
Beelzebub cukup terkejut mendengarnya, "Hmm... Tidak mungkin itu Elemen Es Suci bukan? Karena hanya 'Dia' saja yang memilikinya." Gumamnya sembari mengelus pelan dagunya.
"Sangat tidak mungkin, memangnya apa alasan 'Dia' memberikan Elemen Es suci kepada anak itu?" Balas Shen Xiong acuh tak acuh.
"Entahlah... Aku akan memberitahu hal ini kepada anggota 6 dosa besar yang lainnya."
"Terserah saja, tapi jika kau kemari bersama dengan mereka... Aku akan memerangi kalian, tidak peduli meski harus melanggar perintahnya." Shen Xiong berkata dengan nada dingin.
Beelzebub tertawa mendengarnya, "Hahahaha... Tenang saja, aku tidak berniat memerangimu. Lagipula 'Dia' lebih mengetahui masa depan dibanding para Absolute Universe yang lainnya." Balas Beelzebub lalu menimpalinya, "Sampai jumpa! Sampaikan salamku kepada Featherine!"
Beelzebub menghilang usai menyelesaikan kata-katanya.
Shen Xiong berdecak pelan dan perlahan bola cahaya emasnya meredup lalu menghilang dari kekosongan putih tanpa batas itu.
***
Dunia Abyss.
Seorang pria dewasa dan remaja perempuan yang sama-sama mengenakan pakaian hitam mewah kini sedang berdiri tegak di hamparan padang rumput yang luas.
"Apakah anda yakin ingin menunda penyelamatan roh Dewa Perang dan memilih untuk berlatih disini?" Yue bertanya ketika kepalanya sudah menoleh ke arah tuannya.
Fang Lin menganggukkan kepalanya pelan, "Aku yang sekarang masih sangatlah lemah, jika aku ke sana sekarang maka aku akan membahayakan nyawa dari para bawahanku." Jawab Fang Lin pelan, suaranya jelas sekali mengandung kesedihan.
Yue terdiam sejenak mendengarnya, "Apakah anda ingin meningkatkan kultivasi anda?" Tanyanya penasaran.
"Ya, namun sebelum itu... Aku ingin bertanya kepadamu, Yue. Apakah kau tau cara menghidupkan kembali orang tuaku serta Shui Ru?"
"Tentu saja, tuan. Memangnya anda ingin menghidupkan mereka sekarang?"
Fang Lin tidak menjawab dan hanya menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu, pertama-tama anda harus membuat tubuh kosong dari Skill Creator."
Fang Lin menaikkan alisnya ketika mendengar itu, "Bagaimana caranya?" Tanya Fang Lin penasaran.
Yue tersenyum dan menjawab, "Tuan gunakan Kesadaran Spiritual anda untuk menganalisis tubuh manusia, karena tidak ada orang lain disini, anda harus melakukannya kepadaku atau diri anda sendiri."
Fang Lin mengerutkan alisnya dan terdiam sejenak untuk mencerna perkataan Yue barusan. Beberapa saat kemudian, wajahnya sedikit memerah, "Memangnya hanya itu saja caranya?"
Yue mengeluskan dagunya seolah sedang berpikir keras, dia kemudian menggelengkan kepalanya dan membuat Fang Lin menghela nafas panjang.
"Gunakan Budidaya Beelzebub milik tuan untuk menelan manusia secara utuh, dan nantinya tuan akan mendapatkan komposisi tentang pembuatan manusia."
"Menelan manusia secara utuh? Kau yakin dengan itu?" Tanya Fang Lin memastikan.
"Sangat yakin, tuan. Budidaya Beelzebub milik anda adalah Budidaya yang dapat melahap segala hal, dan ketika tuan melahap sesuatu menggunakan budidaya tersebut maka seluruh komposisi dari apa yang tuan lahap akan masuk ke dalam ingatan anda." Jawab Yue menjelaskan.
Fang Lin sesekali menganggukkan kepalanya ketika mendengar itu, "Hmm, baiklah." Ia membuka Shop System lalu membeli bawahan manusia pria dan wanita dengan tingkat kultivasi yang rendah.
Usai melakukan transaksi di Shop System, sebuah portal hitam muncul tepat di depannya dan tak lama kemudian sepasang manusia keluar dari sana.
Mereka berdua berlutut dengan satu lutut yang menopang di tanah, "Kami berdua menghadap, tuan."
"Kalian berdua... Apakah bersedia di lahap olehku?" Tanya Fang Lin tanpa basa-basi.
Keduanya yang mendengar itu cukup terkejut, lalu dengan segera menganggukkan kepala secara bersamaan, "Kami bersedia tuan."
Fang Lin menganggukkan kepalanya sekali lalu mengangkat tangan kanannya ke arah sepasang manusia yang sedang berlutut di hadapannya.
Swoooshh!
Seketika pusaran hitam muncul di telapak tangannya dan melahap sepasang manusia itu.
"Jadi ini cara untuk membuat manusia dan roh..." Gumam Fang Lin pelan. Ia melahap manusia dan secara tidak langsung dirinya melahap roh mereka.
Fang Lin belum menggerakkan tangan kanannya yang terangkat, ia memejamkan matanya dan keheningan terjadi.
Brugh.
Tiba-tiba saja sebuah tubuh manusia laki-laki muncul di udara dan terjatuh ke tanah, disaat yang bersamaan Fang Lin membuka matanya secara perlahan.
"Ini..." Fang Lin tidak bisa berkata-kata ketika melihat tubuh seorang manusia tanpa sehelai pakaian pun sedang tergeletak di depannya.
Manusia dengan tubuh kosong tersebut sangat mirip dengan ayahnya, Fang Qin.
"Sungguh luar biasa..." Fang Lin tidak bisa untuk berdecak kagum. Ia kemudian melambaikan tangannya dan muncul sebuah jubah berwarna boru tua.
Fang Lin kemudian memakaikan jubah tersebut ke tubuh kosong itu, dan setelah melakukannya ia kembali mengeluarkan 2 gaun berwarna hijau dari inventorynya.
Fang Lin kemudian berbalik dan menatap Yue yang ada di belakangnya, "Aku kurang lebih sudah mengetahui rencanamu, jadi bisakah kau memakaikan kedua gaun ini ke ibu dan juga calon istriku?" Tentu dirinya sedikit canggung jika harus memakai pakaian kepada 2 wanita yang nanti diciptakan, meskipun nantinya kedua tubuh tersebut kosong tanpa adanya roh.
Yue tersenyum dan mengangguk cepat, "Tentu, tuan!" Jawab Yue sembari meraih kedua gaun berwarna hijau itu dari tangan tuannya.
Fang Lin yang melihatnya kembali berbalik, ia memejamkan matanya dan mengangkat tangannya sekali lagi.
Brugh.
Dalam sekejap 2 tubuh kosong wanita muncul di udara tanpa mengenakan pakaian sehelai pun, "Tolong lakukan Yue..."
"Baik tuan!" Yue berjalan mendekati 2 tubuh wanita yang tergeletak di rerumputan lalu memakaikan satu persatu dari mereka gaun hijau yang diberikan oleh tuannya.
Setelah semuanya selesai, Yue langsung berdiri di sebelah tuannya lalu mengatakan kalau dirinya telah selesai.
Fang Lin sendiri perlahan membuka matanya, ia tersenyum tipis ketika mendapati 3 sosok tubuh kosong yang memiliki wajah familiar baginya.
"Tahap kedua memanggil roh ketiganya bukan?" Fang Lin bertanya untuk memastikan.
"Benar, tuan..."
Mendengar jawaban dari Yue, Fang Lin langsung menciptakan lingkaran dari Elemen Es di atas tanah yang ada di depannya.
Setelahnya, Fang Lin menciptakan rune-rune kuno di dalam lingkaran tersebut, itu adalah segel untuk memanggil roh.
"Teknik Roh, Ke-1: Pemanggilan Roh. Fang Qin, Xia Mei, Shui Ru." Fang Lin berkata dan seketika rune-rune kuno yang berada di atas mengeluarkan cahaya putih terang.
Cahaya tersebut semakin terang dan tak lama kemudian mulai meredup lalu menampilkan tiga sosok roh yang sedang melayang di udara.
Ketiga roh tersebut tampak kebingungan, mereka mengedarkan pandangan mereka dan terkejut ketika mendapati sosok Fang Lin.
"Anakku!" Xia Mei menuju ke arah Fang Lin dan. memeluknya.
Normalnya makhluk yang sudah menjadi roh tidak bisa menyentuh sesuatu yang padat, namun Fang Lin melapisi roh milik ibunya itu dengan Qi agar dia dapat memeluknya.
"Bagaimana kabarmu bu?" Tanya Fang Lin dengan suara tenang dan senyuman di wajahnya.
"Aku baik-baik saja, nak. Bagaimana denganmu? Kau tau... Ibu sangat merindukanmu." Suara Xia Mei terdengar serak.
"Aku juga baik-baik saja." Jawab Fang Lin.
Xia Mei tidak berkata apa-apa setelah itu, ia terus memeluk Fang Lin dengan waktu yang cukup lama.
Bersambung...
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.