
Selesai makan, Xie Long kemudian memanggil pelayan yang sebelumnya untuk membayar makanan yang telah ia pesan, sebenarnya ada tempat khusus untuk membayar, namun Xie Long sedang malas untuk beranjak dari tempatnya.
"Sudah selesai? Bagaimana kalau kita pindah tempat?"
"Untuk apa?"
"Aku hanya tidak ingin mengganggu tamu lain yang sedang makan dengan keributan yang akan kita timbulkan" jawab pria tersebut.
"Keributan? Memangnya kau yakin bisa membuatku bergerak dari tempat ini?"
Dari sekian banyaknya sikap Lin Feng, salah satu yang menurun pada Xie Long adalah suka memprovokasi musuh dan tidak mudah terprovokasi, meski terkesan merendahkan, namun tetap waspada dan tidak pernah lengah sedikitpun.
"Hahahaha! Apa kau meremehkan ku?"
"Bisa saja iya dan bisa juga tidak, tergantung bagaimana kau menanggapinya. Lagipula, aku tidak suka meremehkan lawan, apalagi seorang kultivator ranah Nirvana sepertimu."
Pria itu tersentak ketika Xie Long menyebutkan ranah kultivasinya, dan memang benar, kultivasinya saat ini berada di ranah Nirvana, namun anehnya, dengan tingkat kultivasi setinggi itu, ia tetap tidak bisa melihat kultivasi Xie Long.
"Hahahaha! Kau benar-benar mirip dengan seseorang yang aku kenal" ujar pria yang sebelumnya.
"Yang mulia, izinkan hamba..."
"Silahkan, aku juga penasaran dengan anak ini."
Pria itu mengangguk setelah mendapatkan izin dari seseorang yang ia panggil "yang mulia." Lalu setelah itu, pria tersebut melepaskan aura kekuatannya, sehingga seisi ruangan itu terasa sesak oleh tekanan intimidasi.
Para tamu yang lain, baik yang tengah makan ataupun yang telah selesai, langsung berhamburan meninggalkan restoran, termasuk para pelayan, karena mereka tidak ingin terkena dampak dari pertarungan yang akan segera terjadi.
Hanya dalam hitungan detik, ruangan yang semula penuh sudah menjadi sangat sunyi, hanya menyisakan beberapa pria yang masih duduk tenang ditempatnya, begitu pula dengan Xie Long yang masih duduk dengan santainya.
"Lumayan juga, aku tidak menyangka kau bisa menahan tekanan yang aku berikan" ucap pria tersebut.
"Ini masih belum seberapa" sahut Xie Long.
Meski terlihat sangat tenang seolah tidak merasakan apapun, namun kenyataannya adalah, Xie Long tengah berusaha sekuat tenaga untuk menahan tekanan yang menindas tubuhnya, karena bagaimanapun juga, kekuatannya kalah jauh dari pria tersebut.
"Benarkah? Kalau begitu, jangan salahkan aku jika menambah kekuatan tekanannya."
"Silahkan saja!"
Wushh!
Tekanan aura intimidasi yang jauh lebih besar kembali memenuhi ruangan, bahkan meja dan kursi yang ada di sana sudah bergetar karena tekanan tersebut, begitupun dengan bangunan restoran yang juga ikut bergetar karenanya.
Akan tetapi, tekanan sebesar itu masih belum berhasil membuat Xie Long beranjak dari tempatnya, bahkan, ia malah menggunakan kesempatan itu untuk bermeditasi secara diam-diam tanpa disadari musuhnya.
Alasan Xie Long bermeditasi adalah untuk memaksa dirinya mencapai batasannya, karena ia bermaksud memanfaatkan tekanan itu sebagai jembatan untuk meningkatkan kultivasinya.
Cara ini dipelajari oleh Xie Long dari ayahnya sendiri, meski sangat ekstrim dan berbahaya, namun disisi lain, cara ini justru sangat bermanfaat untuk menguji batasan diri sendiri, dan Lin Feng juga sudah pernah melakukannya.
"Kekuatan anak ini sungguh luar biasa" gumam pria tersebut, kemudian mengeluarkan aura kekuatan yang lebih besar lagi.
Disaat yang bersamaan.
Boom!
Wushh!
Dari dalam tubuh Xie Long terdengar suara ledakan teredam, disertai dengan aura kekuatan yang terpancar dari tubuhnya, yang menandakan jika dirinya telah berhasil meningkatkan kultivasinya lagi.
Kemudian, suasana yang hening itu dipecahkan oleh tawa seseorang, "Hahahaha! Ini benar-benar luar biasa, aku tidak menyangka kau malah memanfaatkan tekanan yang diberikan oleh prajurit ku."
"Bukankah kita harus memanfaatkan kesempatan sebaik mungkin? Dan itulah yang baru saja aku lakukan" sahut Xie Long.
"Kau..." Pria itu nampak kesal dan hendak menyerang Xie Long, namun tindakannya dihentikan oleh pria yang lebih tua.
"Nak, aku sungguh tertarik padamu, karena kau tidak hanya mengingatkanku pada seseorang, tapi yang kau lakukan barusan juga sangat mirip dengannya. Jadi, boleh aku mengetahui namamu?"
"Namaku Lin Xie Long."
Seisi ruangan mendadak hening saat Xie Long menyebutkan namanya, pria tua yang berbicara dengannya barusan langsung berdiri seraya membuka penutup kepalanya, sementara pria yang lain langsung berlutut.
"Hormat kami, Tuan muda!" ucap mereka semua serempak.
Xie Long tersentak kaget melihat tindakan para pria itu, ia kemudian berdiri dan menoleh kearah pria tua yang sebelumnya, "Kakek!"
"Long'er, ternyata memang benar dirimu!" ujar pria tua yang tidak lain adalah Yuan Chun Zhe.
Xie Long bergegas menghampiri kakek buyutnya itu, kemudian memeluknya dengan erat, "Kakek, aku sangat merindukanmu" ucapnya.
"Kakek juga merindukanmu, cucuku" sahut Yun Chun Zhe sembari membalas pelukan cucunya itu.
"Tu-tuan Muda, maaf atas tindakan lancang hamba," ucap prajurit yang sebelumnya mengintimidasi Xie Long.
"Tidak perlu minta maaf, justru akulah yang harus berterima kasih karena paman sudah membantuku" sahut Xie Long.
Setelah itu, Yuan Chun Zhe memerintahkan seluruh pasukannya untuk berdiri lagi, kemudian ia mengajak Xie Long untuk duduk dan mengobrol di sana.
"Cucuku, apa yang membawamu sampai datang ke sini sendirian?"
Xie Long kemudian menjelaskan alasan kenapa dia datang ke wilayah Selatan ini, selain karena penasaran dengan sosok yang menemuinya, ia juga mengatakan jika dirinya sangat merindukan Yuan Chun Zhe, karena memang sudah lama tidak bertemu dengannya.
Yuan Chun Zhe mendengarkan penjelasan cucunya itu dengan serius, seraya menebak-nebak sosok pria yang menemui Xie Long di alam bawah sadarnya, namun karena tidak terlalu jelas, Yuan Chun Zhe menjadi sedikit ragu pada tebakannya.
"Long'er, apa kau mengingat wajah pria itu?"
"Sayangnya tidak, karena kejadian itu berlaku dengan sangat cepat, sehingga aku tidak mengingat dengan jelas wajahnya, tapi..."
"Tapi apa?"
"Entah kenapa saat melihat pria itu, aku langsung teringat pada kakek dan ayah. Sentuhan tangannya begitu hangat seperti sentuhan tangan ayah, sementara perawakannya mengingatkan aku pada kakek" jelas Xie Long.
Yuan Chun Zhe nampak mengerutkan alisnya ketika mendengar penjelasan Xie Long, meski tidak terlalu jelas, tapi ia yakin pria yang menemui cucunya itu adalah anaknya, yang tidak lain adalah kakek Xie Long itu sendiri.
"Yuan Long, apa kau yang menemui cucumu?" ucapnya dalam hati.
"Kakek, apa kakek mengenal pria itu?"
"Kakek tidak yakin, tapi sepertinya kakek mengetahui siapa orang itu" jawab Yuan Chun Zhe.
"Siapa dia, kakek? Kenapa dia memintaku datang ke sini?"
"Kakek akan menjelaskan semuanya saat kita kembali ke ibukota, dan jika tebakan kakek benar, maka yang menemui itu pastilah kakek mu."
"Maksud kakek?"
"Ayah dari ayahmu, Yuan Long!"