System Sang Immortal

System Sang Immortal
Memulai Pembantaian


Qiao Yu dan Xue Hua berjalan perlahan mengarah ke Fang Lin, Beberapa saat kemudian mereka berdua sudah berada langkah didepan Fang Lin sambil tersenyum, "Bagaimana penampilan kami berdua" Tanya Qiao Yu sambil memutarkan gaunnya.


"Kalian berdua sangat cantik" Ucap Fang Lin tersenyum sambil mengeluarkan dua jempolnya secara bersamaan.


Wajah mereka berdua sedikit memerah ketika mendengar itu, "T-terima kasih Fang Gege" Ucap mereka berdua bersamaan sambil menundukkan wajah mereka yang sudah memerah.


Fang Lin yang melihat reaksi mereka berdua hanya tertawa pelan, "Baiklah... Karena sudah semuanya sudah ku sampaikan kepada kalian, Aku pergi dulu" Ucap Fang Lin sambil berjalan pelan mengarah Mue Lian.


Qiao Yu dan Xue Hua tersentak mendengar itu, Seketika wajah mereka berdua menjadi lesu seketika, "Apakah Fang Gege ingin pergi sekarang?" Tanya Xue Hua sambil menarik ujung baju Fang Lin.


Fang Lin yang merasakan tarikan dibajunya langsung berbalik dan melihat Qiao Yu dan Xue Hua menatapnya dengan tatapan lesu, "Benar... Aku tidak ingin berlama-lama disini, Karena banyak urusan yang harus kulakukan" Ucap Fang Lin sambil menepuk kepala mereka berdua.


"Setelah kalian berada di tingkat Asal Mula, Aku akan menjemput kalian... Atau tidak aku akan menemani kalian disini" Ucap Fang Lin sambil tersenyum lembut.


Qiao Yu dan Xue Hua hanya menganggukkan kepala mereka secara perlahan, "Baiklah... Hati-hati Fang Gege, Jaga kakak Mue Lian ya..." Ucap Xue Hua pelan.


"Itu pasti" Ucap Fang Lin kemudian berjalan ke arah Mue Lian dan memegang pundak dia.


~Swooshh~


Seketika Fang Lin dan Mue Lian menghilang dari pandang mereka bertiga, "Saudari Yu lebih baik kita berkultivasi agar cepat-cepat mencapai tingkat Asal Mula" Ucap Xue Hua sambil memegang pundak Qiao Yu.


Qiao Yu hanya menganggukkan kepalanya pelan dan segera bermeditasi di pinggir danau, Melihat saudarinya sudah berkultivasi, Xue Hua juga ikut berkultivasi.


Di sisi lain Ji Xi segera menghilang dari sana setelah melihat kedua nona mudanya sudah berkultivasi, Ia memilih untuk mengawasi mereka berdua dari jarak jauh.


***


Di luar dunia jiwa, Ruang tamu rumah Fang Qin.


Tiba-tiba Fang Lin dan Mue Lian muncul di ruang tamu, Ia sedikit mengerutkan alisnya ketika melihat keadaan rumahnya, "Kenapa gelap? Apa sudah malam?" Batin Fang Lin kemudian berjalan mengarah pintu keluar.


"Benar... Sepertinya sudah tengah malam" Gumam Fang Lin pelan saat melihat langit yang sudah malam, Dia kemudian menghubungi kedua bawahan bayangannya.


"Bagaimana? Apakah ada yang menyerang desa ini?" Tanya Fang Lin melalui telepati.


"Belum tuan" Jawab pasukan bayangan cepat.


Fang Lin yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya pelan kemudian mengeluskan dagunya, "Lebih baik aku pergi ke kekaisaran Wei dan menghancurkan semua orang yang telah terlibat saat penyerangan klan Xue dan hutan terlarang" Gumam Fang Lin kemudian melirik Mue Lian yang sedang menatapnya dalam diam.


"Ayo ikuti aku... Kita pergi dari sini" Ucap Fang Lin kemudian berjalan keluar dari sana.


Mue Lian hanya menganggukkan kepalanya pelan ketika mendengar itu, Ia dengan cepat mengekori tuannya keluar rumah.


Sesampainya diluar, Fang Lin langsung terbang dari sana hingga menembus awan dan diikuti oleh Mue Lian.


.....


Kota WeiBei sendiri menyatu dengan kekaisaran Wei dan menjadikan kota tersebut menjadi kota pusat dari kekaisaran Wei, Disana juga banyak sekali kultivator kuat yang singgah karena kota tersebut terdapat pusat dari Pavilliun Gagak Emas.


Pusat dari Pavilliun Gagak Emas berbeda dari cabang lainnya, Tempat tersebut hampir menjual seluruh sumberdaya yang berharga bahkan mereka sering mengadakan lelang dan menjual Artefak Tingkat Langit.


.....


10 Menit Kemudian, Fang Lin dan Mue Lian kini sedang menatapnya sebuah kekaisaran yang sangat luas di atas awan, "Kalian semua yang terlibat... Akan mati" Gumam Fang Lin pelan.


Fang Lin kemudian melihat ke arah Mue Lian, "Mue Lian... Kau berada disini saja, Aku tidak ingin bajumu kotor akibat cipratan darah" Ucap Fang Lin Kemudian langsung turun dengan kecepatan tinggi ke sebuah istana yang megah berwarna coklat.


Mue Lian yang belum sempat menjawab menganggukkan kepalanya pelan, "Baiklah tuan" Ucap Mue Lian pelan sambil melihat tuannya yang sudah melesat.


Beberapa saat kemudian, Fang Lin menembus atap istana tersebut dan mendarat di sebuah lantai yang luas dengan sangat kencang sehingga membuat gempa kecil sampai radius 500 meter.


~BOOM~


Para anggota keluarga dari kekaisaran Wei yang mendengar dentuman keras tersebut menjadi sangat terkejut, Lalu rasa bingung muncul ketika mereka melihat seorang pemuda tampan berjubah biru tiba-tiba muncul dari langit.


Ratusan prajurit yang sedang berjaga di luar ruang kaisar langsung memasuki ruang tersebut, Ketika memasuki ruang kaisar, Mereka semua membulatkan mata saat melihat sebuah retakan yang sangat besar dan ditengah-tengahnya terdapat seorang pemuda tampan berjubah biru.


"Kelilingi dia! Lindungi kaisar!" Ucap lantang pria paruh baya berjubah merah yang memiliki kumis panjang.


Para prajurit langsung tersadar dari keterkejutan mereka dan dengan segera mengelilingi pria tampan berjubah biru tersebut.


Di sisi lain, Fang Lin hanya tersenyum tipis ketika melihat para prajurit mengelilinginya, "Pergilah... Aku akan membiarkan nyawa kalian, Namun jika tidak ada yang pergi... Kupastikan kalian akan mati" Ucap Fang Lin pelan, Sebelumnya dia ingin mengaliri suaranya dengan Qi Dewa agar dapat terdengar puluhan kilometer, Namun dirinya sengaja tidak melakukan itu agar para prajurit kekaisaran Wei tidak ketakutan.


Beberapa saat Fang Lin mengatakan itu, Suasana menjadi hening hingga beberapa saat terdengar suara tawa yang sangat keras.


"Hahahahaha, Bocah! Perkataan mu sungguh menghiburku! Membunuh seluruh pasukanku? Lucu sekali!" Tawa lantang seseorang yang sedang duduk di singgasana dan terlihat sebuah mahkota di atas kepalanya, Dia adalah Wei Xu Fen kaisar dari kekaisaran Wei.


Tawa Wei Xu Fen langsung diikuti oleh seluruh orang yang berada disana, Bahkan tidak luput dari anggota kekaisaran dan beberapa patriak sekte aliran putih yang sedang berada disana.


Mereka semua mulai menatap Fang Lin dengan tatapan menghina dan meremehkan, Bahkan beberapa kali terdengar suara hinaan mengarah dirinya.


Fang Lin yang mendengar dan merasakan hinaan seperti itu hanya diam dan tidak berbicara sedikitpun, "Teknik Array Dewa Ke-1: Penjara Dewa" Gumam Fang Lin sambil melentangkan tangannya.


Tiba-tiba di atas langit terbentuk sebuah kubah besar berwarna merah darah secara perlahan, Hingga beberapa saat kubah tersebut menutupi seluruh kota WeiBei secara sempurna.


Di atas langit Mue Lian terkejut ketika sebuah kubah merah darah menutupi dirinya, Namun dia tidak bertindak sedikitpun karena merasakan energi familiar dari kubah merah tersebut.


Bersambung...


LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.


Note: Maaf kemarin-kemarin gk update chapter, Karena author sibuk ngedit video, Jadi dimaklumi aja.