System Sang Immortal

System Sang Immortal
Perpisahan


Dua jam setelah proses pemulihan selesai dan kini semua bawahan Fang Lin sudah sadar kembali, mereka saat ini berbaris rapi dan menatap seorang pria tampan berjubah hitam mewah di depan mereka yang tidak lain adalah tuan mereka.


"Maafkan aku... Aku... Benar-benar minta maaf..." Fang Lin berkata dengan suara pelan namun suaranya bergema di kabin kapal terbang Star Universe.


"Beberapa jam yang lalu... Aku menghubungi guruku ... Dan dia saat ini berada dalam kondisi buruk. Ia melanggar perintah dari Kaisar Dewa dan membuatnya dihajar habis-habisan oleh salah satu pilar Semesta."


"Dia berkata kalau kemungkinan besar guruku akan dieksekusi mati dan rohnya akan di bawa ke Neraka..."


"Tentu aku sangat marah ketika mendengarnya... Seorang guru yang membuatku bisa sekuat ini, tanpanya mungkin aku masihlah seorang kultivator lemah."


"Aku meluapkan emosiku dan tanpa sadar seluruh aura membunuhku merembes keluar dari tubuhku, dan itulah yang menyakiti kalian..."


Fang Lin terdiam usai mengatakan itu semua, begitu juga dengan para bawahannya.


"Anda tidak perlu minta maaf tuan... Kami semua mewajarkan hal tersebut, lagipula mati di tangan anda juga tidak terlalu buruk bukan?" Diablo yang berada di barisan depan berkata dengan nada santai.


"Benar apa yang dikatakan Diablo. Guru... Andai aku berada di posisi yang sama, aku akan bereaksi sama sepertimu atau bahkan lebih parah... Jadi guru tidak perlu meminta maaf." Timpal Li Fan sembari tersenyum.


"Kenapa kita tidak selamatkan guru anda saja tuan?"


"Ya, benar! Kita habisi saja para Dewa dan Dewi sialan itu!"


"Ayo tuan! Kita selamatkan guru anda dan menghajar para sialan itu!"


"Benar!~"


"Benar!~"


Berbagai teriakan terdengar dan membuat Fang Lin tersenyum senang, ia mengangkat satu tangannya sebagai tanda untuk mereka berhenti.


"Ya... Kita akan menyelamatkannya dan kalian bersiap-siaplah untuk itu!" Ucap Fang Lin dengan suara lantang dan membuat mereka berteriak antusias.


Setelah semua itu, Fang Lin dan Diablo masuk ke dalam ruang pengendali kapal terbang. Ia duduk di kursi sedangkan iblis di dekatnya mengendalikan kapal terbang.


"Perbedaan waktu Alam Biasa dengan Alam Dewa sangat berbeda jauh, dan aku sudah menghabiskan waktu sekitar 2 jam 30 menit disini... Yang artinya di Alam Dewa sudah melewati 150 hari." Fang Lin berkata dengan suara pelan, namun mengandung amarah.


"Guru..." Fang Lin menggertakkan giginya. Ia sebenarnya ingin sekali menyelamatkan gurunya, akan tetapi pergi ke Alam Dewa dengan jumlah pasukannya yang sekarang sama saja mengantar nyawa.


"Aku tidak bisa membahayakan para bawahanku..." Fang Lin berdiri lalu menatap ke arah Diablo.


"Berdirilah Diablo..."


Diablo seketika berdiri ketika mendengarnya, ia saat ini sedang berhadap-hadapan dengan tuannya.


"Kau... Jagalah para bawahanku dan cari ketiga calon istriku yang masih hidup. Jika kau sudah bertemu mereka, bawalah dan pindahkan mereka ke tempat yang sangat aman."


Diablo melebarkan matanya ketika mendengar itu, jantungnya berdetak sangat cepat seolah-olah ingin meledak, "Tuan... Jangan bilang anda ingi-"


"Benar.." Fang Lin memotong perkataan iblis itu dengan nada serius.


"T-tuan! T-api..."


"Ini bukanlah permintaan Diablo... Melainkan sebuah perintah. Turuti perkataanku jika kau masih ingin menjadi bawahanku..." Ucap Fang Lin dengan aura mendominasi yang keluar dari tubuhnya


Diablo menahan nafasnya selama beberapa saat dan kemudian berlutut, "Saya Diablo... Berjanji atas nama Iblis Primodial, bahwa saya akan mencari ketiga calon istri tuan yang menghilang dan membawanya ke tempat aman. Saya juga berjanji akan mensejahterakan seluruh bawahan tuan yang tersisa hingga tuan kembali." Diablo berkata sembari menunduk ke bawah dengan satu tangan yang diletakkan di depan dada.


Fang Lin tersenyum mendengarnya, ia kemudian melambaikan tangannya dan sebuah cincin emas muncul di tangannya.


"Ini adalah cincin yang berisikan seluruh koin emasku yang tersisa, serta ratusan ribu cincin yang diisikan sumberdaya, buku bela diri, senjata serta artefak yang melimpah." Ucap Fang Lin dan dengan segera diterima oleh Diablo.


"Aku harap kau dapat menepati janjimu Diablo, dan katakan kepada yang lainnya kalau aku akan kembali..." Timpal Fang Lin dengan senyum lembut yang terukir di bibirnya.


Diablo yang hendak menjawab langsung terdiam ketika melihat keberadaan tuannya menghilang. Ia tersenyum dan bersender di dinding kapal, "Aku harap tuan dapat selamat..." Suara serak keluar dari mulut Diablo.


***


Terlihat seorang pria tampan berjubah merah darah sedang duduk di singgasana mewah. Matanya yang tajam menyorot ke arah depan dengan satu tangannya yang menopang kepalanya.


Dia tidak lain adalah Zhou Fan, seorang Kaisar Iblis yang memimpin Aliansi Istana Iblis.


Whoosh!


Tiba-tiba saja muncul seorang pria tampan berjubah hitam mewah tepat dihadapan Zhou Fan dan membuat Kaisar Iblis itu terkejut bukan main.


"Tenang... Ini aku." Ucap Fang Lin dengan suara tenang.


"Tuan?! Kenapa anda bisa ada disini?" Tanyanya dengan raut wajah terkejut.


Fang Lin tersenyum lalu melambaikan tangannya ke samping, "Aku kembalikan..." Fang Lin mengulurkan tangannya dan terlihat sebuah kalung berlian berwarna merah delima.


"Tunggu... Bukankah ini..." Matanya melebar ketika melihat kalung yang berisikan ingatan anaknya.


"Kenapa anda mengembalikannya tuanku?!" Tanya Zhou Fan penasaran.


Fang Lin menghela nafas panjang dan berkata, "Aku tidak memiliki waktu untuk menjelaskannya, tapi anggap saja kalau aku akan menyerang Alam Dewa sekarang.


"M-maksud anda tuan?!" Zhou Fan kembali bertanya, ia benar-benar tidak mengerti dengan jawaban tuannya.


"Haah... Aku benar-benar tidak ada waktu." Fang Lin kembali membalas lalu sekali lagi melambaikan tangannya.


Brugh!


Tiba-tiba saja beberapa barang muncul di dekat kaki keduanya. Barang-barang tersebut mengeluarkan aura yang kuat dan membuat Zhou Fan terkejut hingga tak bisa berkata-kata.


"Air Suci Kehidupan, Kitab Naga Emas Surgawi, Kitab Array Pemanggil, Sepasang Belati Phoenix, Tombak Cahaya, dan Buku Catatan Kematian. Ini semua adalah barang-barang berhargaku... Pakailah ini semua untuk memperkuat pasukanmu." Ucap Fang Lin dengan nada tenang.


"K-kenapa tiba-tiba tuanku?! Apakah ada sesuatu yang terjadi pada anda?!" Tanya Zhou Fan dengan perasaan khawatir yang menyelimutinya.


"Maafkan aku.. Aku sepertinya tidak dapat membantumu melawan Dewa Iblis, dan hanya ini semua yang dapat kulakukan." Jawab Fang Lin lalu menimpalinya, "Dalam kontrak yang kita lakukan, aku akan menghidupkan kembali anakmu tetapi ketika kau mengetahui anakmu masih hidup kau memilih untuk melawan Dewa Iblis dan masih menjadi bawahanku bukan?" Tanya Fang Lin memastikan.


Zhou Fan menganggukkan kepalanya cepat ketika mendengarnya.


"Baiklah. Apakah kau masih ingin menjadi bawahanku meskipun aku tidak membantumu melawan Dewa Iblis?" Tanya Fang Lin dengan nada serius.


Zhou Fan tanpa ragu menganggukkan kepalanya, "Aku masih tetap menjadi bawahanmu tuanku..." Jawab Zhou Fan kemudian menundukkan kepalanya.


Fang Lin tersenyum lalu menepuk pundak Zhou Fan, "Kalau begitu, aku pergi dulu. Oh ya... Jangan pernah mencariku, ini adalah perintah." Fang Lin menghilang usai mengatakan itu.


Zhou Fan terdiam selama beberapa menit setelah tuannya menghilang. Ia kemudian menatap barang-barang yang baru saja diberikan tuannya, "Ini... Adalah Air Suci Kehidupan... Sebuah air yang dapat menghidupkan kembali makhluk hidup, mau dalam kondisi seburuk apapun itu asalkan identitasnya belum terhapus di semesta ini maka masih bisa dihidupkan kembali." Gumam Zhou Fan diam-diam terkejut.


Ia benar-benar tak menyangka kalau tuannya akan memberikan barang berharga semacam ini.


"Tuan... Apa yang anda lakukan?" Di sisi lain Zhou Fan merasa khawatir pada tuannya itu. Ia tidak mengetahui situasi apa yang sedang dihadapi oleh tuannya.


Bersambung....


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


NOTE:


***\= Pergantian tempat dan waktu


..... \= Pergantian waktu