
Dimensi pertama.
Lin Feng dan Xiao Lang nampak tengah mendiskusikan sesuatu mengenai rencana Dewa Huo yang selanjutnya, walaupun keberadaan Dewa Huo masih belum mereka ketahui, namun keduanya sudah mengerti apa yang akan dilakukan oleh Dewa Huo nantinya.
Untuk mengantisipasi kekacauan yang sebentar lagi akan menimpa alam semesta, keduanya berencana untuk membangun sebuah aliansi dengan dimensi lain, yang mana, tujuan aliansi ini adalah untuk menjaga perdamaian di alam semesta, yaitu dengan cara memusnahkan Dewa Huo.
Walaupun mereka sebelumnya sudah pernah berhadapan dengan Dewa Huo dan sudah bisa dikatakan menang, namun mereka tidak bisa bertindak gegabah begitu saja, karena mereka sendiri sudah merasakan bagaimana kelicikan Dewa Huo yang bisa melakukan apa saja demi mencapai tujuannya.
Oleh sebab itu, mereka berdua memutuskan untuk membangun sebuah aliansi, agar mereka bisa memperkecil wilayah pergerakan Dewa Huo, apalagi jika mereka berhasil menyatukan seluruh dimensi, sudah pasti Dewa Huo tidak akan bisa melakukan apapun lagi.
Tapi, permasalahannya sekarang adalah, keduanya tidak tahu siapa yang akan memimpin Aliansi itu nanti, karena mereka sendiri tidak ingin menjadi seorang pemimpin, apalagi memimpin sebuah aliansi yang anggotanya adalah penguasa dari setiap dimensi.
Memang benar, aliansi itu hanya akan bersifat sementara, setidaknya sampai mereka berhasil melenyapkan Dewa Huo, namun menjadi pemimpin dari Aliansi itu sama saja dengan menjadi pemimpin dari seluruh alam semesta, dan tugas itu bukanlah tugas yang mudah untuk dilakukan.
"Bagaimana kalau kita mengadakan pertemuan antar penguasa?"
"Aku setuju dengan ide itu, lagipula, masalah ini harus mendapatkan persetujuan dari para penguasa dimensi yang lain" jawab Lin Feng.
"Baiklah, aku akan mengatur pertemuan itu" sahut Xiao Lang.
Lin Feng mengerutkan alisnya, "Memangnya kau punya cara untuk mengumpulkan mereka semua?"
Xiao Lang mengangguk pelan, "Aku sudah menduduki takhta penguasa dimensi ketujuh cukup lama, jadi aku sudah mengetahui cara untuk mengumpulkan semua penguasa"
"Baiklah, kalau begitu aku serahkan saja semuanya padamu."
Setelah pembahasan mereka selesai, Xiao Lang kemudian berpamitan kepada Lin Feng untuk kembali ke dimensi ketujuh, karena masih ada beberapa hal yang harus ia siapkan untuk mengadakan pertemuan itu nanti, terutama mengenai tempat khusus yang digunakan untuk mengadakan pertemuan para penguasa dimensi.
***
Dimensi kesepuluh.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan dengan membawa pasukan sebanyak ini ke wilayah kekuasaan ku?!"
"Aku adalah Dewa Huo, penguasa dimensi kesembilan, jika kau tidak ingin mati, sebaiknya kau tunduk dan patuh padaku" jawab Dewa Huo.
"Hahahaha, lelucon macam apa ini? Aku, Shen Ji Ling, penguasa dimensi kesepuluh, tidak akan tunduk dan patuh pada siapapun, termasuk padamu!"
"Kalau begitu, bersiaplah untuk menerima kehancuran" sahut Dewa Huo.
"Hancurkan semua!"
Seratus ribu pasukan yang dibawa oleh Dewa Huo langsung menggempur istana Dewa dimensi kesepuluh, dengan kekuatan tempur mereka yang sangat luar biasa, tentunya tidak sulit bagi seratus ribu pasukan itu untuk mengalahkan lawannya.
Bahkan, seratus ribu pasukan Dewa Huo tidak memberikan kesempatan kepada pasukan dimensi kesepuluh untuk memberikan perlawanan yang berarti, dan hanya dalam hitungan menit, seluruh pasukan serta istana Dewa dimensi kesembilan telah rata dengan tanah.
"A-apa? I-ini tidak mungkin? Darimana datangnya pasukan sekuat ini?"
"Hahahaha, sekarang bukanlah saat yang tepat untuk menyesali keputusanmu!" ujar Dewa Huo, kemudian menyerang Shen Ji Ling.
Pertarungan antara dua penguasa dimensi pun terjadi, namun pertarungan antara mereka berdua juga tidak berlangsung lama, karena kekuatan Shen Ji Ling tidak sebanding dengan kekuatan Dewa Huo, meskipun ia bisa memberikan perlawanan, namun setiap serangannya sama sekali tidak berarti bagi Dewa Huo.
"Ka-kau, si-siapa kau sebenarnya?"
Dewa Huo mengabaikan pertanyaan Shen Ji Ling, kemudian ia mengeluarkan salah satu giok jiwa dari telapak tangannya, "Mulai sekarang, kau adalah pengikut ku yang akan selalu setia pada perintahku" ucapnya, kemudian memasukkan giok tersebut kedalam dada Shen Ji Ling.
Ketika giok itu masuk ke dalam dada Shen Ji Ling, tubuhnya langsung diselimuti oleh aura gelap yang sangat pekat, pada saat yang bersamaan, seluruh luka di tubuhnya ikut menghilang, begitu juga dengan kesadaran jiwanya yang telah dikendalikan dan diserap oleh giok jiwa.
"Hamba siap menerima perintah, yang mulia!" ucap Shen Ji Ling.
"Bagus! Tugas pertama untukmu adalah, bersikaplah seperti biasa seolah tidak terjadi apapun."
"Baik, yang mulia!"
"Baik, yang mulia" jawab Shen Ji Ling dengan patuh.
Setelah menyelesaikan urusannya di dimensi kesepuluh, Dewa Huo dan pasukannya kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke dimensi kesebelas, yaitu dimensi terakhir dunia kultivator yang ada di semesta ini.
Ketika mereka sampai di sana, Dewa Huo dan pasukannya langsung melancarkan aksinya dengan menyerang seluruh pasukan dimensi kesebelas, karena Yan Baihu sang penguasa dimensi kesebelas juga menolak untuk tunduk dan patuh kepada Dewa Huo.
Tapi pada akhirnya, nasib mereka yang ada di dimensi kesebelas juga berakhir sama dengan penguasa serta pasukan dimensi kesepuluh, meski mereka semua tidak dimusnahkan oleh Dewa Huo dan pasukannya, namun mereka semua sudah berhasil ditundukkan oleh Dewa Huo, terutama Yan Baihu.
"Sudah ada dua penguasa yang berhasil aku tundukkan, sekarang hanya tinggal menunggu waktu sampai aku berhasil menundukkan semuanya" gumam Dewa Huo, kemudian membawa pasukannya kembali ke dimensi kesembilan.
***
Istana Dewa, dimensi pertama.
"Lin Feng, aku merasakan firasat buruk dan aku yakin ini berhubungan dengan Dewa Huo" ucap Dewi Nuwa.
"Iya! Aku juga merasakan hal yang sama" sahut Lin Feng.
"Sepertinya peperangan besar sudah akan terjadi, apa kau sudah siap untuk menghadapinya?" tanya Dewi Nuwa.
Lin Feng mengangguk, "Aku selalu siap kapanpun itu, tapi menjelang peperangan ini terjadi, aku ingin meminta sesuatu darimu."
"Katakan saja, aku akan mengabulkan apapun yang kau minta selagi aku mampu melakukannya."
"Aku tidak akan meminta hal-hal yang aneh, aku hanya ingin kau melindungi keluargaku" ucap Lin Feng.
"Tentu saja, itu sudah merupakan kewajiban bagiku."
Lin Feng menggelengkan kepala, "Maksudku semuanya, bukan hanya mereka yang memiliki hubungan darah atau status kekeluargaan denganku."
"Maksudmu? Apa kau ingin menghadapi semua ini sendirian?"
"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, "Peperangan ini pastinya akan sangat dahsyat, bahkan aku tidak yakin apakah akan selamat atau tidak."
"Aku tahu itu, tapi tetap saja kau tidak bisa menghadapi masalah ini sendirian!" ujar Dewi Nuwa.
"Lin Feng, sebaiknya kau pikirkan lagi keputusanmu ini!"
"Jangan salah paham, aku tidak bilang ingin menghadapi masalah ini sendirian, aku hanya ingin menanggung semuanya seorang diri" sahut Lin Feng.
"Maksudmu?"
"Kau akan tahu nanti" jawab Lin Feng, kemudian pergi meninggalkan istana Dewa.
*
*
*
*Assalamu'alaikum semuanya, maaf jika beberapa hari ini ngga update dan kalaupun update cuma satu episode.
Sebenarnya bukan ngga bisa update, cuma beberapa hari ini author lagi sakit, bahkan sampai sekarang masih belum pulih kondisinya.
"Kalo sakit kenapa ngga ngasih tau Thor?"
"Bukan ngga mau ngasih tau, takutnya nanti di katain alasan lah, ini lah, itu lah, jadi intinya author benar-benar minta maaf, dan untuk kedepannya, akan author usahakan update seperti biasa lagi"
Sekian untuk hari ini, see you next chapter, Bai-bai*.