
Karena kesal tidak lolos ujian tersebut, pemuda itu kemudian pergi meninggalkan kaki bukit dengan kekesalan yang terukir jelas di wajahnya, bahkan Xie Long bisa merasakan kebencian yang sangat besar dari pemuda tersebut.
Xie Long berusaha untuk menghentikannya, tapi untuk yang kesekian kalinya, cahaya menyilaukan itu kembali muncul dan memaksanya menutup mata, dan setelah membukanya, ia telah berada ditempat berbeda lagi.
Kali ini, Xie Long berada ditempat yang benar-benar berbeda, karena di tempat ia berada sekarang hanya ada kehancuran bekas pertarungan yang amat dahsyat.
Xie Long yang penasaran mencoba menelusuri tempat itu, hingga akhirnya, ia berhasil menemukan penyebab kehancuran tersebut, dan penyebabnya adalah dua pemuda sebelumnya.
Saat Xie Long menemukan mereka, keduanya tengah terkapar di tanah, namun Yun terlihat tengah tidak sadarkan diri, sementara kakaknya masih sadar, namun kesulitan untuk bergerak.
"Apa yang membuat mereka bertarung?" gumam Xie Long.
Xie Long mengarahkan pandangannya pada pemuda bernama Yun, ia merasakan aura yang terasa begitu akrab pada diri pemuda tersebut, namun ia masih tidak yakin dengan apa yang ada dalam pikirannya itu.
Disisi lain, pemuda yang masih belum diketahui namanya oleh Xie Long, terlihat sedang berusaha mendekati Yun, ditangannya ada sebilah pedang berwarna hitam dan memancarkan aura mengerikan.
Xie Long juga dikejutkan dengan kekuatan darah yang ada di dalam tubuh pemuda itu, karena di dalam dirinya tidak hanya ada darah iblis saja, tapi juga ada darah bangsa lainnya dan masing-masing dari darah itu memiliki kekuatan yang dahsyat.
Setelah berusaha payah, pemuda itu akhirnya berhasil mendekati Yun, kemudian, ia mengangkat pedangnya dan bersiap untuk membunuh Yun, namun setelah beberapa saat berlalu, pemuda itu malah membuang pedangnya.
"Aku tidak akan membunuhmu demi menghargai persaudaraan kita, tapi mulai sekarang, kau bukan saudaraku lagi, Xin Yun!" ucapnya, kemudian beranjak pergi meninggalkan Xin Yun.
Setelah cukup jauh, pemuda itu tiba-tiba saja menghentikan langkahnya, "Kau tenang saja, aku pasti akan mewujudkan mimpi kita untuk menciptakan kedamaian, namun aku akan mewujudkannya dengan caraku sendiri."
"Jika kau berani menghentikan-ku lagi, maka aku tidak akan segan-segan untuk membunuhmu, jadi ingatlah, jangan sampai kau datang sebagai musuh, adikku" lanjutnya, kemudian menghilang dari sana.
Xie Long mendengar perkataan pemuda itu dengan serius, ia tidak menyangka jika pemuda itu masih memiliki sisi baik dalam dirinya, dan dari pengamatannya, Xie Long dapat menebak jika pemuda itu melakukan cara yang salah untuk mewujudkan impian mereka berdua.
"Andai saja kalian bersatu, aku yakin kalian akan mencapai tujuan itu tanpa harus melakukan hal seperti ini" gumam Xie Long, kemudian mendekati pemuda bernama lengkap Xin Yun itu.
Saat mendekatinya, sedikit aura kekuatan yang terpancar dari tubuh pemuda itu semakin terasa begitu akrab bagi Xie Long, bahkan ia merasa seperti sangat mengenal pemuda yang ada didepannya saat ini.
"Ini tidak mungkin! Bukankah dia..." Xie Long menghentikan ucapannya ketika menemukan sebuah tanda di dahi pemuda itu.
"Tidak salah lagi, dia adalah Dewa Asura!" ujarnya.
Tanda yang ada di dahi pemuda itu sangat mirip dengan tanda yang ada di dahi ayahnya, bahkan tanda itu juga ada di dahi sosok di dalam dirinya. Selain itu, aura yang keluar dari tubuh pemuda itu sangat mirip dengan aura Dewa Asura.
Kebingungan kembali melanda Xie Long, kejadian demi kejadian yang ia alami membuat berbagai macam pertanyaan menumpuk dalam benaknya, namun sangat sulit untuk ia keluarkan karena tidak ada tempat untuk menanyakannya.
Tapi, satu hal yang bisa ia pahami adalah, selama ini ia telah melihat masa lalu Dewa Asura, hanya saja, dia masih belum mengetahui siapa pemuda yang dianggap sebagai saudara oleh Dewa Asura, begitupun dengan alasan pertarungan mereka.
Saat Xie Long masih sibuk dengan pikirannya sendiri, cahaya yang menyilaukan mata itu kembali muncul, dan lagi-lagi, Xie Long di bawa ke tempat yang berbeda dari sebelumnya.
"Zilong! Syukurlah, akhirnya kau sadar juga" ujar Huanran seraya memeluk kekasihnya itu.
Xie Long yang masih belum sepenuhnya sadar, tidak memberikan reaksi apapun, pikirannya masih melayang jauh memikirkan perisitiwa aneh yang baru saja ia alami, namun ia merasa senang karena akhirnya kembali ke Daratan Suci.
"Xiao Hua, apa yang terjadi padaku?" tanya Xie Long setelah diam cukup lama.
Huanran melepaskan pelukannya, kemudian menceritakan apa yang telah terjadi pada Xie Long, hingga akhirnya ia tidak sadarkan diri saat Huanran berhasil menyegel perwujudan kekuatan Asura dalam dirinya.
"Pingsan?"
Huanran hanya menanggapi perkataan Xie Long dengan anggukan, "Sudah berapa lama aku pingsan?" tanya Xie Long.
"Belum lama, mungkin tidak sampai satu jam" jawab Huanran.
"Tidak sampai satu jam?"
"Zilong, apa yang terjadi padamu?"
"Entahlah, aku sendiri juga bingung" jawab Xie Long.
Peristiwa yang baru saja ia alami memang meninggalkan rasa bingung yang sangat besar dalam diri Xie Long, bahkan masih banyak tanda tanya besar di dalam benaknya saat ini, namun entah kepada siapa ia harus meluapkan semua itu.
"Xiao Hua, aku ingin bermeditasi untuk menenangkan diri" ucap Xie Long.
Huanran mengangguk, "Tapi sebaiknya jangan di sini."
"Baiklah."
Setelah menemukan tempat yang cocok, Xie Long kemudian mulai bermeditasi untuk menenangkan dirinya, selain itu, ia juga ingin menyerap kristal jiwa yang berhasil ia dapatkan dari membunuh naga merah sebelumnya.
Tidak hanya itu saja, setelah melihat masa lalu Dewa Asura, Xie Long juga berhasil mempelajari sesuatu yang sangat penting yaitu, kekuatan jahat tidak selamanya jahat, karena semuanya bergantung pada orang yang menggunakan kekuatan itu.
Misalnya saja kekuatan Asura dalam dirinya, memang benar jika kekuatan Asura dalam dirinya memiliki kebencian yang sangat besar, namun jika ia menggunakannya untuk kebaikan, Xie Long yakin kekuatan jahat itu akan berubah menjadi baik.
Alam bawah sadar Xie Long.
"Bocah, kenapa kau menemui-ku?" tanya sosok itu dengan tatapan tajam dan penuh kebencian.
"Hah" Xie Long menghela napas panjang, "Aku tidak akan membelenggu dirimu lagi, kau bebas melakukan apapun yang kau inginkan."
"Apa maksudmu?"
"Maksudku adalah, kau boleh memilih jalan yang kau inginkan dan silahkan bertindak sesuka hatimu, termasuk mengendalikan tubuhku" jawab Xie Long.
"Jika kau tidak percaya, maka akan aku buktikan sekarang juga!"
Setelah menyelesaikan ucapannya, Xie Long kemudian melepaskan rantai ungu yang membelenggu sosok tersebut, kemudian, Xie Long mendekatinya secara perlahan, seolah dirinya sudah pasrah dan siap dikendalikan oleh sosok tersebut.
Anehnya, saat sosok perwujudan kekuatan Asura hendak meraih tubuh Xie Long, ia malah terus saja melesat dan melewati tubuhnya seperti melewati kumparan asap, ia mencoba lagi dan hasilnya tetap sama saja, tetap tidak bisa menyentuh Xie Long.
"Ada apa ini? Trik apalagi yang kau mainkan?"
"Aku tidak memainkan trik apapun" jawab Xie Long dengan ketenangan yang tergambar jelas di wajahnya.
"Tidak mungkin!"
Karena merasa dirinya tengah dipermainkan oleh Xie Long, sosok tersebut kemudian menyerang Xie Long dan berniat menghancurkan jiwanya, namun hasilnya masih sama saja, setiap serangan yang ia lancarkan juga tidak bisa menyentuh Xie Long.
"Kau tahu, aku baru saja melihat masa lalu-mu" ucap Xie Long.
"Dan ya! Aku tahu darimana kebencian itu berasal, kau benci pada dirimu sendiri yang gagal menghentikan saudaramu, kau benci pada dirimu sendiri karena kaulah yang terpilih sebagai Dewa Asura, bukankah begitu, Xin Yun?"
"Ka-kau... kenapa kau mengetahui namaku?"
Xie Long tersenyum, "Sudah aku katakan, aku melihat semua hal yang kau dan saudaramu alami di masa lalu."
"Diam kau! Kau tidak ada hubungannya dengan semua itu!"
"Benar, aku memang tidak memiliki hubungan apapun dengan masa lalu kalian. Tapi, aku tentu tidak bisa diam saja saat melihat temanku memikul beban yang begitu berat dipundaknya."
"Siapa yang kau sebut sebagai teman-mu!?"
Xie Long kembali menunjukkan senyuman indah di bibirnya, "Aku tahu, rasanya pasti sangat menyakitkan, bukan? Tapi, berhentilah menyalahkan dirimu sendiri, karena itu adalah jalan pilihannya sendiri."