
Istana kekaisaran Luo.
"Gege, aku sangat merindukanmu" Luo Ning bergegas menghampiri Lin Feng dan langsung memeluknya dengan erat, lima tahun tidak berjumpa membuatnya merasakan rindu yang sangat berat.
"Aku juga merindukanmu, Ning'er" sahut Lin Feng sembari membalas pelukan istrinya.
Setelah cukup lama, Lin Feng melepaskan pelukannya, kemudian pandangannya tertuju pada anak laki-laki berusia lima tahun yang berdiri tidak jauh dari mereka, dia adalah anak bungsu Lin Feng dan Luo Ning, Lin Jia Zhen.
Lin Feng kemudian menghampiri anak bungsunya itu dan langsung memeluknya dengan erat, kerinduan yang sangat mendalam juga ia rasakan pada anaknya itu. Bagaimana tidak, ia pergi saat anaknya masih sangat kecil dan sekarang anaknya sudah hampir menginjak usia enam tahun.
Jika bukan karena Lin Feng meninggalkan bayangannya di dimensi pertama, anak bungsunya itu pasti akan menganggapnya sebagai orang asing, dan mungkin saja, ia akan melarikan diri saat Lin Feng mencoba mendekati dan memeluknya.
"Ayah, kenapa ayah tidak kembali bersama kakak?" tanya Jia Zhen.
"Kedua kakakmu masih berlatih, jadi ayah tidak bisa mengajak mereka kembali" jawab Lin Feng.
"Apa aku boleh mengunjungi kakak?"
Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Untuk saat ini, kau belum bisa ke sana, karena kedatangan kita hanya akan mengganggu latihan kakakmu."
Tidak lama kemudian, Luo Ming An datang menghampiri mereka, "Lin Feng, kapan kau kembali?"
Lin Feng berdiri dan menghampiri ayah mertuanya itu, kemudian ia memberikan hormat padanya, "Baru saja, ayah" jawabnya singkat.
"Apa semuanya berjalan lancar?"
"Sampai saat ini semuanya baik-baik saja dan saat ini, aku sedang melatih calon penguasa dimensi kesembilan" jawab Lin Feng.
"Syukurlah, semoga saja tidak ada hal buruk lagi yang akan menimpa alam semesta ini" sahut Luo Ming An.
"Semoga saja."
Setelah itu, Luo Ming An menghampiri cucunya yang tengah memasang wajah cemberut, dan untuk menghibur cucu kesayangannya itu, Luo Ming An kemudian membawanya jalan-jalan ke kota kekaisaran.
Sedangkan Lin Feng dan Luo Ning, mereka berdua langsung berpindah ke tempat lain untuk mengobrol, lebih tepatnya di kerajaan Dunia Bawah. Dan setibanya di sana, Lin Feng memanggil ke tujuh saudaranya, karena ada hal penting yang ingin ia bahas dengan mereka semua.
"Hormat kami, Tuan" ucap Huise dan yang lainnya sembari berlutut pada Lin Feng.
Lin Feng mengangguk dan meminta mereka untuk berdiri, "Tunggu dulu, sepertinya ada yang kurang" ucapnya.
"Dimana Jinhu?"
"Tuan, bocah itu sedang bermeditasi di bagian Selatan kerajaan" jawab Lang Diyu.
"Yasudah, kalau begitu jangan ada yang mengganggunya" sahut Lin Feng.
Kemudian, Lin Feng menjelaskan maksud dan tujuannya kembali ke dimensi pertama, ia menjelaskan kekhawatirannya mengenai kebangkitan kekuatan api langit milik Xie Long.
"Gege, bukankah kebangkitan kekuatan itu sangat bagus untuk perkembangan Long'er?"
"Kau benar, tapi yang aku khawatirkan adalah kekuatan Asura dalam tubuhnya" jawab Lin Feng.
"Sampai saat ini, memang belum ada tanda-tanda kebangkitan kekuatan Asura, dan hanya Ling'er saja yang pernah mengeluarkan kekuatan itu tanpa sengaja."
"Takutnya, kebangkitan kekuatan api langit dan api bumi akan memancing bangkitnya kekuatan Asura dalam tubuh mereka, dan jika hal ini terjadi, mereka pasti akan dikendalikan oleh kekuatan itu."
"Apa kekuatan api bumi milik Ling'er juga sudah bangkit?"
Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Belum, tapi aku yakin kekuatan itu akan bangkit tidak akan lama lagi."
"Saat ini, aku ingin kalian mengawasi mereka berdua, jika ada tanda-tanda kebangkitan kekuatan Asura, lakukan penyegelan ulang seperti yang pernah aku ajarkan" jawab Lin Feng.
"Dan mengenai kekuatan api langit, aku sendirilah yang akan menangani masalah ini" lanjutnya.
"Baik, Tuan!"
Setelah mengobrol cukup lama, Lin Feng dan Luo Ning kemudian meninggalkan kerajaan Dunia Bawah, lalu mereka berdua pergi menuju ke sekte Phoenix Emas untuk menemui kedua anaknya. Namun, mereka tidak datang melalui gerbang, melainkan langsung muncul di kediaman tetua Liu Changhai.
"Lin Feng, Luo Ning, ada apa kalian datang ke sini?" tanya tetua Liu Changhai.
"Bukan apa-apa, guru, kami datang hanya untuk menjenguk Long'er dan Ling'er" jawab Lin Feng.
"Menjenguk? Bukankah kau setiap harinya bertemu dengan mereka?" tanya tetua Liu Changhai yang nampak kebingungan dengan ucapan Lin Feng.
"Bukan aku, tapi istriku" ujar Lin Feng.
"Baiklah, apa kalian mau aku memanggil mereka?"
Lin Feng menggelengkan kepalanya, "Tidak perlu repot-repot, guru, biar aku sendiri yang memanggil mereka, tapi kami harus ke aula pertemuan sekarang" jawab Lin Feng.
"Kebetulan sekali, aku juga mau ke sana" sahut tetua Liu Changhai.
Setibanya di aula pertemuan, Lin Feng kemudian meminta kedua anaknya untuk datang ke aula pertemuan, tapi tentunya setelah ia mendapatkan izin dari tetua yang sedang melatih mereka berdua.
Tidak lama berselang, Xie Long dan Xie Ling akhirnya tiba di aula pertemuan bersama tetua pertama, karena saat ini adalah giliran tetua pertama untuk melatih mereka berdua.
"Ibu!" ujar keduanya, kemudian menghampiri Luo Ning dan memeluknya dengan erat.
"Kapan ibu datang?" tanya Xie Ling.
"Baru saja, bagaimana dengan latihan kalian, apa berjalan dengan lancar?" jawab Luo Ning yang diakhiri dengan pertanyaan.
Keduanya mengangguk bersamaan, "Latihan kami sangat lancar, Bu, bahkan aku sudah menembus ranah Spirit Bumi bintang satu" jawab Xie Long.
"Nona Luo, maaf mengganggu kalian, tapi apa yang membawa Anda datang ke sini?" tanya tetua pertama.
"Sebelumnya, aku minta maaf karena sudah menyita waktu tetua pertama, tapi ada hal penting yang harus kami bicarakan dengan mereka berdua, jadi apakah boleh mereka kami bawa pergi selama beberapa hari?"
"Tentu saja, Nona Luo, aku tidak memiliki alasan untuk menahan mereka disini" jawab tetua pertama.
"Terima kasih, tetua" sahut Luo Ning.
Setelah mendapatkan izin dari tetua pertama dan juga pemimpin sekte, Lin Feng dan Luo Ning kemudian membawa si kembar kembali ke kediaman mereka. Meski mereka bisa memeriksa keadaan si kembar di sekte, namun hal itu terlalu beresiko, karena orang lain pasti akan mengetahui hal tersebut.
Setibanya di kediaman mereka, Lin Feng kemudian meminta Xie Long untuk mengeluarkan kekuatan api langit, walaupun awalnya agak kesulitan, namun pada akhirnya, Xie Long berhasil menunjukkan wujud dari kekuatan api langit yang ada di dalam tubuhnya.
"Kekuatannya sangat stabil dan tidak ada tanda-tanda keanehan pada kekuatan ini" gumam Lin Feng sembari terus mengamati bola api hitam ditangan anaknya itu.
"ayah, apa ada yang salah dengan kekuatan api ini?"
"Tidak nak, ayah hanya penasaran saja dengan kekuatan barumu ini" jawab Lin Feng.
Karena tidak menemukan keanehan apapun pada wujud kekuatan api langit yang ditunjukkan oleh Xie Long, Lin Feng kemudian meminta anaknya itu untuk bermeditasi, agar dia bisa memeriksa kekuatan itu secara langsung dari dalam tubuh Xie Long.
"Ning'er, periksalah kekuatan api bumi milik Ling'er" ucap Lin Feng.
Luo Ning mengangguk, kemudian melakukan hal yang sama pada Xie Ling seperti yang dilakukan oleh Lin Feng pada Xie Long.