
Zhen Shao dan teman-temannya sangat kaget mendengar perkataan Lin Feng, bahkan mereka terkesan seperti tidak mempercayai apa yang Lin Feng katakan. Bagaimana tidak, jarak ke kota Elang Emas sangatlah jauh dan butuh waktu satu bulan lebih untuk sampai di sana dengan menunggangi kuda.
Sedangkan Lin Feng, ia baru saja menghilang sekitar setengah jam yang lalu dan sekarang, ia malah mengatakan jika dirinya telah membunuh penguasa kota Elang Emas, bukankah hal itu sangat sulit untuk dipercaya? Dan siapapun pasti akan menganggap ucapannya itu sebagai omong kosong belaka.
Akan tetapi, mereka berlima tidak memiliki alasan untuk tidak percaya, memang benar jika hal itu mustahil untuk dilakukan, namun jika mengingat siapa Lin Feng yang sebenarnya, maka apa yang ia katakan mungkin saja adalah kenyataan, karena dia adalah Dewa Kematian.
"Hah" Zhen Shao menghela napas panjang, "Apapun yang kau lakukan, semoga tidak berakibat buruk untuk kota Elang Emas" ucapnya.
"Kau tenang saja, aku tidak menghancurkan kota itu, tapi sepertinya kota itu membutuhkan seorang penguasa yang baru" sahut Lin Feng.
Lin Feng mengedarkan pandangannya ke sekitar tempat tersebut dan menemukan beberapa mayat tergeletak di tanah, "Kalian lumayan juga, aku pikir kalian tidak akan mau membunuh orang-orang itu."
"Awalnya memang tidak ingin membunuh mereka, tapi jika terus dibiarkan, mereka akan semakin besar kepala" sahut Liu Qi.
"Yasudah, kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan."
Perjalanan untuk mencari kuil Dewa Asura yang terakhir pun berlanjut, namun Lin Feng lebih memilih untuk mencarinya dengan menunggangi kuda, walaupun hal itu akan menguras banyak waktu, tapi entah mengapa Lin Feng jadi lebih suka melakukan perjalanan dengan kuda.
"Lin Feng, kenapa kau tidak terbang saja?" tanya Zhang Kai.
"Jika aku terbang, lalu bagaimana dengan kalian?"
"Kami bisa mengikuti mu dengan menunggangi kuda."
"Percuma saja, secepat apapun kuda kalian bisa berlari, tetap tidak akan bisa mengimbangi kecepatan terbang ku" sahut Lin Feng.
"Kalau itu masalahnya, kenapa kau tidak membawa kami terbang bersamamu saja?"
"Lalu bagaimana dengan kuda-kuda ini? Apa kalian mau meninggalkan mereka begitu saja? Dan menurutku, melakukan perjalanan dengan menunggangi kuda juga tidak buruk" jawab Lin Feng.
"Lin Feng."
"Apa?"
"Setelah kau menemukan kuil terakhir, apa kau akan pergi dari dunia ini?" tanya Zhen Shao.
"Maksudmu?"
"Aku tahu kau bukan berasal dari dunia ini, karena dunia ini bukanlah dunia yang bisa ditempati oleh seorang Dewa sepertimu" jawab Zhen Shao.
"Kau benar! Setelah menemukan kuil terakhir, aku akan pergi meninggalkan dunia ini, tapi kalian tenang saja, karena aku akan memberikan sesuatu pada kalian sebelum aku pergi."
"Apa kami bisa ikut bersamamu?" tanya Wen Chou.
Lin Feng menggelengkan kepala, "Aku tidak bisa membawa kalian, karena aku ingin kalian berlima menjaga dunia ini serta menjaga lima kuil Dewa Asura yang ada di sini."
"Apakah ini titah dari seorang Dewa?"
"Hahaha, terserah kalian mau menganggapnya sebagai apa, tapi aku benar-benar ingin kalian menjaga kelima kuil itu."
"Kami siap menerima perintah, yang mulia!"
Lin Feng hanya bisa tersenyum seraya menggelengkan kepalanya, padahal ia tidak pernah meminta ataupun mengharapkan rasa hormat dari Zhen Shao dan teman-temannya, tapi sejak mereka mengetahui identitas dirinya yang sebenarnya, mereka selalu saja bersikap seolah mereka adalah bawahan yang setia.
***
Satu bulan kemudian.
Perjalanan panjang dan memakan banyak waktu yang dilakukan oleh Lin Feng akhirnya membuahkan hasil, karena setelah satu bulan kembali berlalu, mereka berenam akhirnya berhasil menemukan kuil Dewa Asura yang terakhir yang berada di puncak sebuah gunung yang sangat tinggi.
Meski sudah berhasil menemukannya, namun mereka semua masih belum bisa menghela napas lega, karena untuk bisa sampai di kuil tersebut, mereka harus memanjat gunung yang sangat tinggi itu dan tentunya, akan banyak tenaga yang terkuras sebelum mereka benar-benar bisa mencapai kuil tersebut.
"Rintangan kali ini benar-benar diluar dugaan" ucap Zhen Shao.
"Sepertinya mustahil kita bisa sampai di puncak gunung itu" imbuh Guo Fan.
"Kalian tenang saja, selama aku ada di sini tidak akan ada hal yang mustahil" sahut Lin Feng.
"Maksudmu?"
"Apa kau berencana membawa kami terbang ke atas sana?" tanya Zhang Kai.
"Lin Feng, itu terlalu berbahaya, kau mungkin bisa membawa kami terbang ke atas sana, tapi bagaimana dengan hewan-hewan spiritual itu?"
"Sudahlah, sebaiknya kau saja yang naik ke puncak gunung itu."
"Sudah aku katakan, selama aku ada disini, maka tidak ada hal yang mustahil untuk dilakukan. Sekarang, mendekat lah padaku" ucap Lin Feng.
"Apa kau yakin?"
"Kalian hanya perlu percaya padaku" jawab Lin Feng.
Zhen Shao dan teman-temannya saling bertukar pandangan, lalu mereka berlima menganggukkan kepalanya bersamaan dan kemudian mendekati Lin Feng.
"Baiklah, kami percaya padamu" ucap mereka serempak.
Lin Feng tersenyum, kemudian ia menciptakan perisai pelindung yang cukup tebal untuk melindungi mereka, lalu setelah itu, ia melesat terbang membawa Zhen Shao dan teman-temannya menuju ke puncak gunung tersebut.
Pada saat yang bersamaan, puluhan hewan spiritual yang terbang mengelilingi gunung langsung menyerang mereka, namun tidak satupun serangan yang berhasil menembus perisai pertahanan yang diciptakan oleh Lin Feng.
"Ini benar-benar luar biasa!"
"Hahaha, ternyata seperti ini rasanya terbang bebas seperti burung."
"Ini belum seberapa, tunggu setelah aku mendapatkan warisan kelima" sahut Lin Feng.
"Maksudmu?"
"Kalian tunggu saja nanti" jawab Lin Feng.
Tidak lama kemudian, mereka berenam akhirnya sampai dipuncak gunung tersebut, namun masalahnya tidak hanya sampai di situ saja, karena saat mereka tiba dipuncak gunung, kehadiran mereka sudah disambut oleh seekor naga yang sangat besar.
"I-ini, ini adalah hewan spiritual yang ada dalam legenda, naga giok penjaga kuil" ucap Zhen Shao.
"Aku tidak peduli, meski dia hewan legenda atau bahkan dewa sekalipun, jika berani menghalangiku, maka akibatnya hanya ada satu!" sahut Lin Feng.
"Manusia! Berani sekali kalian menginjakkan kaki kalian yang hina di tempat suci ini!" ucap naga giok.
"Di-dia bisa bicara?" Zhen Shao dan teman-temannya nampak sangat terkejut ketika mendengar perkataan Naga Giok.
"Memangnya kenapa? Apa kau tidak suka jika kami berada di sini?"
"Kau benar! Aku memang tidak suka dengan kehadiran kalian disini" jawab Naga Giok.
"Lalu kau mau apa?"
"Hahahaha, tentu saja menjadikan kalian sebagai santapan ku!"
"Coba saja kalau kau bisa!" ujar Lin Feng.