Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-190. Aku tidak menyukaimu!


Huanran yang sudah terlanjur kesal dengan jawaban Xie Long yang masih saja sama, memberanikan dirinya untuk meraih tangan Xie Long agar remaja itu tidak pergi meninggalkannya lagi, setidaknya ia harus tahu namanya.


"Apa kau lupa dengan ancaman ku?" tanya Xie Long.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu, kalaupun kau mau melakukannya, setidaknya beritahu aku siapa namamu" jawab Huanran.


"Kau yakin, tidak akan menyesali keputusanmu ini?"


Huanran hanya mengangguk, ia sudah sangat yakin dan siap menanggung resiko apapun, asalkan dia bisa mengetahui nama remaja yang sudah memenuhi isi kepalanya itu.


Huanran sendiri tidak tahu kenapa dia begitu penasaran dengan Xie Long, bahkan rasa penasarannya sekarang sudah berubah menjadi rasa suka pada remaja tersebut, padahal, tidak sepantasnya dia menyukai remaja di bawah umur.


Xie Long tersenyum sinis dibalik penutup wajahnya, kemudian ia melepaskan aura membunuh yang sangat kuat dari tubuhnya. Kemunculan aura mengerikan itu membuat teman Huanran khawatir, bahkan beberapa pemuda telan maju untuk menyerang Xie Long.


"Hentikan! Siapa yang memberi kalian izin untuk mencampuri urusan kami?!" Huanran nampak kesal pada teman-temannya itu.


"Huanran, bocah sialan ini mau mencelakai dirimu, jadi kami tidak bisa diam saja!"


"Siapa bilang? Dia tidak akan mungkin mencelakai aku!"


"Benarkah? Apa yang membuatmu sangat yakin, Nona?" sahut Xie Long.


"Kalau begitu, coba lakukan saja jika kau memang berani" jawab Huanran.


Xie Long kembali tersenyum sinis mendengar perkataan gadis bercadar itu, lalu ia meraih pedang di punggungnya, kemudian mengangkatnya ke udara, "Jika ingin menyesal, sekaranglah saatnya!"


"Aku tidak akan menyesal!"


"Pilihan yang bagus!" ujar Xie Long, kemudian menurunkan pedangnya dengan cepat untuk memenggal leher Huanran.


Saat semua orang berpikir jika Huanran akan benar-benar mati ditangan Xie Long, pedang yang seharusnya sudah memenggal kepala Huanran, mendadak terhenti saat hampir menyentuh leher Huanran.


"Kau hebat, aku sampai tidak menyangka jika kau begitu berani menghadapi kematian dengan mata terbuka" ucap Xie Long.


"Kenapa kau berhenti? Bukankah ingin membunuhku?"


Xie Long menarik pedangnya, kemudian meletakkan ditempat semula, "Namaku Lin Xie Long" ucapnya, kemudian menghilang dari pandangan.


Tidak lama setelah Xie Long menghilang, tubuh Huanran langsung jatuh ke tanah, seluruh tenaga di tubuhnya terasa seperti akan terkuras karena kejadian barusan, dan ia benar-benar tidak menyangka jika Xie Long sungguh berniat membunuhnya.


Saat kematian sudah berada didepan mata, kebanyakan orang akan menutup matanya karena takut, namun tidak dengan Huanran, ia justru menghadapi kematiannya dengan mata terbuka, tapi bukannya dia tidak takut.


Ketika merasakan niat membunuh Xie Long yang sungguh nyata, Huanran sebenarnya sangat takut hingga hatinya menjerit agar dia melarikan diri, namun keteguhannya sangat besar, hingga bisa menyembunyikan rasa takutnya dengan baik.


"Nona, kau baik-baik saja?"


Huanran mengangguk, "Hanya sedikit lemas saja" jawabnya.


"Nona, siapa sebenarnya pemuda itu?"


"Dia... masa depanku!"


"Hah!?"


Kaget dan tidak percaya, itulah yang mereka rasakan ketika mendengar perkataan Huanran. Kaget karena ucapannya dan tidak percaya jika Xie Long adalah masa depannya, dan siapapun yang berada di posisi mereka, pastinya merasakan hal yang sama.


Bagaimana tidak? Memangnya ada seseorang yang sudah ditakdirkan untuk mendampingi di masa depan nanti, malah mengangkat pedang dan hendak memenggal leher kekasihnya sendiri? Bukankah ini terlalu gila?


Tapi, kesungguhan yang ditunjukkan oleh Huanran membuat mereka harus mempercayai perkataannya barusan, meskipun hati mereka masih menyangkalnya.


Disisi lain.


"Kenapa tidak jadi membunuhnya?"


"Entahlah, aku sendiri tidak tahu kenapa aku tidak bisa membunuhnya" jawab Xie Long.


"Kau menyukainya?"


"Hahahaha!" Xie Long tertawa lantang, "Itu tidak mungkin, karena selain usianya yang jauh lebih dewasa, aku juga tidak mau membebani pikiranku dengan orang yang tidak penting!"


"Jika usianya sama denganmu, apa kau akan menyukainya?"


"Tetap tidak!"


"Alasannya?"


"Hahahaha! Sudah ku tebak, kau pasti akan mengalihkan pembicaraan, itu artinya..."


"Terserah kau saja!" ujar Xie Long.


Menyukai gadis itu? Tentu saja tidak! Karena di dalam hatinya, masih belum ada tempat yang bisa diisi oleh orang lain selain keluarganya.


Namun anehnya, Xie Long terkadang merasa dirinya selalu diikuti oleh Huanran, padahal tidak sama sekali, apakah itu artinya, dia mulai menyukai gadis bercadar itu?


Xie Long tentunya tidak memungkiri jika Huanran adalah gadis yang sangat cantik, kecantikannya bahkan mengalahkan banyak gadis cantik yang sudah pernah Xie Long temui selama ini.


Tapi tentunya, posisi Huanran berada setelah ibu dan juga adiknya, karena menurutnya, kecantikan ibu dan adiknya yang sedikit galak itu tidak tertandingi oleh kecantikan siapapun.


"Sial, kenapa aku malah memikirkannya?" gumam Xie Long, kemudian membuang Huanran dari pikirannya.


***


Karena merasa lelah, Xie Long akhirnya memutuskan untuk menghentikan perjalanannya, lagipula, tempat ia berada sekarang sudah tidak terlalu jauh dari kota, jadi dia bisa melanjutkan perjalanannya kapan saja dia mau.


Selain ingin beristirahat, Xie Long juga ingin mengembalikan energinya yang telah terkuras, dan yang lebih penting, ia harus menyerap beberapa kristal jiwa yang telah ia kumpulkan untuk meningkatkan kultivasinya.


Karena sudah diperingatkan untuk tidak memaksakan diri, dalam beberapa bulan ini, Xie Long bisa dikatakan tidak mendapatkan pencapaian apapun, bahkan kultivasinya saja hanya berhasil ia tingkatkan sebanyak satu bintang.


Tapi, jika bukan karena peringatan dari perwujudan kekuatan Asura dalam dirinya, tingkat kultivasi Xie Long yang sekarang mungkin sudah meningkat ke tingkatan yang lebih tinggi, setidaknya tiga atau lima bintang.


"A-akhirnya... akhirnya bisa menyusul mu..."


Baru saja duduk di bawah pohon yang rindang dan ingin merasakan ketenangannya, Xie Long sudah diganggu oleh Huanran dan teman-temannya yang baru saja datang ke sana dengan keadaan yang nampak sangat kelelahan.


"Kau menyusul ku?"


"Akan aku jawab nanti, sekarang biarkan aku mengatur napas terlebih dahulu" jawab Huanran.


Xie Long menggeleng mendengar jawaban Huanran, kemudian mengeluarkan sebotol air dari cincin penyimpanannya, "Ambil ini" ucapnya seraya melempar botol itu pada Huanran.


"Terima kasih."


Suasana menjadi hening karena tidak ada yang mau memulai pembicaraan, baik itu Xie Long, Huanran ataupun teman-temannya, tapi pada akhirnya, keheningan itu dipecahkan oleh teman Huanran, yang menghampiri Xie Long.


"Maaf, apa Anda benar-benar masa depannya Nona Huanran?"


Xie Long mengerutkan alis karena bingung, "Maksudmu?"


"Itu... kau pasti tahu apa yang aku maksud, jadi, apakah itu memang benar?"


Xie Long malah semakin bingung karena dia memang tidak mengerti maksud dari pemuda tersebut, tapi setelah berpikir selama beberapa saat, ia akhirnya menangkap maksud pertanyaan itu.


"Maaf, diantara kami tidak ada hubungan spesial!" jawab Xie Long.


"Kau menyangkalnya!?"


"Apa maksudmu?"


"Seharusnya aku yang menanyakan hal itu, dasar batu!"


"Hei dengar! Aku tidak pernah mengatakan apapun padamu, karena selama ini, kaulah yang selalu mengganggu hidupku!"


"Lalu kenapa kau tidak jadi membunuhku?"


"Itu..." Xie Long tergagap, ia benar-benar bingung dan merasa aneh dengan dirinya sendiri.


Sesaat, rasanya dia benar-benar ingin membunuh Huanran, namun sesaat kemudian, rasa itu malah hilang digantikan rasa iba, yang kemudian berkelanjutan menjadi perasaan aneh yang sulit dijelaskan.


"Jawab aku!"


"Lupakan saja! Aku tidak menyukaimu!" ujar Xie Long, kemudian menghilang untuk yang kesekian kalinya dari hadapan Huanran.


"Pengecut! Kenapa kau selalu kabur saat masalah ini belum sepenuhnya selesai!?"


"Mereka berdua sebenarnya kenapa?"


"Entahlah, tapi yang jelas, kita tidak perlu ikut campur urusan mereka."