
Hari-hari kembali berlalu, suasana di sekte Phoenix Emas juga sudah mulai tenang, karena tidak ada lagi yang mengusik ataupun mengganggu ketenangan si kembar, sehingga mereka bisa berlatih dengan tenang bersama Lin Tian.
Sebenarnya masih ada saja yang ingin mengganggu ketenangan mereka, namun siapa yang berani menyinggung seorang Lin Tian, meski kekuatannya tidak sebanding dengan Lin Feng, namun mengusik dirinya sama saja dengan mengusik sang Dewa Kematian.
Selain tidak berani bertindak karena takut menyinggung adik sang Dewa Kematian, para murid juga tidak memiliki kesempatan untuk mengusik Xie Long dan Xie Ling, karena setelah menjadi murid Lin Tian, mereka berdua juga ikut pindah ke kediaman khusus miliknya.
"Bagaimana, apa kalian masih sanggup?" tanya Lin Tian yang masih melatih kedua keponakannya itu.
"Aku masih sanggup, guru!" jawab Xie Long.
"A-aku tidak kuat lagi, tanganku rasanya mau patah."
Lin Tian tersenyum seraya menggelengkan kepala, "Ling'er, tanganmu tidak akan patah hanya karena kayu itu."
"Tapi, guru..."
"Sudah, jangan bersikap manja dan fokuslah pada latihan mu, atau kau sudah lupa pada cerita yang waktu itu aku sampaikan?"
"Tidak! Aku masih mengingatnya dengan baik!" jawab Xie Ling.
"Bagus, kalau begitu lanjutkan latihan mu."
"Baik, guru!"
Kemudian, Lin Tian pergi meninggalkan kedua keponakannya untuk menyiapkan makan siang untuk mereka, namun tidak lama setelah Lin Tian pergi, beberapa murid senior datang menghampiri mereka dan mulai memprovokasi keduanya.
Pada awalnya, baik Xie Ling maupun Xie Long, keduanya lebih memilih untuk diam dan tidak menghiraukan para murid tersebut, namun saat perkataan mereka mulai menghina keluarganya, Xie Ling yang sudah tidak tahan akhirnya menyerang mereka semua.
"Hahahaha, gadis kecil, aku tidak menyangka kalau kau sangat pemarah, bagaimana kalau kau menjadi wanitaku saja?"
"Jangan harap!" ujar Xie Ling.
Disisi lain, Xie Long yang tidak ingin melihat adiknya terluka, akhirnya memutuskan untuk ikut dalam pertarungan tersebut, tapi ia tidak menggunakan kekuatan penuhnya, karena takut menyakiti murid-murid tersebut.
"Apa hanya ini saja kekuatan yang kalian miliki?"
"Cihh, ternyata rumor itu tidaklah benar sama sekali!"
Para murid itu melancarkan serangan dengan kekuatan penuh, mereka berniat untuk mencelakai Xie Long dan Xie Ling, namun sebelum serangan itu mengenai si kembar, Sun Xiang dan Xiao Liang muncul di sana dan berhasil menahan serangan tersebut.
"Kalian..."
"Jika ingin bertarung, carilah lawan yang sesuai!" ujar Sun Xiang.
"Dan jika kalian bersedia, aku dan kakak siap melayani kalian sampai kalian benar-benar puas!" imbuh Xiao Liang.
Para murid senior itu terdiam, mereka memang kuat dan gabungan kekuatan mereka jauh lebih kuat, namun untuk menghadapi Sun Xiang dan Xiao Liang, kekuatan mereka sekarang masih sangat jauh dari kata cukup.
"Kalian sungguh beruntung!" ujar salah seorang murid, kemudian pergi dari tempat tersebut, lalu diikuti oleh teman-temannya.
"Long'er, Ling'er, kalian baik-baik saja?" tanya Sun Xiang setelah murid-murid itu meninggalkan mereka.
Si kembar mengangguk bersamaan, lalu mereka memberi hormat kepada kedua saudaranya itu, meski keduanya hanyalah murid ayah dan ibu mereka, namun keduanya sudah dianggap sebagai saudara sendiri oleh si kembar.
"Dimana paman, kenapa hanya kalian berdua saja yang ada di sini?"
"Paman sedang menyiapkan makanan didalam" jawab Xie Long.
Xie Long dan Xie Ling awalnya nampak ragu untuk ikut masuk ke kediaman guru mereka, namun setelah dibujuk oleh Sun Xiang dan Xiao Liang, mereka berdua akhirnya setuju untuk menghentikan latihannya dan ikut masuk ke dalam rumah.
"Bagaimana, apa masalahnya sudah selesai?" tanya Lin Tian tanpa menoleh sedikitpun.
"Sudah, paman" jawab Sun Xiang.
"Baguslah, silahkan duduk, aku masih menyiapkan makanan untuk kalian semua" sahut Lin Tian.
Beberapa menit kemudian, Lin Tian menghampiri mereka berempat sembari membawa makanan untuk mereka, setelah meletakkan makanan itu di atas meja, Lin Tian kemudian mempersilahkan mereka untuk menyantap hidangan yang telah ia sediakan.
Saat sedang makan, Lin Tian meminta maaf kepada Xie Long dan Xie Ling karena ia tidak segera membantu mereka, padahal, ia sudah merasakan keberadaan pada murid senior tersebut, namun ia malah diam dan tidak melakukan apapun.
"Tidak apa-apa, paman, lagipula kamilah yang seharusnya minta maaf, karena menghentikan latihan"
"Itu tidak masalah, karena memang sudah waktunya bagi kalian untuk beristirahat" sahut Lin Tian.
***
Selesai makan, mereka kemudian melanjutkan perbincangannya di ruangan lain, lalu Lin Tian menyampaikan jika dirinya bermaksud untuk pergi mencari sumberdaya untuk kedua muridnya itu, meski sudah ada sumberdaya dari sekte, namun Lin Tian lebih memilih untuk mencari sendiri.
Misi dari sekte yang ia jalankan sebelumnya adalah menemukan sumberdaya untuk sekte, dalam misi itu ia berhasil mengumpulkan banyak kristal dan tanaman herbal langka, namun sayangnya, ia sudah menyerahkan semua itu ke sekte dan tidak ada satupun lagi yang tersisa.
"Paman, izinkan kami ikut bersama paman!" ujar Xie Long memotong pembicaraan Lin Tian.
"Tidak, perjalanan ini terlalu berbahaya dan ibu kalian tidak mungkin memberikan izin" sahut Lin Tian.
"Paman, biarkan aku yang membujuk ibu dan aku yakin, ibu akan mengizinkan kami pergi bersama paman."
Lin Tian diam sejenak sembari memikirkan sesuatu, "Baiklah, aku setuju untuk membawa kalian bersamaku, tapi kalian harus mendapatkan izin dari ibu kalian terlebih dahulu."
"Baik, paman!"
Setelah itu, Lin Tian pergi ke aula pertemuan untuk menemui pemimpin dan para tetua sekte. Setibanya di sana, Lin Tian kemudian menyampaikan keinginannya untuk pergi mencari sumberdaya.
Awalnya keinginan ini ditolak oleh pemimpin dan para tetua, karena Lin Tian baru saja kembali dan sekarang malah pergi lagi, namun setelah Lin Tian menjelaskan situasinya, merekapun akhirnya setuju membiarkannya pergi.
"Urusan dengan pemimpin dan tetua sekte sudah selesai, sekarang giliran ibu kalian" ucap Lin Tian, kemudian membawa si kembar menuju ke kekaisaran Luo.
Dengan menunggangi singa es, perjalanan menuju ke ibukota kekaisaran Luo bisa mereka tempuh dengan sangat cepat, perjalanan yang seharusnya memakan waktu selama beberapa hari dengan menunggangi kuda, bisa mereka tempuh hanya dengan hitungan menit saja.
Istana kekaisaran Luo.
"Tidak! Ibu tidak akan memberikan izin!" ujar Luo Ning setelah mendengar penjelasan kedua anaknya.
"Lin Tian, kau ini paman mereka, seharusnya kau tidak membawa mereka ke tempat yang berbahaya!"
"Kakak ipar, aku hanya..."
"Apa jadinya jika kakakmu tahu masalah ini?"
"Ibu, aku mohon, izinkan kami ikut bersama paman, kami ingin menjelajahi Benua Biru sama seperti yang pernah ayah lakukan dulu."
"Xie Long, jangan samakan kalian dengan ayah kalian dulu, dia melakukan penjelajahan demi meningkatkan kekuatan untuk menyelamatkan dunia ini, lalu kalian?"
"Kami juga ingin bertambah kuat, Bu, kami juga ingin memiliki kekuatan yang besar agar bisa melindungi semuanya, termasuk melindungi ayah dan ibu!"