
"Cukup, belum saatnya kalian menyerang mereka berdua"
Sebuah suara terdengar dengan jelas di benak para penguasa, namun yang bisa mendengar suara itu hanyalah penguasa dimensi yang lainnya saja, sedangkan Xiao Lang dan Dewi Nuwa, mereka berdua tidak bisa mendengar apapun.
"Cihh, kali ini aku akan memaafkan mu, tapi jangan sampai ada yang kedua kalinya" ucap Yan Baihu, kemudian pergi meninggalkan tempat tersebut.
Tidak lama setelah Yan Baihu pergi, para penguasa dimensi yang lain juga ikut pergi meninggalkan tempat itu, hingga akhirnya, hanya Xiao Lang dan Dewi Nuwa saja yang masih berada di sana, serta masing-masing penjaga yang mereka bawa bersamanya.
"Hah" Xiao Lang menghela napas berat, "Pertemuan ini benar-benar kacau dan sangat tidak sesuai dengan apa yang aku harapkan" ucapnya.
"Sudahlah, mungkin mereka memang tidak peduli dengan masalah yang akan segera menimpa alam semesta ini" sahut Dewi Nuwa.
"Dan menurut pengamatan ku, sepertinya para penguasa itu sedang berada di bawah kendali orang lain" lanjutnya.
"Aku juga memikirkan hal yang sama, tapi saat aku memeriksa tubuh mereka, aku tidak menemukan apapun yang mencurigakan."
"Kau benar, tapi sikap dan perilaku mereka mengatakan hal yang sebaliknya."
Xiao Lang diam sejenak sembari memikirkan sesuatu, "Apa jangan-jangan, semua ini ada kaitannya dengan Dewa Huo?"
"Aku sendiri tidak tahu, tapi jika yang menyebabkan semua ini adalah Dewa Huo, maka kita harus lebih berhati-hati lagi" jawab Dewi Nuwa.
Setelah mengobrol cukup lama, Xiao Lang dan Dewi Nuwa kemudian memutuskan untuk kembali ke dimensi mereka masing-masing, karena yang harus mereka lakukan sekarang adalah bersiap-siap untuk menghadapi musuh yang akan segera datang.
Walaupun mereka tidak yakin apakah para penguasa itu tengah dikendalikan oleh Dewa Huo atau tidak, tapi yang jelas, sekarang ini mereka tidak bisa lagi percaya pada para penguasa dimensi lain, yang artinya, mereka hanya bisa mengandalkan kekuatan mereka sendiri untuk melawan Dewa Huo.
"Luo Ning, setelah kembali nanti, kau siapkan semua pasukan dan minta mereka untuk berjaga-jaga, perioritas utama kita sekarang adalah melindungi penduduk dimensi pertama."
"Huise, untuk sementara waktu kau ikut denganku, sepertinya aku juga harus turun tangan dalam peperangan kali ini."
"Baik, yang mulia" jawab Huise dan Luo Ning serempak.
"Yang mulia, bagaimana dengan bayangan Tuan?" tanya Huise.
"Dia juga akan ikut dalam peperangan ini, walaupun dia hanya bayangan saja, tapi kekuatannya berada satu tingkat di bawah Lin Feng, dan kekuatannya pasti akan sangat kita butuhkan" jawab Dewi Nuwa.
***
Dimensi ketujuh.
Setelah kembali ke dimensi ketujuh, Xiao Lang langsung memberi perintah kepada seluruh pasukannya untuk bersiap siaga, ia juga meminta para bawahannya untuk berjaga-jaga di setiap daratan yang ada di dimensi ketujuh, karena tujuan utama mereka sekarang hanyalah melindungi penduduk dimensi ketujuh.
"Ayah, izinkan aku dan kakak ikut dalam peperangan ini" pinta Xiao Ling Yun.
Xiao Lang mengangguk pelan, "Ayah tidak akan melarang kalian, tapi ingatlah, kalian tidak diizinkan untuk berada di garis terdepan."
"Satu lagi, tugas utama kalian adalah melindungi klan Xiao di jantung Benua Bintang."
"Baik, ayah!" ucap kedua putri Xiao Lang serempak, kemudian mereka menghilang dari pandangan.
"Hah" Xiao Lang menghela napas panjang, "Semoga saja peperangan ini tidak menghancurkan dimensi ketujuh" ucapnya, kemudian memanggil Dragon Spear.
Tidak lama kemudian, bayangan Lin Feng yang masih berada di dimensi ketujuh datang menghampiri Xiao Lang, "Meski aku hanyalah tiruan Tuan, tapi aku akan tetap membantumu seperti yang telah diperintahkan oleh Tuan" ucapnya.
"Terima kasih, aku sangat menghargai bantuan mu ini" sahut Xiao Lang.
***
"Hormat kami, yang mulia" ucap delapan penguasa dimensi seraya berlutut di hadapan Dewa Huo.
"Shen Yao, Gong Sun, bawa semua pasukan terkuat kalian dan hancurkan dimensi pertama. Lalu, Liu Yang dan Shen Huang, kalian berdua akan menggempur dimensi ketujuh, sedangkan sisanya akan ikut denganku."
"Baik, yang mulia!"
"Kalian boleh pergi sekarang, dan ingatlah, aku tidak mau menerima kegagalan!"
Setelah itu, empat penguasa yang tidak lain adalah Shen Yao, Gong Sun, Shen Huang dan Liu Yang, langsung pergi meninggalkan tempat tersebut untuk menjalankan perintah dari Dewa Huo, sedangkan empat penguasa lainnya masih berada di sana menunggu perintah yang akan diberikan untuk mereka.
"Kalian berempat, pergilah ke dimensi kesepuluh dan hadapi Lin Feng, meski kekuatannya sangatlah besar, tapi aku yakin kalian berempat cukup mampu untuk menahannya sampai aku datang."
"Tapi, akan lebih bagus lagi jika kalian berempat berhasil membunuhnya, karena dengan begitu, aku tidak perlu turun tangan lagi" lanjut Dewa Huo.
"Baik yang mulia" ujar keempat penguasa, kemudian mereka menghilang dari pandangan Dewa Huo.
***
Dimensi kesepuluh.
Setelah bermeditasi selama beberapa hari, Lin Feng akhirnya membuka mata dan mengakhiri meditasi-nya, kemudian, ia beranjak dari tempat duduknya dan langsung melesat terbang ke udara, lalu berhenti setelah ia berada di atas awan.
"Empat penguasa dengan semua pasukannya, sepertinya pertarungan ku kali ini akan menjadi pertarungan terbesar yang pernah aku lakukan."
Walaupun Lin Feng tidak menghadiri pertemuan para penguasa dan tidak mengetahui apa yang terjadi, namun kehadiran empat penguasa di dimensi kesepuluh ini sudah bisa menjawab rasa penasarannya, apalagi ia bisa merasakan aura membunuh yang sangat besar dari mereka semua.
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang untuk menenangkan dirinya, kemudian, tatapan matanya berubah menjadi tajam dan diiringi dengan seringai di wajahnya, disaat yang bersamaan, aura membunuh yang sangat besar juga terpancar dari tubuhnya.
"Mangsa kali ini sangatlah banyak, aku yakin mereka semua bisa menghilangkan rasa haus darah ini."
Lin Feng kemudian mengeluarkan pedang Dewa Asura dari cincin penyimpanannya, lalu melesat terbang menuju alam Dewa dimensi kesepuluh, karena keempat penguasa dimensi serta seluruh pasukan mereka, sudah menunggu kedatangannya di alam para Dewa.
Alam Dewa, dimensi kesepuluh.
"Bersiaplah, dia akan datang sebentar lagi" ucap Ji Ling.
Yan Baihu tersenyum mendengar perkataan Ji Ling, "Baguslah, aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengannya."
"Sebenarnya seberapa hebat bocah bernama Lin Feng ini sampai membuat Dewa Huo mengerahkan empat penguasa untuk menghadapinya?" ucap He Jin.
"Aku tidak peduli siapa dan seberapa hebat dirinya, yang jelas, aku sudah tidak sabar untuk membunuhnya dengan tanganku sendiri" sahut Hua Xiong.
Wushh!
Aura membunuh yang sangat besar menyebar ke seluruh istana Dewa dimensi kesepuluh, disaat yang bersamaan, di halaman istana muncul seorang pemuda berpakaian serba hitam yang tidak lain adalah Lin Feng.
"Sungguh suatu kehormatan bagiku karena bisa disambut oleh empat penguasa dimensi sekaligus" ucap Lin Feng.
"Kau salah, justru kehormatan terbesar yang akan kau dapatkan adalah bisa mati ditangan empat penguasa dimensi" sahut Hua Xiong.
"Hahahaha, pertarungan belum dimulai tapi kau sudah membicarakan kematian, sepertinya kau sudah tidak sabar ingin dikirim ke neraka."