
Fang Lin kini terus mengamati pintu keluar bar dari atas dahan pohon, Ia bahkan sampai tidak sadar kalau langit mulai malam dan bulan sudah menyinari kota Tang Zhuwan untuk menggantikan matahari.
Fang Lin menyipitkan mata-nya ke arah depan bar lalu mengalihkan pandangan-nya ke arah langit, "Sudah malam? Sial, Kenapa orang itu masih belum keluar juga?" Gumam Fang Lin sedikit kesal karena sudah lama menunggu. Ia yang penasaran langsung menyebar-kan kesadaran-nya ke arah bar tersebut untuk mengetahui keberadaan Sylvia.
~Whoooshhh~
Saat kesadaran-nya sampai di bar itu, Fang Lin sedikit mengerutkan alis-nya ketika melihat beberapa orang yang sedang melakukan pesta di dalam bar, Salah satu-nya adalah pria paruh baya yang membeli Sylvia.
Sylvia sendiri berada di pojokan bar dan sedang dikurung di sebuah penjara besi yang tertutup kain hitam.
"Ck, Orang itu malah mengikuti pesta arak yang diadakan oleh Manajer A" Gumam Fang Lin berdecak pelan. Ia saat ini dapat melihat Manajer A yang sedang mengobrol dengan pria paruh baya yang membeli Sylvia.
Fang Lin menghela nafas panjang melihat itu, Ia kemudian tiduran di atas dahan pohon lalu menutup mata-nya perlahan, Meski dia menutup mata-nya akan tetapi kesadaran-nya tetap dia pertahankan untuk mengawasi pria paruh baya tersebut.
.....
3 Jam Kemudian.
Waktu menunjuk-kan pukul 10 malam, Fang Lin tiba-tiba membuka mata-nya saat tau kalau pria paruh baya tersebut ingin keluar dari bar, Ia segera bangun dari tidur-nya dan langsung memerhatikan pintu keluar bar.
"Dia keluar" Gumam Fang Lin pelan dan beberapa saat kemudian seorang pria paruh baya keluar dari bar sambil mengangkat penjara besi yang besar dengan satu tangan-nya.
Di sisi lain, Pria paruh baya tersebut sedang melirik kiri dan kanan-nya, Ia melihat kalau jalanan cukup sepi dan langsung melesat ke arah gerbang kota Tang Zhuwan.
Fang Lin yang melihat pria paruh baya itu mengarah ke diri-nya hanya tersenyum tipis, "Kupikir dia akan melewati jalan lain" Gumam Fang Lin pelan. Ia sebelum-nya menebak kalau pria paruh baya itu akan melewati jalan tikus untuk keluar dari kota Tang Zhuwan, Namun diri-nya salah akan hal itu.
Fang Lin hanya diam dan terus mengamati pria paruh baya itu dari posisi-nya saat ini, Ia merasakan kalau bukan diri-nya saja yang sedang menunggu pria paruh baya tersebut.
Tetapi ada suatu kelompok yang sudah menunggu pria paruh baya itu dari luar kota Tang Zhuwan, Mereka terdiri dari 10 orang dan memiliki ranah setingkat kaisar.
Meskipun begitu ranah yang dimiliki pria paruh baya juga tidak bisa dianggap remeh, Dia sudah berada di ranah Asal Mula dan sudah dipastikan kalau orang itu akan tetap menang dengan mudah meski kelompok tersebut menyergap-nya secara diam-diam.
.....
Di sisi lain, Pria paruh baya itu melesat ke arah hutan setelah keluar dari kota Tang Zhuwan, Ia melesat dengan kecepatan tinggi sambil membawa penjara besi yang cukup besar di tangan kanan-nya.
Pria paruh baya itu tiba-tiba berdecak kesal dan langsung berhenti dari lesatan-nya, Ia saat ini berada di tengah-tengah lapangan kecil yang dikelilingi pohon-pohon lebat, "Keluar-lah penguntit atau kalian akan mati dengan cara menyakitkan" Ucap Zhong Li dengan nada sedikit lantang.
"Hahahaha... Orang tua, Indra-mu cukup kuat karena dapat merasakan kehadiran kami" Ucap seorang pria botak yang tiba-tiba muncul dari balik pohon dan di-ikuti oleh ke-sembilan orang lain-nya yang mengepung Zhong Li dari berbagai arah.
Zhong Li hanya diam mendengar ucapan pria botak tersebut, Ia menaruh penjara besi ke tanah lalu mengeluarkan sebuah tombak hitam mewah dari dunia jiwa-nya.
Pria botak itu dengan segera mengeluarkan pedang-nya dari sarung pedang-nya dan di-ikut oleh yang lain-nya, "Orang tua sombong, Hanya karena kau memiliki kultivasi yang sedikit lebih tinggi, Kau memandang remeh kami? Tidak akan ku-ampuni!" Teriak pria botak tersebut dan langsung melesat ke arah Zhong Li.
Ke-sembilan orang lain-nya yang mengepung Zhong Li dari berbagai arah ikut melesat untuk menyerang-nya, Mereka langsung menggunakan teknik andalan mereka masing-masing agar dapat menyelesaikan hal ini dengan mudah.
Zhong Li yang melihat mereka mulai menyerang langsung menarik napas-nya cukup dalam, "Jurus Tombak Kedua: Pembelah Langit!" Ucap Zhong Li lalu memutar-kan tombak-nya ke segala arah.
~Slaashhh~.
Ke-sepuluh orang yang melesat ke arah Zhong Li seketika terbelah dengan mudah seperti sebuah tahu.
~Brukkkk~
Bagian tubuh mereka langsung jatuh ke tanah dan membuat Zhong Li mendengus kesal, "Hmph... Ucapan-mu sangat tidak sesuai dengan kemampuan yang kau miliki" Ucap Zhong Li dengan nada meremehkan.
Zhong Li yang berniat untuk memasuk-kan tombak-nya langsung berhenti dan menatap tajam ke arah depan-nya sambil mengarah-kan tombak-nya, "Siapa kau?" Tanya Zhong Li saat melihat seseorang yang sedang mengamati-nya dari balik kegelapan.
"Hoo... Mata-mu cukup tajam" Tiba-tiba seorang pemuda bertopeng hitam dan mengenakan jubah biru muncul dari tempat yang Zhong Li liat sat ini.
"Kau... Pemuda yang mengikuti lelang di Organisasi Pasir Hitam bukan?" Tanya Zhong Li kembali dengan nada cukup sinis.
Fang Lin tersenyum lebar mendengar-nya, "Benar... Seperti-nya ingatan-mu cukup bagus" Ucap Fang Lin sambil berjalan mendekati Zhong Li.
Keringat dingin keluar dari tubuh Zhong Li, Ia tidak mengira kalau pemuda yang menyeramkan itu ikut mengincar-nya juga, "Berhenti! Jelas-kan apa yang kau inginkan, Aku akan memberikan semua-nya asal tidak dengan budak wanita ini" Ucap Zhong Li yang mencoba untuk bernegosiasi.
Fang Lin langsung menghentikan langkah-nya dan menggelengkan kepala-nya pelan, "Aku tidak ingin apapun selain budak wanita itu, Namun jika kau tidak mau, Aku akan memberikan dua pilihan" Ucap Fang Lin memberi tawaran.
Zhong Li berdecak pelan mendengar perkataan pria bertopeng hitam didepan-nya, "Pilihan apa yang ingin dia beri?" Batin Zhong Li berpikir keras.
Beberapa saat Zhong Li berpikir akhir-nya dia memutuskan untuk mendengar-kan pilihan yang Fang Lin beri, Jika saja diri-nya melawan pria bertopeng hitam itu, Ia tidak yakin dapat keluar dari sini hidup-hidup.
Karena yang dia tau kalau Fang Lin adalah sosok yang lebih kuat dari-nya, Terlebih lagi aura membunuh yang dikeluarkan-nya disaat pelelangan, Itu saja sudah membuat Zhong Li bergidik ngeri jika membayangkan-nya.
"Baiklah... Apa pilihan yang ingin kau berikan? Jika pilihan itu tidak membuat-ku untung maka maaf saja aku tidak ada pilihan lain selain bertarung dengan-mu" Ucap Zhong Li sambil menarik tombak-nya agar tidak mengarah ke pria bertopeng hitam itu.
Fang Lin tersenyum ketika melihat Zhong Li menerima tawaran-nya, Ia dengan segera memberitahu tawaran yang ingin dia beri ke Zhong Li.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.