
Saat ini Fang Lin dan Li Fan sudah hampir dekat dengan para penjaga gerbang, Hanya tinggal menunggu beberapa orang lagi dan setelah itu barulah mereka berdua yang mendapatkan giliran.
.....
Tak butuh waktu lama, Fang Lin dan Li Fan sampai di gerbang. Fang Lin sendiri langsung mengeluarkan satu koin emas dan mengatakan, "Aku baru datang ke kota ini, Tolong antar aku ke kristal pendeteksi" Ucap Fang Lin sambil melemparkan satu koin emas ke arah penjaga.
Melihat pria bertopeng hitam itu melemparkan koin emas, Penjaga yang sebelumnya menatap sinis Fang Lin dan Li Fan langsung merubah tatapan menjadi biasa saja, Ia tidak ingin berurusan dengan orang kaya karna takut tersinggung oleh tatapan-nya barusan.
"Baik tuan muda, Biarkan penjaga 2 yang mengantarkan anda ke sana" Ucap Penjaga 1 sambil tersenyum ramah.
Penjaga 2 yang sedang memejamkan matanya di sebuah kursi langsung membuka mata dan menghela nafasnya panjang, Ia kemudian berdiri dan memberikan kode ke Fang Lin untuk mengikuti-nya.
Fang Lin yang mengetahui itu langsung mengikuti sang penjaga. Tak jauh dari gerbang kota terdapat rumah yang cukup sederhana disana, Penjaga 2 memasuki rumah sederhana tersebut dan diikuti oleh Fang Lin juga Li Fan.
Saat memasuki rumah sederhana tersebut, Terlihat cukup banyak orang yang sedang duduk santai sambil meminum sebuah bir, Tentu melihat itu membuat Fang Lin terheran, Namun dia mengabaikan hal itu dan terus berjalan mengikuti sang penjaga.
Di sisi lain, Kedatangan Fang Lin dan Li Fan tentu membuat mereka berdua menjadi pusat perhatian, "Siapa pemuda bertopeng itu? Dan juga bukankah itu Li Fan anak dari si pelacur itu?"
"Sssttt... Diam-lah, Pemuda yang berada di sebelah bocah itu memiliki ranah yang lebih tinggi dari kita"
"Lalu? Kau pikir aku takut? Palingan dia hanya berbeda beberapa ranah dari kita"
Orang-orang itu terus menerus membicarakan Fang Lin dan Li Fan. Mendengar ocehan itu membuat Fang Lin menghela nafas pelan, Ia lalu melihat ke arah Li Fan yang kini wajahnya memerah karna marah.
Fang Lin yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya pelan dan mengeluarkan aura naga-nya.
~Whoooshh~
"Berhenti-lah menggonggong atau kalian tidak akan bisa melihat matahari lagi setelah ini" Ucap Fang Lin dingin lalu menarik aura naga-nya kembali.
Hening...
Setelah Fang Lin berbicara seperti itu seluruh orang yang merasakan aura asing menekan tubuh mereka langsung berkeringat dingin, Mereka semua menatap orang bertopeng hitam itu sekejap lalu mengalihkan pandangan ke arah lain sambil menundukkan kepala kebawah.
Tubuh mereka semua bergetar karna ketakutan kecuali Li Fan yang ada disana, Dia sama sekali tidak merasakan apa-apa dan hanya mendengar pria misterius itu berbicara.
"Apa yang terjadi?" Batin Li Fan dengan nada heran.
Fang Lin sendiri hanya mengabaikan reaksi orang-orang dan terus berjalan ke sebuah meja resepsionis.
Sesampai-nya disana Fang Lin melihat ke arah pria paruh baya yang sedang menjaga di meja resepsionis, Ia melihat pria paruh baya itu bergetar ketakutan sambil menundukkan kepalanya.
Fang Lin yang melihat itu hanya menghela nafasnya pelan, Sebelumnya dia sama sekali tidak berniat untuk mengancam mereka, Akan tetapi lama kelamaan dirinya menjadi muak mendengar ucapan mereka.
Fang Lin hanya menggelengkan kepalanya pelan dan mengatakan, "Keluarkan kristal pendeteksi"
Pria paruh baya yang mendengar itu langsung buru-buru mengeluarkan sebuah kristal bening bulat di bawah meja resepsionis dan meletakkan kristal itu di atas meja, Setelah meletakkan-nya pria paruh baya itu sedikit menjauh dari sana.
Fang Lin yang melihat kristal pendeteksi langsung meletakkan tangan kanan-nya ke kristal dan beberapa saat kemudian kristal tersebut mengeluarkan cahaya berwarna abu-abu.
Kristal pendeteksi adalah sebuah artefak tingkat tinggi yang dapat mendeteksi aliran seorang Kultivator. Kristal tersebut dapat mengeluarkan 4 macam warna, Antara lain: Putih, Hitam, Abu-Abu dan Merah.
Jika kristal pendeteksi mengeluarkan warna Putih artinya orang itu berasal dari aliran putih, Begitupun dengan sebaliknya kalau berwarna Hitam artinya berasal dari aliran hitam dan untuk abu-abu dari aliran netral.
Sedangkan untuk warna merah berasal dari aliran iblis, Biasanya orang-orang tersebut mempelajari teknik yang dipunyai oleh para iblis.
Fang Lin yang mendengar itu sedikit terkejut, Ia lalu mengalihkan pandangannya ke arah Li Fan yang sedang menundukkan kepala ke arahnya.
Fang Lin yang melihat itu hanya tersenyum tipis lalu mengusap kepala Li Fan dengan tangan kanan-nya, "Baiklah... Kalau begitu kita pergi dari sini" Ucap Fang Lin lalu meraih tangan Li Fan.
Li Fan sendiri hanya menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu, Kini suasana hatinya sedang senang ketika memiliki guru pertama dalam hidupnya.
Fang Lin dan Li Fan mulai berjalan ke arah pintu luar rumah tersebut dan sesampainya di dekat pintu keluar Fang Lin menghentikan langkahnya, "Oh iya... Aku melupakan sesuatu" Ucap Fang Lin sambil mengeluarkan satu koin emas.
~Whoooshh~
Fang Lin langsung menyentil koin emas yang dia pegang hingga menancap ke dinding rumah dekat meja resepsionis, Setelah itu Fang Lin dan Li Fan langsung keluar dari sana.
Semua orang yang melihat kepergian pria bertopeng hitam itu langsung menghela nafas lega, Namun baru beberapa saat setelah mereka menghela nafas, Tiba-tiba sebuah suara terdengar dari koin emas yang menancap di dinding.
"Siapa saja yang berani mengganggu murid-ku Li Fan maka akan menanggung akibatnya" Terdengar suara yang begitu menyeramkan keluar dari koin emas itu.
Seluruh orang yang berada disana langsung merinding seketika ketika mendengar suara tersebut termasuk penjaga yang mengantarkan Fang Lin sebelumnya.
Akhirnya beberapa dari mereka langsung keluar dari sana karna takut orang bertopeng hitam itu kembali lagi.
***
Di Sebuah Gang Kota Tang Zhuwan.
Fang Lin saat ini berada di ujung gang dan sedang menunggu Li Fan mengganti baju, Ia sebelumnya menyuruh Li Fan untuk mengganti baju karna melihat bajunya yang sudah begitu lusuh.
Akan tetapi Li Fan mengatakan kalau dia tidak mempunyai baju ganti sama sekali dan baju yang dipakai-nya saat ini adalah baju satu-satunya. Tentu mendengar itu membuat Fang Lin merasa kasihan, Ia langsung membeli sebuah jubah mewah hitam polos dari shop dan mengeluarkan-nya dari inventory.
Fang Lin langsung memberikan jubah mewah itu dan menyuruh Li Fan untuk mengganti bajunya di sebuah gang sepi, Li Fan sendiri merasa senang ketika mendapatkan jubah baru dari gurunya.
Li Fan langsung berterima kasih ketika menerima jubah hitam mewah itu dan segera menggantinya di sebuah gang sepi.
Fang Lin yang melihat Li Fan sudah memasuki gang dengan antusias hanya tersenyum tipis, Ia lalu memilih untuk menunggu Li Fan didepan gang.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE >> COMMENT.
Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin.
Author System Sang Immortal saat ini ingin meminta maaf kepada kalian kalau ada kesalahan kata-kata yang author perbuat dan juga beberapa janji yang engga author tepati.
Selain itu Author ingin mengucapkan terima kasih karena kalian telah membaca novel author yang menurut author sendiri belum cukup bagus.
Lalu Author ingin mengatakan jangan bosen-bosen baca cerita ini, Meskipun sebelumnya author jarang up tetapi bulan ini author usahakan untuk up tiap hari.
Selamat Hari Raya 'Idul Fitri 1442 H/2021 M.
Udah sih itu aja, Oh ya jangan lupa follow ig author: @Wijayaputra_24
Gak follow mandul hahahahaha.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...