System Sang Immortal

System Sang Immortal
Kematian Xiao Chen Dan Ju Lao Zi


Fang Lin yang mendengar seluruh cerita dari Xiao Chen hanya diam sembari mengelus dagunya, "Michael... Apakah dia seorang dewa?" Fang Lin membatin dan melirik ke arah kakek tua yang berada di sebelah Xiao Chen.


Raut wajah Ju Lao Zi saat ini bisa dibilang sangat jelek, Fang Lin dapat mengetahui kalau kakek tua tersebut sedang mencoba menahan perasaan emosinya.


"Michael ya... Siapa sosok si tolol ini, apakah dia seorang dewa rendahan yang sedang bermain-main dengan makhluk Fana?" Fang Lin berkata dengan suara yang sedikit tinggi.


Tentu apa yang dikatakan Fang Lin membuat Xiao Chen terkejut, terlebih lagi Ju Lao Zi yang kini raut wajahnya benar-benar tidak sedap dipandang.


"Hmm... Jika aku bertemu dengannya, mungkin aku akan menghajarnya dan membuat dia berlutut dihadapan ku." Fang Lin kembali berkata dengan nada mengejek.


"Kau BAJINGAN! Berani sekali makhluk rendahan sepertimu menghina sosok yang agung!!!" Ju Lao Zi tidak tahan dengan perkataan Fang Lin dan langsung mengumpatinya.


"Kau hanyalah makhluk rendahan!!! Sialan ini!! Akan ku bunuh kau!!!" Ju Lao Zi tidak dapat menahan rasa emosinya kali ini, dia sudah benar-benar muak dengan ucapan Fang Lin barusan.


"Hmm? Kau nampaknya begitu marah karena aku telah menghina si tolol ini..." Ucap Fang Lin dengan senyum tipis di wajahnya dan tanpa disadari kakek tua itu, pupil matanya telah berubah menjadi keemasan.


"BAJINGAN! Memangnya siapa yang tidak marah jika orang yang telah membuatmu menjadi kuat dihina?!!!" Ju Lao Zi berkata dengan nada tinggi dan aura membunuh merembes keluar dari tubuhnya.


"Hehehe... Maafkan aku karena telah menghina tuan mu, Survia." Fang Lin terkekeh ketika mengatakan ini.


Ju Lao Zi langsung terdiam ketika mendengar itu, matanya melebar seolah tidak percaya dengan apa yang baru saja didengarnya tadi.


"K-kau... B-bagaiman bisa?!" Ju Lao Zi terbata-bata dan perlahan aura membunuhnya mulai berkurang.


Fang Lin tersenyum tipis ketika melihat raut wajah Ju Lao Zi yang begitu panik dan juga gelisah, "Sebelumnya kau menggunakan sesuatu yang membuatku tidak dapat melihat ingatanmu dan juga Xiao Chen meskipun memakai mata dewa, akan tetapi disaat emosimu meningkat dan terus mengumpat ku, sesuatu yang kau gunakan itu perlahan melemah dan membuat ku dapat melihat beberapa ingatanmu" Fang Lin menjawabnya dengan santai.


Di sisi lain, Xiao Chen yang mendengar itu semua hanya diam dan mencoba mencerna perkataan Fang Lin, Ia kemudian melirik ke arah gurunya dan merasa yakin kalau sosok disebelahnya bukanlah Ju Lao Zi yang asli.


"Hahaha... Sialan, aku tidak menyangka identitas ku dapat dibongkar oleh makhluk setengah dewa sepertimu." Survia tertawa pelan ketika mengatakan ini, Ia benar-benar tidak memprediksi kalau kejadian seperti ini akan terjadi.


"Jadi selama ini kau adalah orang lain... Dimana guruku yang asli?!" Xiao Chen tiba-tiba bersuara dan aura membunuh yang pekat merembes keluar dari tubuhnya.


Mendengar itu Survia langsung menoleh ke arah Xiao Chen, "Maaf Chen'er... Tetapi jiwa gurumu telah lama dihancurkan oleh Yang Mulia Michael." Survia mengatakan ini tanpa berbohong sedikitpun.


"Kau tau... Yang Mulia Michael hanya menganggap mu sebagai salah satu pion miliknya untuk di masa depan nanti, dan dia tidak akan masalah jika dirimu mati atau semacamnya." Timpal Zurvia santai, Ia mengatakan kebenarannya sebagai tanda perpisahan mereka berdua.


"PERSETAN DENGAN ITU SEMUA!!!!! BERANI SEKALI KAU DAN MICHAEL MENGHANCURKAN ROH GURUKU!!!!!" Aura membunuh Xiao Chen tiba-tiba saja memenuhi Domain Fang Lin dan energi semesta dalam tubuhnya mulai tidak terkendali.


Fang Lin yang melihat kemarahan Xiao Chen tidak tinggal diam, Ia teleportasi tepat ke belakangnya dan memukul tengkuknya.


Bugh!


Dalam sekejap Xiao Chen kehilangan kesadarannya dan juga aura membunuhnya perlahan kembali ke dalam tubuhnya.


"Kakek tua... Apa maksudmu Michael menganggap Xiao Chen hanya sebagai pion di masa depan nanti?" Fang Lin bertanya dengan nada penasaran, Ia yakin kalau ucapan Survia barusan tersirat sesuatu yang diluar pengetahuannya.


Survia tersenyum tipis dan berkata, "Untuk apa aku memberitahumu? Bodoh sekali."


"Kau mencoba mengintip ingatanku? Hehehe jangan harap, aku tidak akan lengah untuk kedua kalinya." Ucap Zurvia terkekeh pelan.


Fang Lin berdecak pelan ketika mendengarnya, "Semoga saja di masa depan nanti aku dapat bertemu dengan tubuh aslimu, jika hal tersebut terjadi aku berjanji akan menyiksamu hingga memohon ampun padaku..." Fang Lin mengatakannya setelah memegang pundak kakek tua itu.


"Hoo... Coba saja. Asal kau tau kalau kekuatanku yang sekarang hanya 10% dari kekuatan asliku, jika saja kau bertemu dengan tubuh asliku, kau tidak lebih dari semut yang melata di tanah." Survia tersenyum lebar saat mengatakan ini.


"Diamlah..." Fang Lin membalas dengan suara yang dingin dan seketika kepala Survia lepas dari tubuhnya.


Usai membunuh kakek tua itu, Fang Lin mengalihkan pandangannya ke arah Xiao Chen yang kini tergeletak pingsan di lantai es.


"Yue, Apakah aku bisa menjadikannya sebagai bayangan?" Fang Lin bertanya dengan suara yang pelan.


[Bisa tuan, tetapi Xiao Chen tidak akan tereliminasi dari turnamen semesta sebelum rohnya dihancurkan]


Fang Lin menganggukkan kepalanya paham ketika mendengar jawaban Yue, Ia kemudian menebas kepala Xiao Chen dengan tangan kosong dan berkata "Bangkitlah..."


Whoooshhh!


Seketika aura hitam yang begitu pekat memenuhi domain es, dan tak lama setelah itu aura hitam tersebut perlahan menghilang dan menampilkan sosok bayangan pria yang penuh wibawa.


"Aku sangat bersyukur kau tidak menghancurkan rohku dan memilih untuk membangkitkan ku." Bayangan tersebut berkata dengan suara yang tenang.


Mata Fang Lin sedikit melebar ketika mendengarnya, "Kau... mempunyai kesadaran sendiri?" Fang Lin bertanya dengan rasa penadaran yang tinggi.


"Tentu... Meskipun begitu aku tidak akan mengkhianatimu, wahai tuanku Fang Lin." Jawab jujur bayangan tersebut.


Fang Lin terdiam sesaat ketika mendengarnya, Ia kemudian mengangkat tangannya dan berkata, "Kalau begitu jadilah bawahan ku yang paling setia... Xiao Chen."


Whoooshhh!


Seketika aura hitam muncul entah dari mana dan menutupi bayangan tersebut. Di sisi lain, Qi Dewa Fang Lin terkuras hampir 15 persen untuk menamai bayangan dihadapannya.


Beberapa saat kemudian, Aura hitam yang menutupi Xiao Chen perlahan menghilang dan menampilkan sosok bayangan berukuran 2,5 meter.


"Setelah kubangkitkan dia berada di ranah Dewa Giok Level 7 dan setelah kuberikan nama dia kini berada di ranah Dewa Sejati Level 13." Batin Fang Lin dan diam-diam ia tersenyum puas.


"Terima kasih karena telah memberikan saya nama, Wahai Shadow God..." Xiao Chen berkata dengan suara yang begitu lembut.


"Hmm? Shadow God? Panggilan yang bagus..." Fang Lin menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu.


"Kalau begitu masuklah." Ucap Fang Lin dan seketika Xiao Chen berubah menjadi aura hitam lalu masuk ke dalam bayangan tuannya.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.