
Tidak lama setelah mereka memasuki hutan, Lin Tian tiba-tiba saja menghentikan langkah mereka, namun ia tidak menjelaskan apapun pada Xie Long, melainkan hanya fokus mengarahkan pandangannya ke arah depan.
"Paman, ada apa?" tanya Xie Long.
"Di depan sana ada seekor Beast Monster, dan setelah paman amati, kau sepertinya mampu berhadapan dengannya" jawab Lin Tian.
"Apa? Kenapa harus aku?!"
"Hmm? Apa kau lupa tujuan kita datang ke sini?"
"Benar juga, tujuanku datang ke sini bukan hanya untuk mengumpulkan sumberdaya, tapi juga ingin meningkatkan kekuatan dan memperluas pengalaman."
"Bagus, kalau begitu bersiaplah untuk bertarung, paman akan mengawasi mu dari atas sana" sahut Lin Tian sembari menunjuk ke dahan pohon yang lumayan tinggi.
Setelah itu, Lin Tian melepaskan aura kekuatannya untuk memancing Beast Monster yang ada didepan mereka, lalu setelah itu, ia melompat naik ke atas dahan pohon dan meninggalkan Xie Long sendirian.
Sementara itu, Xie Long telah bersiap-siap untuk menghadapi Beast Monster tersebut, ia bahkan telah mengeluarkan pedangnya untuk berjaga-jaga, kalau-kalau Beast Monster yang akan ia hadapi adalah Beast tingkat tinggi.
Boom!
Boom!
Tidak berselang lama, suara langkah kaki yang sangat besar terdengar dari arah depan Xie Long, yang menandakan bahwa Beast Monster di depannya itu memiliki ukuran tubuh yang besar, bahkan tanah saja ikut bergetar karena langkahnya.
"Hah" Xie Long mengatur napas untuk menenangkan dirinya, "Tidak ada waktu untuk merasa takut, jika ingin menjadi lebih kuat, maka harus siap bertarung dengan musuh yang kuat pula" gumamnya.
Groarrr!
Beberapa saat kemudian, Beast Monster yang dimaksud oleh Lin Tian akhirnya muncul, itu adalah seekor beruang hitam dengan ukuran tubuh yang sangat besar, bulu-bulu ditubuhnya terlihat sangat kasar, persis seperti jarum yang sangat besar.
Groarrr!
Beruang hitam itu kembali meraung saat melihat Xie Long, kemudian ia bergerak maju dengan kecepatan yang sangat tinggi. Pergerakan beruang itu sempat membuat Xie Long terkejut, karena tidak menyangka jika beruang bertubuh besar itu memiliki gerakan yang cepat.
"Langkah bayangan!"
"Teknik pedang satu tebasan!"
Xie Long melancarkan serangan lebih dulu, dengan menggunakan jurus langkah bayangan, ia dapat bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi, kemudian jurus itu ia kombinasikan dengan teknik pedang satu tebasan.
Slash!
Xie Long yang semula berada di depan beruang itu, sekarang telah berpindah ke belakangnya, namun serangan yang dilancarkan oleh Xie Long tidak membuahkan hasil apapun, karena tubuh beruang itu dilindungi oleh bulu sekeras baja.
Wushh!
Dhuaarrr!
Beruang hitam memutar tubuhnya dan langsung melancarkan serangan pada Xie Long, namun serangan itu berhasil dihindari dengan mudah oleh Xie Long dengan cara melompat ke udara, disaat yang bersamaan, ia berputar di udara dan melancarkan serangan kedua.
Serangan Xie Long berhasil mendarat tepat di tengkuk beruang hitam tersebut, namun untuk yang kedua kalinya, serangannya masih tidak berhasil menembus bulu beruang tersebut, bahkan pedang yang ia gunakan sampai retak.
Sementara itu, beruang hitam juga melancarkan serangan kedua dengan mengayunkan cakarnya kearah Xie Long, tapi serangan itu juga berhasil dihindari olehnya, bahan Xie Long berhasil menjauh dari beruang hitam tersebut.
"Pedangku sudah retak, jika dipaksakan lagi, mungkin akan hancur" gumam Xie Long.
Kemudian, Xie Long menyimpan pedangnya, lalu ia menciptakan sebilah pedang dengan energi spiritualnya, ia juga menggunakan kekuatan api langit untuk memperkuat ketahanan senjatanya, sekaligus meningkatkan daya hancur serangannya.
Groarrr!
"Majulah! Aku sudah siap membunuhmu!" ujar Xie Long.
Seolah mengerti dengan ucapan Xie Long, beruang hitam itupun berlari mendekatinya, lalu setelah berada dalam jarak yang cukup dekat, beruang itu melompat ke udara untuk menerkam Xie Long dengan kedua cakarnya.
Pada saat yang bersamaan, Xie Long memfokuskan seluruh kekuatannya pada pedang energi di tangannya, lalu saat beruang itu hampir mencapai dirinya, Xie Long kemudian mengayunkan pedangnya ke udara.
Wushh!
Energi pedang berwarna hitam tercipta dari tebasan Xie Long, energi tersebut melesat dengan kecepatan tinggi hingga melewati beruang hitam, bersamaan dengan itu, tubuh beruang hitam itupun jatuh ke tanah, namun dengan keadaan yang sudah terbelah menjadi dua.
"Hah" Xie Long kembali mengatur napasnya, "Serangan tadi menguras cukup banyak energi" gumamnya.
"Serangan mu sangat luar biasa, Long'er" ucap Lin Tian sembari melompat turun dari dahan pohon.
"Terima kasih paman."
"Tapi lain kali, usahakan untuk mencari kelemahan musuh, agar kau dapat membunuhnya tanpa harus menguras banyak energi."
"Apalagi ditempat seperti ini, kau harus pandai-pandai menghemat energi, agar kau siap menghadapi pertarungan lain yang mungkin saja akan datang tanpa bisa diduga."
"Baik, paman."
"Ambil kristal jiwa beruang itu, karena kita harus melanjutkan perjalanan."
Setelah Xie Long mengambil kristal jiwa milik beruang tersebut, mereka kemudian melanjutkan perjalanan menelusuri hutan para monster, disepanjang perjalanan, Lin Tian terus memberikan arahan kepada Xie Long, agar kedepannya nanti, ia bisa bertarung dengan lebih baik.
***
Malam pun tiba, Lin Tian memutuskan untuk menghentikan perjalanan mereka, karena selain berbahaya melakukan perjalanan dimalam hari, Xie Long juga membutuhkan waktu untuk beristirahat dan memulihkan energinya, jadi tidak ada pilihan lain selain berhenti.
"Paman, apa tidak masalah berhenti dan beristirahat disini?" tanya Xie Long.
"Sebenarnya tidak, karena di hutan ini tidak ada yang namanya tempat aman untuk beristirahat, tapi mau bagaimana lagi? Kita tidak mungkin melanjutkan perjalanan dimalam hari" jawab Lin Tian.
"Lalu, bagaimana jika..."
"Tidak perlu khawatir, paman sudah memasang formasi pelindung disekitar kita, jadi kau bisa tidur dengan aman" ujar Lin Tian.
Malam semakin larut, suasana di hutan semakin mencekam ditambah dengan udara dingin yang menusuk tulang, meski tengah duduk didekat api unggun, tapi rasa dingin itu seolah tidak terpengaruh sedikitpun olehnya.
Selain itu, Xie Long juga merasakan jika dirinya tengah di awasi oleh sesuatu dari balik kegelapan, namun saat ia mencoba untuk memeriksanya, ia tidak menemukan apapun di sekitar mereka. Padahal jelas-jelas instingnya mengatakan bahwa mereka sedang diawasi.
"Abaikan saja" ucap Lin Tian.
"Apa paman juga merasakannya?" tanya Xie Long.
Lin Tian mengangguk, "Saat ini, kita berada di salah satu tempat paling berbahaya di Benua Biru, jadi wajar bila kau merasa seperti ada yang mengawasi mu."
"Maksud paman, yang aku rasakan ini hanya perasaanku saja?"
"Bukan, yang kau rasakan itu memang nyata adanya, hanya saja, kau tidak bisa merasakan kehadiran mereka."
"Lalu, apa paman mengetahui siapa yang mengawasi kita?"
"Mereka adalah bangsa roh, paman sendiri tidak tahu darimana mereka berasal, tapi menurut ayahmu, bangsa roh adalah musuh yang sangat berbahaya bagi para kultivator, karena selain sulit untuk mengalahkan mereka, bangsa roh juga memiliki kemampuan untuk mengganggu pikiran dan jiwa seseorang."
"Tapi kau tidak usah khawatir, karena sebelum datang ke sini, paman sudah memiliki persiapan, salah satunya adalah formasi pelindung yang sekarang melindungi kita."