Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-172. Menuju wilayah Selatan


Malam harinya.


Sekitar seratus pria telah berkumpul di halaman rumah Qiao Chen, dan semuanya adalah para awak kapal yang dulu pernah menemani Lin Feng menuju ke Negeri Lima Benua.


Walaupun tugas mereka telah selesai dan Lin Feng tidak pernah lagi datang ke sana, namun persaudaraan yang dibentuk oleh Lin Feng masih bertahan sampai sekarang, bahkan mereka menyebut dirinya sebagai kelompok persaudaraan Lin.


"Teman-teman semua, hari ini kita berkumpul untuk menyambut putra Tuan Lin, dan sama seperti kita menghormati Tuan Lin, kita juga harus menghormati putranya!" ucap Qiao Chen.


"Hormat kami, Tuan Muda!"


Lagi-lagi, Xie Long merasa sangat canggung dihadapkan dengan situasi seperti sekarang ini, memang tidak salah jika mereka menghormati dirinya, namun ia merasa dirinya belum pantas untuk itu.


"Semuanya, aku mohon jangan seperti ini, aku benar-benar belum pantas menerima rasa hormat kalian" ucap Xie Long.


"Apa yang Anda katakan, Tuan Muda? Kami sudah mengabdikan diri untuk Tuan Lin, jadi tidak ada alasan bagi kami untuk tidak menghormati Tuan Muda" ucap salah seorang dari mereka.


"Aku tahu itu, tapi..."


"Sudahlah Long'er, biarkan kami menunjukkan rasa hormat kami padamu, karena kau pantas mendapatkannya!" ujar Qiao Chen.


"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Baiklah, aku tidak akan mempermasalahkannya lagi."


Setelah itu, pesta penyambutan kedatangan Xie Long pun dimulai, meski hanya sekedar acara makan dan minum arak bersama-sama, namun Xie Long merasa sangat senang mendapatkan sambutan seperti itu.


"Long'er, apa yang membawamu ke kota kecil ini?" tanya Qiao Chen.


"Sebenarnya, aku tidak menyangka jika ada kota disini, karena tujuanku yang sebenarnya adalah wilayah Selatan" jawab Xie Long.


"Wilayah Selatan, ya? Untuk bisa sampai di sana, kau memerlukan sebuah kapal" sahut Qiao Chen.


"Tapi kau tenang saja, karena kami akan membawamu ke sana" lanjutnya, kemudian berdiri dari tempat duduknya.


"Teman-teman, Tuan Muda ingin ke wilayah Selatan, artinya, sudah menjadi tugas kita untuk membawanya ke sana, apa kalian siap?!"


"Tentu saja, kapten!" jawab semua orang serempak.


Xie Long kemudian ikut berdiri dari tempat duduknya, "Terima kasih, semuanya dan maaf karena telah merepotkan kalian" ucapnya.


"Sudahlah, jangan terlalu dipikirkan" sahut Qiao Chen, "Jadi kapan kau mau berangkat?"


"Besok, apakah bisa?"


"Tentu saja bisa, Tuan Muda!" ujar semua orang.


***


Esoknya.


Xie Long yang telah bersiap-siap kemudian berangkat menuju ke pelabuhan bersama Qiao Chen, namun saat tiba disama, Xie Long dibuat terkagum-kagum melihat kapal besar yang akan ia gunakan untuk pergi ke wilayah Selatan.


Kapal tersebut tidak hanya besar dan terlihat luar biasa, tapi juga merupakan kapal terkuat yang pernah dibuat di kota Yumin, bahkan sampai saat ini, belum ada yang bisa mengalahkan ketangguhan dan ketahan dari kapal tersebut.


Ada tiga alasan yang membuat kapal itu tidak terkalahkan, pertama karena kayu yang digunakan untuk membuatnya adalah kayu terbaik, kedua karena yang membuatnya adalah para ahli yang sangat terpercaya, dan yang terakhir, karena kapal itu memiliki perisai pertahanan yang tidak bisa ditembus.


Awalnya kapal itu hanyalah kapal biasa, namun setelah Lin Feng memasang perisai pertahanan saat dalam perjalanan menuju Negeri Lima Benua, kapal itupun menjelma menjadi kapal terhebat yang pernah ada, karena perisai yang diciptakan oleh Lin Feng masih aktif sampai saat ini.


"Long'er, mari kita naik, semua orang sudah menunggu kita di sana" ajak Qiao Chen.


Xie Long mengangguk, kemudian mengikuti Qiao Chen naik ke atas kapal tersebut. Lalu, mereka berdua menuju ke tempat kemudi kapal berada.


Disaat yang sama, para penduduk yang melihat hal tersebut berbondong-bondong mendatangi pelabuhan, karena setelah sekian lamanya berlabuh, kapal luar biasa itupun akhirnya berlayar juga.


"Paman, kenapa mereka melihat ke sini?"


"Hahahaha! Kapal ini adalah kapal paling terkenal di kota Yumin, jadi wajar jika mereka semua ingin menyaksikannya berlayar" jawab Qiao Chen.


"Baik, kapten!" ujar seluruh awak kapal, kemudian menjalankan perintah Qiao Chen yang merupakan kapten kapal tersebut.


Xie Long mulai merasakan terpaan angin saat kapal itu mulai bergerak meninggalkan pelabuhan, ia kemudian melompat dan naik ke tiang layar yang paling tinggi.


"Ini sungguh luar biasa!" ujarnya sembari membentangkan kedua tangannya.


Hamparan laut yang begitu luas, langit biru yang membentang sepanjang mata memandang, suara deru ombak yang disertai dengan terpaan angin sejuk, membuat Xie Long merasakan sensasi yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.


"Suatu saat nanti, aku harus membawa mereka ke sini" gumamnya ketika mengingat kedua adiknya.


***


Waktu berlalu dengan begitu cepat, tidak terasa matahari sudah hampir tenggelam dan Xie Long masih setia dipuncak tiang layar, suasana yang mulai tenang serta warna jingga yang muncul di langit dan laut membuatnya kembali merasakan perasaan yang berbeda.


Luar biasa, hanya dua kata itulah yang bisa Xie Long ucapkan untuk menggambarkan pemandangan indah yang tengah ia saksikan saat ini. Ia juga merasakan ketenangan yang membuatnya mampu melupakan segala masalah yang pernah menimpanya.


"Long'er, turunlah! Apa kau tidak lapar?"


Suara Qiao Chen menyadarkan Xie Long yang tengah sibuk mengagumi keindahan di depan matanya, "Baik, paman!" ujarnya, lalu melompat turun.


"Lihatlah, kami sudah menyiapkan hidangan khusus untukmu, dan aku yakin, kau belum pernah mencicipinya."


"Paman benar! Aku memang belum pernah mencicipi ikan yang ditangkap langsung dari laut" sahut Xie Long.


Kemudian, Qiao Chen mengumpulkan seluruh awak kapal untuk makan bersama-sama. Setelah acara makan bersama itu selesai, mereka kemudian melanjutkannya dengan minum arak bersama.


Namun sayangnya, Xie Long masih belum bisa mencicipi minuman tersebut, karena selain umurnya yang masih sangat muda, ia juga takut dimarahi oleh ibunya jika ketahuan mencicipi minuman itu, apalagi kakeknya sangat melarang ia meminum minuman tersebut.


"Long'er, tunggulah setelah kau memasuki usia dewasa, setelah itu, paman akan memberimu arak terbaik yang pernah ada" ucap Qiao Chen.


Xie Long hanya menggeleng seraya tersenyum lembut, "Sepertinya aku tidak akan pernah bisa mencicipinya, paman."


"Kenapa? Apa Tuan Lin melarang mu?"


Xie Long mengangguk, "Sebenarnya bukan ayah, tapi ibu dan kakek lah yang melarang ku menyentuh minuman ini" jawabnya.


"Ternyata begitu? Tapi baguslah, karena minum arak terlalu banyak juga tidak baik untuk kultivator sepertimu" sahut Qiao Chen.


"Tapi, apa kau tahu jika ayahmu adalah orang yang sangat hebat dalam minum arak?"


"Maksud paman?"


Qiao Chen kemudian menceritakan kisah saat mereka dalam perjalanan menuju Negeri Lima Benua , saat itu, Lin Feng terlihat sangat sedih karena memikirkan anak-anaknya yang masih kecil.


Karena tidak tega, Qiao Chen dan para awak kapal mencoba menghiburnya dengan mengajaknya minum arak, agar Lin Feng dapat melupakan kesedihannya itu.


Akan tetapi, tidak seorangpun dari mereka yang menyangka jika Lin Feng tidak mabuk sedikitpun, padahal arak yang ia minum sangatlah banyak, bahkan, Qiao Chen dan para awak kapal sampai tidak sanggup menemaninya minum, karena mereka semua sudah sangat mabuk dibuatnya.


"Jadi, jika suatu hari nanti ayahmu marah karena kau minum terlalu banyak, kau bisa menggunakan cerita ini sebagai perisai" ucap Qiao Chen.


"Paman, sebaiknya paman berhenti minum" sahut Xie Long.


"Ke-kenapa?"


"Karena paman sudah mabuk."


"Hahahaha, mabuk? A-apa yang kau katakan, a-aku masih belum mabuk" ujar Qiao Chen.


Xie Long hanya bisa menggelengkan kepalanya, padahal sudah jelas terlihat jika pamannya itu sudah mulai mabuk karena terlalu banyak minum, tapi ia malah menyangkalnya.


Sama halnya dengan Qiao Chen, para awak kapal juga sudah mulai mabuk, bahkan sudah banyak yang terkapar tidak sadarkan diri, namun mereka yang masih sadar masih saja tetap meminum arak dalam cangkir yang ada di tangannya itu.


"Mungkin inilah alasan kenapa ibu dan kakek melarang ku minum arak" gumam Xie Long.