
Pada awalnya, Jia Zhen berpikir jika siksaan itu akan berakhir setelah semua api suci masuk ke tubuhnya, tapi nyatanya, siksaan yang sebenarnya justru baru akan dimulai.
"Tubuhku mati rasa."
"Ini belum seberapa, siksaan yang sebenarnya akan dimulai dari sekarang" sahut serigala putih.
Deg.
Jia Zhen tiba-tiba ambruk, jantungnya seakan berhenti berdetak dan tubuhnya seolah kehilangan tenaga, bahkan ia tidak memiliki tenaga untuk mengeluarkan suara.
Akan tetapi, kondisi itu tidak berlangsung lama, karena setelahnya, Jia Zhen langsung diserang oleh rasa sakit yang sangat menyiksa dirinya.
"Arkhhh!"
Hanya teriakan yang bisa ia keluarkan dari mulutnya untuk menggambarkan rasa sakit itu, walaupun sebenarnya, rasa sakit di tubuhnya itu jauh lebih besar dari suara teriakannya.
Darah dalam tubuhnya seperti mendidih, tulang-tulangnya terasa seperti dibakar di atas bara api, dan tubuhnya terasa seperti disirami oleh lava gunung berapi yang sangat panas.
Selain itu, lautan spiritual dalam dirinya juga menjadi kacau, karena adanya gesekan energi dari kekuatan petir surgawi dan kekuatan api suci yang baru masuk ke tubuhnya.
"Kendalikan dirimu, jika tidak, tubuhmu akan meledak dan hancur menjadi abu."
Ditengah rasa sakit yang menyerang seluruh tubuhnya, Jia Zhen kemudian mencoba untuk duduk, walaupun sangat sulit, namun akhirnya ia berhasil melakukannya.
Setelah itu, Jia Zhen memejamkan matanya, mencoba untuk berkonsentrasi disela-sela rasa sakit yang kian menyiksa dirinya, memang sulit, tapi tidak punya pilihan lain selain mencoba.
Perlahan namun pasti, Jia Zhen mulai berhasil mengendalikan diri, ia berusaha untuk tidak mengeluarkan suara, walaupun rasa sakit itu membuatnya ingin berteriak sekencang mungkin.
Dengan mengandalkan kekuatan petir surgawi, ia mencoba mengendalikan kekuatan tujuh api suci, meski hampir mustahil untuk melakukannya, namun ia tidak mau menyerah begitu saja.
"Kau harus berhasil, bocah."
***
Satu bulan kemudian.
Bola api emas yang mengambang di udara perlahan menghilang, menampakkan sosok Zhen Jia yang jauh berbeda dari penampilannya sebelum memasuki neraka Asura.
"Tubuhku..."
Zhen Jia tidak bisa berkata-kata, ia benar-benar senang karena sekarang telah memiliki raga yang sempurna, yang artinya, ia sekarang sudah menjadi manusia seutuhnya.
Namun, kebahagiaan itu seketika lenyap saat ia tidak menemukan Jia Zhen dimana-pun, bahkan ia sudah mencoba berkomunikasi melalui telepati, namun hasilnya tetap nihil.
"Tidak, kakak tidak mungkin..."
"Apanya yang tidak mungkin?"
Zhen Jia tersentak, lalu menoleh kearah sumber suara, "kakak!" ujarnya, kemudian bergegas menghampiri Jia Zhen dan langsung memeluknya dengan erat.
"Kakak darimana?"
"Aku habis jalan-jalan."
"Aku pikir kakak sudah meninggalkanku sendirian di sini."
"Jangan bodoh, aku tidak mungkin melakukan hal itu, karena aku sudah berjanji tidak akan meninggalkanmu sendirian."
"Sudahlah, sebaiknya kita keluar sekarang, aku yakin ayah dan ibu sudah menunggu kita."
Zhen Jia mengangguk dan melepaskan pelukannya, kemudian, mereka berdua pergi meninggalkan tempat itu.
***
Alam Nirvana Agung.
Sudah dua tahun berlalu sejak Jia Zhen masuk ke dalam gerbang neraka Asura, namun sampai saat ini, keduanya masih belum keluar dari tempat yang sangat mengerikan itu.
"Ayah, izinkan aku menyusul Jia Zhen!" ujar Xie Long yang telah kembali satu tahun yang lalu.
"Aku juga ingin menyusul Zhen'er" imbuh Xie Ling yang juga telah kembali.
Lin Feng menggeleng pelan, "ayah tidak mungkin membiarkan kalian masuk ke tempat itu."
Sejak kembali satu tahun yang lalu, keduanya memang menunjukkan perubahan yang sangat besar, khususnya kekuatan mereka yang telah meningkat jauh dari sebelumnya.
Wushh.
Aura mencekam menerpa tubuh mereka semua, pada saat yang bersamaan, gerbang neraka Asura yang telah tertutup selama dua tahun, akhirnya terbuka lagi.
"Syukurlah, akhirnya mereka keluar."
"Anakku!" ujar Luo Ning, lalu menghampiri Jia Zhen dan Zhen Jia yang baru saja keluar dari dalam gerbang.
Derai air mata kebahagiaan membasahi pipi Luo Ning, kesedihan dan kekhawatiran yang ia rasakan selama dua tahun ini, akhirnya menghilang setelah melihat kedua anaknya itu.
"Ibu, maafkan kami karena telah membuat ibu khawatir" ucap keduanya seraya memeluk erat tubuh ibu mereka.
Luo Ning menggeleng pelan, "tidak apa-apa, yang penting kalian bisa kembali dengan selamat."
Setelah saling melepaskan rindu dengan ibunya, mereka berdua kemudian menghampiri Lin Feng dan yang lainnya, dan tidak lupa memberikan pelukan hangat yang sama pada ayah dan kedua kakak mereka.
"Zhen Jia, tubuhmu..."
"Ini berkat kekuatan api emas dalam neraka Asura" jawab Zhen Jia.
"Syukurlah, akhirnya kau mendapatkan raga yang sempurna" sahut Lin Feng, lalu mengarahkan pandangannya pada Jia Zhen.
Sejak mereka keluar dari neraka Asura, Lin Feng sudah merasakan keberadaan aura asing dalam tubuh putranya itu, namun untuk saat ini, ia akan memilih untuk diam, lagipula situasinya tidak tepat untuk bertanya lebih jauh.
***
Istana kerjaan Dunia Bawah.
"Jia Zhen, ayah ingin bicara denganmu" ucap Lin Feng.
"Kebetulan sekali, aku juga ingin menyampaikan sesuatu pada ayah" sahut Jia Zhen.
Lin Feng mengangguk, kemudian mengajak putranya itu ke halaman belakang istana, karena akan lebih nyaman jika mereka hanya mengobrol berdua saja.
Selain itu, Lin Feng juga yakin jika putranya masih belum siap mengungkapkan semuanya pada orang banyak, sehingga ada baiknya jika mereka bicara di tempat sepi.
"Ayah rasa, apa yang ayah ingin tanyakan ini berhubungan dengan yang ingin kau sampaikan, jadi langsung saja" ucap Lin Feng.
Kemudian, Jia Zhen menjelaskan apa yang telah ia alami selama berada di dalam neraka Asura, dan terakhir, ia menjelaskan tentang serigala putih yang sekarang berada dalam dirinya.
Tapi tentunya, Jia Zhen sudah lebih dulu meminta izin pada serigala putih, agar nantinya tidak ada kesalahpahaman antara mereka berdua. Selain itu, ia juga tidak bisa menyembunyikan apapun dari ayahnya.
"Pantas saja ayah merasakan keberadaan aura asing dalam dirimu."
"Jika ayah mau, aku bisa mempertemukan ayah dengannya" sahut Jia Zhen seraya mengulurkan tangannya.
Lin Feng mengangguk, kemudian meraih ukuran tangan putranya itu, dan seketika itu juga, kesadarannya masuk ke dalam alam bawah sadar Jia Zhen, atau lebih tepatnya ke dalam ruang jiwa milik Jia Zhen.
"Selamat datang, yang mulia Asura" sapa serigala putih.
"Aku tidak ingin berbasa-basi, jadi apa yang kau inginkan dari putraku?" tanya Lin Feng.
"Jangan salah paham, yang mulia. Hamba hanya ingin mengikuti tuan muda Jia Zhen."
"Alasannya?"
"Hamba sudah lama terjebak dalam neraka Asura, jadi hamba ingin melihat dunia luar."
"Selain itu, hamba juga tertarik dengan tuan muda, karena tuan muda memiliki tubuh spesial yang mampu menahan kekuatan hamba."
"Maksudmu tubuh petir surgawi?"
"Benar, yang mulia" jawab serigala putih.
Lin Feng menghela napas lega, setidaknya ia sudah mengetahui alasan serigala putih mengikuti putranya, meski begitu, ia akan tetap mengawasi gerak-gerik serigala putih.
"Selama kau tidak melakukan hal buruk pada putraku, aku akan membiarkanmu, tapi kalau kau macam-macam, aku sendirilah yang akan melenyapkan mu."
"Hamba mengerti, yang mulia."
Meski ia memiliki kekuatan dari tujuh api suci yang luar biasa, namun bukan berarti ia bisa menghadapi seorang Lin Feng, karena selain dia yang merupakan seorang Dewa, Lin Feng juga merupakan pemilik dari neraka Asura.
Selain itu, ia terlahir dan besar dari kekuatan yang ada di dalam neraka Asura dan secara tidak langsung, ia terlahir dari kekuatan yang Lin Feng miliki, karena apapun yang ada di dalam neraka Asura adalah miliknya.