
Yue, Fang Qin dan Xia Mei masih mengamati pertarungan yang berada di dalam kubah, "Tuan, Nyonya... Ayo kita pergi dari sini." Yue tersenyum ketika mengatakan itu dan diangguki patuh oleh keduanya.
Whooosh.
Dalam sekejap mereka bertiga menghilang dari sana dan kembali muncul di sebuah lapangan yang tidak terlalu luas.
Yue berhadap-hadapan dengan kedua orang tua tuannya lalu melambaikan tangannya, "Sekarang latihan untuk kalian berdua, tuan dan nyonya. Pil ini adalah pil yang dapat mempermudah kalian meningkatkan daya tahan tubuh, menjadi kultivator bukan hanya mementingkan tingkat kultivasi saja tetapi juga tingkat tubuh kalian..." Yue berkata sembari mengulurkan tangan kanannya yang memegang 2 pil berwarna coklat.
Fang Qin dan Xia Mei tidak membalasnya melainkan langsung mengambil satu pil coklat untuk masing-masing.
Mereka berdua sejenak menatap pil coklat yang ada di tangan mereka, dan kemudian menelannya dengan cepat.
Tidak ada sesuatu yang terjadi di antara mereka berdua, hanya saja awan hitam mulai berkumpul tepat di atas kepala mereka dan mengeluarkan petir serta gemuruh yang keras.
"Kalian berdua akan menghadapi malapetaka petir pelangi, masing-masing dari warna petir memiliki kekuatan yang berbeda jadi bersiap-siaplah... Oh ya, jangan gunakan penghalang atau semacamnya agar tubuh kalian mendapatkan hasil yang maksimal..." Yue tersenyum ketika menjelaskan hal tersebut.
"Yue, bagaimana jika baju kami rusak atau semacamnya?" Xia Mei bertanya dengan nada penasaran. Tentu dirinya akan merasa malu jika gaunnya yang dipakainya rusak, terlebih lagi sekarang ia berada di tempat yang terbuka.
"Tenang saja! Petir yang akan kalian hadapi tidak akan bisa menghancurkan baju kalian, karena aku sudah mengaturnya sedemikian rupa..."
Mendengar jawaban Yue membuat Xia Mei menghela nafas lega.
"Kalau begitu aku akan pergi... Semoga keberuntungan menyertai kalian!" Yue langsung menghilang dari tempatnya usai mengatakan hal itu.
Selang beberapa detik setelah Yue pergi, petir-petir yang ada di langit semakin bergemuruh hingga akhirnya 2 petir berwarna merah turun secara bersamaan dan menyambar sepasang manusia yang berada di daratan.
Dar!
Ledakan yang menghasilkan suara keras terjadi, Fang Qin dan Xia Mei menerima masing-masing dari petir tersebut secara utuh tanpa melapisi apapun dalam tubuh mereka.
Ketika serangan petir tersebut berlalu, Fang Qin dan Xia Mei sama sekali tidak merasakan sakit sedikitpun, hanya saja beberapa bagian tubuh mereka merasa kesemutan.
Suara gemuruh di langit kembali terdengar dan kali ini bunyinya semakin keras dari sebelumnya.
Jeder!
2 petir berwarna jingga kini turun dari langit dan menyambar sepasang manusia yang sedang berdiri di atas tanah.
Dar!
Suara keras kembali muncul dan lebih keras dari sebelumnya, lubang tanah mulai terbentuk akibat serangan petir barusan.
Fang Qin dan Xia Mei masih berdiri di sana, tubuh mereka mulai merasakan sakit.
Proses malapetaka petir pelangi terus berlanjut dan masing-masing warna memiliki rasa sakit yang berbeda.
.....
Waktu terus berlalu dan kurang dari satu jam untuk Fang Qin serta Xia Mei melewati 6 sambaran petir dengan warna yang berbeda-beda.
Mereka berdua sama sekali tidak menyadari kalau tingkat tubuh mereka sudah meningkat cukup pesat.
Kini yang tersisa adalah petir ungu, petir yang paling kuat di antara malapetaka petir pelangi yang lainnya.
Tubuh Fang Qin dan Xia Mei bisa dibilang cukup buruk, dari memar serta gosong sampai kulit robek.
Mereka berdua tidak mengeluarkan satu patah katapun dari mulut mereka, dan hanya fokus menatap langit gelap yang berada tepat di atas mereka.
Pusaran awan hitam itu mengeluarkan gemuruh petir ungu, seolah sedang menyiapkan sesuatu yang dahsyat.
Jeder!
Kepulan asap menutupi lapangan yang tidak terlalu luas itu, dan tak lama kemudian mulai menghilang lalu memperlihatkan sebuah kawah yang cukup besar serta dalam.
Di dalam kawah tersebut Fang Qin masih tetap berdiri, sedangkan Xia Mei sudah berada dalam posisi duduk.
Darah berceceran dari luka yang ada di tubuh keduanya, tidak ada satupun dari mereka yang dapat bergerak karena saraf mereka terkejut dengan sambaran petir ungu tersebut.
Yue yang sedang melayang di balik awan hanya diam melihat keduanya, "Tersisa satu sambaran lagi, kuharap kalian berhasil melewatinya..." Yue bergumam dan menunda malapetaka petir ungu yang selanjutnya selama beberapa menit.
Beberapa menit terlewati. Saat ini Fang Qin dapat menggerakkan seluruh tubuhnya kembali, begitu juga dengan Xia Mei.
"Apakah kau baik-baik saja? Yue berkata kalau tersisa satu sambaran lagi, jika kau tidak sanggup aku akan memintanya untuk mengeluarkanmu..." Fang Qin berkata sambil menoleh ke arah Xia Mei yang sudah bangkit berdiri.
Xia Mei sendiri terdiam sejenak mendengarnya, ia kemudian menggelengkan kepala dan berkata, "Tidak... Aku harus menjadi kuat, agar aku tidak menjadi beban bagi anakku."
Fang Qin menghela nafas panjang mendengarnya, ia menatap langit lalu menganggukkan kepalanya pelan.
Suara gemuruh petir yang tadinya menghilang kini kembali terdengar, suaranya lebih keras dari petir yang sebelum-sebelumnya.
Xia Mei menahan nafasnya ketika melihat gemuruh yang terjadi di langit, sedangkan Fang Qin hanya diam dengan raut wajah yang serius.
Dar!
Sebuah petir besar berwarna ungu kembali menyambar dengan cepat, dan sekali lagi ledakan yang keras terjadi.
Kepulan asap muncul dimana-mana dan memenuhi lapangan, tiba-tiba saja kepulan asap menghilang seolah ada angin kuat yang menerpa mereka.
Yue yang berada dibalik awan hitam dengan cepat turun ke bawah, tidak sampai satu detik bagi dirinya untuk sampai ke dekat Fang Qin dan juga Xia Mei. Pasangan paruh baya itu tergeletak di tanah dalam keadaan terluka parah dan tidak sadarkan diri.
"Kalian benar-benar berusaha keras..." Yue tersenyum tipis, ia melambaikan tangannya ke samping dan dalam sekejap luka yang diderita oleh mereka menghilang sepenuhnya.
Setelah itu, Yue memindahkan mereka ke bangunan yang selama ini jadi tempat tinggal mereka berdua.
Yue tersenyum ketika melihat pasangan suami istri itu tertidur di ranjang yang sama, "Tuan pasti bangga memiliki orang tua seperti kalian..."
Yue langsung menghilang usai menyelesaikan kata-katanya, ia kembali muncul di suatu lapangan besar yang ditutupi oleh kubah berwarna hijau.
Di dalam kubah tersebut terdapat beberapa bawahan inti yang sedang mengobrol santai, mereka adalah orang-orang yang telah terluka parah di dalam arena pertarungan.
Kubah ini adalah kubah penyembuhan, jadi siapa saja yang masih berada di dalam area kubah ini akan langsung beregenerasi, mau luka separah apapun itu masih bisa disembuhkan.
Kedatangan Yue membuat mereka berdiri dan berbaris secara rapi, jumlah mereka saat ini kurang dari 10, yang lainnya kemungkinan masih berada di dalam arena pertempuran.
"Bai Hu, Zhong Li, Guo Ren, Sylvia, Fang Ji, dan Naga Putih... Pertarungan yang kalian lakukan sudah bagus, namun itu masih belum cukup. Aku ingin kalian lebih cepat lagi dalam bertindak..." Ucap Yue lalu menimpalinya, "Saat aku melihat pertarungan kalian barusan, banyak sekali pergerakan atau serangan tidak berguna yang kalian lakukan. Terutama kau Bai Hu, terlalu banyak menggunakan pisau angin, padahal penghalang milik Li Fan tadi lebih kuat dari pisau anginmu..."
"Lalu Zhong Li, kau selalu berhenti sesaat untuk melanjutkan jurus selanjutnya, seharusnya dirimu sudah menyiapkannya di sela-sela pertarungan. Waktu yang kau gunakan akan terbuang sia-sia, bahkan jika 0,1 detik sekalipun masih sangatlah berharga di dalam sebuah pertarungan." Yue memberitahu kesalahan-kesalahan yang mereka lakukan, tidak hanya mereka berdua saja tetapi yang lainnya juga.
Setelah memberitahu kesalahan-kesalahan mereka, ia juga memberikan masukan agar di pertarungan selanjutnya mereka dapat bertarung lebih baik lagi.
"Ingat perkataanku tadi! Dan setelah yang lainnya keluar dari arena pertarungan, kalian akan beristirahat selama beberapa hari untuk mengumpulkan kembali Qi kalian. Gunakan waktu sebaik mungkin, karna dalam 2 tahun lagi tuan akan kembali dan dia akan melawan seseorang yang kuat.... Jadi kuharap disaat itu kalian bukanlah lagi sosok lemah yang tuan kenali 9 tahun yang lalu!" Yue berkata dengan suara lantang, memberikan motivasi yang menyemangati mereka semua.
Mereka semua mengangguk patuh dan menjawab dengan nada hormat, "Baik, nona Yue! Kami akan ingat itu~!" Dengan serempak mereka menjawab.
"Bagus. Aku akan pergi..." Yue langsung menghilang dari sana tanpa menunggu jawaban dari mereka semua.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.