
Setelah Xie Long dan Xie Ling tertidur lelap, Lin Feng yang mengawasi mereka sejak tadi akhirnya muncul dihadapan Lin Tian, tapi tentunya, Lin Tian sudah menyadari keberadaan kakak angkatnya itu.
"Kakak, bagaimana kabarmu?"
"Aku baik-baik saja, kau sendiri bagaimana? Apa tugasmu sudah selesai?"
Lin Tian mengangguk, "Semuanya berjalan dengan lancar dan tidak ada masalah sama sekali, tapi apa yang sebenarnya terjadi dengan mereka berdua?"
"Sulit untuk dijelaskan, tapi aku ucapkan terima kasih karena sudah mau membantu mereka" jawab Lin Feng.
Lin Tian memandangi kakak angkatnya itu dengan serius, "Kau ini bukan kakakku, kan?"
"Bagaimana kau bisa menyadarinya?"
"Mudah saja, kak Feng pasti tidak akan membiarkan anak-anaknya mengalami hal seperti ini, dan jika kau adalah kakakku yang sebenarnya, kau pasti akan membantu mereka" jawab Lin Tian.
Hubungan Lin Feng dan Lin Tian memang hanya sebatas saudara angkat, namun mereka berdua sudah bersama untuk waktu yang sangat lama, jadi meski hanya sedikit, Lin Tian sudah memahami bagaimana watak kakak angkatnya itu.
Selain itu, saat pertama kali merasakan aura keberadaan dan bertemu dengannya, Lin Tian merasa seperti tidak mengenal Lin Feng, oleh karena itu, dia langsung bisa menebak jika Lin Feng yang ada di hadapannya saat ini adalah bayangan.
"Begini saja, sampai kakak kembali, bagaimana kalau kau serahkan mereka padaku? Aku jamin mereka akan aman selama berada di sisiku" ucap Lin Tian.
"Baiklah, aku percayakan Tuan dan Nona Muda padamu" sahut bayangan Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan Lin Tian.
Setelah bayangan Lin Feng menghilang, Lin Tian kemudian mengarahkan pandangannya pada singa es, "Besok kita akan kembali ke sekte, ada beberapa hal yang ingin aku lakukan untuk mereka berdua."
"Baik, Tuan!" jawab singa es.
***
Keesokan harinya.
Setelah Xie Long dan Xie Ling bangun, Lin Tian tidak meminta mereka untuk melanjutkan latihan, tapi meminta mereka untuk kembali ke sekte, ia juga beralasan jika ada urusan mendadak yang harus segera ia selesaikan.
"Lalu, kapan paman akan kembali?" tanya Xie Ling.
"Paman akan menyelesaikan urusan ini secepat mungkin, jadi kalian tidak perlu khawatir" jawab Lin Tian.
"Yasudah, sebaiknya kalian kembali sekarang, karena paman harus segera pergi" lanjutnya, kemudian menunggangi singa es dan melesat terbang meninggalkan si kembar.
Tidak lama setelah Lin Tian pergi, si kembar yang seharusnya kembali ke sekte, malah memutuskan untuk tinggal di sana sampai paman mereka kembali, dan sembari menunggu, mereka akan melanjutkan latihan yang sama seperti sebelumnya.
Sementara itu, di sekte Phoenix Emas.
Tanpa sepengetahuan si kembar, Lin Tian malah datang ke sekte dengan menunggangi singa es, kedatangannya sontak membuat para murid menjadi heboh, karena murid yang juga merupakan kebanggan sekte sudah kembali.
"Lihat, itu senior Lin Tian!"
"Hormat, senior!" ucap para murid memberi hormat pada Lin Tian.
Lin Tian menanggapi rasa hormat mereka dengan mengangguk dan tersenyum, lalu ia meninggalkan mereka dan langsung pergi menuju ke aula pertemuan para tetua, karena sekarang, ia juga sudah menjadi tetua sekte Phoenix Emas.
"Aku kira ada keributan apa, ternyata tetua Lin Tian sudah kembali ke sekte" ucap Jin Feng Huang.
"Lin Tian memberi hormat pada pemimpin dan para tetua sekalian."
"Murid memberi hormat pada guru."
"Hahaha, kau masih saja sungkan seperti kakakmu, padahal sudah menjadi tetua tapi sikap kalian masih saja seperti ini."
Sama halnya dengan Lin Feng, Lin Tian juga sangat keberatan saat dirinya diangkat menjadi tetua sekte, namun karena desakan dari tetua Liu Changhai, Lin Tian pun terpaksa menerima hal tersebut.
Meski begitu, Lin Tian tidak pernah menganggap dirinya setara dengan para tetua yang lain, bahkan ia sampai menolak saat dipanggil dengan sebutan tetua oleh para murid sekte, dan itulah alasan kenapa para murid memanggilnya dengan sebutan senior.
"Lin Tian, bagaimana dengan misi mu?" tanya Jin Feng Huang.
"Misi ku berjalan dengan lancar dan aku berhasil mengumpulkan banyak sumberdaya langka untuk sekte, termasuk beberapa tanaman herbal yang sangat sulit untuk didapatkan" jawab Lin Tian.
"Baguslah, kalau begitu kau bisa beristirahat sekarang" sahut Jin Feng Huang.
Lin Tian menggelengkan kepalanya, lalu ia menyampaikan maksud kedatangannya ke sekte Phoenix Emas. Selain ingin melaporkan misinya yang telah selesai, Lin Tian juga memiliki tujuan yang lain, yaitu ingin mengangkat Xie Long dan Xie Ling sebagai murid sementaranya.
Meski tidak mengetahui apa yang telah terjadi di sekte Phoenix Emas, namun Lin Tian sudah mendengar berita mengenai dua keponakannya dari kabar angin yang beredar, oleh karena itu, ia bergegas menyelesaikan misi untuk kembali ke sekte secepat mungkin.
Awalnya ia hanya ingin mengunjungi kedua keponakannya itu, namun setelah mengetahui mereka tidak memiliki guru lagi, iapun memutuskan untuk menjadikan mereka sebagai murid sementaranya, setidaknya sampai mereka menemukan guru yang tepat.
"Lin Feng, bagaimana pendapatmu?" tanya Jin Feng Huang.
"Tidak masalah, lagipula Lin Tian belum memiliki murid, jadi tidak ada salahnya jika dia menjadi guru sementara untuk anak-anakku" jawab Lin Feng.
"Baiklah, kalau begitu aku menerima keinginanmu ini, tapi apa mereka sudah setuju?"
"Sebelum kembali, aku sudah bertemu dengan mereka dan keduanya juga sudah setuju" jawab Lin Tian.
"Syukurlah, aku ikut senang mendengarnya, meski hanya sementara, setidaknya mereka berada di tangan yang tepat."
Setelah urusannya selesai, Lin Tian kemudian berpamitan kepada mereka semua, karena ia harus pergi menemui kedua keponakannya yang masih berada di hutan belakang sekte.
Hutan belakang sekte.
"Paman, kenapa paman kembali ke sini?" tanya Xie Ling.
"Urusan paman sudah selesai" jawab Lin Tian.
"Secepat itu?"
Lin Tian mengangguk, "Mulai sekarang, kalian sudah resmi menjadi murid sementara paman, jadi saat berada di sekte nanti, kalian harus memanggil paman dengan sebutan guru."
"Baik, paman!" jawab keduanya serempak.
"Kalau begitu, mari kita kembali ke sekte."
Karena sudah resmi menjadi murid sementara paman mereka sendiri, ketiganya pun kembali ke sekte Phoenix Emas, tapi lagi-lagi, tatapan mata yang tajam kembali mengarah pada mereka berdua, yang menandakan masih banyak yang tidak suka dengan keberadaan mereka.
"Kalian sudah menjadi murid ku, jadi abaikan saja tatapan mereka."
"Baik, guru!"
Sementara itu.
"Sial! Kenapa kedua bocah ini selalu beruntung, pertama para tetua dan sekarang senior Lin Tian, benar-benar menjengkelkan!"
"Sepertinya akan semakin sulit bagi kita untuk mengganggu kedua bocah sialan itu!"
Para murid yang memang sudah tidak suka dengan si kembar, menjadi semakin jengkel ketika mengetahui keduanya sudah menjadi murid Lin Tian, karena selama ini, ada begitu banyak murid yang berusaha untuk menjadi murid Lin Tian, tapi tidak pernah berhasil.