
"Huise, habisi mereka semua!"
Lin Feng sengaja memerintahkan Huise untuk menyerang mereka semua, tapi bukan berarti dia tidak mampu melawan mereka sekaligus, hanya saja, dia masih ingin fokus pada pertarungannya dengan Xiao Lang, dan jika Huise tidak menghadapi mereka, maka pertarungannya akan terus diganggu.
"Dengan senang hati, Tuan!" sahut Huise.
Swosh!
Huise melepaskan aura kekuatannya, dan seketika itu juga, awan gelap yang sejak awal sudah menembakkan kekuatan petir merah tanpa henti, sekarang malah menembakkan kekuatan petir hitam juga. Selain itu, lima pusaran angin raksasa mendadak muncul di sana dan langsung menghantam formasi pelindung pasukan Dewa Bintang.
Dua kekuatan baru yang menyerang secara bersamaan membuat formasi pelindung kembali retak, dan hanya dalam hitungan detik saja, satu lapisan formasi pelindung itu telah berhasil dihancurkan oleh tiga kekuatan yang menghantamnya, dan tidak lama setelah itu, lapisan formasi berikutnya juga mulai retak.
"Arahkan serangan kalian pada pria yang baru datang itu!" perintah Luo Li.
"Baik, jendral!" Pasukan bangsa Naga Azure, bangsa Harimau Putih dan bangsa Phoenix kemudian mengarahkan serangan mereka pada Huise.
"Kalian semua akan merasakan akibatnya karena telah berani mengeroyok Tuanku!" ujar Huise.
Setelah itu, Huise mengibaskan tangannya di udara, dan pada saat yang bersamaan, kekuatan petir hitam muncul didepannya dan langsung melesat kearah serangan pasukan Dewa Bintang.
Dhuaarrr!
Ledakan dahsyat lagi-lagi terjadi ketika kedua serangan itu saling bertabrakan, walaupun jumlah serangan pasukan Dewa Bintang jauh lebih banyak, namun hanya dengan satu serangannya saja, Huise sudah mampu menandingi dan melenyapkan serangan mereka semua.
Disisi lain.
Pertarungan antara Lin Feng dan Xiao Lang menjadi semakin memanas, keduanya tidak hanya sekedar saling menyerang saja, tapi mereka juga mengerahkan seluruh kekuatannya dalam setiap serangan yang mereka lancarkan. Namun sampai saat ini, kekuatan dan kecepatan mereka masih terlihat sangat seimbang.
"Formasi ilusi, teknik Yin dan Yang!"
Xiao Lang melepaskan teknik ilusi terkuat yang ia kuasai untuk menjerat Lin Feng di dunia ilusi, namun sayangnya, teknik ilusi terkuatnya itu justru tidak mampu menjerat Lin Feng, bahkan ia masih bisa melakukan serangan dengan santai seolah tidak terjadi apapun padanya.
"Jika ingin menggunakan ilusi, setidaknya jangan gunakan teknik sampah seperti ini!" ucap Lin Feng.
"Cukup sudah! Aku benar-benar muak dengan ucapan sombong mu itu!" sahut Xiao Lang.
Kemudian, ia membentuk segel dengan tangan kirinya, lalu setelah itu, di langit muncul seribu tombak energi yang memancarkan dua kekuatan yang berbeda, yaitu kekuatan kegelapan dan juga kekuatan cahaya. Selain itu, ukuran dari seribu tombak tersebut juga sangat besar, bahkan ukurannya jauh lebih besar daripada pohon terbesar sekalipun.
"Teknik pedang hampa, jurus seribu pedang!"
Lin Feng yang tidak ingin kalah juga mengeluarkan salah satu jurus andalannya, yaitu jurus seribu pedang. Namun jurus yang kali ini tidak sama seperti yang biasa ia gunakan, karena jurus seribu pedang sengaja ia kombinasikan dengan teknik pedang hampa, sehingga kekuatan serangannya menjadi berkali-kali lipat.
Swosh!
Dhuaarrr!
Dhuaarrr!
DHUAARRR!
Ledakan yang mengguncang tanah kembali terjadi saat seribu tombak Yin dan Yang beradu seribu pedang ciptaan Lin Feng. Tidak hanya mengguncang tanah saja, ledakan yang tercipta dari kedua serangan itu juga menimbulkan kehancuran yang sangat besar, bahkan dampaknya sampai menyebar puluhan kilometer jauhnya dari tempat pertarungan mereka.
Selain itu, dampak dari ledakan tersebut juga mempengaruhi pertarungan Huise dengan para pasukan Dewa Bintang, bahkan pertarungan mereka sampai terhenti karena harus menciptakan perisai untuk melindungi diri mereka, jika tidak, sudah bisa dipastikan akan banyak nyawa yang melayang karena dahsyatnya dampak serangan itu.
Sementara itu, ditengah-tengah ledakan serta luapan energi dahsyat yang menyebar keberbagai penjuru, Lin Feng dan Xiao Lang kembali melanjutkan pertarungan mereka, dan sama seperti sebelumnya, mereka berdua benar-benar tidak menghiraukan dampak dari ledakan ataupun luapan energi yang tercipta dari serangan mereka sebelumnya.
Padahal, luapan energi yang berlawanan itu bisa saja membahayakan nyawa keduanya, namun tidak seorangpun dari mereka berdua yang peduli atau bahkan menghiraukan hal itu, karena saat ini, keduanya hanya berambisi untuk saling mengalahkan, khususnya Lin Feng yang sudah terlanjur murka akibat perbuatan pasukan Dewa Bintang.
***
Di suatu tempat di dimensi ketujuh.
"Yang mulia, hamba mohon yang mulia menghentikan kekacauan ini, jika tidak, akan banyak korban jiwa yang berjatuhan."
"Shen Liu, aku tidak bisa ikut campur dalam urusan mereka, apalagi statusku sekarang bukanlah seorang penguasa lagi."
"Hamba mengerti, yang mulia, tapi jika mereka tidak dihentikan, dimensi ketujuh ini akan dilanda kehancuran yang tidak bisa dibayangkan" jelas Shen Liu.
"Aku tahu itu, tapi kekuatanku sudah tidak sama seperti dulu lagi, karena aku sudah menyerahkan kekuatanku pada anakmu, dan jika bukan karena masih memiliki sedikit kekuatan, mungkin aku sudah menghilang untuk selamanya."
Sebagai seseorang yang pernah menduduki takhta penguasa, Sang Maha Dewa tentunya adalah sosok yang sangat hebat, namun saat ini, dia tidak lebih seperti seorang Dewa biasa, karena dia telah menganugerahkan setengah kekuatannya pada Xiao Lang sebagai seorang penguasa baru.
"Yang mulia, mohon kabulkan keinginan egois hamba ini" ucap Shen Liu, kemudian bersujud pada Sang Maha Dewa.
"Aku rasa tidak ada salahnya jika mengabulkan keinginan Shen Liu, lagipula permohonannya ini demi dimensi ketujuh juga" sahut Jingshe.
"Hah" Sang Maha Dewa menghela napas panjang, "Baiklah, tapi kau juga harus membantuku" ucapnya.
"Tentu saja, lagipula, aku juga penasaran dengan sosok Dewa Asura ini."
"Terima kasih, yang mulia" ucap Shen Liu.
Setelah itu, mereka bertiga menghilang dari tempat tersebut.
***
Seekor naga biru raksasa yang tercipta dari teknik terkuat Xiao Lang melesat dengan kecepatan tinggi menuju kearah Lin Feng, dan pada saat yang bersamaan, sebuah pedang raksasa yang tercipta dari teknik terkuat Lin Feng juga melesat turun ke arah Xiao Lang.
Akan tetapi, sesaat sebelum kedua serangan itu mencapai targetnya, sebuah perisai energi berlapis dan sangat tebal mendadak menyelimuti tubuh keduanya, sehingga tidak seorangpun dari mereka yang terkena serangan itu secara langsung.
Meski begitu, dampak yang tercipta dari ledakan akibat benturan kedua serangan itu sangatlah dahsyat, bahkan dampak dari serangan itu juga mengenai Lin Feng dan Xiao Lang, karena perisai energi yang melindungi mereka ikut hancur bersamaan dengan hancurnya serangan mereka berdua.
Selain mengenai mereka berdua, dampak ledakan yang tercipta dari serangan itu juga mengenai Huise dan pasukan Dewa Bintang, dan tidak sedikit dari pasukan Dewa Bintang yang terluka parah akibat terkena dampak tersebut, begitupun dengan Huise yang juga terluka karenanya.
"Ukhuk!" Lin Feng dan Xiao Lang yang telah jatuh ke tanah memuntahkan darah segar.
"Benar-benar serangan yang dahsyat" gumam keduanya bersamaan.
"Cukup! Aku tidak akan membiarkan kalian menghancurkan dimensi ketujuh ini!"
Kemunculan Sang Maha Dewa membuat semua orang terkejut, begitu juga dengan Lin Feng yang nampaknya tidak senang karena masih saja ada yang mengganggu pertarungannya. Berbeda dengan Lin Feng yang nampak kesal, Xiao Lang dan seluruh pasukannya justru langsung berlutut ketika melihat siapa yang datang.
"Hormat kami, yang mulia" ucap mereka semua serempak.
Sang Maha Dewa mengabaikan penghormatan mereka, "Xiao Lang, apa kau ingin menghancurkan dimensi ini?"
"Yang mulia, aku tidak bermaksud demikian, hanya saja... pemuda ini benar-benar sudah keterlaluan dan aku tidak bisa membiarkannya begitu saja!"
"Keterlaluan? Apa kau pikir aku tidak mengetahui yang sebenarnya? Justru pasukan mu lah yang keterlaluan karena menyerang seseorang tanpa mendengarkan penjelasannya terlebih dahulu."
"Maafkan aku, yang mulia tapi..."
"Tapi apa? Apa kau ingin mengatakan bahwa kau marah karena Dewa Asura ingin membunuh istrimu?"
Xiao Lang hanya diam dan tidak mengatakan apapun lagi.
"Xiao Lang, kau..."
"Hei, pak tua! Siapa kau? Kenapa kau mengganggu pertarungan ku?!"
Pertanyaan Lin Feng membuat ucapan Sang Maha Dewa terpotong, ia kemudian meninggalkan Xiao Lang lalu menghampiri Lin Feng yang berada tidak jauh dari sana, "Dewa Asura, kau juga bersalah, sebagai seorang penguasa, seharusnya kau bisa menyikapi suatu masalah dengan bijak, dan tidak seharusnya seorang penguasa memiliki sifat yang buruk!"
Alis Lin Feng berkerut, ia benar-benar tidak menyangka jika pria tua di hadapannya itu baru saja menceramahi dirinya, padahal, Dewi Nuwa saja tidak pernah melakukan itu padanya, "Memangnya kenapa? Apa kau tidak senang dengan sikapku ini?"
"Hah" Sang Maha Dewa menghela napas panjang, "Dengarkan aku, sebaiknya sudahi saja masalah ini, jika tidak, akan ada banyak nyawa yang harus menjadi korban. Dan sebagai seorang penguasa, aku yakin kau tidak mau merenggut nyawa orang-orang yang tidak bersalah dan tidak mengetahui apa-apa tentang masalah kalian."