
Di daratan Gurun Mati.
Pertempuran antara Aliansi Istana Iblis dengan kubu Dewa Iblis akhirnya dimulai. Pasukan dari kedua kubu ada yang bertarung di langit dan ada juga yang di daratan.
Berbagai macam bunyi ledakan terjadi, hanya dalam beberapa hari saja-- sudah banyak korban yang berjatuhan dari kedua kubu.
Saat ini Dao Yen mengamati perang yang ada di depannya dengan tenang, sejak awal pertempuran terjadi kubu Dewa Iblis sudah mengungguli situasi perang-- selain menang dalam hal jumlah, kelima Raja Iblis mempunyai peran yang cukup penting.
"Kaisar, maafkan saya jika lancang-- tetapi kapan kita para Pilar mulai bergerak? Puncak perang sudah berlangsung selama empat hari penuh, dan kelima Raja Iblis sudah membunuh sangat banyak pasukan kita." Mo Fuli sudah tidak bisa menahan diri lagi, kalau ini terus berlanjut maka cepat atau lambat kekalahan Aliansi Istana Iblis akan terlihat.
Dao Yen terdiam sejenak mendengar itu, ia saat ini sedang berpikir keras-- kalau dirinya tidak memutuskan pilihan yang tepat mungkin para Pilar akan menaruh kecurigaan padanya.
Setelah dua batang dupa berlalu, Dao Yen menghela nafas panjang dan kemudian berkata, "Baiklah. Para pilar, silahkan maju dan pimpin pasukan..."
Mendengar itu senyuman langsung terukir di wajah para Pilar, mereka langsung mengeluarkan senjata masing-masing lalu berseru dengan lantang, "Laksanakan, Kaisar!"
Kesepuluh Pilar yang ada di sana langsung melesat maju ke medan perang usai mengatakan itu.
"Kalau begini, tidak apa bukan?" pikir Dao Yen dengan raut wajah ragu, dan sesaat setelah itu empat Pilar yang bertugas untuk mencari keberadaan Aliansi Lima Bintang Penjaga datang kepadanya.
"Kami menghadap, Kaisar." ucap keempat Pilar serempak.
"Apa ada kabar bagus?" Dao Yen bertanya tanpa basa-basi.
"Ya, Kaisar. Setelah pencarian selama satu minggu, kami menemukan pasukan Aliansi Lima Bintang Penjaga sedang bertempur dengan pasukan Dewa Iblis yang dipimpin oleh Yang Xie, Raja Iblis Golem." jawab salah satu pilar dengan suara tenang.
"Hm?" Dao Yen mengangkat satu alisnya, "Kenapa tidak ada satupun dari mereka yang memberitahuku tentang ini?" pikirnya kesal.
"Apa ada yang lain lagi?" tanya Dao Yen kembali.
"Ya, Kaisar. Di sebelah barat, kami menemukan pasukan Raja Iblis lainnya. Mereka hanya diam di satu tempat seolah sedang menunggu sesuatu..."
Kali ini alis Dao Yen mengerut, "Apa-apaan mereka? Kenapa tidak ada pemberitahuan soal ini? Sialan." pikir Dao Yen, lalu melanjutinya, "Apa yang harus kulakukan sekarang? Kalau aku tidak menghiraukan keberadaan mereka, keempat pilar ini pasti akan langsung curiga padaku."
"Siapa Raja Iblis yang memimpin pasukan di Barat?" tanya Dao Yen penasaran.
"Dia adalah Liam Mong, Raja Iblis Array."
"Oh, Liam Mong, ya. Apa dia bisa mengatasi empat pilar di depanku ini?" pikir Dao Yen dan ia memikirkan hal tersebut cukup lama.
Selang beberapa waktu, Dao Yen memutuskan untuk mengirim dua Pilar ke rombongan Liam Mong. Tentu saja ia memilih dua pilar yang paling lemah agar resiko yang diterima Raja Iblis itu tidak banyak.
Setelah itu, Dao Yen memerintahkan dua pilar lainnya untuk tetap di sini bersamanya. Ia memakai alasan untuk berjaga-jaga jika seandainya dari pihak musuh ada yang nekat menyerangnya.
***
Di medan pertempuran.
Seorang wanita bergaun merah terlihat sedang membantai beberapa musuh yang lebih lemah darinya. Tubuh wanita itu bersimbah darah, ada beberapa luka benda tajam yang tidak terlalu parah.
"Perang ini... Jauh lebih mengerikan dari perkiraanku." ucap Lian Qianchen dengan suara pelan, pandangannya mengarah ke satu arah dan menemukan sekelompok ras Kuda Bumi yang sedang melesat ke tempatnya berada, "Memang sialan, aku bahkan tidak diberikan waktu untuk beristirahat sejenak."
Lian Qianchen mengalirkan energi spiritual ke pedangnya, dan ia mulai melancarkan beberapa jurus terkuatnya.
Enam Kuda Bumi yang sedang melesat di udara langsung memisahkan diri saat menemukan serangan dari Lian Qianchen mengarah ke tempat mereka berada. Mereka kemudian membentuk formasi dan mengepung wanita bergaun merah itu.
Tanpa ada basa-basi, keenam sosok Kuda Bumi mulai menyerang Lian Qianchen dengan jurus-jurus yang mereka miliki.
Pertarungan yang Lian Qianchen lakukan menarik perhatian beberapa orang dari kubu Aliansi Istana Iblis, mereka datang menghampiri dan membantu wanita bergaun merah itu yang sedang dikeroyok oleh enam Kuda Bumi.
Note: Ras Kuda Bumi mirip Hiu Petir, wujudnya sama seperti kuda pada umumnya tapi punya kaki dan tangan layaknya manusia.
.....
Slash!
Lian Qianchen mengayunkan pedangnya secara horizontal dan membunuh ras Kuda Bumi yang tersisa satu.
"Huh..." Lian Qianchen mengatur nafasnya yang sedikit memburu, ia kemudian berbalik dan menemukan tiga Iblis yang membantunya mengalahkan Kuda Bumi barusan, "Terima kasih karena telah membantu aku..." Lian Qianchen menangkupkan tangan sembari menundukkan sedikit badannya.
"Ah, iya. Sama-sama..." jawab salah satu Iblis sambil tersenyum.
"Em... Apakah kamu ini berasal dari ras Xana?" seorang Iblis yang mempunyai wujud perempuan bertanya dengan hati-hati.
Lian Qianchen terdiam sejenak sebelum mengangguk pelan, "Benar, ada apa memangnya?"
"Tidak ada, aku hanya penasaran, hehehe..."
"Oh... Namaku adalah Lian Qianchen, siapa nama kalian?" tanyanya penasaran.
"Nama kami?" satu-satunya Iblis perempuan tampak memperlihatkan wajah terkejut, "Ah, namaku adalah Xin Qian."
"Aku adalah Weiheng."
"Aku Yu Zixin."
Lian Qianchen tersenyum mendengar semua itu, "Salam kenal, saudara-saudara sekali."
"Ah, iya. Salam kenal, saudari Qianchen." Xin Qian ikut tersenyum saat mengatakan itu.
"Bukankah ras Xana tidak menyukai Iblis? Kenapa kamu ramah dengan kami?" Yu Zixin bertanya dengan suara datar, ia tidak menahan rasa penasarannya itu.
Tentu saja pertanyaan yang dilontarkan oleh Yu Zixin mengejutkan kedua rekannya, Weiheng yang kebetulan ada di samping Iblis itu langsung menepuk pundaknya dengan keras, "Hahaha... Saudari Qianchen, abaikan saja pertanyaan si bodoh ini. Dia memang terkadang tidak berpikir sebelum menanyakan sesuatu." ucap Weiheng sambil tertawa hambar.
Lian Qianchen yang melihat tingkah mereka langsung tertawa kecil, "Tidak apa, aku sama sekali tidak tersinggung dengan itu." ucap Lian Qianchen, lalu melanjutinya, "Walaupun aku ras Xana, aku sama sekali tidak punya rasa benci pada Iblis. Tentu saja alasannya bukan karena kita satu Aliansi, tetapi aku sadar kalau kebencian tanpa dasar semacam itu membuatku terlihat payah."
Perkataan Lian Qianchen mengejutkan tiga Iblis yang ada di sana, suasana menjadi hening sampai suara ledakan terjadi di dekat mereka.
"Sepertinya kita tidak bisa terus mengobrol di sini, ada musuh yang sedang menghampiri kita." raut wajah Lian Qianchen menjadi serius, pedang di tangan kanannya langsung dilapisi oleh Qi yang cukup tebal.
Xin Qian dan dua Iblis lainnya tidak mengatakan apa-apa, mereka meningkatkan kewaspadaan sembari menyiapkan jurus masing-masing.
***
Di kegelapan tak berujung, Zhang Shi Xuan hanya bisa terus bertahan di dalam penghalangnya. Ia sama sekali tidak bisa bergerak karena serangan yang tiada habisnya masih terus menyerangnya.
"Sialan, jika terus begini energi spiritualku bisa-bisa habis." Zhang Shi Xuan tidak bisa berhenti mengumpat dalam hati.
Perlu diketahui, setiap serangan yang Diablo kerahkan setidaknya bisa menghancurkan sebuah Bintang, dan hal itu sangat merepotkan bagi Zhang Shi Xuan karena meksipun bisa menahannya-- ia memerlukan energi spiritual untuk meregenerasi ulang penghalangnya yang perlahan terkikis karena semua serangan itu.
Bersambung.....
LIKE >> VOTE >> RATE 5 >> COMMENT.