Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-101. Lin Feng Vs 4 penguasa (2)


Debu-debu yang menghalangi pandangan perlahan mulai menghilang diterpa oleh angin, ditengah-tengahnya, terlihat bayangan seseorang tengah berdiri dan tidak beranjak sedikitpun dari tempatnya. Dia adalah Lin Feng, pemuda yang menerima serangan itu secara langsung.


Serangan yang dilancarkan oleh tiga penguasa sebelumnya adalah serangan yang sangat kuat, bahkan teknik yang mereka gunakan adalah teknik tingkat tinggi yang hanya dikuasai oleh mereka saja. Namun sayangnya, serangan mereka justru tidak memberikan dampak apapun pada Lin Feng.


Jangankan untuk menciptakan satu luka ditubuhnya, serangan yang dilancarkan oleh tiga penguasa itu bahkan tidak mampu menggores pakaian dan jubah hitam yang ia kenakan sedikitpun, apalagi untuk membunuhnya, sudah pasti hal itu masih sangat jauh.


Raut wajah keempat penguasa berubah, karena tidak seorangpun dari mereka yang bisa menyangka jika Lin Feng mampu menahan serangan mereka, atau lebih tepatnya, serangan merekalah yang tidak mempan terhadap Lin Feng.


"Sudah aku katakan, sebaiknya kalian mengerahkan semua kemampuan kalian untuk menghadapi ku" ucap Lin Feng dengan santainya.


"Bocah! Kau hanya beruntung karena berhasil menahan serangan tadi, tapi kali ini, jangan harap kau bisa lolos dari kematian!" sahut Yan Baihu.


Setelah itu, keempat penguasa melanjutkan serangan mereka, namun kali ini, mereka lebih memilih untuk berhadapan secara langsung dengan menggunakan senjata andalannya masing-masing.


"Mari kita mulai!" Lin Feng menggenggam erat pedang hitam ditangan kanannya, lalu ia melesat maju kearah empat penguasa yang tengah menuju kearahnya.


Meski lawan yang ia hadapi saat ini adalah empat Dewa penguasa, namun Lin Feng masih bisa menghadapi mereka dengan santai, dia tidak hanya mampu menahan dan menghindari setiap serangan yang diarahkan padanya, tapi juga berhasil melancarkan serangan balasan.


Pergerakannya yang lincah dan serangannya yang sangat cepat, membuat keempat penguasa kesulitan membaca pergerakan serta pola serangannya, namun sebaliknya, Lin Feng justru bisa membaca gerakan dan pola serangan mereka dengan mudah.


Slash!


Satu tebasan berhasil mendarat di tubuh He Jin kemudian diikuti oleh tendangan yang mendarat tepat di dadanya, dua serangan diwaktu bersamaan berhasil melukai He Jin dan membuatnya terlempar beberapa meter, namun luka itu langsung sembuh dan menghilang dengan cepat.


Dhuaarrr!


Ledakan dahsyat terjadi ketika tombak Hua Xiong menghantam tanah, serangan itu ia maksudkan kepada Lin Feng, tapi berhasil dihindari dengan mudah olehnya, sehingga serangan itu hanya menghantam tanah tempat Lin Feng berada sebelumnya.


Disaat yang bersamaan, Yan Baihu muncul di belakang Lin Feng yang sebelumnya melompat kebelakang untuk menghindari serangan Hua Xiong, "Mati kau, bocah sialan!" ujar Yan Baihu seraya menebaskan pedangnya kearah Lin Feng.


Slash!


Suara tebasan terdengar dengan jelas, hanya saja, pedang Yan Baihu tidak mengenai sasarannya dan malah melewati udara kosong, karena sebelum pedang itu sempat mendarat ditubuhnya, Lin Feng telah lebih dulu menghilang dari sana.


Detik berikutnya, Lin Feng muncul lagi dibelakang Yan Baihu seraya menebaskan pedangnya, tapi keberadaannya berhasil diketahui oleh Yan Baihu, sehingga membuat tebasan Lin Feng meleset dan hanya mengenai serta memotong tangan kiri Yan Baihu.


Disaat yang bersamaan, Lin Feng juga melayangkan pukulan dengan tangan kirinya kearah Yan Baihu, namun serangan itu berhasil ditahan oleh Ji Ling dengan menciptakan perisai pelindung di sekitar tubuh Yan Baihu.


Sementara itu, Hua Xiong yang sebelumnya berada cukup jauh dari Lin Feng, sekarang telah berada didekatnya dan langsung menyerang Lin Feng dengan mengayunkan tombaknya, tapi lagi-lagi, serangan itu berhasil ditahan dengan mudah oleh Lin Feng.


Ketika Lin Feng tengah disibukkan oleh Hua Xiong, Yan Baihu menggunakan kesempatan itu untuk menjauh dan menyembuhkan tangannya, walaupun ia memiliki kemampuan regenerasi yang luar biasa, namun menumbuhkan tangan tetap memakan waktu yang cukup banyak.


Disisi lain.


"Sepertinya Dewa Huo tidak hanya mengendalikan mereka saja, tapi juga memberikan mereka sedikit kekuatan" gumam Lin Feng.


"Tangannya bisa tumbuh lagi, artinya tebasan biasa saja tidak terlalu berdampak bagi mereka" ucapnya dalam hati.


Kemudian, Lin Feng melepaskan kekuatan petir surga dan menyalurkan kekuatan itu kedalam pedang Dewa Asura, lalu setelah itu, Lin Feng yang semula hanya bertahan, akhirnya mulai melakukan serangan balasan kepada Hua Xiong.


Slash!


Dhuaarrr!


Petir berwarna merah menyambar Hua Xiong ketika Lin Feng menebaskan pedangnya, walaupun Hua Xiong berhasil menahan pedang Lin Feng dengan tombaknya, tapi sambaran petir merah yang tidak terduga itu berhasil menghantam tubuhnya.


Sambaran petir tersebut tidak hanya sekedar melukai Hua Xiong saja, tapi juga menghilangkan kemampuan regenerasinya yang luar biasa, akibatnya, luka yang ia dapatkan dari sambaran petir surga tidak kunjung menghilang dan malah semakin memburuk.


"Tebasan pencabut nyawa!"


Lin Feng mengangkat pedangnya ke udara dan bersiap untuk membunuh Hua Xiong, tapi saat pedangnya hampir mencapai tubuh Hua Xiong, He Jin mendadak muncul didekatnya dan berhasil menahan pedang Lin Feng.


Pada saat yang bersamaan, Yan Baihu yang telah sembuh juga muncul di sana bersama dengan Ji Ling, lalu keduanya menyerang Lin Feng agar He Jin memiliki kesempatan untuk bisa membantu menyembuhkan luka yang didapatkan oleh Hua Xiong.


"Kalian sungguh kompak, apa sebelumnya kalian pernah bekerjasama?" tanya Lin Feng disela-sela pertarungan.


"Kau tidak perlu tahu, karena sebentar lagi kau akan segera mati!" ujar Ji Ling.


"Hahaha, sejak tadi kalian selalu saja membahas kematian, sepertinya kalian benar-benar sudah tidak sabar untuk pergi ke mereka" sahut Lin Feng.


"Kalau begitu, akan aku kabulkan keinginan kalian ini!" lanjutnya.


Wushh!


Lin Feng melepaskan aura dewa kematian dari tubuhnya, sehingga menimbulkan kengerian serta tekanan intimidasi yang luar biasa. Disaat yang bersamaan, Lin Feng juga melepaskan dua kekuatan darah dari tubuhnya untuk meningkatkan kekuatannya.


"Mari kita mulai!" ujar Lin Feng, kemudian menghilang dari pandangan mereka berdua.


Sesaat kemudian, Lin Feng telah muncul tepat di hadapan Yan Baihu, lalu ia menebaskan pedangnya dengan kecepatan yang sangat tinggi, tapi serangan itu berhasil ditahan oleh Yan Baihu, tapi sesaat setelahnya, Yan Baihu mendadak terlempar sejauh puluhan meter.


"Apa?!"


"Jangan bengong saat bertarung!"


Lin Feng memutar tubuhnya seraya melayangkan tendangan berputar dengan kaki kanannya dan berhasil mendarat tepat di bagian kiri wajah Ji Ling, akibatnya, Ji Ling juga ikut terlempar seperti Yan Baihu, hanya saja dengan arah yang berlawanan.


Ketika tubuh Ji Ling masih terlempar di udara, Lin Feng kembali muncul di belakangnya sembari melayangkan tendangan keras ke tubuh Ji Ling, dan lagi-lagi, Ji Ling dibuat terlempar oleh tendangan Lin Feng, namun kali ini ia terbang bebas ke udara.


Lin Feng yang belum puas kemudian membentuk segel tangan, lalu di langit muncul seribu pedang energi berwarna merah kehitaman dan memancarkan aura kematian, "Ucapkan selamat tinggal pada teman-temanmu!" ujar Lin Feng.