Night King: The Asura

Night King: The Asura
Ch-209. Masalah anak muda


Waktu kian berlalu, Xie Long, Huanran dan Xiao Xue kini tengah berada di wilayah Utara, tepatnya di sebuah kota yang dulunya dipimpin oleh salah satu bawahan Yama, yaitu kota kerajaan Dewa Tanah yang kini berganti nama menjadi kota padang pasir.


Alasan kenapa nama kota itu berubah menjadi kota padang pasir adalah, karena di Daratan Suci ini, hanya kota kerajaan Dewa Tanah yang sangat dekat dengan padang pasir, oleh karena itu, para penduduknya setuju untuk mengubah nama kota tersebut menjadi kota padang pasir.


"Jika aku tidak salah ingat, tidak jauh dari kota ini ada sebuah padang pasir yang sangat luas" ucap Xie Long.


"Apa Tuan ingin ke sana?" tanya Xiao Xue.


Xie Long mengangguk, kemudian menjelaskan alasannya yang ingin datang ke padang pasir tersebut. Pertama, tujuannya datang ke sana adalah untuk mengumpulkan sumberdaya, lalu yang kedua, ia ingin melatih kekuatan fisiknya.


Ayahnya memang pernah mengatakan jika padang pasir itu adalah tempat yang berbahaya, namun ayahnya juga mengatakan jika padang pasir itu masih tersimpan banyak misteri, serta terdapat berbagai macam sumberdaya yang sangat langka.


Selain itu, ayahnya juga pernah mengatakan bahwa padang pasir adalah tempat yang sangat cocok untuk melatih kekuatan fisik, hanya saja, ia tidak menjelaskan latihan fisik seperti apa yang bisa dilakukan di sana.


"Xiao Hua, bagaimana denganmu?"


"Aku akan ikut kemanapun kau pergi" jawab Huanran.


"Baiklah, kalau begitu, kita akan berangkat ke sana besok" ucap Lin Feng, dan hanya ditanggapi dengan anggukan oleh Huanran dan Xiao Xue.


Tidak lama berselang, beberapa pemuda yang sebelumnya duduk tidak jauh dari mereka bertiga tiba-tiba saja mendekat, namun tujuan mereka bukanlah Xiao Xue ataupun Xie Long, melainkan gadis cantik yang duduk bersama mereka berdua, yaitu Huanran.


"Nona, boleh kami bergabung?" tanya salah seorang dari mereka dengan sopan.


"Ini adalah tempat umum, jadi tidak ada yang melarang kalian untuk bergabung" jawab Huanran, namun tidak menoleh pada pemuda yang berbicara dengannya.


Pemuda itu tersenyum senang mendengar jawaban Huanran, kemudian ia mengarahkan pandangannya pada Xie Long dan Xiao Xue, setelah memperhatikan penampilan mereka berdua, pemuda itu kemudian memberikan isyarat pada teman-temannya.


Empat pemuda lainnya mengangguk pelan tanda mengerti maksud dari pemuda itu, lalu dua orang diantaranya berdiri disisi Xie Long, sedangkan yang dua lagi menghampiri Xiao Xie.


"Maaf, tidak bisakah kalian melihat Tuan Muda sedang ingin mengobrol dengan Nona kalian? Jadi, sebaiknya kalian beranjak dari tempat ini!"


"Nona?" dahi Xie Long berkerut mendengar perkataan pemuda yang berdiri disisi kanannya.


"Hei! Apa kau tuli!? Cepat tinggalkan tempat ini!"


"Maaf, tapi aku sudah nyaman duduk di sini, jadi aku tidak akan beranjak dari sini" sahut Xie Long.


"Kau sangat kurang ajar untuk seorang pengawal, memangnya ada pengawal yang diizinkan duduk bersama orang yang dia layani?"


"Tentu saja ada dan kami berdua lah orangnya, bukankah begitu, Nona?"


Huanran melebarkan pandangannya saat mendengar perkataan Xie Long, namun sesaat kemudian, Huanran hampir saja mengeluarkan tawa lantang ketika melihat alis Xie Long yang digerakkan naik turun, seolah sedang menggodanya.


"Tidak apa-apa, kalian boleh pergi sekarang" ucap Huanran.


Sekarang malah Xie Long yang melebarkan pandangannya karena ucapan Huanran, ia benar-benar tidak menyangka jika Huanran akan mengusirnya hanya karena kehadiran kelima pemuda tersebut.


Namun, yang tidak Xie Long ketahui adalah, Huanran sengaja mengatakan hal itu agar Xie Long kesal, karena jika pria pujaan hatinya itu merasa kesal, gangguan yang ada di sekitarnya pasti akan segera disingkirkan.


Benar saja! Xie Long nampak mengepalkan jari tangannya karena menahan kekesalan, tatapan matanya pun sudah berubah, yang menandakan jika dirinya tidak suka dengan kehadiran para pemuda tersebut.


"Nona, sepertinya kedua pengawal mu ini sangat tidak tahu diri, jika diizinkan, aku bersedia menghukum mereka untuk Nona" ucap pemuda yang dipanggil Tuan Muda oleh empat pemuda lainnya.


"Tentu" jawab Huanran singkat, namun tatapan matanya sudah tertuju pada Xie Long.


Pemuda itu kembali tersenyum penuh kemenangan, kemudian ia mengarahkan pandangannya kepada empat pemuda lainnya, lalu memberikan isyarat pada mereka berempat melalui pergerakan matanya.


Sementara itu, Xie Long yang masih menatap lekat mata Huanran dapat menebak maksud dari perkataannya itu, dan iapun hanya menanggapi hal itu dengan senyuman dari balik penutup wajahnya.


Pada saat yang hampir bersamaan, keempat pemuda yang berdiri di sisi kanan dan kiri Xie Long juga Xiao Xue, tiba-tiba saja mencengkeram bahu keduanya dengan kuat, lalu mereka menarik paksa keduanya agar berdiri dari tempatnya.


Hal itu sontak membuat keempat pemuda itu kebingungan, karena mereka sudah mengerahkan tenaga yang lumayan besar, tapi usaha mereka malah tidak membuahkan hasil apapun.


Karena tidak ingin dipermalukan, keempat pemuda itu kemudian mencoba menarik paksa Xie Long dan Xiao Xue tapi lagi-lagi, sebesar apapun kekuatan yang mereka kerahkan, tetap tidak berhasil membuat keduanya beranjak.


"Lemah!" ujar Xie Long.


"Kau..."


Para pemuda itu nampak kesal dengan perkataan Xie Long, kemudian menoleh pada pemuda yang berdiri di dekat Huanran, dan setelah pemuda itu menganggukkan kepala, mereka kemudian mengeluarkan senjata.


"Sepertinya ada yang ingin bermain-main" ucap Xie Long.


"Ya! Kami ingin bermain-main dengan nyawamu!" ujar salah seorang dari mereka, lalu menyerang Xie Long.


Xie Long memiringkan tubuhnya untuk menghindari serangan tersebut, disaat yang bersamaan, ia juga melancarkan serangan dengan menggunakan sikutnya.


Wushh!


Boom!


Serangan Xie Long mendarat tepat di ulu hati pemuda di sisi kanannya, besarnya kekuatan yang ia gunakan, membuat pemuda itu terpental hingga menabrak dinding bangunan dan memuntahkan darah segar.


Disisi lain.


Dua pemuda yang berdiri disisi Xiao Xue juga melakukan serangan, namun mereka kaget saat mengetahui Xiao Xue sudah tidak ada di hadapan mereka. Detik berikutnya, Xiao Xue telah muncul di belakang keduanya, lalu ia mencengkeram kepala mereka dan menghantamnya ke meja.


Saat ini, hanya tersisa dua pemuda, yang satunya berdiri dengan gemetar di sisi Xie Long sementara yang satunya lagi masih setia di samping Huanran. Mereka terlihat bingung dan tidak tahu harus melakukan apa, karena jika mereka menyerang, nasib mereka akan berakhir sama seperti tiga temannya.


"Tuan Muda, sebaiknya Anda pergi sekarang sebelum pengawal ku semakin marah" ucap Huanran.


"Baik, maaf karena sudah mengganggu Nona" sahut pemuda itu kemudian pergi meninggalkan mereka, namun setelah cukup jauh, pemuda itu menghentikan langkahnya dan menoleh pada Huanran.


"Nona, jika berkenan datanglah ke kediaman keluarga Xi, aku pastikan Nona akan mendapatkan penyambutan yang sangat baik" ucapnya, lalu melanjutkan langkah kakinya setelah Huanran menganggukkan kepala.


"Sepertinya kau sangat senang."


"Hmm? Maksudmu?" tanya Huanran.


"Lupakan saja!"


"Kau cemburu pada Tuan Muda Xi?"


"Apa peduliku!"


"Benarkah? Lalu kenapa kau sangat marah?"


"Aku hanya tidak suka diganggu!" jawab Xie Long, nada suaranya terdengar acuh.


"Bukankah mereka hanya menggangguku?"


Xie Long tidak menjawab pertanyaan Huanran, ia kemudian berdiri dan menghampiri salah seorang pelayan, lalu memesan minuman untuk mereka bertiga, karena minuman sebelumnya sudah hancur saat Xiao Xue menghantam kepala dua pemuda sebelumnya ke meja.


"Dasar anak muda" gumam Xiao Xue yang hanya diam melihat tingkah Xie Long dan Huanran.


"Tunggu, bukankah aku sendiri juga masih muda?"


"Sial! Aku benar-benar tidak mengerti permasalahan hati manusia!"