhkan adik-mu yang sakit bukan?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi.
Tian Wai yang mendengar itu langsung terkejut, Ia mengangguk-kan kepala-nya cepat dan berkata dengan nada sedikit gugup, "B-benar tuan..."
"Baiklah, Setelah ini kita akan pergi ke tempat adik-mu berada" Jawab Fang Lin lalu kembali berjalan ke arah luar gang.
Mendengar jawaban tuan-nya membuat Tian Wai tersenyum lebar, "Terima kasih tuan!" Teriak Tian Wai lantang sambil menunduk-kan badan-nya.
Fang Lin tidak menanggapi hal itu dan terus berjalan ke luar gang, Sedangkan Tian Wai langsung mengikuti tuan-nya dengan raut wajah yang ceria
***
"Kerahkan seluruh prajurit yang ada untuk menjaga kota ini, Jangan biarkan satu orang-pun lolos keluar dari kota ini atau kalian akan menerima hukuman" Teriak seorang pria paruh baya berjubah ungu yang sedang berdiri di belakang meja kerja.
5 orang yang sedang berlutut di hadapan pria paruh bayah itu langsung mengangguk-kan kepala patuh, "Siap pemimpin! Kami tidak akan mengecewakan anda" Ucap mereka secara serempak.
"Pergi..."
~Whoooshhhh~
Seketika mereka berlima menghilang dari sana tanpa jejak sedikit-pun.
~Brakkkk~
Melihat kelima orang tersebut sudah pergi, Pria paruh baya tersebut langsung memukul meja di depan-nya, Ia menggertak-kan gigi-nya dan menampilkan wajah marah, "Sialan.... Sebenarnya siapa orang yang mengacaukan kota-ku" Ucap pria paruh baya tersebut dengan nada kesal.
"Hey, Shi Li... Apakah kau sudah mendapatkan informasi terbaru?" Seseorang tiba-tiba saja muncul di belakang pria paruh baya yang di panggil Shi Li itu.
Shi Li sendiri langsung melebarkan mata-nya ketika mendengar suara familiar di belakang-nya, Ia menolehkan kepala-nya ke sumber suara tersebut dan mendapati se-sosok pria tampan berjubah merah darah sedang tersenyum seram ke arah-nya.
"T-tuan!?" Shi Li yang terkejut langsung menjauh dari meja kerja-nya, Ia dengan cepat berlutut sambil menunduk-kan kepala-nya.
Pria tampan itu langsung duduk di kursi dekat meja kerja Shi Li, Ia terdiam sesaat dan membuka mulut-nya, "Katakan, Informasi apa saja yang kau dapat?" Tanya pria tampan tersebut dengan suara dingin.
Shi Li yang mendengar nada dingin pria tampan itu langsung menelan ludah-nya dengan kasar, Ia kemudian menjelaskan apa saja informasi yang dia dapatkan.
Beberapa saat setelah Shi Li menjelaskan, Pria tampan itu hanya terdiam sambil mengetuk meja dengan satu jari-nya.
~Tuk~
~Tuk~
~Tuk~
"Dua pria yang satunya berjubah hitam mewah dan satunya berjubah biasa" Batin pria tampan tersebut sambil memejamkan mata-nya.
Beberapa saat berpikir pria tampan itu membuka mata-nya, Ia berdiri dari duduk-nya dan melirik ke arah Shi Li, "Bawa orang-orang elit-mu, Kita akan pergi menuju ke tempat perbudakan yang terakhir" Ucap pria tampan tersebut dan dengan segera di angguki oleh Shi Li.
"Baik tuan..." Ucap Shi Li dengan suara rendah kemudian berlari menuju pintu keluar.
Pria tampan yang melihat pergi-nya Shi Li hanya diam, Ia lalu membalik-kan badan-nya dan menatap ke arah luar jendela, "Sungguh merepotkan..." Guman pria tampan tersebut dan menghilang dari sana tanpa jejak.
***
Di tempat lain, Fang Lin dan Tian Wai kini tepat berada di sebuah bar, "Hmm... Apakah Manajer Z ada disini?" Gumam Fang Lin bertanya-tanya.
Baru saja Fang Lin berguman seperti itu, Tiba-tiba sebuah suara terdengar di belakang-nya dan membuat mereka berdua menoleh ke arah sumber suara tersebut, "Tuan Fang Lin?"
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.