
Setelah mendengar keputusan sekaligus keinginan Xie Long, baik itu Jin Feng Huang ataupun para tetua sekte, mereka tidak bisa untuk tidak menerima hal tersebut, karena apa yang ia jelaskan pada mereka adalah hal yang jauh diluar perkiraan.
Oleh karena itu, mereka semua setuju untuk mengangkat Xie Long dan Xie Ling menjadi murid mereka bersama, bahkan semuanya sudah menentukan jadwal berlatih untuk keduanya, yaitu tujuh hari untuk masing-masing guru.
Pada awalnya mereka ingin bergantian setiap harinya, tapi hal itu sangatlah tidak mungkin, karena sehebat apapun bakat mereka berdua, tetap sangat sulit bagi keduanya untuk menyerap pengetahuan baru hanya dalam satu hari saja.
Lain halnya dengan Lin Feng, ia tidak hanya tidak mampu mempelajari dan memahami sesuatu dengan cepat, ia bahkan bisa menyempurnakan satu jurus yang ia pelajari hanya dalam waktu singkat, dengan kata lain, ayah mereka memang jenius yang tiada banding.
"Sekarang, pada siapa kalian akan belajar untuk pertama kali?" tanya Jin Feng Huang.
"Aku ingin fokus meningkatkan kekuatan fisik dan kecepatan, apa pemimpin ada saran?" jawab Xie Ling yang diakhiri dengan pertanyaan.
"Tetua kedua adalah jawabannya, selain hebat dalam hal kecepatan, dia juga hebat dalam memperkuat kekuatan fisik, tapi ia masih kalah dari tetua Liu Changhai" jawab Jin Feng Huang.
"Tidak masalah, lagipula tetua Liu tidak ikut andil dalam pemilihan ini" sahut Xie Ling.
Jin Feng Huang mengangguk, lalu mengarahkan pandangannya pada Xie Long, "Zilong, bagaimana denganmu?"
"Tetua keempat" jawab Zilong.
"Baiklah, mulai besok kalian akan mulai mengikuti pelatihan dengan guru yang telah kalian pilih."
"Baik, pemimpin."
Mereka berdua kemudian bersujud sebanyak tiga kali untuk memberikan penghormatan pada guru-gurunya, lalu setelah itu, mereka berpamitan dan langsung pergi meninggalkan aula pertemuan sekte Phoenix Emas.
***
Di bagian Utara kekaisaran Feng.
Sejak nama Lin Feng menjadi legenda hidup di Benua Biru, bisa dikatakan sudah tidak ada lagi yang namanya sekte aliran hitam, alasannya karena mereka semua takut pada Lin Feng, selain itu, mereka juga tidak ingin mengambil resiko dengan tetap berdiri di bawah bayang-bayang sang raja malam.
Akan tetapi, tidak semua sekte aliran hitam memutuskan untuk membubarkan diri, bahkan masih ada yang berdiri kokoh sampai saat ini, hanya saja, mereka tidak berani menunjukkan dirinya di dunia kultivator dan lebih memilih untuk mengasingkan diri, namun masih tetap berhubungan dengan dunia luar.
Salah satu sekte aliran hitam yang masih berdiri sampai saat ini adalah sekte Halilintar Hitam, yang selama ini tidak pernah menunjukkan diri di dunia kultivator, apalagi setelah mendengar kabar mengenai runtuhnya berbagai sekte aliran hitam, yang membuat mereka semakin tertutup dari dunia luar.
Saat pertama kali berdiri, sekte Halilintar Hitam sebenarnya bukanlah sekte yang menganut aliran sesat, mereka saat itu lebih memilih untuk menjadi pihak yang netral dan tidak memihak kepada siapapun, baik itu aliran putih ataupun aliran hitam.
Namun seiring dengan berjalannya waktu, sekte Halilintar Hitam semakin mengarah ke sisi yang salah, hingga pada akhirnya, mereka menjadi bagian dari aliran hitam, tapi sampai saat ini, orang-orang hanya mengetahui identitas mereka sebagai sekte yang netral.
Aula sekte Halilintar Hitam.
"Bagaimana? Apa berita itu memang benar adanya?" tanya pemimpin sekte.
"Benar, pemimpin! Dua anak jenius yang ramai dibicarakan itu memang ada dan sekarang sedang berada di sekte Phoenix Emas."
"Apa kau mengetahui identitas mereka?"
"Sayangnya tidak."
Pemimpin sekte mengangguk pelan, "Baiklah, lanjutkan tugasmu untuk memata-matai mereka, tapi ingatlah, jangan terlalu dekat dengan sekte itu, karena Lin Feng masih ada di sana."
"Satu lagi, jika ada kesempatan, bujuk mereka untuk bergabung dengan sekte kita, dan jangan pernah mengungkapkan identitas sekte kita yang sebenarnya."
"Baik, pemimpin" jawab pria tersebut, kemudian menghilang dari pandangan.
Kabar mengenai si kembar jenius yang muncul di sekte Phoenix Emas tentu sudah menyebar luas, dan berita mengenai hal itu juga telah terdengar sampai ke telinga pemimpin sekte Halilintar Hitam.
"Jika aku berhasil membawa mereka masuk ke sekte ini, aku yakin mereka akan menjadi pilar yang sangat kokoh untuk kedepannya" gumam pemimpin sekte.
"Dengan adanya mereka berdua, aku yakin sekte ini mampu bersaing dengan sekte Phoenix Emas, dan tidak menutup kemungkinan untuk berdiri dipuncak kekuasaan di kekaisaran Feng ini" lanjutnya.
***
Beberapa hari telah berlalu, Xie Long dan Xie Ling juga sudah memulai pelajarannya dengan kedua tetua yang telah mereka pilih, dan selama beberapa hari ini, keduanya sudah mendapatkan peningkatan yang cukup tinggi.
Xie Ling yang sebelumnya memutuskan untuk belajar dengan tetua kedua, sekarang sudah berhasil meningkatkan kekuatan fisik dan kecepatannya ke tahapan yang lebih tinggi.
Sedangkan Xie Long, teknik pengobatan serta membuat pil yang ia kuasai sekarang, berhasil membuat tetua keempat merasa bangga padanya, padahal yang ia pelajari masih belum seberapa, tapi keahliannya sudah bisa diadu dengan para murid senior.
Gerbang sekte.
"Hormat para senior" ucap Xie Long.
"Zilong, kenapa kau ke sini?" tanya salah seorang murid penjaga gerbang.
"Senior, guru memintaku pergi ke kota untuk membeli beberapa tanaman herbal" jawab Zilong, kemudian menunjukkan lencana khusus tetua keempat.
"Baiklah, tapi segeralah kembali jika tugasmu sudah selesai."
"Baik, senior" jawab Xie Long, kemudian melanjutkan langkah kakinya.
Setelah berada cukup jauh dari gerbang sekte, Xie Long menghentikan langkahnya, "Perjalanan ke kota Zuanshi lumayan jauh, tidak mungkin aku ke sana dengan berjalan kaki" gumamnya.
"Baiklah, aku rasa tidak masalah jika memanggilnya."
"Xiao Xue datanglah!"
Tidak lama kemudian, seekor burung dengan bulu berwarna merah kehitaman turun di depan Xie Long, dia adalah burung Phoenix hitam yang ia temui di hutan saat ujian kedua berlangsung, dan setelah menjalin kontrak dengannya, Xie Long memberikan nama Xiao Xue padanya.
"Xiao Xue, aku membutuhkan bantuan mu" ucap Xie Long.
"Katakan saja, Tuan, aku pasti akan melakukan apapun yang Tuan perintahkan" jawab Xiao Xue.
Xie Long tersentak kaget mendengar hewan yang menjalin kontrak jiwa dengannya sudah bisa bicara, padahal mereka baru berpisah selama beberapa hari, dan saat terakhir mereka bertemu, Xie Long sangat yakin jika burung itu masih belum bisa bicara.
"Xiao Xue, sejak kapan kau bisa bicara bahasa manusia?" tanya Xie Long.
"Sejak aku menjalin kontrak jiwa dengan Tuan."
"Apa Xiao Xie juga bisa?"
"Tentu, Tuan. saudaraku juga mengalami hal yang sama denganku" jawab Xiao Xue.
"Ini berita yang sangat menggembirakan, jika Ling'er mengetahui hal ini, aku yakin dia akan sangat senang."
"Tuan, bantuan apa yang Tuan Butuhkan?"
"Bawa aku ke kota Zuanshi."
"Baik, Tuan."