Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-222. Diluar kendali (1)


Esoknya.


Xie Long dan Huanran kini tengah berada di kedalaman hutan yang jaraknya cukup jauh dari kota, keduanya memutuskan untuk meninggalkan kota setelah Xie Long menyelesaikan urusannya dengan keluarga Xi semalam.


"Zilong, kemana tujuan kita sekarang?" tanya Huanran.


"Untuk sementara ini, kita akan tetap berada di hutan ini, setidaknya sampai pelelangan itu diadakan" jawab Xie Long.


"Berarti dua hari lagi?"


Xie Long mengangguk, "Dan selama dua hari ini, kita akan tetap berada di hutan ini untuk meningkatkan kekuatan."


Tidak lama berselang, Xiao Xue datang menghampiri mereka berdua, lalu ia menyampaikan beberapa hal yang telah ia temui di dalam hutan tersebut, diantaranya adalah penemuan Beast kuat yang jaraknya cukup jauh dari tempat mereka.


Namun, dari sekian banyak hal yang disampaikan oleh Xiao Xue, Xie Long hanya tertarik dengan penemuan Beast kuat yang tidak jauh dari tempat mereka berada sekarang. Karena hanya Beast itulah yang bisa membantunya meningkatkan kultivasi ke tingkatan selanjutnya.


Sebenarnya ada juga beberapa sumberdaya yang ditemukan oleh Xiao Xue, namun semuanya hanya sumberdaya tingkat rendah dan tidak ada satupun sumberdaya tingkat menengah ataupun tingkat tinggi.


"Tunjukkan jalannya" ucap Xie Long.


"Baik, Tuan!" ujar Xiao Xue, kemudian berubah menjadi Phoenix hitam, lalu membawa Xie Long dan Huanran ke tempat yang ia maksud.


Karena kecepatan terbang Xiao Xue yang sangat luar biasa, merekapun hanya butuh waktu selama beberapa detik untuk tiba ditempat yang dimaksud, yaitu sebuah jurang dengan aura mencekam yang terpancar dari dalamnya.


"Kau benar, di bawah sana memang ada Beast kuat" ucap Xie Long ketika melihat ke dasar jurang yang cukup dalam itu dengan mata ungunya.


Setelah itu, Xie Long melepaskan aura kekuatannya untuk memancing Beast yang ada di dasar jurang agar naik ke atas, karena memang sangat tidak memungkinkan baginya untuk bertarung di dasar jurang tersebut.


Selain sangat dalam, dasar jurang itu juga sangat sempit, sehingga tidak memungkinkan bagi Xie Long untuk bertarung di bawah sana, dan kalaupun bisa, pergerakannya pasti akan sangat terbatas, karena tebing tinggi yang berada disisi kiri dan kanan jurang.


Tidak lama kemudian, tanah tiba-tiba saja bergetar dan mereka bertiga dapat merasakan pancaran aura yang semakin besar dari dalam jurang, lalu dari dalam jurang tersebut muncul seekor ular hitam dengan ukuran tubuh yang sangat besar.


Tatapan tajam langsung diarahkan oleh ular merah itu kepada mereka bertiga, dari tatapan matanya saja, Xie Long sudah dapat menebak jika ular itu sedang marah pada mereka, dan penyebabnya adalah aura kekuatan yang Xie Long lepaskan sebelumnya.


"Pertarungan ini pasti sangat menarik" gumam Xie Long setelah mengetahui tingkatan kekuatan ular merah raksasa tersebut.


Ular dengan sisik berwarna merah menyala bagai api itu tidak hanya memiliki ukuran tubuh yang besar, tapi juga memiliki kekuatan yang bahkan jauh lebih besar dan jika diukur dengan kultivasi, maka ular itu setara dengan kultivator ranah Nirvana.


"Tuan, izinkan aku membantu" ucap Xiao Xue.


"Tidak, biar aku saja yang menghadapinya."


"Tapi Tuan, ular ini nampak tidak biasa."


"Justru itulah yang membuatku ingin menghadapinya! Kau disini saja, jaga Xiao Hua untukku!"


"Baik, Tuan!" Ujar Xiao Xue, kemudian membawa Huanran menjauh dari tempat tersebut.


Setelah keduanya pergi, Xie Long kemudian menarik pedang yang ada di punggungnya, lalu melapisi bilah pedang itu dengan energi spiritual, karena ia bisa menebak jika sisik ular itu sangat keras, bahkan bentuknya seperti terbuat dari baja.


"Manusia, berani sekali kau mengganggu tidurku" ucap ular merah tersebut.


Xie Long tersentak kaget, ia tidak menyangka jika ular raksasa didepannya itu bisa bicara, karena sejak kemunculannya, ular itu tidak mengeluarkan suara sama sekali, yang membuat Xie Long berpikir jika ular itu tidak bisa bicara layaknya manusia.


"Rupanya kau bisa bicara juga?"


"Memangnya kenapa!?"


Setelah dirinya berada tepat didepan kepala ular raksasa itu, Xie Long kemudian memulai serangannya dengan melancarkan tebasan ke kepala ular tersebut, dan benar saja, energi pedang yang tercipta dari tebasan itu benar-benar tidak mampu menggores sisik ular tersebut.


Ular merah raksasa itu tentu tidak diam saja, setelah energi pedang itu lenyap saat bersentuhan dengan sisiknya, ia kemudian melesat maju dan membuka mulutnya untuk menelan Xie Long, namun Xie Long berhasil menghindarinya dengan mudah.


"Tujuh tebasan kematian!"


Tujuh energi pedang melesat dengan kecepatan tinggi dan menghantam sisik ular merah tersebut, namun hasilnya tetap sama saja, ketujuh energi pedang yang berukuran cukup besar itu tetap tidak mampu menggores sisik ular merah yang tebal dan keras.


Karena serangan jarak jauh yang ia lancarkan masih saja tidak berhasil, Xie Long kemudian melesat mendekati ular merah tersebut dan mendarat tepat ditubuhnya, lalu ia mencoba menebas sisik yang sangat tebal itu menggunakan pedang yang sudah ia lapisi dengan energi spiritual.


Akan tetapi, yang terjadi selanjutnya justru membuat Xie Long sangat kaget, karena pedang yang ia gunakan untuk menebas sisik ular itu malah hancur menjadi beberapa bagian, sedangkan sisik ular tersebut masih belum tergores sedikitpun.


"Hahahaha! Senjata biasa itu tidak akan bisa melukai diriku!" ujar ular merah, kemudian menggerakkan tubuhnya dengan cepat hingga membuat Xie Long terpental dari atas tubuhnya.


Saat Xie Long masih melayang di udara, ular merah kemudian mengeluarkan ekornya dari dalam jurang, lalu mengibaskan ekornya dengan sangat cepat dan berhasil mengenai tubuh Xie Long.


Wushh!


Serangan yang sangat cepat itu memang dapat dilihat oleh Xie Long, namun dengan kecepatan yang sangat luar biasa dan posisinya yang tidak menguntungkan, membuat serangan itu mendarat dengan tepat ditubuhnya.


Kekuatan serangan yang sangat besar itu membuat tubuh Xie Long terlempar puluhan meter jauhnya, bahkan ia terlempar sampai ke dalam hutan menghancurkan beberapa pohon yang ditabrak oleh tubuhnya.


Darah segar dimuntahkan oleh Xie Long saat tubuhnya terhenti, seluruh tubuhnya terasa sangat sakit, khususnya di bagian dada dan perut yang terkena kibasan ekor ular merah tersebut. Jika dirinya hanya manusia biasa, mungkin tubuhnya sudah hancur saat itu juga.


"Si-sial, aku kurang hati-hati" gumam Xie Long yang telah berdiri lagi.


Xie Long menarik napas panjang dan membuangnya secara perlahan untuk menenangkan dirinya, karena hanya dengan ketenangan, barulah ia bisa mengeluarkan potensi dirinya yang sebenarnya.


Oleh sebab itu, Lin Feng selalu mengajarkan ketenangan padanya, agar dia bisa menguasai diri dan menghilangkan pengaruh jahat yang ditimbulkan oleh perwujudan kekuatan Asura dalam dirinya.


Akan tetapi, sekuat apapun Xie Long berusaha untuk tenang, bisikan dari dalam dirinya selalu membuat darahnya mendidih, amarah dan kebencian terpancar jelas dari matanya, bahkan aura membunuh sudah mulai menyelimuti tubuhnya.


"Zilong."


Samar-samar, Xie Long mendengar suara Huanran yang tengah memanggilnya, ia mencoba untuk menjawab panggilan itu, namun suaranya seperti menolak untuk keluar.


"Zilong, kendalikan dirimu."


"A-aku..."


"Arkhhh!" Xie Long berteriak dengan sangat kencang, kesadarannya perlahan mulai menghilang, sementara aura membunuh yang keluar dari tubuhnya semakin besar.


"Berhentilah melawan, biarkan kekuatan itu membantumu, karena hanya kekuatan itu yang bisa mengalahkan musuh yang kau hadapi saat ini."


Perwujudan kekuatan Asura dalam diri Xie Long tidak mau ketinggalan bagian, dengan memanfaatkan kondisi Xie Long yang sekarang, ia terus menghasut Xie Long agar ia melepaskan semua aura membunuh yang terkubur dalam dirinya.


"Lin Xie Long, ingatlah tujuanmu, gunakan kekuatan itu dan kau akan mencapai tujuanmu dengan mudah!"


"Ti-tidak... Arkhhh!"


Disisi lain.


Xiao Xue yang menyadari bahwa keadaan sudah diluar kendali, akhirnya memutuskan untuk mengambil alih pertarungan, sementara Huanran, ia perintahkan untuk membantu Xie Long melawan kekuatan jahat dalam dirinya itu.


"Zilong, sadarlah!" ujar Huanran berusaha untuk menyadarkan kekasihnya itu.