
Fang Lin langsung mengeluarkan aura naga serta aura membunuhnya secara bersamaan.
~Whooosshhh~
Seketika rumput yang Fang Lin pijaki langsung retak seperti jaring laba-laba. Di sisi lain Shen Liang yang melihat aura yang dikeluarkan Fang Lin menjadi sedikit terkejut, "Benar... Ini aura naga, Sebelumnya aku tidak percaya kalau anak ini mempunyai aura naga, Tetapi setelah melihatnya..." Shen Liang tidak bisa melanjutkan kata-katanya, Jelas itu sangat mustahil untuk manusia yang mempunyai aura naga, Jika itu Shen Xiong mungkin dia akan percaya.
Aura naga biasanya hanya dimiliki para naga, Tetapi tidak semua naga bisa mengeluarkan aura tersebut, Karna aura naga sangatlah sulit untuk digunakan.
Shen Liang juga sedikit terganggu dengan aura membunuh yang dikeluarkan Fang Lin, "Terakhir kali aku merasa aura membunuh yang pekat ini, Saat aku bertarung dengan Yuan Zhong, Tetapi aura ini lebih pekat dari yang dimiliki Yuan Zhong" Gumam Shen Liang dengan nada terkejut, Bagaimana mungkin dirinya tidak terkejut, Sebab aura membunuh sepekat ini dapat membunuh tingkat Dewa sekalipun.
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat reaksi dari gurunya hanya tersenyum tipis, "Jangan lengah guru!" Teriak Fang Lin sambil melesat ke arah Shen Liang menggunakan langkah cahaya.
Shen Liang yang melihat muridnya sedang melesat ke arahnya tidak tinggal diam, Ia langsung membuat dua pedang Qi di kedua tangannya dan segera menangkis serangan pedang Fang Lin yang diarahkan ke dirinya.
~BOOOM~
Seketika bunyi keras terjadi saat pedang Fang Lin dan pedang Qi Shen Liang saling bersentuhan. Fang Lin yang melihat serangannya ditahan menjadi terkejut lalu mengayunkan kembali kedua pedangnya ke arah gurunya.
~BOOM~
~BOOM~
Setiap kali pedang Fang Lin dan pedang Shen Liang bersentuhan, Terjadi bunyi-bunyi keras yang memekakkan telinga.
Di pertarungan ini Fang Lin terus menyerang ke arah titik vital Shen Liang, Akan tetapi Shen Liang tidak membiarkan hal itu dan terus menghindarinya dengan baik.
"Setiap aku menahan serangannya, Pedang Qi ku terus-menerus retak dan memaksaku untuk terus memulihkan pedang Qi ku" Gumam Shen Liang berdecak pelan, Pemahaman muridnya menggunakan pedang sangatlah baik, Bahkan menurutnya Yuan Zhong tidak sebaik Fang Lin dalam menggunakan pedang.
~BOOM~
~BOOM~
Fang Lin tidak memberikan celah sedikitpun untuk Shen Liang dan membuatnya sedikit kesal, "Baiklah, Aku akan mengeluarkan 80% kekuatanku" Ucap Shen Liang tersenyum lebar dan seketika aura yang berada dalam tubuhnya meledak-ledak.
~BOOMM~
~BOOMM~
Di sisi lain, Fang Lin yang melihat kekuatan gurunya meningkat drastis menjadi terkejut, "Jadi guru belum serius?" Gumam Fang Lin sambil mengerutkan sedikit kedua alisnya.
Shen Liang yang melihat reaksi muridnya tetap tersenyum lebar, Lalu melesat ke arah Fang Lin dengan kecepatan tinggi.
~Whoosshhh~
Dalam sekejap Shen Liang sudah berada didepan Fang Lin lalu menghunuskan pedang Qi nya ke arah perut Fang Lin.
~Krakkk~
Pedang Qi Shen Liang tiba-tiba hancur saat menusuk perut Fang Lin dan itu sukses membuat Shen Liang melebarkan matanya.
"Bagaimana mungkin?!" Ucap Shen Liang dengan nada terkejut.
Fang Lin yang melihat keterkejutan gurunya hanya tersenyum tipis, Lalu menyerang Shen Liang dengan kecepatan yang tidak bisa dilihat oleh mata.
~Slashhh~
"Guru sudah menyerah?" Tanya Fang Lin sambil tersenyum, Walaupun dia tersenyum akan tetapi dirinya sedang terkejut karna dapat memenangkan pertarungan ini.
Walaupun dia dan gurunya tidak bertarung menggunakan jurus, Tetapi memenangkan pertarungan melawan Dewa Naga saja sudah termasuk prestasi besar bagi dirinya.
"Hahahaha.... Baiklah aku menyerah" Tawa Shen Liang saat pendarahan di lengannya berhenti.
Fang Lin yang melihat itu hanya menghela nafas panjang dan memasukkan pedangnya ke dalam inventory, "Maafkan saya yang telah melukai guru!" Ucap Fang Lin dengan lantang sambil menundukkan kepalanya.
Melihat itu membuat Shen Liang tertawa pelan, "Kau tidak perlu seperti itu, Ini adalah duel... Jadi wajar jika ada yang terluka" Jawab Shen Liang sambil tersenyum.
Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya lalu melihat ke arah gurunya, "Baiklah guru, Saya pamit dulu" Ucap Fang Lin sambil menangkupkan tangannya.
"Em, Baiklah... Kita akan bertemu di turnamen nanti" Ucap Shen Liang pelan.
Fang Lin hanya tersenyum menanggapi itu kemudian menghilang dari sana.
Melihat kepergian Fang Lin membuat Shen Liang sedikit sedih dan disaat itu juga tiba-tiba sebuah bola cahaya emas muncul dari langit lalu mendekati Shen Liang.
"Hey adik, Kulihat pedang Qi mu tadi mampu menebas tubuh tingkat To God, Akan tetapi kenapa tidak bisa menembus tubuh anak itu?" Tanya bola cahaya emas.
Mendengar suara yang familiar, Shen Liang menengok ke arah suara tersebut dan melihat bola emas sedang melayang didekatnya, "Ah, Kakak... Benar kak, Pedang Qi yang baru kubuat dapat menembus fisik To God tahap 5 kebawah, Memang aneh bahkan aku sempat terkejut ketika melihat pedang Qi ku hancur"
"Hmm... Tubuh fisik anak itu tidaklah normal, Aku melihat jika dia hanya mempunyai tubuh fisik tingkat To God tahap 2, Tetapi serangan mu tidak bisa menembusnya... Itu aneh"
Shen Liang mendengar itu hanya mengangkat bahunya, "Entahlah, Aku juga tidak tau..." Ucap Shen Liang lalu menyipitkan matanya ke arah bola cahay emas didekatnya.
"Hmm... Kakak kau sepertinya tertarik dengan anak itu, Biasanya kau tidak akan ikut campur tentang masalah ini" Timpal Shen Liang dengan nada sedikit curiga.
"Aku sedikit tertarik karna anak itu bisa menang melawan mu, Walaupun itu hanya 80% kekuatanmu sih"
Mendengar itu Shen Liang memutar bola matanya malas, "Aku bukan melemah, Hanya mengalah saja" Ucap Shen Liang saat mengetahui kalau yang diucapkan kakaknya adalah ejekan.
"Hahahahaha.... Kau tidak perlu bersedih, Anak itu saja yang tidak normal"
Shen Liang hanya menghela nafas panjang mendengar itu, "Haah... Sudahlah kak, Aku pergi dulu" Ucap Shen Liang dan langsung menghilang dari sana.
Melihat kepergian adiknya, Shen Xiong hanya berdecak pelan secara berkali-kali lalu ikut menghilang dari sana.
***
Di Alam Tanah Kultivator, Rumah Fang Qin.
Fang Lin tiba-tiba muncul di ruang tamu lalu duduk di sebuah kursi kayu, "Haahh... Aku berhasil melawan guru berkat pembantaian ku di Alam Tanah Monster, Jika saja aku tidak kesana mungkin guru bisa mengalahkan ku dengan mudah" Ucap Fang Lin sambil tersenyum puas, Ia sendiri sangat kagum dengan kekuatannya saat ini, Dirinya tidak pernah membayangkan kalau dia bisa mengalahkan seorang dewa.
"Hmm... Aku penasaran dengan statusku sekarang" Ucap Fang Lin dengan nada penasaran lalu membuka layar statusnya.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.
NOTE: Up lagi malem.