Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-38. Saatnya bersenang-senang!


Pertarungan antara Lin Feng dan pria tua yang mengaku sebagai iblis pedang pun terjadi, dan karena telah melihat bagaimana kecepatan Lin Feng, pria tua itupun berusaha untuk bertarung dengan menjaga jarak. Lalu, ia juga menggunakan formasi khusus untuk melindungi dirinya.


Sedangkan Lin Feng, ia masih terlihat santai bahkan saat menghadapi serangan pria tua itu, walaupun kekuatan pria tua itu sangat kuat di mata orang lain, namun bagi Lin Feng, pria tua itu tidak seperti seekor mangsa yang tengah menunda waktunya untuk dimangsa oleh sang pemangsa.


"Sudah puas?" tanya Lin Feng.


"Tentu saja belum!"


Iblis pedang melancarkan serangan bertubi-tubi dan tidak memberikan kesempatan pada Lin Feng untuk melakukan serangan balasan, namun sayangnya, setiap serangan yang ia lancarkan selalu berhasil dihindari dengan mudah oleh Lin Feng.


"Sial! Kenapa kau selalu saja menghindar? Tidak bisakah kau diam saja dan jangan bergerak?" pria tua itu benar-benar putus asa akibat serangannya yang tidak pernah berhasil mendarat ditubuh Lin Feng.


"Baiklah, aku tidak akan bergerak, tapi saat aku melancarkan serangan nanti, jangan coba-coba untuk menghindar" jawab Lin Feng.


"Cihh, mana mungkin aku mau menuruti keinginanmu!"


"Lalu, apa yang membuatmu berpikir kalau aku mau menuruti keinginanmu?"


"Kau benar-benar membuat aku marah, bocah sialan!"


Iblis pedang kemudian menjauh dari Lin Feng, lalu ia membentuk segel tangan yang cukup rumit, pada saat yang bersamaan, sebuah lingkaran sihir hitam yang sangat besar muncul di atas Lin Feng, dan tepat setelah iblis pedang menyelesaikan segelnya, sebilah pedang muncul dari dalam lingkaran sihir tersebut.


"Pedang pencabut nyawa!" ucap iblis pedang.


Lin Feng mengerutkan alisnya ketika mendengar jurus yang digunakan oleh iblis pedang, pasalnya, nama jurus yang ia gunakan benar-benar sama dengan teknik pedang hampa miliknya, hanya saja, jurus itu sama sekali tidak bisa dibandingkan dengan teknik pedang hampa miliknya.


"Kebetulan sekali, aku juga punya jurus yang sama denganmu!" ucap Lin Feng, kemudian mengarahkan telunjuknya ke atas.


Boom!


Pedang hitam yang keluar dari dalam lingkaran sihir itu langsung hancur ketika bersentuhan dengan telunjuk Lin Feng, dan kejadian itu sontak membuat iblis pedang terkejut, "Apa?! I-ini tidak mungkin!"


"Karena nama jurus kita sama, maka aku akan mengizinkanmu menyaksikan teknik pedang pencabut nyawa yang sesungguhnya!"


Setelah itu, Lin Feng mengarahkan telunjuknya ke arah pria tersebut, lebih tepatnya ke arah jantungnya, "Teknik pedang hampa, pedang pencabut nyawa!"


Wushh!


Sinar berwarna merah kehitaman muncul dari ujung telunjuk Lin Feng dan langsung melesat menembus dada pria tua itu, lalu setelah itu, Lin Feng melambaikan tangannya dan seketika itu juga, energi pedang dengan warna yang sama langsung membelah dan memotong tubuh pria tua itu menjadi beberapa bagian.


"Pedang pencabut nyawa, sama dengan namanya, sekali dilepaskan pasti akan ada nyawa yang melayang."


Setelah itu, Lin Feng melesat terbang meninggalkan tempat tersebut, dan kali ini, ia berencana untuk menjelajahi Benua Duanxi sembari menemukan cara untuk menetaskan sepasang telur Beast yang ia dapatkan dari pelelangan, lalu sepasang Beast yang berasal dari telur itu nanti akan ia hadiahkan kepada kedua anaknya.


Sebelumnya, Lin Feng sempat mencoba untuk mencari tahu mengenai sepasang telur Beast tersebut, dan ia menemukan bahwa sepasang telur Beast itu berkaitan erat dengan bongkahan meteor yang juga ia peroleh dari pelelangan, namun jika ia menggunakan meteor itu untuk menetaskan telur tersebut, maka dia tidak akan bisa membuat pedang untuk Sun Xiang.


Oleh sebab itu, Lin Feng berencana untuk menemukan cara lain yang dapat menetaskan sepasang telur tersebut, lagipula, ia masih punya banyak waktu untuk menetaskan telur itu, dan yang paling penting, kedua anaknya masih sangat kecil dan tidak mungkin ia membiarkan mereka bermain dengan para Beast begitu saja.


***


Beberapa hari kemudian, di wilayah Utara Daratan Duanxi.


"Masih ada waktu selama tiga hari lagi sampai pedang itu selesai, artinya aku masih memiliki waktu tiga hari untuk menyusuri Daratan ini" gumam Lin Feng, saat ini ia tengah bersantai di pinggir sungai sembari menikmati ikan bakar.


Lin Feng kemudian mengeluarkan sepasang telur Beast itu dari cincin penyimpanannya, "Telur Beast jenis apa ini sebenarnya?"


"Eh, tanda apa ini?" Lin Feng baru menyadari jika pada telur tersebut ada sebuah tanda aneh.


Karena penasaran, Lin Feng kemudian memeriksa tanda yang ada pada kedua telur tersebut, ia juga mencoba untuk mencocokkan kedua tanda itu, hingga pada akhirnya, ia menyadari jika kedua tanda itu sebenarnya adalah satu, dan saat ia menyatukan keduanya, tanda itupun membentuk sebuah lingkaran yang mirip dengan lingkaran Yin dan Yang.


"Yin dan Yang, apa jangan-jangan..." Lin Feng memikirkan sesuatu yang mungkin saja bisa menetaskan telur tersebut.


"Baiklah, aku akan mencobanya saat kembali nanti."


Meskipun belum bisa memastikannya, namun Lin Feng sangat yakin kalau cara yang ia pikirkan pasti akan berhasil menetaskan telur itu, hanya saja, ia tidak bisa melakukannya seorang diri dan membutuhkan bantuan Luo Ning, yang artinya, dia hanya bisa mencoba caranya itu setelah kembali ke dimensi pertama nanti.


Setengah jam kemudian.


"Mau sampai kapan kalian mengawasi ku?" tanya Lin Feng dengan suara lantang.


"Hahaha, sudah susah-susah bersembunyi, ternyata masih ketahuan juga!" sahut seseorang keluar dari arah hutan, lalu diikuti oleh beberapa orang lainnya.


"Mau apa kalian?"


"Aku tidak suka berbasa-basi, jadi serahkan dua telur Beast serta cincin penyimpanan mu itu pada kami, jika tidak, kami tidak akan segan-segan mencincang mu!"


"Apa kau mengancam ku?" tanya Lin Feng.


Pria itu menggelengkan kepalanya, "Jangan salah paham, aku sama sekali tidak mengancam mu, hanya akan menggunakan cara kasar saja, itupun kalau kau tidak mau menyerahkan apa yang aku minta."


"Hah" Lin Feng menghela napas panjang, kemudian berdiri dari tempat duduknya, "Penawaran mu kurang menarik, bagaimana kalau aku rubah sedikit, kalian serahkan kepala kalian baik-baik, atau aku sendiri yang akan mengambilnya secara paksa, bagaimana?"


"Hahaha, sepertinya bocah ini tidak sadar tengah berhadapan dengan siapa."


"Habisi dia!"


Dua puluh orang yang ada di sana kemudian mengeluarkan senjata mereka masing-masing, dan sesuai dengan arahan pemimpinnya, mereka kemudian menyerang Lin Feng secara bersamaan.


"Saatnya bersenang-senang!"