Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-150. Tiba di hutan para monster


Perdebatan antara Xie Long dan Luo Ning masih terus berlanjut, Luo Ning masih tetap teguh dengan pendiriannya dan tidak mengizinkan kedua anaknya untuk ikut bersama Lin Tian, karena perjalanan tersebut terlalu berbahaya untuk anak seumuran mereka.


Sementara Xie Long, ia masih terus berusaha untuk membujuk dan meyakinkan ibunya dengan berbagai macam cara, namun sayangnya, usahanya itu malah tidak membuahkan hasil apapun, dan keputusan ibunya masih tetap sama seperti sebelumnya.


Lin Tian juga mencoba untuk membantu kedua keponakannya, namun ia tidak diberikan kesempatan untuk bicara oleh Luo Ning, apalagi Luo Ning mengancam akan melaporkan hal ini kepada Yue Yin, yang membuat Lin Tian semakin tidak bisa berkata-kata.


"Sudah cukup, ibu tidak mau mendengar alasan atau penjelasan apapun lagi dari kalian, lebih baik kalian kembali ke sekte dan berlatih di sana!"


"Ibu, jika kami kembali ke sana, kami tidak akan pernah mendapatkan peningkatan apapun, dan bukankah ayah meningkatkan kekuatannya dalam pengembaraannya?"


"Ibu, aku yakin ayah akan setuju dengan keputusan ini, jadi aku mohon, Bu, izinkan kami pergi."


"Hah" Luo Ning menghela napas panjang, ia benar-benar tidak menyangka jika putranya itu adalah anak yang sangat keras kepala, "Baiklah, tapi Ling'er tidak boleh ikut dengan kalian!"


"Apa? Tapi kenapa, Bu?" tanya Xie Ling.


"Kau akan dilatih secara khusus oleh paman dan bibi mu, jadi kau tidak boleh pergi kemana-mana" jawab Luo Ning.


"Tidak! Aku tidak mau berpisah dengan kakak!"


"Jangan membantah! Ini juga demi kebaikan kalian berdua!"


Xie Ling tertunduk dengan air mata berlinang, ia sangat sedih karena harus berpisah dengan sang kakak. Masalahnya adalah, mereka belum pernah berpisah sebelumnya, jadi wajar jika dirinya merasa sangat sedih.


"Ling'er, jangan menangis" Xie Long memeluk adiknya, meski ia sendiri juga sangat sedih, namun kesedihan itu mampu ia tahan agar adiknya bisa tenang.


Setelah berhasil menenangkan Xie Ling, Xie Long kemudian menghampiri Luo Ning untuk meminta restu darinya, ia juga memberikan pelukan kepada ibunya itu, karena ia yakin jika ibunya juga merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan oleh adiknya.


"Ibu, aku pergi."


Luo Ning mengangguk, "Pergilah, nak, ibu hanya bisa berharap agar kau selalu baik-baik saja."


"Ling'er, jaga ibu baik-baik" ucap Xie Long.


Karena sudah mendapatkan izin dari ibunya, Xie Long kemudian mengajak Lin Tian untuk segera pergi meninggalkan istana kekaisaran.


"Apa kau tidak mau menemui kakek mu?" tanya Lin Tian.


"Paman, sekarang bukan waktu yang tepat untuk bicara, sebaiknya kita pergi sebelum kakek kembali!"


"Baiklah!" ujar Lin Tian, kemudian membawa Xie Long naik ke punggung singa es, lalu mereka melesat terbang meninggalkan istana kekaisaran Luo.


Setelah berada cukup jauh dari ibukota kekaisaran, Lin Tian kemudian menanyakan alasan yang membuat Xie Long tidak mau menemui kakeknya, padahal meminta izin dan restu dari kakeknya juga sangat penting.


Namun, penjelasan Xie Long justru membuat Lin Tian tertawa, karena apa yang Xie Long alami saat ini juga pernah dialami oleh Lin Feng saat masih muda dan bisa dikatakan bahwa, mereka ayah dan anak sama-sama memiliki kakek yang menyeramkan.


"Kau tahu, ayahmu dulu pernah mengalami hal yang lebih buruk darimu" ucap Lin Tian.


"Maksud paman?"


"Bahkan, tak jarang ayahmu sampai harus bertarung melawan kakek buyut mu hanya demi mendapatkan izin darinya" lanjutnya.


"Apa kakek buyut sekejam itu?"


"Hahahaha, percayalah, kakek buyut mu itu adalah orang yang paling menyeramkan yang pernah paman kenal" jawab Lin Tian.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Pantas saja ayah jarang menceritakan kisah tentang kakek buyut."


"Tapi, yang perlu kau ketahui adalah, kakek buyut mu sangat menyayangi kita semua, termasuk paman dan ayahmu" sahut Lin Tian.


"Paman, kemana tujuan kita sebenarnya?"


"Benar juga! Karena terlalu asyik mengobrol paman sampai lupa mengatakannya padamu."


"Tujuan kita sekarang adalah Hutan Para Monster, tempat itu juga pernah menjadi tempat latihan ayahmu."


"Hutan para monster? Dimana itu?"


"Wilayah Utara Benua Biru, tepatnya di wilayah kekuasaan kekaisaran Tang" jawab Lin Tian.


Sebenarnya ada dua tempat yang ingin Lin Tian kunjungi bersama keponakannya itu, tempat yang pertama adalah jurang kematian, lalu yang kedua adalah hutan para monster, namun Lin Tian lebih memilih untuk pergi menuju ke hutan para monster.


Ada dua alasan yang membuatnya tidak memilih jurang kematian, pertama karena tempat itu terlalu dekat dengan kekaisaran Feng dan kekaisaran Luo, yang kedua karena ia masih belum mendapatkan informasi apapun mengenai tempat tersebut.


Selama ini, Lin Tian hanya pernah mendengar tentang jurang kematian dari Lin Feng, namun informasi yang ia dapatkan hanya mengenai tempat dan keadaan di sana, selain itu, Lin Feng sendiri tidak menyarankan untuk datang ke tempat tersebut.


Lin Tian sendiri sempat ingin mengunjungi tempat itu, namun sebelum ke sana ia mencoba untuk mencari informasi yang lebih banyak mengenai jurang kematian, namun sayangnya, tidak ada seorangpun yang mengetahui informasi itu selain Lin Feng.


Tidak hanya itu saja, Lin Tian juga pernah mengunjungi tempat itu berdasarkan petunjuk dari Lin Feng, namun saat ia sampai di sana, ia tidak menemukan apapun selain jurang biasa. Oleh karena itu, ia memutuskan untuk tidak membawa Xie Long ke sana.


***


Setelah menempuh perjalanan selama kurang dari setengah jam dengan menunggangi singa es, mereka berdua akhirnya sampai di bagian luar hutan para monster, dan saat mereka mendarat di tanah, Xie Long langsung bisa merasakan aura mencekam yang berasal dari kedalaman hutan.


"Bagian luarnya saja terasa sangat mengerikan, apalagi bagian dalamnya?"


"Tenang saja, paman akan selalu melindungi mu" sahut Lin Tian, kemudian mereka memasuki hutan nan luas tersebut.


"Paman, kenapa tidak menunggangi singa es saja?" tanya Xie Long.


"Terlalu berbahaya jika kita masuk lewat udara, bahkan paman tidak yakin apakah singa es mampu menghadapi monster yang akan menyerang kita atau tidak" jawab Lin Tian.


"Long'er, persiapkan dirimu, karena saat kita melangkah masuk ke dalam hutan ini, sama saja dengan kita memasuki wilayah para pemangsa, jadi jika kita tidak waspada, maka kita benar-benar akan dimangsa oleh penghuni hutan ini."


"Baik, paman!" jawab Xie Long.


Untuk berjaga-jaga, Lin Tian kemudian melepaskan aura kekuatannya, jadi ia bisa merasakan keberadaan sosok yang ada di sekitar mereka, selain itu, ia juga bisa menghindari dan mengantisipasi serangan mendadak yang mungkin saja dilancarkan oleh para monster di sana.