System Sang Immortal

System Sang Immortal
Labyrinth of The Death VI


"Apa? Apa memang suara raungannya sekeras itu?" Rian terkejut ketika menyadari keretakan dalam barriernya.


"Sepertinya akan ada sesuatu yang buruk terjadi." Gwen berkata dengan suara lantang, lalu melanjutinya, "Jangan lengah, semuanya!"


Suara Gwen menggema di dalam kubah, semua orang yang mendengar itu langsung bersiap-siap. Di antara mereka semua, Tiger adalah orang yang paling antusias.


Mereka semua turun dari kuda, lalu Merlin memasukkan semua peliharaannya itu ke dalam dimensi pribadinya.


Harimau hitam tampaknya tidak dimasukkan, Merlin sepertinya berniat untuk membawa peliharaannya yang satu itu untuk ikut berjaga-jaga.


"Sungguh menegangkan, ya?" Colin menoleh ke arah Fang Lin sembari memegang sepasang belati mewah berwarna ungu.


"Begitulah, ini mungkin akan pertarungan pertamaku melawan monster yang kuat. Kuharap aku tidak membebani kalian." Fang Lin menanggapi, dia memegang sebuah pedang polos berwarna perak di tangan kanannya.


"Tenang saja, kami tidak akan melibatkanmu dalam pertarungan, kok." Colin menampilkan ekspresi yang tenang, lalu kembali berkata, "Omong-omong, apa kau baru saja membeli pedang? Tampaknya pedangmu itu sangat mulus."


"Iya, aku membelinya saat melakukan perjalanan ke kota Heinz. Pedang ini tidak pernah kupakai sama sekali, dan baru kali ini aku menggunakannya." Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan, ia tidak berbohong sepenuhnya karena memang benar kalau pedang ini adalah pedang baru-- hanya saja dirinya membeli pedang tersebut di system shop.


"Begitu, ya."


Sesaat setelah Colin berkata demikian, penghalang milik Rian hancur seketika dan aura yang sangat berat tiba-tiba menimpa tubuh mereka.


Keugh!


Yuna, Rian, Colin dan Fang Lin langsung berlutut ketika mereka menerima aura berat tersebut, sedangkan sisanya masih bisa bertahan karena mereka mempunyai Mana Circle yang cukup tinggi.


"B-brengsek... Gwen, tolong lakukan sesuatu." Rian yang lebih dulu berbicara, suaranya terbata-bata.


Gwen melihat ke belakang dan melihat sebagian anggota grupnya berlutut karena aura asing yang menimpa mereka. Dia langsung menanamkan sebuah pelindung aura di kubah es miliknya.


"Tidak cukup..." Gwen bergumam serius, matanya melirik ke arah Merlin.


Merlin tentu mengetahui arti tatapan dari wanita itu, dan ia segera menciptakan pelindung aura lainnya sehingga membuat aura asing tersebut tidak berpengaruh lagi pada mereka.


"Aura itu... Aura Wyvern, ya?" Tiger melipat kedua tangannya di depan dada sembari menatap ke langit biru.


"Sepertinya iya, Wyvern yang ini bukanlah kroco. Mempunyai aura mengerikan itu, setidaknya dia sudah hidup selama ratusan atau bahkan ribuan tahun." Yohan menambahkan, bulu kuduknya berdiri karena merasa merinding.


"Wyvern, ya..." Fang Lin bergumam, ia cukup penasaran tetapi tidak ingin menyebarkan Kesadaran Spiritualnya untuk mencari tau.


Colin melipat tangannya dan ia mengusap lengan atasnya secara perlahan seolah sedang kedinginan, "Wyvern itu makhluk yang mengerikan, aku tidak pernah berpikir akan bertemu dengan dia di dalam Dungeon ini." Colin tanpa sadar mengatakannya.


"Aku belum pernah bertemu makhluk semacam itu sebelumnya, kalau Wyvern dibandingkan dengan anggota grup ini, dia sekuat siapa?" tanya Fang Lin penasaran.


Colin sedikit tersentak ketika mendapati pertanyaan itu, ia kemudian memasang raut wajah yang sedang berpikir.


"Hmm... Mungkin sekuat diriku?" Colin memasang raut wajah konyol saat menjawabnya, lalu segera menimpalinya, "Becanda, deh. Aku pikir Yohan atau Tiger sebanding dengan Wyvern. Namun, mereka berdua sepertinya sedikit lebih kuat."


"Ya, tapi itu tidak pasti. Karena setiap Wyvern ada yang kuat dan adapula yang lemah, tergantung umurnya serta seberapa banyak pengalaman bertarungnya." Colin menjelaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman.


"Begitu, ya." Fang Lin mengangguk paham, ia kemudian kembali bertanya, "Omong-omong, batas umur Manusia itu berapa lama?"


"Eh, itu tergantung manusianya sendiri." Colin menjawab dengan cepat, "Tapi dari yang kudengar, seseorang yang berada di tingkat Lima Belas Mana Circle atau bisa dibilang Mana Circle sempurna akan bisa hidup dalam waktu yang lama. Seperti ribuan atau mungkin puluhan ribu tahun."


Fang Lin terdiam sejenak dan memejamkan matanya, "Di Alam Semesta ini, sepertinya jangka waktu Manusia bisa hidup terbatas. Tetapi, sebagian besar dari mereka mempunyai potensi yang tinggi karena bisa menjadi kuat dalam waktu sebentar saja."


"Memangnya kenapa kau bertanya?" Colin merasa sedikit penasaran.


"Aku hanya merasa penasaran saja." Fang Lin menjawab sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Ketika Fang Lin hendak menjawabnya, ia bisa merasakan dari kejauhan kalau ada sebuah serangan bola api raksasa yang sangat cepat.


Di sisi lain, Merlin adalah orang yang kedua menyadari serangan tersebut dan dia memperingatkan semua orang untuk bersiaga.


Beberapa saat setelah peringatan dari Merlin, bola api raksasa tersebut tiba dari atas langit dan menghancurkan kedua lapis kubah transparan milik Merlin juga Gwen dengan mudah.


Bam!


Meskipun serangan tersebut luar biasa, kubah perisai es milik Gwen masih bisa menahannya. Kepulan asap putih langsung memenuhi jalan labirin sampai menjangkau ribuan meter.


"Mengerikan..." Yuna bergumam takut, dia berlindung dibalik punggung Gwen.


Semua orang berwaspada, dan hanya Tiger saja yang menunjukkan senyum lebar.


"Makhluk kuat! Makhluk kuat! Ini sangat menyenangkan."


Fluktuasi aura keluar dari tubuh Tiger dan di saat yang bersamaan Zirah transparan berwarna coklat melapisi tubuhnya.


Dari langit, seekor Wyvern sedang melesat cepat ke arah kubah es. Dia memancarkan aura yang mengerikan, dan bisa dipastikan kalau dia adalah makhluk yang mengeluarkan tekanan tadi.


"Dia datang."


Gwen menghilangkan perisai es ketika mengatakannya, Yohan langsung mundur ke barisan belakang sedangkan Tiger maju sampai di paling depan.


Kemudian, Wyvern tersebut mendarat beberapa puluh meter di depan Tiger. Dia mempunyai kulit keras berwarna coklat kemerahan, juga sepasang sayap yang lebarnya mencapai puluhan meter.


"Manusia, ya... Sudah lama orang luar tidak masuk ke dalam dimensi ini. Aku sangat senang dan tidak sabar untuk melawan kalian."


Suara berat keluar dari mulut Wyvern itu, dia menarik kembali aura dominasinya dan membuat suasana menjadi lebih normal dari sebelumnya.


"Benarkah itu?! Sepertinya kau adalah tipe yang sama sepertiku!" Tiger berseru lantang, raut wajahnya kini terlihat sangat tidak sabar.


Wyvern tidak mengatakan apa-apa setelah mendengarnya, dia mengangkat sepasang sayapnya yang mirip kelelawar itu ke atas, kemudian dia membuka mulutnya lalu sekumpulan Mana berkumpul di sana.


"Tiger, maju. Jangan beri dia kesempatan untuk menyerang." perintah Gwen cepat.


"Siap, dilaksanakan!" Tiger melesat maju sembari tertawa lantang, lalu mengepalkan kedua tangannya untuk meninju tubuh Wyvern itu.


Wyvern sendiri tidak tinggal diam dan menciptakan gelombang kejut dari kepakan sayapnya.


Whooosh!


Tiger langsung mundur di udara karena serangan gelombang kejut itu, dia hendak melesat kembali tapi sayangnya bola energi raksasa sedang bergerak ke arah dirinya dan juga rombongan di belakangnya.


"Dasar tidak adil!" Tiger berseru sembari tersenyum lebar, lalu mengubah postur di udara menjadi kuda-kuda, "Tinju Raja Harimau!"


Tiger melesatkan tinju kanannya ke arah bola energi raksasa yang bergerak ke arahnya dan siluet harimau muncul dari kepalan tangannya lalu berlari di udara.


Duar!


Ledakan terjadi ketika serangan dari sisi yang berbeda itu saling bertemu, suara keras tercipta dan disertai dengan gelombang kejut yang luar biasa. Colin, Rian serta Yuna langsung menutup kuping mereka menggunakan kedua telapak tangan ketika ledakan sedang berlangsung.


Bersambung.....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.